Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 12

Berita

IMG-20260808-WA0069

Kapolres Binjai Bersama PJU Jalin Sinergi dengan Ketua Pengadilan Agama Binjai

BINJAI || Jejak-indonesia.id – Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Binjai Kompol Sofyan H. Nasution bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai melaksanakan kunjungan silaturahmi dan koordinasi dengan Ketua Pengadilan Agama Binjai, Mhd. Taufik, S.H.I., M.H., di Kantor Pengadilan Agama Binjai, Jumat (7/8/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung penegakan hukum serta meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas pentingnya koordinasi lintas sektoral, khususnya terkait pengamanan pelaksanaan putusan pengadilan, perlindungan perempuan dan anak, serta upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kapolres Binjai menegaskan bahwa sinergi yang solid antara kepolisian dan lembaga peradilan merupakan kunci dalam mewujudkan kepastian hukum yang humanis, adil, dan kondusif bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Binjai menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan mendukung program-program kepolisian demi terciptanya pelayanan hukum yang optimal bagi masyarakat.

Humas Polres Binjai
(07/08/2026)

IMG-20260808-WA0061

Masjid Sebagai Pusat Gerakan Lingkungan: DMI Banyuwangi Luncurkan Penghijauan Berbasis Masjid Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah berarti dalam merespons tantangan perubahan iklim, dengan mendorong masjid tidak hanya sebagai rumah ibadah, melainkan juga pusat gerakan sosial dan pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Pembinaan Takmir dan Imam Masjid se-Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 yang digelar di Taman Meru Cafe, Desa Tambong, Kecamatan Kabat, dengan mengusung tema: “Penghijauan Berbasis Masjid: Sosialisasi dan Gerakan Menanam Pohon dalam Mendukung Mitigasi Perubahan Iklim”.

Kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir langsung Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat DMI, Dr. H. Rahmat Hidayat, S.E., M.T., serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suratno, yang mewakili Bupati Banyuwangi, di samping jajaran Forum Pimpinan Daerah, pimpinan lembaga pemerintah, badan usaha milik daerah, dan ratusan takmir serta imam masjid dari seantero Banyuwangi.

Masjid: Pusat Ibadah sekaligus Penggerak Perubahan

Ketua PD DMI Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan wujud ikhtiar untuk memperkokoh fungsi masjid secara menyeluruh. Menurutnya, masjid tidak semata-mata menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, melainkan pusat pembinaan umat sekaligus penggerak sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, melainkan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi,” tegasnya.

Jaringan masjid yang menjangkau hingga ke pelosok desa dinilai memiliki kekuatan luar biasa untuk membangun kesadaran masyarakat dari tingkat yang paling dekat dan akrab. Gerakan kepedulian terhadap alam pun tidak harus dimulai dari program-program berskala besar. Menanam dan merawat pohon di halaman masjid, menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah, mengurangi timbulan sampah, hingga menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan di kalangan jamaah—semuanya merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan hari ini.

“Bayangkan apabila masjid-masjid di seluruh Kabupaten Banyuwangi bergerak serentak melakukan penghijauan, menanam dan merawat pohon, menjaga kebersihan, serta mengedukasi jamaah tentang kepedulian terhadap lingkungan. Dampaknya tentu akan sangat besar,” tambahnya.

Peran Strategis Takmir dan Imam Masjid

Penyampaian pesan-pesan kelestarian lingkungan kepada masyarakat memerlukan perantara yang dipercaya dan didengar, dan di sinilah letak peran strategis para takmir dan imam masjid. Mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan jamaah dapat menerjemahkan nilai-nilai agama ke dalam tindakan nyata dan kebiasaan sehari-hari.

Namun, gerakan ini ditekankan tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman pohon semata. Bibit yang telah tertanam harus dirawat dan dijaga agar tumbuh dan bermanfaat secara jangka panjang. Semangat peduli lingkungan yang tumbuh di lingkungan masjid diharapkan kemudian menjalar ke rumah-rumah dan lingkungan tempat tinggal para jamaah, menjadi kebiasaan yang melekat dan berkelanjutan.

Perwujudan cita-cita tersebut tentu memerlukan kekuatan bersama. PD DMI Kabupaten Banyuwangi menyadari bahwa agenda mulia ini tidak dapat dijalankan seorang diri.

“Kami membutuhkan dukungan para takmir, imam, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Ketua PD DMI Banyuwangi.

Kolaborasi lintas sektor menjadi keniscayaan, mengingat isu lingkungan bersinggungan dengan begitu banyak aspek kehidupan. Masjid hadir sebagai simpul yang mempertemukan edukasi keagamaan dengan gerakan sosial dan kepedulian terhadap alam.

Indonesia yang Makmur dan Lestari

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PP DMI, Dr. H. Rahmat Hidayat, S.E., M.T., mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan negara. Baginya, masjid adalah ruang yang strategis untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada sesama.

Di penghujung sambutannya, Rahmat memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi—rakyatnya makmur dan tenteram. Harapan itu pun ditujukan agar Indonesia menjadi negeri yang baik, sejahtera, dan senantiasa mendapat ampunan serta keberkahan Allah SWT—baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Pesan tersebut sekaligus memperkuat pemahaman bahwa kemakmuran suatu bangsa tidak diukur semata dari pertumbuhan ekonomi. Lingkungan yang terjaga, kehidupan bermasyarakat yang harmonis, serta kesadaran kolektif untuk merawat alam adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan yang sejati dan berkelanjutan.

Simbol Penanaman, Harapan yang Ditanam

Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan dua momen bermakna. Sekretaris Jenderal PP DMI secara resmi meluncurkan Taman Meru Cafe yang berada di lokasi kegiatan. Selanjutnya, rombongan bergerak ke Masjid Assasut Taqwa di Dusun Krajan, Desa Tambong, untuk melakukan penanaman dua bibit pohon alpukat secara simbolis.

Dua batang bibit yang ditanam menjadi lambang sederhana namun mendalam dari pesan yang dibawa sepanjang hari: masjid dapat dan harus menjadi titik awal gerakan merawat bumi. Dari halaman masjid, kesadaran itu diharapkan tumbuh semakin luas—dari takmir kepada jamaah, dari jamaah kepada keluarga, hingga akhirnya berkembang menjadi gerakan bersama yang menggetarkan seluruh masyarakat.

Bagi PD DMI Kabupaten Banyuwangi, penghijauan berbasis masjid bukan sekadar menambah rimbun pepohonan di sekitar tempat suci. Ia adalah pertemuan kembali antara nilai-nilai keimanan dengan tanggung jawab kekhalifahan. Masjid tetap menjadi tempat umat bersujud kepada Sang Pencipta—dan dari tempat yang sama pula, ikhtiar menjaga ciptaan-Nya pun mulai ditanam.

IMG-20260808-WA0051

Pantai Sukojati, Pesona Pesisir Banyuwangi yang Mulai Dilirik Wisatawan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pantai Sukojati di kecamatan blimbing sari, kabupaten Banyuwangi menawarkan pesona wisata pesisir dengan karakter yang masih sederhana dan alami. Hamparan pasir hitam, deburan ombak, serta deretan pepohonan di kawasan pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana laut tanpa hiruk-pikuk destinasi wisata modern.

Pantauan di lokasi, Sabtu (8/8/2026) sore, sejumlah pengunjung terlihat menikmati suasana Pantai Sukojati. Ada yang duduk bersantai bersama keluarga, berbincang dengan teman, hingga menikmati makanan dan minuman yang dijajakan warga di sekitar pantai.

Kehadiran warung-warung sederhana di tepian pantai menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Pengunjung dapat menikmati suasana laut sambil duduk di bangku yang tersedia di sejumlah titik.

Salah satu ikon yang menarik perhatian adalah gapura bertuliskan “Pantai Sukojati – The Sunrise of Banyuwangi” yang berdiri menghadap laut. Gapura tersebut menjadi penanda sekaligus salah satu titik yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk mengabadikan suasana pantai.

Hamparan pasir berwarna gelap menjadi karakter kuat Pantai Sukojati. Dipadukan dengan garis pantai yang terbuka dan pepohonan yang tumbuh di kawasan sekitar, panorama tersebut memberikan kesan khas wisata pesisir Banyuwangi.

Meski fasilitas wisata masih tergolong sederhana, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari daya tarik Pantai Sukojati. Kawasan ini belum dipenuhi bangunan modern sehingga nuansa alami dan kehidupan masyarakat pesisir masih cukup terasa.

Potensi Pantai Sukojati dapat dikembangkan lebih jauh sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Penataan kawasan, peningkatan fasilitas dasar, kebersihan, serta pengelolaan lingkungan menjadi sejumlah aspek penting agar perkembangan wisata tetap berjalan seiring dengan kelestarian kawasan pesisir.

Dengan pengelolaan yang tepat dan melibatkan masyarakat sekitar, Pantai Sukojati berpeluang menjadi salah satu alternatif destinasi wisata di Banyuwangi. Bukan hanya menawarkan panorama laut, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi warga.

Pada akhirnya, pesona Pantai Sukojati tidak semata-mata terletak pada fasilitas yang tersedia. Kesederhanaan, hamparan pasir hitam, laut yang terbuka, serta aktivitas masyarakat justru menjadi wajah tersendiri dari destinasi pesisir yang masih menyimpan potensi untuk dikembangkan.(**)

IMG-20260808-WA0040

BPC PERADIN Sidoarjo Jalin Kemitraan dengan DPRD, Hasilkan Tujuh Kesepakatan Perkuat Edukasi dan Bantuan Hukum

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) Sidoarjo memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan akses hukum masyarakat melalui audiensi dengan pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo, Jumat (7/8/2026).

Audiensi yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB tersebut membahas peluang kemitraan antara organisasi profesi advokat dan lembaga legislatif, khususnya dalam bidang edukasi hukum, pendampingan masyarakat, serta penguatan kualitas regulasi daerah.

Pertemuan dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Abdillah Nasih. Turut hadir Wakil Ketua I Suyarno dari Fraksi PDI Perjuangan, Wakil Ketua III Warih dari Fraksi Golkar, serta sejumlah anggota DPRD, di antaranya Aloysius Alwer, H. M. Zakki, Wahyu Hartono, Suroto Arizal, Joko Sutikno, Isbahar Buamona, Rr. Ira Damayanti, dan Kuswandi.

Dalam audiensi tersebut, BPC PERADIN Sidoarjo memperkenalkan peran dan kontribusinya sebagai organisasi profesi advokat yang memiliki kompetensi di bidang hukum. BPC PERADIN Sidoarjo menyampaikan kesiapan untuk memberikan sumbangsih pemikiran sekaligus membangun kolaborasi dengan DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Tujuh Poin Kesepakatan

Audiensi tersebut menghasilkan tujuh poin kerja sama yang menjadi dasar untuk memperkuat sinergi ke depan.

1. Kemitraan Kelembagaan

BPC PERADIN Sidoarjo siap menjadi mitra kolaborasi DPRD Kabupaten Sidoarjo dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan persoalan hukum dan kepentingan masyarakat.

Kontribusi tersebut diarahkan melalui pemberian sumbangsih keilmuan, pemikiran, serta perspektif hukum terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

2. Edukasi dan Pendampingan Hukum

BPC PERADIN Sidoarjo akan mendorong kegiatan edukasi dan pendampingan hukum bagi jajaran eksekutif maupun legislatif di Kabupaten Sidoarjo.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap aspek hukum dalam pelaksanaan tugas, kewenangan, serta fungsi pemerintahan.

3. Edukasi Hukum bagi Pemerintahan Desa

Program edukasi hukum juga akan diarahkan kepada kepala desa dan lurah se-Kabupaten Sidoarjo.

Peningkatan pemahaman hukum di tingkat pemerintahan desa dinilai penting agar penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta pengambilan kebijakan di tingkat desa tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat

BPC PERADIN Sidoarjo berkomitmen memperluas edukasi hukum kepada masyarakat.

Program tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi, diskusi, penyuluhan, maupun kegiatan lain yang bertujuan agar masyarakat semakin memahami hak, kewajiban, serta mekanisme hukum yang dapat ditempuh ketika menghadapi persoalan hukum.

5. Pendampingan Hukum Secara Pro Bono

Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH), BPC PERADIN Sidoarjo juga siap memberikan pendampingan hukum secara pro bono kepada masyarakat yang membutuhkan dan memenuhi ketentuan untuk memperoleh bantuan hukum.

Program ini diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap keadilan, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam memperoleh layanan hukum.

6. Keterlibatan dalam Pembahasan Raperda

BPC PERADIN Sidoarjo juga akan dilibatkan dalam agenda yang berkaitan dengan harmonisasi serta pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang memiliki aspek hukum.

Keterlibatan tersebut secara khusus diarahkan pada agenda yang berkaitan dengan Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo, dengan harapan perspektif hukum dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penyusunan regulasi daerah.

7. Audiensi dengan Pihak Eksekutif

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, akan dijadwalkan audiensi dengan jajaran Eksekutif Kabupaten Sidoarjo.

Pertemuan lanjutan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membahas secara lebih konkret penguatan sinergi serta program kerja di bidang hukum antara BPC PERADIN Sidoarjo dan pemerintah daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Abdillah Nasih menyambut baik inisiatif BPC PERADIN Sidoarjo dalam membangun komunikasi dan kemitraan kelembagaan.

Kolaborasi antara organisasi profesi advokat dengan lembaga legislatif dinilai dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman hukum, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat.

Bagi BPC PERADIN Sidoarjo, kemitraan tersebut tidak sekadar membangun hubungan kelembagaan. Lebih jauh, kerja sama diharapkan mampu menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam hal edukasi hukum, pendampingan, bantuan hukum, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap hukum.

Dengan tujuh poin hasil audiensi tersebut, BPC PERADIN Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan kesadaran hukum sekaligus memberikan kontribusi profesional dalam proses pembentukan regulasi daerah.

Sinergi antara organisasi profesi advokat, DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem hukum yang semakin terbuka, edukatif, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap keadilan.

(Red/Lim)

IMG-20260808-WA0034

Sinergi dan Kepedulian, Kapolsek Dolok Silau Pimpin Rangkaian Giat Sambang ke Warga dan Pantau Ibadah Jumat

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Kapolsek Dolok Silau, AKP M. Nasir Daulay, S.H., mengungkapkan rangkaian kegiatan Polri yang dilaksanakan personelnya dalam sehari penuh, mulai dari sambang ke lokasi proyek pemeliharaan jalan hingga monitoring pelaksanaan ibadah salat Jumat. Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi awak media pada Jumat, 07 Agustus 2026, sekira pukul 22.25 WIB.

Dalam keterangannya, AKP M. Nasir Daulay menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sejalan dengan program Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang mengedepankan pelayanan berintegritas dan humanis kepada masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam menyapa masyarakat secara langsung, sekaligus memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Dolok Silau," ujar AKP M. Nasir Daulay.

Rangkaian kegiatan personel Polsek Dolok Silau ini dilaksanakan pada hari Jumat, sekira pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB, dengan melibatkan dua personel yang dipimpin langsung oleh Kapolsek. Lokasi kegiatan tersebar di tiga titik berbeda, yakni Nagori Cingkes-Bawang, Masjid Agung Kabanjahe, dan Nagori Panribuan.

Menguraikan jalannya kegiatan, AKP M. Nasir Daulay menyebutkan bahwa rangkaian giat diawali sekira pukul 10.00 WIB dengan kunjungan atau sambang ke lokasi proyek pemeliharaan jalan yang menghubungkan Nagori Cingkes dan Bawang.

"Kami melakukan sambang ke lokasi proyek pemeliharaan jalan Cingkes-Bawang untuk memantau perkembangan pengerjaan sekaligus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut," ucap AKP M. Nasir Daulay.

Selanjutnya, sekira pukul 12.30 WIB, personel Polsek Dolok Silau melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan ibadah salat Jumat di Masjid Agung Kabanjahe. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam mengamankan dan memastikan kekhusyukan ibadah umat Muslim berjalan tanpa gangguan.

"Monitoring salat Jumat kami laksanakan sebagai bentuk pengamanan preventif sekaligus wujud kepedulian Polri terhadap kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah," ungkap AKP M. Nasir Daulay.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan sekira pukul 17.00 WIB dengan giat sambang ke warga di Nagori Panribuan. Dalam kegiatan ini, personel Polsek Dolok Silau menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat setempat guna menyerap aspirasi sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.

"Sambang ke warga Nagori Panribuan kami lakukan untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat, sekaligus memberikan imbauan Kamtibmas agar warga senantiasa waspada terhadap potensi gangguan keamanan," kata AKP M. Nasir Daulay.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan sambang, personel dilaporkan tiba kembali di Mako Polsek Dolok Silau sekira pukul 17.45 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan pun resmi berakhir pada pukul 18.00 WIB dengan situasi di seluruh lokasi kegiatan dalam keadaan aman dan terkendali.

Mengenai hasil dari keseluruhan rangkaian giat, AKP M. Nasir Daulay menyampaikan bahwa seluruh kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan baik sesuai rencana. Situasi di lokasi kegiatan dalam keadaan aman dan terkendali hingga rangkaian giat berakhir," ujar AKP M. Nasir Daulay menutup keterangannya.

Ia juga menambahkan bahwa dokumentasi dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut telah terlampir sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi pelaksanaan tugas personel di lapangan. AKP M. Nasir Daulay berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Dolok Silau, Polres Simalungun.

error: Content is protected !!