Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 14

Berita

IMG-20260807-WA0072

Komnas HAM Soroti Capaian Banyuwangi dalam Pembangunan Inklusif, Diusulkan Ikut Penilaian HAM Nasional

Di depan jajaran Komisioner Komnas HAM, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan bahwa pembangunan daerah diarahkan pada pendekatan human-centered development atau pembangunan yang berpusat pada kebutuhan masyarakat.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/dorong-investasi-di-banyuwangi-jmsi-tekankan-kolaborasi-media-pemerintah-dan-dunia-usaha/

 

BANYUWANGI - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengapresiasi komitmen Pemkab Banyuwangi dalam memperkuat pemenuhan hak dasar masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang inklusif.

Apresiasi tersebut disampaikan saat audiensi dan sosialisasi program Penilaian HAM di Banyuwangi, Kamis (6/8/2026), yang dihadiri langsung Ketua Komnas HAM RI Anis Hidayah bersama jajaran komisioner.

Di depan jajaran Komisioner Komnas HAM, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan bahwa pembangunan daerah diarahkan pada pendekatan human-centered development atau pembangunan yang berpusat pada kebutuhan masyarakat.

Menurut Ipuk, pendekatan tersebut tercermin dari penurunan angka kemiskinan menjadi 6,13 persen, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 75,17, usia harapan hidup yang menjadi 74,43 tahun, serta pertumbuhan ekonomi 5,65 persen pada 2025.

"Di sektor pendidikan kami terus memperkuat program sosial dan inklusif, Siswa Asuh Sebaya, Banyuwangi Mengajar, hingga beasiswa Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Progresif," ujar Ipuk.

Pemkab juga memperluas layanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus melalui program Agage Pintar dan Lebur Seketi (Layanan Inklusif Peserta Berkebutuhan Khusus dengan Pendekatan Hati) agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Di bidang kesehatan, Banyuwangi mengembangkan layanan preventif melalui Mall Orang Sehat, Jemput Bola Rawat Warga, serta telekonsultasi 24 jam OASIS Wangi (Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi) yang bekerja sama dengan NGO NORA Health dari Amerika Serikat.

"Pendidikan dan kesehatan merupakan investasi dasar. Kami memastikan faktor ekonomi, usia, maupun keterbatasan geografis tidak menghalangi warga memperoleh layanan yang layak," kata Ipuk.

Komitmen terhadap prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) juga diperkuat melalui Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2025 tentang Unit Layanan Disabilitas.

Saat ini 6 dari 54 organisasi perangkat daerah telah mempekerjakan aparatur sipil negara penyandang disabilitas. Ruang partisipasi pembangunan pun dibuka lebar melalui forum Rembuk Difabel, Rembuk Lansia, dan Rembuk Anak.

Untuk pemenuhan hak pangan, Pemkab Banyuwangi menjalankan program Rantang Kasih bagi lebih dari 3.000 lansia miskin serta penanganan stunting melalui program Banyuwangi Tanggap Stunting, dengan melibatkan dan memberdayakan pedagang sayur keliling.

"Setiap warga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi, mengakses layanan publik, dan menikmati kehidupan yang layak tanpa terkecuali," tegas Ipuk.

Ketua Komnas HAM RI Anis Hidayah mengaku terkesan dengan kesiapan Banyuwangi dalam memaparkan berbagai indikator pembangunan berbasis hak asasi manusia.

"Saya cukup terkejut karena memperoleh data yang sangat komprehensif dari Ibu Bupati. Ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pemenuhan hak asasi manusia," ujar Anis.

Atas komitmen tersebut, Anis mengatakan akan menunjuk Banyuwangi sebagai salah satu daerah di Indonesia yang dilakukan penilaian nilai-nilai HAM dalam pembangunan daerahnya.

Penilaian HAM merupakan program nasional yang telah berjalan selama tiga tahun di bawah koordinasi Bappenas untuk mengukur kepatuhan pemerintah terhadap prinsip-prinsip HAM.

Ditambahkan Anis, Banyuwangi menjadi salah satu daerah di Pulau Jawa dan mewakili dari Jawa Timur yang akan diproyeksikan mengikuti penilaian HAM tahun depan bersama sejumlah daerah lain di Indonesia.

"Program yang dijalankan Banyuwangi menunjukkan banyak kemajuan. Berbagai kebijakan yang telah dilakukan sudah mengarah pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat sesuai indikator hak asasi manusia," kata Anis. (*)

IMG-20260807-WA0071

AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H.: Jumat Berkah Satlantas Polres Jember, Berbagi Sarapan dan Menebar Kepedulian

Kapolres Jember juga mendorong seluruh personel agar terus mengedepankan pendekatan humanis, komunikatif dan responsif dalam setiap pelaksanaan tugas.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/dorong-investasi-di-banyuwangi-jmsi-tekankan-kolaborasi-media-pemerintah-dan-dunia-usaha/

 

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Semangat kepedulian dan pelayanan humanis terus ditunjukkan jajaran Satlantas Polres Jember. Melalui kegiatan “Jumat Berkah – Berbagi Sarapan, Berbagi Kepedulian”, Unit Kamsel bersama Srikandi Satlantas Polres Jember turun langsung menyapa masyarakat sekaligus berbagi makanan dan bantuan sosial.

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat di kawasan TPA Pakusari, Jember, serta dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial kepada Yayasan Panti Asuhan Attafakur.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, personel Satlantas juga menunjukkan kepedulian melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dalam kegiatan tersebut, personel membagikan nasi bungkus kepada masyarakat di kawasan TPA Pakusari. Sementara bantuan sosial disalurkan kepada Yayasan Panti Asuhan Attafakur sebagai wujud perhatian dan kepedulian terhadap sesama.

Kehadiran anggota kepolisian secara langsung di tengah masyarakat juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih dekat. Interaksi dilakukan dengan mengedepankan sikap ramah, humanis dan penuh kepedulian.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum maupun pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Lebih dari itu, setiap anggota Polri diharapkan mampu memberikan manfaat serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Polri harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kepolisian, tetapi juga dalam momentum-momentum kemanusiaan. Berbagi merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat.”

Menurut AKBP Alaiddin, nilai sebuah kegiatan sosial tidak semata-mata diukur dari besar kecilnya bantuan yang diberikan. Ketulusan dan kepedulian menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan.

“Apa yang diberikan mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun semangat kepedulian, kebersamaan dan gotong royong.”

Kapolres Jember juga mendorong seluruh personel agar terus mengedepankan pendekatan humanis, komunikatif dan responsif dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Saya berharap kegiatan seperti Jumat Berkah ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Jadikan kepedulian sebagai bagian dari karakter setiap anggota Polri. Semakin dekat polisi dengan masyarakat, semakin kuat pula kepercayaan dan sinergi yang dapat kita bangun bersama.”

Kegiatan Jumat Berkah Satlantas Polres Jember bukan sekadar membagikan makanan maupun bantuan sosial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat hubungan emosional dan komunikasi antara anggota Polri dengan masyarakat.

Personel tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Pendekatan tersebut mencerminkan upaya Polri untuk terus membangun pelayanan yang lebih dekat, terbuka dan humanis.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Jember ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi bukan hanya berada di jalan raya, tetapi juga hadir di tengah kehidupan masyarakat dan ikut merasakan kebutuhan serta kondisi warga.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang diusung dalam kegiatan:

“Setiap kebaikan yang dibagikan di jalan, menjadi perjalanan menuju keberkahan.”

Kegiatan Jumat Berkah diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya positif jajaran Polres Jember dalam memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial.

Humanis dalam pelayanan, tulus dalam berbagi, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

IMG-20260807-WA0058

Duta Genre Dan Siswa/i Yayasan Sultan Iskandar Muda Medan Ikuti Sosialisasi Paham IRET Dan NVE

Brigpol M. Siddiq S.H mengajak para peserta untuk dapat menyebar luaskan Informasi tentang pencegahan Radikalisme kepada keluarga, teman - teman di tempat tinggalnya masing-masing, agar tercipta lingkungan yang aman, damai, bebas dari pengaruh Radikalisme serta Kekerasan, karena lingkup pelajar

https://jejak-indonesia.id/2026/08/jember-marching-carnival-2026-digelar-kapolres-jember-akbp-alaiddin-imbau-masyarakat-utamakan-keamanan-dan-ketertiban/

 

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Sosialisasi Kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Pencegahan Radikalisme serta Kekerasan di kalangan pelajar saat ini hadir di tengah - tengah 40 ( empat puluh ) finalis Duta Genre Kota Medan dan 85 ( delapan puluh lima ) siswa/i Yayasan Sultan Iskandar Muda, Rabu, 05 Agustus 2026 sekira pukul 09.10 s.d 12.15 wib di Auditorium Bung Karno Yayasan Sultan Iskandar Muda Jl. Sunggal Gg. Bakul Kota Medan.

Kehadiran Tim Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri yang di awaki Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H.,M.H, Brigpol M. Siddiq, S.H dan Briptu Fitrah di sambut Kepala Bidang DP3APMP2KB Kota Medan, Kepala Yayasan Sultan Iskandar Muda Finche Kusmanto M.Psi, para Guru dan staf Yayasan Sultan Iskandar Muda.

Dalam paparannya Brigpol M. Siddiq S.H mengajak para peserta untuk dapat menyebar luaskan Informasi tentang pencegahan Radikalisme kepada keluarga, teman - teman di tempat tinggalnya masing-masing, agar tercipta lingkungan yang aman, damai, bebas dari pengaruh Radikalisme serta Kekerasan, karena lingkup pelajar sangat rentan di masuki pengaruh Radikalisme, salah satu contoh seperti kejadian di sebuah SMA Negeri di jakarta jika kita sama - sama mendengar beberapa waktu lalu pernah ada kejadian Bom meledak, hal itu jelas akibat pengaruh dari paham Radikalisme yang merasuk dunia pelajar, maka dari itu gunakan ITE dari handphone nya dengan baik dan benar, jangan mudah percaya dengan berita Hoax di media sosial, jangan terpengaruh dengan ujaran kebencian, harus bijak menggunakan handphone nya, ajak Siddiq.

Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri berharap kiranya seluruh peserta di Yayasan Sultan Iskandar Muda ini dapat menjaga dirinya dari pengaruh Paham IRET dan NVE, dari beberapa kejadian yang timbul bisa di jadikan tolak ukur dan evaluasi betapa pentingnya membentengi diri dari Paham IRET dan NVE.,

IMG-20260807-WA0055

Jember Marching Carnival 2026 Digelar, Kapolres Jember AKBP Alaiddin Imbau Masyarakat Utamakan Keamanan dan Ketertiban

Kapolres meminta masyarakat tidak mengabaikan aspek keamanan rumah ketika hendak berangkat menuju lokasi parade. Masyarakat diharapkan memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum ditinggalkan.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/dari-mako-hingga-jalan-raya-kapolresta-banyuwangi-hadir-menjaga-kenyamanan-dan-keselamatan-warga-2/

 

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Gelaran Jember Marching Carnival (JMC) Street Parade menjadi salah satu momentum yang dinantikan masyarakat Jember. Seiring dengan tingginya antusiasme warga untuk menyaksikan parade, Polres Jember mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak hanya menikmati rangkaian pertunjukan, tetapi juga ikut menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan bersama.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, kepadatan lalu lintas, kehilangan barang maupun anak terpisah dari orang tua yang dapat terjadi ketika masyarakat berkumpul dalam jumlah besar di sepanjang jalur parade.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H. mengajak masyarakat menjadikan kegiatan Jember Marching Carnival sebagai momentum hiburan sekaligus ruang kebersamaan yang berlangsung aman dan tertib.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang akan menyaksikan Jember Marching Carnival untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan seluruh pintu dan jendela sudah terkunci dengan baik, serta kompor dan instalasi listrik dalam kondisi aman,” imbau AKBP Alaiddin. Jum'at (7/8)

Kapolres meminta masyarakat tidak mengabaikan aspek keamanan rumah ketika hendak berangkat menuju lokasi parade. Masyarakat diharapkan memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum ditinggalkan.

Langkah sederhana seperti mengunci pintu dan jendela, memastikan kompor telah dimatikan serta memeriksa peralatan listrik dinilai penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama pemilik rumah berada di luar.

Selain keamanan rumah, perhatian juga diberikan terhadap mobilitas masyarakat menuju lokasi kegiatan.

Dengan meningkatnya jumlah kendaraan dan pengunjung, sejumlah ruas jalan berpotensi mengalami kepadatan. Karena itu, masyarakat pengguna kendaraan diimbau mengatur waktu perjalanan, memperhatikan kondisi lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif apabila diperlukan.

“Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan, kami mengimbau agar menghindari titik-titik yang mengalami kepadatan, menggunakan rute alternatif dan memanfaatkan lokasi parkir yang sudah disediakan. Setelah memarkir kendaraan, pastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dan jangan meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan,” ujar Kapolres.

Imbauan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun persoalan lalu lintas yang dapat mengurangi kenyamanan masyarakat selama menikmati parade.

Keramaian dalam kegiatan besar juga menjadi perhatian khusus Polres Jember, terutama terhadap keselamatan anak-anak.

Kapolres meminta orang tua atau anggota keluarga yang membawa anak agar memberikan pengawasan secara lebih intensif. Anak-anak diharapkan tidak dibiarkan berjalan atau berpindah tempat sendirian di tengah kerumunan.

“Selama berada di lokasi kegiatan, kami mengingatkan masyarakat untuk menjaga barang bawaan dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak agar tidak terpisah dari orang tua maupun keluarganya. Mari kita bersama-sama menjaga Jember Marching Carnival agar berlangsung aman, tertib dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat,” tegas AKBP Alaiddin.

Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar tentunya membutuhkan kesadaran bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Karena itu, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, tidak mengganggu jalannya parade, menggunakan fasilitas parkir yang tersedia serta menjaga barang-barang pribadi selama berada di lokasi.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, serta tetap menjaga ketertiban selama menyaksikan seluruh rangkaian JMC Street Parade.

Polres Jember turut mengingatkan masyarakat mengenai keberadaan layanan Polisi Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan bantuan kepolisian ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan petugas.

Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan, membutuhkan bantuan atau melihat situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Melalui imbauan tersebut, Polres Jember berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin menegaskan bahwa keamanan selama Jember Marching Carnival merupakan tanggung jawab bersama.

“Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban. Masyarakat dapat menikmati acara dengan nyaman, sementara kami dari kepolisian akan terus berupaya memberikan pelayanan dan pengamanan secara maksimal,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara kepolisian, panitia dan masyarakat, Jember Marching Carnival Street Parade diharapkan dapat berlangsung meriah tanpa mengesampingkan aspek keamanan, keselamatan dan ketertiban.

IMG-20260807-WA0053

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Siap Meriahkan HUT RI ke 81 dengan Berbagai Perlombaan

Pembukaan perhelatan tahunan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, serta diikuti oleh seluruh jajaran pegawai dan perwakilan warga binaan.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/sekda-karangasem-diperiksa-kejari-terkait-dugaan-korupsi-lpju-hias-rp308-miliar-penyidikan-masuki-tahap-hitung-kerugian-negara/

 

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi bersiap memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia melalui rangkaian kegiatan perlombaan. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya Pekan Olahraga Seni dan Budaya (Porsenap) di Lapangan Blok Griya Blambangan, Lapas Banyuwangi, Jumat (7/8).

Pembukaan perhelatan tahunan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, serta diikuti oleh seluruh jajaran pegawai dan perwakilan warga binaan. Prosesi pembukaan berlangsung khidmat sekaligus semarak, ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon ke udara.

Dalam amanatnya saat memimpin upacara, Kalapas Banyuwangi Solichin menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama penyelenggaraan perlombaan berlangsung.

"Menang atau kalah bukanlah tujuan utama dari kegiatan ini. Mempererat tali persaudaraan, menjaga kebersamaan, serta memupuk rasa nasionalisme di antara sesama warga binaan dan petugas adalah fondasi utama yang ingin kita bangun," tegas Solichin.

Solichin menjelaskan, Pekan Olahraga kali ini memertandingkan berbagai cabang olahraga, permainan tradisional, hingga ajang seni. Ragam perlombaan tersebut dirancang untuk memberikan ruang ekspresi positif serta hiburan bagi para warga binaan di tengah masa pembinaan.

Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimiliki secara optimal dan positif. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini diharapkan dapat mengasah potensi diri warga binaan di bidang olahraga maupun seni.

“Meriahkan kegiatan ini dengan minat dan bakat masing-masing dan laksanakan tertib,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung hingga puncak peringatan HUT RI ke-81, dengan pengawasan ketat dari petugas guna memastikan situasi pendaftaran dan jalannya kompetisi tetap aman, tertib, dan kondusif.

error: Content is protected !!