Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

mbah semar

Polisi Berhasil Amankan Komplotan Pencuri Mesin Traktor Warga Tani di Tuban Lega

Tuban, Jejak - Indonesia.id | Unit Jatanras Satreskrim Polres Tuban Polda Jatim mengamankan Dua orang diduga pelaku pencurian mesin traktor milik petani di Desa Tengger Wetan, Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

Kedua pelaku berinisial JW (34) dan DK (34) diamankan saat sedang asik nongkrong disebuah warung kopi di sendangharjo kecamatan Parengan.

Kapolres Tuban AKBP William Cornelis Tanasale, S.I.K., melalui Kanit Pidum Satreskrim Polres Tuban,Ipda Rudi mengatakan dalam menjalankan aksinya pelaku tak hanya berdua.

Pelaku bersama Dua temannya DH dan BS yang saat ini ditetapkan sebagai Daftar pencarian orang (DPO).

"Mereka bersama Dua pelaku yang saat ini masih buron" ujar Ipda Rudi,Jumat (08/08/2025).

Modus para pelaku ini dengan berkeliling mencari traktor yang diparkir pemiliknya di pinggir jalan.

Setelah bertemu barang incarannya para pelaku kemudian mengambil dan memasukkan ke dalam mobil.

Saat akan menjual hasil curiannya, Pelaku tergolong nekat dengan menawarkan barang tersebut secara terbuka melalui jejaring sosial Facebook.

Berkat patroli siber yang rutin dilakukan oleh Polres Tuban Polda Jatim, pelakupun tertangkap.

Polisi berhasil mengamankan pelaku setelah berpura-pura menyamar sebagai pembeli.

"Ditawarkan seharga 7 juta" terang Kanit Pidum.

Dari pengakuannya, kedua pelaku mengaku nekat melakukan pencurian dengan alasan desakan ekonomi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

"Dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara" tutupnya. (red)

Dorong Semangat Nasionalisme, Kapolres Bangkalan Bagi – bagi Bendera Merah Putih

Bangkalan, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Polres Bangkalan Polda Jatim menggelar aksi simpatik dengan membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, didampingi oleh para pejabat utama Mapolres, dan juga mahasiswa serta persatuan ikatan mahasiswa di kabupaten Bangkalan.

Sebanyak 300 bendera merah putih berukuran sedang dibagikan kepada ratusan warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Soekarno Hatta, depan Mako Polres Bangkalan pada Kamis (7/8/2025).

AKBP Hendro Sukmono menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia mengatakan momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia adalah saat yang tepat untuk membangkitkan rasa cinta tanah air.

"Melalui aksi bagi bagi bendera ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut mengibarkan bendera merah putih sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan," ujar Kapolres Bangkalan.

Kapolres Bangkalan berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menumbukan kesadaran bersama untuk terus menjaga persatuan, menghargai perjuangan para pahlawan, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respons positif dari masyarakat. Pelajar dan warga menyambut antusias kehadiran personel kepolisian yang membagikan bendera.

"Kami juga memberikan edukasi singkat tentang pentingnya mengibarkan Sang Saka Merah Putih selama bulan Agustus," tutup Kapolres Bangkalan. (red)

Distribusi Bantuan Pangan Beras 2025 : Negara Hadir hingga ke Pelosok Papua Barat

Manokwari, Jejak - Indonesia.id | Pemerintah melalui Bulog Manokwari bekerja sama dengan TNI AD dari Kodim 1811/Teluk Wondama kembali menyalurkan bantuan pangan beras tahun 2025 ke wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Teluk Wondama. Kegiatan yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 6 Agustus 2025 ini menjangkau 13 distrik dengan total 5.597 karung beras @10 kg.

Distribusi ini menyasar wilayah-wilayah di bawah Koramil 1811-01/Wasior dan Koramil 1811-02/Windesi, dengan jalur distribusi meliputi pelabuhan hingga kantor-kantor distrik di Rumberpon, Roswar, Windesi, Nikiwar, Roon, Wasior, Rasiei, Wondiboi, Teluk Duairi, Naikere, dan Kuriwamesa.

Tim gabungan dari Staf Bulog Manokwari bersama personel Kodam XVIII/Kasuari turut mengawasi, mengawal, dan membantu bongkar muat langsung di pelabuhan hingga diterima oleh perwakilan Distrik masing-masing.

Bantuan disalurkan secara bertahap dengan jumlah bervariasi sesuai kebutuhan wilayah, antara lain Wasior menjadi wilayah dengan penerimaan terbanyak, yakni 1.049 karung, disusul Wondiboi (654 karung), Roon (460 karung), dan Rumberpon (402 karung).

Distrik lain seperti Roswar, Windesi, Nikiwar, Rasiei, Teluk Duairi, Naikere, dan Kuriwamesa menerima antara 220 hingga 510 karung.

Kegiatan distribusi ini mendapat pengawalan dan pendampingan penuh dari dua Koramil. Dari Koramil Windesi, dipimpin oleh Lettu Inf Alex, bersama anggota lainnya dan dari Koramil Wasior, dipimpin Lettu Inf Rocky, dengan dukungan personel setempat.

Kehadiran Negara Nyata di Ufuk Timur Indonesia dimana distribusi ini menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Pemerintah berharap, bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Negara hadir dan terus berupaya memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dari perhatian,” ungkap Lettu Inf Alex.

Sumber: Pendam XVIII/Ksr

Ngantor di Tiga Desa Kecamatan Glenmore, Bupati Ipuk Cek Infrastruktur hingga Maksimalkan Potensi Pertanian

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (7/8/2025). Ipuk ngantor di Desa Tulungrejo, Desa Sepanjang, dan Desa Tegalharjo.

Di Dusun Sumbergondo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, meninjau pembangunan plengsengan memastikan progres pembangunan berjalan sesuai harapan warga.

Pembangunan plengsengan itu, merupakan respon atas permintaan warga. Saat musim hujan, pemukiman di wilayah tersebut kerap tergenang banjir akibat luberan air dari kawasan perkebunan.

“Karena wilayah ini letaknya lebih rendah, air hujan dari atas selalu mengalir dan berkumpul di sini. Akibatnya, rumah-rumah warga kerap kebanjiran,” ujar Ipuk.

Dengan adanya pembangunan plengsengan ini, Ipuk berharap banjir bisa diminimalisir. “Selain itu, air hujan juga bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah warga,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby menjelaskan, pembangunan plengsengan ini memiliki panjang 206 meter.

“Dibangun di area afur. Tujuannya menampung air dari atas kebun agar tak meluber ke permukiman,” kata Riza.

Riza menambahkan sepanjang 2025, Dinas PU Pengairan Banyuwangi menargetkan pembangunan plengsengan di 75 titik, termasuk plengsengan sungai, saluran drainase dan plengsengan permukiman.

Di Desa Sepanjang, Ipuk menggali berbagai potensi desa untuk didukung dan dikembangkan lebih lanjut. Khususnya potensi pertanian yang menjadi salah satu potensi unggulan di desa tersebut.

Ipuk mengunjungi budidaya selada hidroponik Ziyad Farm, yang dikelola oleh kelompok pemuda desa yang digawangi oleh Syaiful Bahri.

Berawal dari coba-coba, usaha mereka kini berkembang cukup sukses. Tanaman selada hydroponik yang mereka budidaya kini menjadi langganan sejumlah outlet kebab dan cafe di Banyuwangi. Ziyad Hydroponik rutin panen hingga 10 kilogram per hari.

Di Desa Sepanjang, Ipuk juga bertemu beberapa kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) yang mengubah sungai menjadi kolam ikan tombro, nila dan koi.

Mereka adalah pokdakan mina Harta Mulia, Mina Setia Hati, dan Mina Al Qomar yang memanfaatkan aliran sungai pasar Desa Sepanjang sebagai sentra budidaya ikan menggunakan keramba. Saat ini total ada 120 keramba yang mereka pasang di sungai.

Dalam satu karamba, dapat diisi hingga 300 ekor ikan untuk pembibitan, dan kemudian dipindahkan ke karamba lain dengan kepadatan maksimal 50–100 ekor per unit setelah bobot mencapai 200 gram.

Ikan hasil budidayanya tak hanya diminati pasar lokal, namun juga beberapa wilayah di Jatim. Seperti Surabaya, Bondowoso, Situbondo.

"Ini bagus. Selain menjaga kebersihan dan merawat ekosistem sungai, warga jadi punya sumber ekonomi baru. Tentu pemkab akan terus mendukung agar budidaya ini terus berkembang dan berkelanjutan," ungkap Ipuk yang juga memberi bantuan bibit ikan kepada kelompok tersebut.

Selama berkantor di desa, juga diselenggarakan layanan publik, seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan hingga tes kesehatan, konseling, pelatihan UMKM, dan lainnya. (red)

Koramil 0825/15 Wongsorejo Dukung Program Konservasi Terumbu Karang di Pantai Grand Watudodol (GWD)

Wongsorejo, Jejak - Indonesia.id | Koramil 0825/15 Wongsorejo, Peltu Putu Sukamerta, melaksanakan kegiatan pendampingan dalam program konservasi terumbu karang di wilayah pesisir Pantai Grand Watudodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Kodam V/Brawijaya, yang bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
Kegiatan rehabilitasi terumbu karang dimulai pada Kamis, 7 Agustus 2025

Peltu Eman Sukmana menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bukan hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, namun juga aktif dalam mendukung program pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Kami hadir untuk memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran. Konservasi terumbu karang ini bukan hanya soal ekosistem laut, tapi juga bentuk nyata kepedulian negara terhadap keberlanjutan sumber daya alam,” ujar Peltu Putu Sukamerta.

Program konservasi terumbu karang ini diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi masyarakat pesisir dan menjaga keseimbangan ekosistem laut demi generasi mendatang. (red)

error: Content is protected !!