Opening soon Opens today at 9:00 am

mbah semar

Danramil 0825-17 Muncar Kapten Inf Sabar Wiyono Hadiri Inagurasi Proyek Pengembangan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banyuwangi

Muncar, Jejak - Indonesia.id | 11 Agustus 2025. Bertempat di Gedung Auditorium K.H. As’Ad Samsul Arifin, Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, dilaksanakan Inagurasi Proyek Pengembangan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, serta Duta Besar Austria untuk Indonesia H.E. Mrs. Thomas Loidl. Acara diikuti sekitar 200 undangan dari berbagai unsur pemerintah, mitra industri, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain: Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Kadisnaker Provinsi Jawa Timur, Kapolresta Banyuwangi, perwakilan Danlanal Banyuwangi, Bupati Bondowoso, Ketua MUI Banyuwangi, anggota DPRD Banyuwangi, perwakilan Kementerian Keuangan, Bappenas, mitra pengusaha, hingga organisasi kemasyarakatan. Koramil 0825/17 Muncar turut diwakili oleh Kapten Inf Sabar Wiyono, Danramil 0825/17 Muncar.

Acara dimulai pukul 12.30 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kemenaker, pembacaan doa, serta laporan kegiatan oleh Dirjen Binalavotas. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan MOU BPVP Banyuwangi dengan pengusaha hotel di Banyuwangi serta penyandang disabilitas.

Dirjen Binalavotas dalam laporannya menyampaikan bahwa proyek pengembangan BPVP Banyuwangi dibiayai Pemerintah Austria sebesar €10,8 juta untuk pengembangan dua sektor utama, yakni pariwisata (tourism) dan pengelasan (welding). Program ini meliputi pembangunan gedung workshop, pengadaan peralatan pelatihan, pengembangan kurikulum sesuai standar Austria, serta pelatihan kejuruan yang diakui secara internasional.

Dalam sambutannya, Duta Besar Austria menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung pengembangan sistem pelatihan vokasi di Indonesia dengan berbagi pengalaman dari sistem pendidikan vokasi Austria yang telah terbukti menekan angka pengangguran pemuda.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas BPVP secara optimal untuk meningkatkan kompetensi SDM. Beliau mendorong instruktur agar menjadi motor penggerak program ini dan memastikan peserta pelatihan dapat bersaing di pasar kerja, dilengkapi dengan sertifikat pelatihan yang diakui.

Kegiatan diakhiri dengan peresmian simbolis gedung workshop welding dan workshop tourism, peninjauan fasilitas, serta foto bersama. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan aman hingga pukul 14.45 WIB. (red)

Bupati Ipuk Paparkan Sembilan Tatanan Kabupaten Sehat di Hadapan Tim Penilai Pusat

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk mengikuti tahap Verifikasi Lanjutan dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional pada tahun ini.

Dalam kegiatan yang digelar secara virtual pada Senin (11/8/2025) tersebut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan sembilan tatanan Kabupaten Sehat di hadapan tim penilai KKS pusat.

Verifikasi lanjutan ini menjadi tahap penting dalam penilaian penghargaan Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi bagi daerah yang berhasil menciptakan kondisi daerah yang bersih, nyaman, aman dan sehat.

Kegiatan verifikasi lanjutan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Verifikasi KKS Pusat, Anugerah, dengan diikuti berbagai unsur. Seperti tim pembina KKS Provinsi Jatim, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono; Plh. Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo; Ketua Forum Banyuwangi Sehat, Soekardjo; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Anna Mujiono; serta segenap OPD terkait.

Dalam paparannya, Ipuk menjelaskan bahwa Kabupaten Banyuwangi telah lima kali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Sehat Tingkat Nasional. Dua kali di antaranya (tahun 2019 dan 2021), Banyuwangi berhasil meraih predikat tertinggi sebagai Kabupaten Sehat Swasti Saba Wistara.

"Tahun ini kita targetkan bisa kembali meraih Swasti Saba Wistara," kata Ipuk.

Oleh karena itu, Pemkab terus melakukan berbagai inovasi, terutama pada 9 tatanan yang menjadi kunci terwujudnya kabupaten sehat.

Sembilan tatanan tersebut meliputi: Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri; Permukiman dan Fasilitas Umum; Satuan Pendidikan; Tatanan Pasar; Perkantoran dan Perindustrian; Lalu Lintas; Pariwisata; Perlindungan Sosial; serta Penanggulangan Bencana.

Ipuk pun memaparkan berbagai inovasi yang digulirkan pemkab pada setiap tatanan tersebut. Misalnya, pada tatanan Masyarakat Sehat Mandiri, pemkab berupaya mengubah paradigma masyarakat “sakit” ke “sehat” melalui Mall Orang Sehat.

“Kami mendorong masyarakat untuk ke puskesmas tidak hanya saat sakit. Saat sehat pun mereka bisa berkonsultasi masalah kesehatannya ke puskesmas. Sehingga jika ada potensi sakit bisa segera diantisipasi,” terang Ipuk.

Selain itu, Banyuwangi juga membuat program Puskesmas Asuhan Spesialistik (PAS) yang melibatkan 38 dokter spesialis Obgyn dan dokter spesialis anak untuk mengampu puskesmas.

“Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas SDM di puskesmas. Dengan demikian pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi di Puskemas juga semakin berkualitas,” kata Ipuk.

Program pendampingan tersebut juga diharapkan mampu menguatkan jejaring antar fasilitas layanan kesehatan dari hulu hingga hilir.

Pada tatanan Pasar Sehat, pemkab juga banyak membuat inovasi. Salah satunya, melakukan pembatasan pendirian pasar modern baru berjejaring. Hal ini bertujuan untuk menjaga keberadaan toko kelontong dan pasar tradisional agar tetap eksis.

Berbagai inovasi Banyuwangi tersebut, mendapatkan apresiasi positif dari tim verifikasi pusat. Tim verifikator juga mengapresiasi semangat dan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam membangun kabupaten yang sehat.

“Sinergi lintas sektornya sangat kuat. Semoga kerja keras semuanya bisa membawa Banyuwangi meraih predikat Swasti Saba Wistara,” kata Ketua Tim Verifikasi Pusat, Anugerah.

Dalam proses verifikasi tersebut, tim pusat juga memberikan sejumlah masukan terhadap kelengkapan dokumen pelaporan. (red)

Fajar Trihatya: 80 Tahun Merdeka, Saatnya Bangsa Menjawab Janji Kemerdekaan

Medan, Jejak - Indonesia.id | Delapan puluh tahun Sang Saka Merah Putih berkibar gagah di langit nusantara, menjadi saksi bisu perjuangan panjang rakyat Indonesia merebut kemerdekaan. Delapan dekade pula bangsa ini menghirup udara merdeka—anugerah agung yang lahir dari darah, air mata, dan pengorbanan para pahlawan.

Di momentum bersejarah ini, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi MediaSumut24.com, Fajar Trihatya, SE, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali mengobarkan semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu. Baginya, kemerdekaan bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan amanah suci yang harus dijaga dan diwujudkan melalui kerja nyata.

"80 tahun Indonesia merdeka bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti kekuatan, persatuan, dan pengorbanan para pendahulu. Kini saatnya kita melanjutkan tongkat estafet perjuangan dengan aksi nyata,” tegas Fajar penuh semangat, Senin (11/8/2025).

Fajar menekankan, kemerdekaan adalah hadiah terbesar yang hanya dapat diraih dengan keteguhan hati dan keberanian luar biasa. “Kita adalah penerus bangsa yang harus menjaga tanah air dengan ilmu, cinta, dan kontribusi nyata,” ujarnya, yang juga menjabat Ketua LPKP Sumut sekaligus Pemimpin Redaksi SumutJaya.com.

Menurutnya, Merah Putih tidak akan tegak hanya karena tiang penyangga, melainkan karena jiwa-jiwa yang rela berkorban. “Tugas generasi hari ini adalah memastikan Sang Saka tetap berkibar, dijaga keberanian, kejujuran, dan semangat gotong royong,” tandasnya.

Ia mengingatkan, peringatan HUT ke-80 RI seharusnya tidak hanya berhenti pada seremoni atau pesta rakyat semata, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan. “Kita kuat saat bersama. Tak ada yang lebih hebat dari bangsa yang berdiri di atas perjuangan rakyatnya sendiri,” ucapnya.

Menutup pesannya, Fajar menyerukan seluruh anak bangsa di manapun berada untuk menjaga persaudaraan dan keutuhan negeri. “Kemerdekaan ini bukan hanya milik masa lalu. Ia adalah janji masa depan yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

(Adel)

Polresta Banyuwangi Bekuk Oknum LSM, Tak Ada Kekebalan di Mata Hukum

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Polresta Banyuwangi menunjukkan kinerja profesional dengan melakukan pengejaran salah satu tersangka oknum LSM di suatu tempat yang berada di luar kota pada senin, 11/8/2025.

Team Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi berhasil menangkap seorang oknum LSM inisial Mr. X, yang diduga terlibat tindakan melawan hukum. Penangkapan dilakukan cepat dan terukur setelah penyelidikan mendalam mengungkap bukti kuat keterlibatan pelaku.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtam Putra, S.I.K., M.Si., M.H, menegaskan, pihak kepolisian tidak memandang status atau label organisasi, tidak akan menjadi tameng untuk menghindari jerat hukum. Setiap pelanggaran akan diproses tanpa kompromi hingga tuntas di pengadilan, "ungkapnya.

Oknum tersebut kini masih di tahan untuk menjalani pemeriksaan intensif guna membongkar modus dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Aksi ini menjadi peringatan keras, tidak ada ruang aman bagi pelanggar hukum di wilayah Banyuwangi. (sober)

Polresta Banyuwangi Tangkap Oknum LSM, Tegaskan Hukum Berlaku

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Polresta Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Aparat berhasil meringkus inisial YW seorang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diduga terlibat dalam praktik melawan hukum.

Penangkapan dilakukan setelah unit reskrim Polresta Banyuwangi mengantongi bukti kuat hasil penyelidikan intensif. Oknum tersebut kini masih di tahan di polresta banyuwangi guna menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengungkap motif dan jaringan yang terlibat, ( 11 / 08 / 2025 ).

Kapolresta Banyuwangi Kombes pol. Rama Samtama Putra menegaskan, tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum merupakan bagian dari komitmen institusi untuk menjaga marwah penegakan hukum. “ Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan kewenangan. Siapa pun yang terbukti melanggar, akan diproses sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak akan mentolerir tindakan yang merusak integritas organisasi kemasyarakatan. Polresta Banyuwangi menyampaikan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional hingga tuntas.

Dengan keberhasilan ini, Polresta Banyuwangi mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan menegakkan supremasi hukum di wilayahnya. (sober)

error: Content is protected !!