We're open Closes at 5:00 pm

mbah semar

Momen HUT Kemerdekaan RI, Bupati Ipuk Beri Reward Rp 1,75 Miliar pada 389 Attlet Banyuwangi Berprestasi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan reward kepada ratusan atlet dan pelatih berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah. Total reward yang diberikan sebesar Rp. 1,75 miliar bagi 389 peraih medali di berbagai kejuaraan.

Di antaranya atlet yang berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional PON XXI tahun 2024, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025, Pekan Olahraga Daerah (POPDA) 2024, Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPAPERDA), Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas).

Penyerahan reward tersebut berlangsung pada momen tasyakuran peringatan Hari Ulang Tahun ke 80 RI di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Sabtu (16/8/2025). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ipuk kepada 21 perwakilan atlet dan pelatih berprestasi.

“Pemberian reward ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas kerja keras dan dedikasi para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah. Semoga bisa memotivasi atlet di Banyuwangi untuk meraih pretasi,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan para atlet berprestasi tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tapi juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun karakter positif.

“Kami berharap para atlet dan pelatih bisa menjadi inspirasi membangun karakter yang positif bagi yang lain. Bagaimana nilai-nilai disiplin dan kerja keras bisa berbuah prestasi," ujarnya.

Ditambahkan Plt. kepala Dinas Pemuda dan Olahraga M. Alfin Kurniawan reward kepada para atlet tersebut telah ditransfer ke masing masing penerima pada Jumat 15 Agustus.

"Total reward sebesar Rp. 1,75 miliar diberikan kepada 389 atlet dan pelatih, yang meraih medali baik emas, perak dan perunggu. Reward sudah dikirim ke rekening masing-masing penerima," kata Alfin.

Setiap atlet dan pelatih mendapat reward yang bervariasi. Seperti peraih medali Emas PON untuk atlet mendapatkan reward sebesar Rp. 25 juta sedangkan pelatih Rp. 15 juta, peraih perak untuk atlet Rp. 20 juta dan pelatih Rp. 10 juta, medali perunggu atlet mendapatkan reward Rp. 15 juta dan pelatih RP. 7,5 juta. (red)

Jenazah Terakhir Korban KMP Tunu Pratama Jaya Teridentifikasi, Edi Purwanto Warga Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Seluruh korban meninggal dalam tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil ditemukan telah teridentifikasi.

Jenazah terakhir teridentifikasi atas nama Edi Purwanto, pemuda 20 tahun asal Dusun Krajan Kulon, Desa Wonosobo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.

Edi merupakan korban ke 43 yang ditemukan di perairan Blimbingsari, Banyuwangi, pada 11 Juli. Ia tercatat dalam kantong jenazah bernomor 017.

Kaur Doksik Subiddokpol Biddokkes Polda Jatim, Pembina Satu dr. Tutik Purwanti menyebut, jenazah teridentifikasi berdasarkan data antemortem, metode primer DNA dan sekunder pemeriksaan medis.

Proses pembanding dilakukan dengan sampel DNA ayah kandung korban yang diambil akhir Juli. Sampel tersebut dicocokkan dengan tulang korban di laboratorium Biddokkes Polri.

“Hasilnya, identitas korban terkonfirmasi 100 persen tak terbantah atas nama Edi Purwanto,” jelas dokter spesialis forensik ini saat memberikan keterangan di Post Mortem RSUD Blambangan, Banyuwangi, Sabtu malam (16/8/2025).

Dengan teridentifikasinya Edi Purwanto, lanjut dr. Tutik, maka seluruh korban meninggal KMP Tunu Pratama Jaya berhasil teridentifikasi.

"Alhamdulillah dari 19 jenazah yang kita temukan telah berhasil teridentifikasi semua. Sehingga tidak ada jenazah yang berada di RSUD Blambangan,” imbuhnya.

Menurut dr. Tutik, jenazah Edi Purwanto sebelumnya telah dimakamkan lebih dulu di pemakaman RSUD Blambangan. Atas kesepakatan keluarga, jenazah tidak dipindahkan, hanya batu nisannya diganti sesuai nama korban.

“Keluarga sepakat jenazah tidak dipindah. Hanya batu nisan diganti Edi Purwanto,” jelasnya.

Pihak keluarga yang hadir di RSUD Blambangan telah melakukan serah terima jenazah. Mereka kemudian mengunjungi makam Edi, mengganti batu nisan, menabur bunga, dan memanjatkan doa bersama.

Rudi Sujianto (40), paman korban, menceritakan jika Edi bekerja sebagai kuli bangunan di Klungkung, Bali. Ia berangkat menggunakan travel.

Pihak keluarga lalu menerima kabar jika kapal yang ditumpanginya tenggelam. Informasi itu diperkuat dari informasi teman kerjanya di Bali bahwa korban tidak kunjung tiba.

“Edi tidak ada dalam data manifest,” katanya.

Sejak KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada 2 Juli lalu, pihak keluarga terus menunggu kabar Edi. Setelah 45 hari, keluarga baru menerima kabar jika jenazah terakhir yang belum teridentifikasi adalah Edi Purwanto.

“Edi merupakan anak tunggal, ibunya sudah meninggal, ayahnya kerja di Bali. Selama ini, ia tinggal bersama kakek dan neneknya,” kata Rudi.

Sebagai informasi, berdasarkan data manifes kapal korban KMP Tunu Pratama Jaya berjumlah 65 orang. Sebanyak 49 korban berhasil ditemukan. Rinciannya, 30 orang ditemukan selamat, 19 meninggal dunia, dan 16 orang dinyatakan hilang. (red)

Jelang HUT Kemerdekaan, Bupati Ipuk Gelar Tasyakuran Bersama Ulama, Veteran dan Berbagai Elemen Masyarakat

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Jelang Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar tasyakuran dan doa bersama di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (16/8/2025) sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan negeri ini.

Tasyakuran ini dihadiri oleh oara tokoh lintas agama, veteran, bufayawan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Hadir pula Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sekretaris Daerah Guntur Priambodo, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila, serta perwakilan Dandim 0825.

Acara diawali dengan pembacaan sholawat yang dilantukan oleh semua yang hadir. Dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa sebagai ungkapan syukur sekaligus pengharapan agar nikmat kemerdekaan yang telah dicapai bisa langgeng dan penuh dengan keberkahan.

“Alhamdulillah kita semua masih mendapatkan kesempatan kembali berkumpul dan bersyukur untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan berlangsung besok,” kata Ipuk.

“Tasyakuran ini adalah wujud rasa syukur sekaligus momen refleksi. Kita bersyukur atas nikmat kemerdekaan, namun kita juga diingatkan bahwa kemerdekaan adalah sebuah amanah besar,” imbuhnya.

Ipuk mengajak agar Hari Proklamasi Kemerdekaan dijadikan momen untuk menjalin dan menguatkan silaturahmi antara pemerintah daerah dan seluruh masyarakat.

"Mari bersama-sama bergandengan tangan membangun dan memajukan negeri ini,” kata Iouk.

Tasyakuran juga diisi dengan tausiah oleh Kyai Wahyudi. Ia mengajak agar semua yang hadir banyak bersyukur. Serta menjadi insan yang mampu bertindak adil serta berhati-hati dalam menerima setiap informasi yang datang. Demi terjaganya kondusivitas daerah agar keberlangsungan pembangunan berjalan dengan lancar demi kemaslahatan bersama. (red)

Filosofi Kopi Agus Flores: Cara Bersihkan Tambang Ilegal, Ganti Oknum Bermain

Jakarta, Jejak – Indonesia.id | Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, mengadakan rapat internal khusus bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di Kantor Sekretariat DPW FRN Counter Polri Jabodetabek, Jumat (16/8/2025).

Dalam pertemuan itu, Agus Flores menyampaikan filosofi sederhana namun penuh makna melalui perumpamaan secangkir kopi.

“Saya bilang ke Nuriman, bagaimana kopi di gelas bisa jadi bening? Caranya, ganti gelasnya,” ujar Agus Flores.

Filosofi tersebut kemudian ia kaitkan dengan kasus tambang ilegal yang tengah viral di media. Menurut Agus, jika ada oknum-oknum aparat baik dari TNI, Polri, maupun kejaksaan yang diduga bermain dan melindungi praktik ilegal tersebut, maka solusinya bukan dipertahankan, melainkan diganti agar sistem bisa kembali bersih.

“Sama seperti kopi di gelas, tidak mungkin bisa jernih kalau wadahnya tetap kotor. Oknum yang bermain tambang ilegal jangan dipertahankan, harus diganti. Dengan begitu, barulah sistem menjadi bersih,” tegasnya.

Sementara itu, Nuriman, selaku Ketua DPW FRN Counter Polri Jabodetabek, yang selalu setia dan satu komando dengan Ketua Umum, sigap mendengarkan nasehat penting tersebut.

“Ketum adalah panutan kami. Saya dengarkan dan pahami maksud Ketum,” ujar Nuriman sambil tersenyum namun tetap sopan.

Agus menegaskan bahwa FRN Counter Polri akan terus konsisten berada di garis depan untuk mengawal isu tambang ilegal, sekaligus mendukung komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam membersihkan praktik-praktik kotor yang merugikan negara.

Rapat internal ini juga menjadi momentum konsolidasi organisasi agar seluruh jajaran DPP maupun DPW FRN Counter Polri tetap solid, profesional, serta berani menyuarakan kebenaran demi kepentingan publik. (red)

Gercep! Polresta Banyuwangi Tangkap Terduga Pencuri Uang WNA AS Kurang dari Satu Jam

Banyuwangi, Jejak – Indonesia.id |  Polresta Banyuwangi bergerak cepat menangani laporan seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat yang menjadi korban pencurian di sebuah hotel di Kota Banyuwangi, Jumat (15/8/2025) malam.

Korban bernama Nikiander Pelari (31) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banyuwangi sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban WNA tersebut telah kehilangan uang tunai sebesar 2.000 dolar AS atau setara Rp 30 juta yang disimpan di kamar Hotel di Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menjelaskan, bahwa setelah menerima laporan di SPKT dan pihaknya langsung menindaklanjuti dengan mengantar korban ke Piket Reskrim.

“Kami menerbitkan laporan polisi, kemudian tim gabungan dari Piket Reskrim, Inafis, dan Resmob melakukan pengecekan TKP.

Hasilnya, kurang dari satu jam setelah olah TKP, tim berhasil mengamankan seorang terduga pelaku,” jelas Kombes Pol. Rama.

Lebih Lanjut Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K., Berserta Pejabat Utama Polresta telah menemui korban WNA dan menyerahkan Barang bukti berupa uang tunai, dompet, dan kunci yang diamankan.

Korban mengaku sangat lega dan berterima kasih atas gerak cepat Polresta Banyuwangi.

“Saya benar-benar bahagia, terima kasih kepada polisi yang dengan cepat menemukan kembali barang saya,” ungkapnya.

Saat ini, Satreskrim Polresta Banyuwangi masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap terduga pelaku serta mengumpulkan bukti tambahan terkait kasus tersebut.(red)

error: Content is protected !!