Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

mbah semar

Dinas Perikanan Banyuwangi Gelar Pendampingan untuk UMK Perikanan Skala Mikro dan Kecil

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan pendampingan dan pembinaan bagi pelaku usaha perikanan skala mikro dan kecil (UMK) sebagai bentuk fasilitasi dan penguatan sektor ekonomi kerakyatan. Kegiatan ini dilaksanakan dan melibatkan puluhan pelaku usaha dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Selasa, (05/08/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha perikanan mikro dan kecil, terutama dalam pengelolaan usaha, pengemasan produk, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi sederhana. Dinas Perikanan menilai bahwa sektor UMK perikanan memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama di wilayah pesisir.

Peserta kegiatan terdiri dari pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, serta pemilik UMK berbasis produk perikanan dari berbagai kecamatan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan narasumber profesional dari bidang kewirausahaan, digital marketing, serta pendamping teknis dari Dinas Perikanan Banyuwangi.

Pendampingan ini berlangsung di halaman Villa Pakis Residence Kelurahan Pakis Kabupaten Banyuwangi, dengan suasana yang interaktif dan partisipatif.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perikanan rakyat agar mampu bersaing secara sehat di pasar lokal maupun nasional. "Pelaku usaha skala kecil sering menghadapi kendala di aspek manajemen usaha dan pemasaran. Melalui pendampingan ini, kami berharap mereka bisa naik kelas dan lebih siap menghadapi tantangan pasar," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi seputar penguatan kelembagaan usaha, manajemen keuangan sederhana, strategi pemasaran, dan inovasi produk perikanan. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman antar sesama pelaku usaha, serta mendapatkan akses informasi terkait program bantuan dan pembinaan lanjutan dari pemerintah.

Pelara peserta merasa terbantu dan termotivasi dengan adanya kegiatan ini. "Saya bersyukur dan juga berterimakasih kepada Dinas Perikanan karena sudah mengadakan kegiatan seperti ini, dengan adanya kegiatan ini saya jadi lebih faham bagaimana cara pengolahan produk yang benar, pengemasan yang baik, digital marketing yang menarik mengikuti perkembangan teknologi" ujar luluk salah satu peserta dalam kegiatan ini.

Dinas Perikanan berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulus awal bagi pelaku UMK perikanan untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Selain peningkatan kapasitas individu, kolaborasi antar pelaku usaha dan penguatan kelembagaan kelompok juga menjadi target pembinaan jangka panjang. (red)

Polres Bojonegoro Bersama Satgas Pangan Sidak Penggilingan Padi, Antisipasi Beras Oplosan

Bojonegoro, Jejak - Indonesia.id |  Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bojonegoro menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah penggilingan padi besar di wilayah Bojonegoro, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya antisipatif terhadap potensi peredaran beras oplosan yang dikhawatirkan terjadi di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.

Sidak dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Sat Reskrim Polres Bojonegoro, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, serta Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dua lokasi menjadi sasaran utama, yakni UD Mitra Tani di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, serta CV Sumber Ekonomi Putra di Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Di kedua lokasi tersebut, tim Satgas Pangan memeriksa proses penggilingan serta pengemasan beras.

Pemeriksaan difokuskan pada kualitas bahan baku, metode produksi, hingga label kemasan untuk memastikan tidak terjadi praktik pencampuran beras kualitas rendah ke dalam kemasan beras premium.

Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro, Ipda Zainan Na’im, menjelaskan bahwa sidak ini merupakan tindak lanjut dari meningkatnya kekhawatiran nasional atas dugaan peredaran beras oplosan yang dinilai merugikan masyarakat.

“Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Jangan sampai ada permainan soal mutu yang merugikan konsumen,” ujarnya usai sidak.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, pasokan beras di wilayah Bojonegoro masih dalam kondisi aman.

Namun demikian, pengawasan akan terus diperketat guna mencegah potensi manipulasi mutu dan permainan harga yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Lebih lanjut, Polres Bojonegoro dan Satgas Pangan mengimbau kepada seluruh pelaku usaha di sektor pangan untuk menjalankan seluruh proses produksi secara transparan dan sesuai dengan standar mutu nasional.

Pelaku usaha juga diminta menghindari segala bentuk praktik curang yang dapat mengganggu kestabilan pangan di masyarakat.

“Pastikan seluruh produksi memenuhi ketentuan hukum dan standar kualitas. Jangan bermain-main dengan bahan pokok masyarakat,” tambah Ipda Zainan Na’im.

Masyarakat pun diajak lebih teliti dan cermat dalam membeli produk beras.

“Periksa label, legalitas, dan mutu beras sebelum dikonsumsi. Jika menemukan kecurangan atau penyimpangan, silakan laporkan ke kepolisian terdekat atau melalui layanan hotline 110,” pungkasnya. (red)

Polresta Banyuwangi Berbagi Bendera Merah Putih Sambut HUT Kemerdekaan RI ke – 80

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Dalam semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Polresta Banyuwangi Polda Jatim berbagi bendera Merah Putih.

Kegiatan ini merupakan bagian dari menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan masyarakat.

Pembagian bendera Merah Putih kali ini dilaksanakan di Simpang Empat Karangente, Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, bersama Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono, Kasat Lantas Kompol Elang Prasetyo,S.I.Kom., M.H., dan Anggota Lantas melaksanakan kegiatan pembagian bendera merah putih kepada pengendara yang melintas di jalan tersebut.

Dengan penuh kehangatan dan humanis, Kapolresta dan Wakapolresta Banyuwangi turun langsung ke jalan, menyapa dan membagikan bendera kepada para pengendara roda dua maupun roda empat.

"Melalui pembagian bendera ini, kami ingin mengajak masyarakat turut serta memeriahkan Hari Kemerdekaan RI dengan mengibarkan Merah Putih di rumah maupun kendaraan masing-masing," ujar Kombes Pol. Rama Samtama Putra, Selasa (5/8).

Kapolresta Banyuwangi menambahkan, momen ini juga menjadi sarana untuk mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat serta mendorong partisipasi aktif warga dalam memperingati hari bersejarah bangsa.

Warga yang melintas di lokasi kegiatan terlihat antusias menerima bendera.

Banyak di antara mereka langsung memasang bendera pada kendaraan masing-masing, sebagai bentuk dukungan terhadap ajakan nasional tersebut.

Salah satu pengendara, Budi Santoso (34), mengaku senang dan terharu atas perhatian dari jajaran kepolisian.

"Ini bukan sekadar bagi-bagi bendera, tapi mengingatkan kita untuk tidak lupa sejarah dan makna perjuangan kemerdekaan," ujarnya.

Selain membagikan bendera, Polresta Banyuwangi juga menyisipkan imbauan keselamatan berlalu lintas dan pentingnya menjaga ketertiban di jalan raya, guna menciptakan suasana perayaan kemerdekaan yang aman dan kondusif.(red)

Menteri Pertahanan Singapura Tegaskan Komitmen Kolaborasi Strategis Kawasan

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | Menteri pertahanan sekaligus menteri koordinator layanan publik Singapura, H.E. Mr. Chan Chun Sing memberikan kuliah umum kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) angkatan 25 tahun 2025, hari ini tanggal 5 Agustus 2025, bertempat digedung Dwi warna, Lemhannas RI.

Kegiatan dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, yang memperkenalkan peserta P3N kepada jajaran Kementerian Pertahanan Republik Singapura.

Peserta P3N berjumlah 103 peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai unsur pimpinan antara lain Pimpinan TNI/POLRI, Pimpinan ASN, Perguruan tinggi, Kementerian dan Lembaga, serta Organisasi kemasyarakatan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Lemhannas RI, mengapresiasi setinggi tingginya atas kehadiran Menteri Pertahanan Republik Singapura ke Lemhannas RI, " Kunjungan Menteri Chan merupakan kehormatan besar bagi kami, mengingat Pa Menteri adalah extraordinary person," ujar Bapak Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.

Gubernur Lemhannas RI, menyampaikan bahwa selama ini telah menjalin kerja sama antara Lemhannas RIdengan Kementerian Pertahanan Republik Singapura antara lain pengiriman lulusan terbaik Program Pendidikan Lemhannas RI dalam kegiatan DISTINGUISHED GRADUANDS VISIT ke Singapore setiap tahun, Keenham Singapura juga tidak pernah absen dalam mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti Program Pendidikan di Lemhannas RI.

Menteri Pertahanan Republik Singapura Mr. Chan Chun Sing di awal kuliah umumnya, menceritakan kepada peserta P3N, bahwa Beliau kurang lebih 20 tahun yang lalu adalah Atase Angkatan Darat Singapura bagi Indonesia. Kuliah umum dalam suasana yang hangat serta penuh dengan keakraban. Mr Chan Chun Sing dalam kuliah umumnya yang mengangkat tema RI-SING TOGETHER .

"Friendship and cooperation over the years," menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura tidak sedang bersaing, namun persaingan sesungguhnya adalah dengan tidak kepastian global.

Beliau melanjutkan "Meskipun banyak tantangan dan adanya beberapa perbedaan antara Indonesia dan Singapura seperti Wilayah dan populasi, namun kita juga memiliki banyak peluang untuk bekerja sama dan saling melengkapi, serta bersama mendiversifikasi resiko.

Tantangan yang dihadapi hari ini tidak bisa diatasi secata sektoral maupun oleh satu negara saja. " Untuk mewujudkan semua ini, kita perlu terus menanamkan benih kepercayaan dan semangat kerja sama didalam diri generasi muda kita," jika kita sukses ini bukan hanya baik bagi Indonesia dan Singapura namun baik juga bagi dunia," ujarnya.

Kuliah umum ini dihadiri juga oleh duta besar Republik Singapura untuk Republik Indonesia, M, Kwok Fook Seng, juga Wakil Gubernur Lemhannas RI, Laksda TNI Edwin, S.H, M.H, Han., M.H, dan Sekertaris utama Lemhannas RI, Komjen Pol, Drs, R.Z. Panca Putra S.,M.Si, para Deputi dan jajaran pejabat di lingkungan Lemhannas RI.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari misi strategis Lemhannas RI untuk membentuk pemimpin Bangsa yang berpikir holistik, komprehensif, dan integratif, sekaligus memperkuat kerja sama kawasan dalam menghadapi isu-isu global yang semakin kompleks. (red)

Menengok Bakungan, Kelurahan di Banyuwangi yang Miliki Omah Olah Sampah

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Pemkab Banyuwangi terus mengkampanyekan bijak mengolah sampah sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satunya, dengan menggelar Festival Sepekan Pilah Sampah yang dipusatkan di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi.

Kelurahan Bakungan dikenal dengan sebagai salah satu kelurahan yang sangat perhatian pada masalah sampah. Kelurahan tersebut bahkan memiliki pengolahan sampah yang diberi nama Omah Olah Sampah yang dikelola oleh warga setempat.

Apa yang dilakukan Kelurahan Bakungan mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Mujiono yang hadir saat pembukaan festival tersebut pada Senin (4/8/2025).

Mujiono mengatakan, sampah adalah masalah serius yang perlu mendapat perhatian banyak pihak. Sampah telah menjadi isu global, dan perlu mendapat penanganan serius. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah setiap keluarga mulai membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.

“Banyuwangi menghasilkan sekitar 300 ribu ton sampah per tahun, sebagian besar dari rumah tangga. Kalau kita pilah dari rumah, Insyaallah 50 persen sampah tidak perlu ke TPA,” ujarnya.

Mujiono mengatakan, Kelurahan Bakungan adalah salah satu wilayah yang memiliki inovasi dan kepedulian tinggi dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, upaya yang dilakukan warga Bakungan patut menjadi contoh bagi kelurahan/desa lain di Banyuwangi.

“Bakungan ini luar biasa, memiliki bank sampah, bahkan sudah memanfaatkan teknologi untuk mencatat tabungan sampah warga. Ini bukti bahwa pengelolaan sampah bisa berjalan efektif kalau ada dorongan bersama dari warganya,” ujarnya.

Lurah Bakungan, Agus Rahmanto mengatakan, kelurahan ini memproduksi sekitar 1-1,5 ton sampah rumah tangga per hari. Dari jumlah tersebut bank sampah yang diberi nama Omah Rembug Inovasi dan Edukasi ini menghasilkan 2 kuintal sampah organik.

“Sampah organik yang telah dipilah ini kita buat untuk pakan maggot, kompos, dan pupuk cair. Melalui festival ini, kami ingin mengajak warga khususnya warga Bakungan untuk lebih peduli tentang masalah pengelolaan sampah,” jelasnya.

Menariknya, Bakungan juga memiliki inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi, yakni “ABank Sayang” (Aplikasi Bank Sampah Masyarakat Bakungan). Aplikasi ini mencatat tabungan sampah warga secara digital, mulai dari pendaftaran, penimbangan, hingga konversi menjadi saldo yang bisa ditukar dengan hadiah menarik.

“Warga cukup memilah sampah organik, anorganik, dan residu di rumah, lalu membawanya ke Omah Olah Sampah untuk ditimbang dan dicatat oleh petugas Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM),” kata Agus.

Ketua Bank Sampah Kelurahan Bakungan, Danar Fataros Nurcahyani menambahkan, ke depan pihaknya berencana mengolah sampah anorganik menjadi produk-produk kreatif. Seperti seperti botol bekas untuk dijadikan sofa.

“Kita masih mencoba, ada beberapa ide yang akan segera kita kerjakan. Kita sedang melengkapi bahan-bahan yang diperlukan,” kata Danar.

Selama sepekan, festival ini diisi edukasi dasar pengelolaan sampah, sekolah komunitas ramah lingkungan, serta lomba foto dan video bertema Teknologi & Inovasi Hijau yang mengangkat isu pemilahan dan pemanfaatan sampah. (red)

error: Content is protected !!