We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

11 Ribu Peserta Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali

BALI || Jejak-indonesia.id – Kemala Run 2026 siap digelar Hari Minggu (19/04) sebagai ajang lari berskala nasional dengan total pendaftar mencapai 11.000 peserta per 13 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan antusiasme tinggi dari masyarakat serta melibatkan pelari dari berbagai kalangan, mulai dari profesional hingga komunitas, termasuk unsur TNI-Polri.

Kemala Run 2026 mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Half Marathon, 10K, dan 5K. Meliputi kategori nasional berdasarkan kelompok usia, kategori open, hingga kategori khusus.

Selain jumlah peserta yang besar, penyelenggaraan tahun ini menjadikan Kemala Run sebagai salah satu event lari dengan total hadiah terbesar di Indonesia. Besaran hadiah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekaligus kualitas kompetisi.

Seluruh rangkaian lomba akan dimulai dan berakhir di Jalan Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali, dengan rute yang melintasi sejumlah kawasan strategis seperti Pantai Saba dan Pantai Purnama. Rute ini dirancang tidak hanya untuk mendukung aspek kompetitif, tetapi juga memberikan pengalaman berlari dengan latar keindahan alam Bali.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga menyiapkan area race village yang berlokasi di kawasan Pantai Purnama dengan berbagai fasilitas seperti media center, area start dan finish, panggung media, serta zona UMKM. Alur pergerakan peserta telah diatur secara sistematis mulai dari area parkir menuju garis start hingga ke area pemulihan setelah mencapai garis finish.

Dalam mendukung partisipasi yang lebih luas, panitia menyediakan skema pendaftaran community package bagi kelompok dengan jumlah minimal 50 peserta, sehingga komunitas dapat mengikuti berbagai kategori lomba dengan biaya yang lebih terjangkau.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen. Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Kemala Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan positif.

“Kemala Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan energi positif, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta mendorong gaya hidup sehat secara luas,” ujarnya.

Dengan tingginya minat peserta serta dukungan berbagai pihak, Kemala Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi sport tourism di Indonesia.

Kementan RI Percepat Hilirisasi Perkebunan, Bidik Penguatan Rantai Ekspor dari Hulu ke Hilir

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempertegas langkah strategis dalam mendorong hilirisasi dan pemasaran hasil perkebunan sebagai tulang punggung ekspor nasional. Komitmen ini mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) Akselerasi Hilirisasi Komoditas Ekspor Jawa Timur yang berlangsung di PT Jamkrida Jatim, Rabu (15/4), dengan menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor.

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan RI, Kuntoro Boga Andri, menegaskan bahwa transformasi sektor perkebunan tidak lagi berhenti pada produksi primer. Pemerintah kini mengarahkan kebijakan pada penguatan nilai tambah melalui hilirisasi terintegrasi, sekaligus merapikan rantai pasok agar lebih efisien dan kompetitif di pasar global.

“Fokus kita bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi memastikan produk perkebunan Indonesia mampu menembus pasar ekspor dengan nilai tambah yang lebih tinggi dan sistem distribusi yang lebih kuat,” ujarnya.

Senada dengan itu, perwakilan Ditjen Perkebunan, Elvy Risma Nainggolan, menyoroti urgensi ekspansi pasar internasional. Ia menekankan pentingnya membangun konektivitas yang lebih solid dengan buyer global, sekaligus memperluas akses pasar melalui strategi pemasaran yang adaptif terhadap dinamika perdagangan dunia.

Dalam konteks tantangan global, Kementan juga membuka ruang koordinasi lintas kementerian guna mengurai hambatan logistik yang kian kompleks, termasuk lonjakan biaya distribusi akibat tekanan geopolitik. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya saing ekspor komoditas unggulan Indonesia di tengah ketidakpastian global.

FGD tersebut turut menampilkan kesiapan sektor swasta sebagai motor penggerak hilirisasi. PT Aisyah Cahaya Nusantara mengungkap kebutuhan pasar ekspor yang signifikan, mencapai 9.000 ton cabe jawa per tahun.

Kebutuhan ini direspons oleh Perhutani KPH Jombang yang menyiapkan lahan seluas 40 hektare di Desa Marmoyo, Kabuh, sebagai basis produksi terintegrasi.

Dukungan ekosistem juga diperkuat oleh sektor keuangan dan mitigasi risiko. Bank Jatim menghadirkan skema pembiayaan melalui kredit tani, sementara Zurich Insurance menawarkan perlindungan berbasis risiko iklim dan cuaca. Di sisi lain, Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN) mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat, memastikan hilirisasi berjalan inklusif hingga ke tingkat akar rumput.

Forum ini ditutup dengan penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis melalui dokumen PKS dan MoA. Kesepakatan tersebut menjadi fondasi kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat ekspor komoditas unggulan, sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai model pengembangan ekosistem hilirisasi dan ekspor berkelanjutan di tingkat nasional.​

Gerebek Lokasi Persembunyian di Sobang Lebak, Polsek Cikande Polres Serang Amankan Motor Korban, Satu Pelaku Masih Buron

CIKANDE || Jejak-indonesia.id – Tim Opsnal Reskrim Polsek Cikande Polres Serang berhasil menemukan titik terang dalam pelarian pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di depan PT BMM, Desa Parigi. Meski pelaku utama berinisial MN (26) berhasil meloloskan diri saat penggerebekan, petugas berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor milik korban.

Operasi pengejaran yang berlangsung selama dua hari sejak hari Senin sampai Rabu (15/04/2026) ini, dipimpin langsung oleh Panit Reskrim Ipda Ressa Hardiansyah, dan Ipda Epriyansah, bersama personel Unit Opsnal.

Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan melalui Kapolsek Cikande, AKP Tatang, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan pengembangan dari penangkapan tersangka pertama, AS (27), yang sebelumnya tertangkap tangan oleh warga pada Minggu (12/04).

Dari hasil pemeriksaan, tim memperoleh informasi bahwa rekan pelaku berinisial MN melarikan diri ke wilayah Sobang, Kabupaten Lebak. Petugas kemudian melakukan penyelidikan intensif di medan tersebut selama dua hari.

"Tim Opsnal telah menyisir wilayah Sobang yang diduga kuat menjadi tempat persembunyian DPO berinisial MN. Saat dilakukan penggerebekan, pelaku berhasil melarikan diri, namun satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe warna hitam milik korban berhasil kami temukan dan langsung kami amankan ke Mapolsek," ujar AKP Tatang.

Korban diketahui bernama Heri Herdiana / Dian (30), seorang karyawan swasta asal Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo. Motor korban dicuri saat sedang terparkir di depan sebuah warung kopi di kawasan depan PT. BMM, Desa Parigi, Cikande.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian menerapkan pasal dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional) yang baru diberlakukan.

Kedua pelaku dijerat dengan:
Pasal 477 KUHP mengenai Pencurian dengan Pemberatan, ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 tahun.

Meski baru berhasil mengamankan barang bukti, AKP Tatang menegaskan bahwa identitas MN kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan pengejaran akan terus dilakukan hingga tuntas.

"Kami sudah mengantongi profil lengkap saudara MN. Kami imbau yang bersangkutan untuk kooperatif dan menyerahkan diri. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu memberikan informasi awal sehingga kasus ini bisa berkembang cepat," tutup Kapolsek Cikande.

Lewat Talkshow Bidpropam Polda Banten Sosialisasikan Layanan Pengaduan Masyarakat Berbasis QR Code

BANTEN || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Bidpropam Polda Banten terus berinovasi melalui layanan pengaduan berbasis digital menggunakan QR Code. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan talkshow yang di Banten TV bersama penyiar Lilik Nimah pada Kamis (16/04).

Dalam talkshow tersebut, Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol. Murwoto menjelaskan bahwa layanan pengaduan masyarakat melalui QR Code merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan kemudahan akses pelaporan yang cepat, transparan, dan akuntabel. “Melalui QR Code ini, masyarakat dapat menyampaikan laporan kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor. Ini adalah bagian dari transformasi digital Polri dalam meningkatkan pelayanan publik,” ujar Murwoto.

Ia menambahkan bahwa sistem pengaduan tersebut telah terintegrasi dengan pusat sistem Divpropam Mabes Polri, sehingga setiap laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti secara profesional.

Kombes Pol. Murwoto menjelaskan bahwa masyarakat cukup melakukan scan QR Code, kemudian mengisi data identitas, kronologi kejadian secara lengkap, serta melampirkan bukti pendukung. Setelah laporan dikirim, pelapor akan mendapatkan nomor tiket untuk memantau perkembangan penanganan laporan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa layanan ini terbuka untuk berbagai kalangan, baik masyarakat umum (WNI), warga negara asing (WNA), keluarga korban, kuasa hukum, hingga anggota Polri sendiri dalam konsep whistleblower system. “Keunggulan dari sistem ini adalah meminimalisir intervensi oknum, meningkatkan transparansi, serta memberikan kemudahan bagi pelapor untuk memantau proses penanganan secara real-time,” tambahnya.

Melalui kegiatan talkshow ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan layanan pengaduan Propam Polri berbasis QR Code sebagai sarana untuk menyampaikan laporan atau keluhan terhadap dugaan pelanggaran anggota Polri.

Di akhir talkshow, Murwoto mengimbau masyarakat untuk tidak ragu dalam melaporkan setiap pelanggaran yang ditemukan. “Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan memastikan setiap laporan akan diproses secara profesional dan proporsional,” tutupnya. (Bidhumas)

UMKM RI Dorong Inkubasi Ekspor: Jawa Timur Disiapkan Jadi Episentrum Hilirisasi Nasional

SURABAYA || Jejak-indonesia.id — Arah baru penguatan ekonomi berbasis komoditas mulai menemukan bentuknya. Dalam Forum Group Discussion (FGD) Akselerasi Hilirisasi Komoditas Ekspor Jawa Timur yang digelar di PT Jamkrida Jatim, Rabu (15/4), Kementerian UMKM RI menegaskan komitmen strategisnya: membangun ekosistem inkubasi ekspor yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.

Forum ini bukan sekadar diskusi, melainkan titik konsolidasi lintas sektor dalam merancang peta jalan hilirisasi komoditas unggulan yang mampu menembus pasar global.

Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Ima Rahmania, menilai inisiatif yang digagas PT Aisyah Cahaya Nusantara sebagai model konkret transformasi UMKM menuju pelaku ekspor berdaya saing tinggi.

Menurutnya, pendekatan berbasis standarisasi produk, konsistensi kualitas, dan integrasi hulu-hilir menjadi kunci untuk memenangkan pasar internasional.

“Model ini bukan hanya menjawab kebutuhan pasar, tetapi juga membangun disiplin produksi dan tata kelola yang dapat direplikasi secara nasional,” ujarnya.

Penguatan tersebut diperinci lebih lanjut oleh Dinda Aulia Dwinanda Riska yang menekankan tiga pilar utama: peningkatan kapasitas kewirausahaan, pembukaan akses pasar global, serta pendampingan intensif agar UMKM mampu masuk dalam rantai pasok ekspor secara berkelanjutan.

Di sisi pelaku usaha, Direktur Utama PT Aisyah Cahaya Nusantara, Achmad Dahlan A.M., memaparkan realitas pasar yang sangat menjanjikan. Permintaan buyer eksisting untuk komoditas cabe jawa disebut mencapai 9.000 ton per tahun—angka yang mencerminkan peluang sekaligus tantangan kapasitas produksi nasional.

Sejak 2019, perusahaan ini telah membangun ekosistem hilirisasi dari skala 2,5 hektar hingga berkembang menjadi 2.000 hektar, dilengkapi riset teknologi pertanian modern yang siap direplikasi di berbagai daerah. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa industrialisasi sektor pertanian bukan lagi konsep, melainkan praktik yang berjalan.

Dimensi sosial turut diperkuat oleh Formasy Praja Nusantara di bawah kepemimpinan Dodik Purwoko. Organisasi ini mengambil peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat sekitar, memastikan transformasi ekonomi tidak meninggalkan basis petani sebagai aktor utama.

“Kami memastikan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam rantai nilai ekspor dengan semangat bela negara,” tegasnya.

Sinergi lintas sektor semakin solid dengan keterlibatan Perhutani KPH Jombang yang menyiapkan lahan 40 hektar di Desa Marmoyo, Kabuh, serta dukungan pembiayaan dari Bank Jatim melalui skema kredit tani yang adaptif terhadap kebutuhan sektor agribisnis.

Sementara itu, mitigasi risiko yang kerap menjadi hambatan produksi dijawab oleh Zurich Insurance dengan skema perlindungan berbasis risiko iklim dan cuaca ekstrem—sebuah langkah penting dalam menjaga stabilitas produksi di tengah ketidakpastian perubahan iklim.

FGD ini ditutup dengan penandatanganan dokumen strategis berupa PKS dan MOA sebagai fondasi kerja sama lintas sektor. Lebih dari sekadar formalitas, kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Timur tengah diposisikan sebagai laboratorium nasional bagi pengembangan ekosistem ekspor terintegrasi.

Dengan orkestrasi yang semakin solid antara pemerintah, swasta, komunitas, dan sektor keuangan, hilirisasi komoditas unggulan tidak lagi sekadar jargon kebijakan melainkan strategi nyata untuk mengangkat UMKM Indonesia ke panggung global.​