Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Redaksi

Beri Kenyamanan Di Jalan Raya, Bhabinkamtibmas Polsek Bojonegara Gelar Strong Point

CILEGON || Jejak-indonesia.id - Dalam Mewujudkan Aksi Nyata Pelayanan Kepada Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Bojonegara Polres Cilegon Polda Banten Laksanakan Strong Poin Pengaturan Lalu-lintas, Rabu (29/04/2026).

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga melalui Kapolsek Bojonegara Polres Cilegon Polda Banten IPTU Kyflan Ahmad Syukur menyampaikan bahwa kegiatan strong point ini dalam upaya mewujudkan kehadiran personil Polri Selalu Ada di tengah masyarakat dan Memberikan Pelayanan terbaik.

“Kegiatan strong point ini dilaksanakan setiap pagi di seluruh titik lokasi pusat keramaian masyarakat seperti pasar, pertokoan, juga di titik rawan macet dan rawan lakalantas, serta lokasi persekolahan; kegiatan strong point ini sebagai upaya mewujudkan kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat” ucapnya.

Selain itu, program Strong Point ini juga sebagai aksi nyata segenap jajaran Polsek Bojonegara Polres Cilegon Polda Banten dalam rangka memaksimalkan dan mengoptimalkan kegiatan pelayanan kepolisian terhadap seluruh lapisan warga masyarakat.

“Kita berharap dengan adanya program Strong Point ini dapat mengoptimalkan pelayanan kepolisian terhadap seluruh lapisan warga masyarakat, apakah pengemudi, pengendara, pedagang, karyawan, pegawai kantoran, anak sekolah, dan sebagainya dengan demikian stabilitas kamtibmas dapat terus terjaga dengan baik,”tutupnya.

Unit Lantas Polsek Cilegon dan Dishub urai kemacetan

CILEGON || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka peningkatan pelayanan prima kepada pengguna jalan, Polsek Cilegon Polres Cilegon Polda Banten bersama Dishub Cilegon berkolaborasi melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di perempatan jalan arteri antisipasi kepadatan arus di pagi hari. serta sebagai _*Cooling Sistem*_ Kamtibmas di wilayah binaan agar Aman, Kondusif dan terkendali. Rabu (29/04/2025).

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga memerintahkan anggota Polsek cilegon melalui Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid, M.H seluruh personil dipagi hari agar melaksanakan pengaturan di titik² padat arus lalulintas melalui Kapolsek Cilegon Polres Cilegon Polda Banten Kompol Firman Hamid, M.H menyampaikan bahwa kegiatan pengaturan dibantu oleh Dishub Cilegon, hal ini sebagai kewajiban dalam memberikan Pelayanan prima kepada masyarakat yang akan melakukan aktifitasnya di Pagi hari dan merupakan tugas serta tanggung jawab sebagai anggota Polri yaitu dengan melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas demi terciptanya arus lalin yang aman, tertib dan lancar, ujarnya.

Kegiatan ini adalah salah satu wujud dari pengayoman dan pelayanan prima dari Anggota lalu lintas Polsek Cilegon Polres Cilegon Polda Banten kepada masyarakat khususnya aktifitas masyarakat di jalan raya yang akan melaksanakan kegiatan rutinitas pada jam kerja dan jam anak sekolah, tentu arus lalu lintas meningkat, sehingga dengan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat memperlancaran lalu lintas yang dirasakan masyarakat.

Penekanan perintah ini diteruskan oleh Kompol Firman Hamid, M.H kepada anggotanya di Polsek Cilegon serta mengatakan, ” pelaksanaan pengaturan ini wajib dilaksanakan oleh personel Lantas Polsek Cilegon Polres Cilegon Polda Banten sebagai wujud pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujarnya

(Dn-Hms)

Polsek Mauk Amankan Upacara Pelantikan 336 Perwira Transportasi Laut di Politeknik Pelayaran Banten

TANGERANG || Jejak-indonesia.id – Polsek Mauk melaksanakan pengamanan kegiatan Upacara Pelantikan Perwira Transportasi Laut Program Diploma III dan Diklat Pelaut III Pembentukan serta pelepasan Perwira Transportasi Laut Program Diklat Pelaut Tingkat II Peningkatan di Politeknik Pelayaran Banten, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Kampus Politeknik Pelayaran Banten, Jalan Raya Karangserang No. 1, Desa Karangserang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang tersebut diikuti sebanyak 336 peserta dan berjalan dengan khidmat.

Upacara dipimpin oleh Wakil Menteri Perhubungan RI, Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si., selaku Inspektur Upacara, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan Politeknik Pelayaran Banten, unsur TNI-Polri, dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Inspektur Upacara menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan tonggak penting bagi para perwira transportasi laut sebagai garda terdepan dalam mendukung konektivitas maritim nasional.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas. Selain itu, aspek keselamatan dan keamanan pelayaran juga menjadi prioritas utama yang harus selalu dijunjung tinggi.

“Jadikan keselamatan sebagai budaya kerja (safety culture). Tidak ada kompromi dalam menjaga keselamatan penumpang, kru, dan kargo,” tegasnya.

Lebih lanjut, para perwira juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi maritim serta mendukung konsep pelayaran ramah lingkungan (green shipping), sekaligus menjaga nama baik profesi dan bangsa di kancah internasional.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, mulai dari prosesi pelantikan, pembacaan ikrar perwira, hingga penyerahan sertifikat akreditasi Program Studi Nautika.

Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana, S.M., selaku Kapam Obyek, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan oleh 25 personel gabungan dari Polres dan Polsek jajaran Rayon 3.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan kondusif,” ujarnya.

Upacara selesai pada pukul 09.00 WIB dalam keadaan lancar, tertib, dan penuh khidmat, serta menjadi momentum penting bagi para perwira baru untuk mengabdikan diri dalam dunia transportasi laut Indonesia.

Satres Narkoba Polres Rohil Kembali Amankan Terduga Pengedar Sabu di Jembatan Cinta Panipahan

PANIPAHAN || Jejak-indonesia.id - Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hilir kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kepulauan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir.

Seorang pria yang diduga sebagai pengedar berhasil diamankan pada Rabu malam (29/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB, di kawasan Jembatan Cinta.

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan pengaduan 110 pada sekitar pukul 23.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satres Narkoba Polres Rohil langsung bergerak cepat menuju lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku yang dikenal dengan inisial SL disebut-sebut sering melakukan aktivitas transaksi di lokasi tersebut. Saat dilakukan penindakan, petugas berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan, beserta sejumlah barang bukti.

Tersangka: inisial SL
Barang Bukti yang Diamankan:

1. 13 paket diduga narkotika jenis sabu

2. Uang tunai sebesar Rp2.553.000

3. 1 buah dompet warna cokelat

4. 1 unit handphone Android

5. 1 bungkus rokok merek Marlboro.

Selanjutnya, terduga pelaku beserta barang bukti diamankan ke Polsek Panipahan untuk proses awal, sebelum dilimpahkan ke Polres Rokan Hilir guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.

Pihak Satres Narkoba Polres Rohil membenarkan adanya penangkapan tersebut. Saat ini, kasus masih dalam tahap pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Masyarakat setempat turut menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian, khususnya Polres Rokan Hilir dan Polsek Panipahan, atas respons cepat dalam menindaklanjuti laporan warga serta komitmen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Pihak kepolisian juga menegaskan akan terus bertindak tegas terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika tanpa pandang bulu, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

TANGERANG || Jejak-indonesia.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong penguatan konsep aglomerasi berbasis pendekatan sektoral untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kawasan perkotaan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi Sustainable Aglo-City Summit 2026 di Novotel Tangerang BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, konsep aglomerasi bukan hal baru. Namun, implementasinya kerap terhambat karena terlalu berfokus pada aspek kelembagaan, sehingga persoalan lintas wilayah seperti banjir, kemacetan, dan sampah tidak tertangani secara optimal.

"Di Cina itu, Pak, sampai sekarang maju seperti ini karena aglomerasinya jalan. Diatur oleh pusat, dikasih model oleh pusat, sehingga bertumpu pada aglomerasi. Enggak bisa sendiri-sendiri," ujar Bima.

Ia menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendapat mandat untuk memastikan sinkronisasi, sinergi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan berjalan efektif. Pendekatan ini dinilai penting agar kebijakan pembangunan tidak berjalan parsial, melainkan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Bima menekankan perlunya pergeseran pendekatan dari kelembagaan ke sektoral agar penyelesaian masalah dapat dilakukan lebih cepat dan konkret di lapangan. "Fokus pada isu dan sektoral langsung," tegasnya.

Ia mencontohkan penanganan sampah dan transportasi sebagai isu utama dalam kawasan aglomerasi yang membutuhkan pendekatan sektoral. Program pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dan Local Service Delivery Improvement Program (LSDP) disebut sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah pusat yang berfokus pada penyelesaian masalah secara konkret.

Selain itu, integrasi transportasi lintas daerah juga dinilai dapat berjalan lebih efektif jika didukung kejelasan otoritas, skema pembiayaan, serta koordinasi antarwilayah dalam kerangka aglomerasi.

Bima menegaskan, dengan dukungan pemerintah pusat serta komitmen pemerintah daerah, konsep aglomerasi berbasis pendekatan sektoral memiliki prospek kuat sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan kawasan perkotaan.

Puspen Kemendagri

error: Content is protected !!