Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Arsip untuk Redaksi » Halaman 7

Redaksi

IMG-20260814-WA0065

Angkat Kekayaan Budaya Blambangan, Pawai Lampion Hiasi Malam Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Usai menyajikan Karnaval Kemerdekaan yang menampilkan pesona budaya Nusantara, Kamis pagi (13/8/2024), Banyuwangi menyuguhkan ratusan lampion berbagai bentuk dan warna menghiasi suasana malam hari perkotaan Banyuwangi.

Lampion-lampion itu mengusung tema keragaman budaya Banyuwangi dan dibawakan ribuan peserta dari gugus pramuka tingkat SD hingga SMA se-Banyuwangi. Pawai Lampion digelar untuk memperingati Hari Pramuka ke-65. Pawai ini juga untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Meriahnya lagi, Festival Lampion ini dikolaborasikan dengan Peringatan Hari Indonesia Menabung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember.

Berbagai kearifan lokal ditampilkan, mulai dari bentuk wayang, Barong Osing, ada pula penari Gandrung, instrumen Angklung Caruk, serta pertunjukan tari tradisional.

Tak ketinggalan, simbol tradisi masyarakat seperti Petik Laut turut memeriahkan barisan. Unsur kebudayaan Kebo-keboan hingga Puter Kayun, dan budaya Banyuwangi lainnya semakin melengkapi deretan estetika parade.

Gemerlap cahaya lampion menyusuri jalanan kota. Atraksi pertunjukan seni di sepanjang rute parade makin menambah kesan spektakuler ribuan penonton yang menyaksikan.

"Perayaannya sangat meriah dan jauh lebih kreatif dari tahun-tahun sebelumnya. Kekayaan budaya Banyuwangi benar-benar terlihat di festival ini," kata Rini, warga Kebalenan, Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pawai lampion tahun ini memiliki konsep berbeda karena memadukan kekayaan budaya Banyuwangi dengan edukasi literasi keuangan.

Kolaborasi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelajar, mengenai pentingnya menabung melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

"Terima kasih OJK Jember yang sudah berkolaborasi. Mudah-mudahan semakin banyak anak-anak kita yang meningkat literasinya terkait keuangan," ujarnya.

Ipuk berharap kebiasaan menabung dapat membentuk keluarga yang lebih siap menghadapi kebutuhan tidak terduga serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar semakin cerdas mengelola keuangan di tengah perkembangan layanan digital, termasuk mewaspadai pinjaman dan investasi ilegal.

"Malam ini lampion telah menerangi Banyuwangi. Saya berharap ketika lampion padam, cahayanya tetap tinggal dalam diri kita, menjadi cahaya literasi keuangan dan kebiasaan menabung," kata Ipuk.

Sementara itu, Kepala OJK Jember Aris Budiman, memuji semangat para pelajar dalam festival lampion ini. Pihaknya sengaja memusatkan Puncak Hari Indonesia Menabung wilayah Sekarkijang di Banyuwangi.

Banyuwangi dipilih karena menjadi barometer kinerja percepatan akses keuangan daerah. Berbagai inovasi terus dihadirkan guna meningkatkan pemahaman keuangan seluruh lapisan masyarakat.

Program Satu Rekening Satu Pelajar terus didorong lewat sinergi berbagai pihak. Karakter sabar dan bertanggung jawab diharapkan tumbuh seiring kebiasaan menabung anak-anak.

"Lampion merupakan simbol cahaya dan harapan masa depan kita semua. Demikian pula halnya dengan kebiasaan menabung," tegas Aris. (*)

IMG-20260814-WA0064

Pemkab Banyuwangi dan DPRD Setujui KUA-PPAS 2027

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Pemkab Banyuwangi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi menyetujui Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Banyuwangi Tahun Anggaran 2027.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni’mah, di Gedung DPRD Banyuwangi, Kamis (13/8/2026). Rapat Paripurna turut dihadiri anggota DPRD dan jajaran Pemkab Banyuwangi.

Bupati Ipuk mengatakan APBD tahun 2027 dirancang sebagai upaya anisipatif terhadap tantangan eksternal yang masih berat. Sejumlah faktor global maupun domestik mempengaruhi jalannya perekonomian di 2027.

Karenanya kebijakan umum APBD Banyuwngi 2027 diarahkan untuk merespon dinamika perekonomian, antisipasi terhadap problem yang dimungkinkan masih akan terjadi serta rancangan langkah afirmasi (affirmative action) untuk peningkatan kesejahteraan warga Banyuwangi.

“Tadinya kita positif ekonomi semakin baik, ternyata kondisi belum memiungkinkan maka kami melakukan melakukan evaluasi kebiajakan keuangan tapi tentunya dengan tetap menekankan pada program prioritas yakni penurunan kemiskinan, terus mendorong pertumbuhan ekonomi, IPM hinga menuntaskan infrastruktur,” unagkap Ipuk.

Sementara itu, postur anggaran pada KUA-PPAS tahun 2027 dirancang dan disepakati sebagai berikut. Pendapatan daerah tahun 2027 dirancang sebesar Rp. 2,444 triliun mengalami penurunan sebesar Rp. 461 milyar dari APBD tahun 2026 sebesar Rp. 2,905 trilyun.

Pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 850,8 milyar. Terdapat kenaikan sebesar Rp. 50 miliar dari APBD tahun 2026 yang sebesar Rp.800,8 milyar. Pendapatan transfer diproyesikan sebesar Rp. 1,543 trilyun atau turun sebesar Rp. 511,3 miliar dari APBD tahun 2026 sebesar Rp. 2,054 trilyun. Lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan sebesar Rp. 50,1 miliar.

“Pendapatan dari transfer masih menjadi alokasi terbesar sebagai pendapatan daerah,” ujar Ipuk.

Sedangkan belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2027 diproyesikan sebesar Rp. 2,420 trilyun, mengalami penurunan sebesar Rp.496,9 miliar dari belanja daerah pada APBD tahun 2026 yang sebesar Rp 2,917 triliun.

“Kebijakan umum belanja daerah pada tahun anggaran 2027 disepakati untuk diarahkan pada dukungan ekonomi, peningkatan efisiensi, dan efektivitas pelaksanaan program kegiatan prioritas pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal daerah,” ungkap Ipuk.

Pada kesempatan itu Ipuk juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak, yang selama ini telah bekerja keras, turut serta menggerakkan pembangunan di tengah situasi yang tidak menentu ini agar selalu kondusif, aman dan sejahtera.

Sementara itu juru bicara badan anggaran (banggar) DPRD, Marifatul Kamila menyampaikan ditengah keterbatas fiskal daerah harus dilakukan upaya meningkatkan sumber pendapatan daerah melalui berbagai langkah dan strategi maupun inovasi.

Selain itu juga perlu ada upaya peningkatan pada belanja modal melalui sumber pembiayaan lain misalnya potensi alokasi DAK, pengajuan alokasi kepada pemerintah pusat hingga pemanfaatan CSR.

“Tentunya ini memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk dukungan politik praktis,” ujarnya saat membacakan laporan akhir pembahasan Anggaran KUA-PPAS APBD Tahun 2027. (**)

IMG-20260814-WA0063

Tampilkan Pesona Budaya Nusantara, Karnaval Kebangsaan Banyuwangi 2026 Berlangsung Meriah

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Banyak cara dilakukan warga bangsa Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaannya. Masyarakat Banyuwangi memeriahkannya dengan membuat karnaval kebangsaan yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai wilayah.

Karnaval Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, berlansgung Kamis pagi (13/8/2026). Ribuan penonton memadati rute sepanjang 2,5 kilometer untuk menyaksikan parade yang memamerkan kekayaan budaya dan keragaman seni nusantara.

Sebanyak 1000 lebih pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi tampil memukau dengan kostum nusantaranya serta atraksi. Ada Bali, Sulawesi, Sumatera Barat, Kalimantan, Madura, Aceh, Papua, dan beragam budaya lain di Tanah Air.

“Karnaval ini tidak sekadar menampilkan kostum, musik, dan kreativitas. Lewat karnaval ini kita ingin menunjukkan bahwa nasionalisme juga bisa tumbuh lewat seni, budaya, kreativitas dan kebersamaan,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bagi Ipuk, HUT kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi semua elemen untuk terus berkarya, membangun, dan menyiapkan masa depan daerah serta Indonesia yang lebih baik lagi.

“Pemkab akan terus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun Banyuwangi dan Indonesia. Semangat kita sederhana, kita bekerja bersama agar bisa tumbuh bersama,” kata Ipuk.

Karnaval Kebangsaan tahun ini diawali dengan barisan pembawa bendera merah putih, diikuti penampilan apik grup drumband, dilanjutkan barisan kontingen dengan aneka kostum yang memvisualisasikan keragaman Indonesia.

Tak kalah menarik, sajian fragmen yang mengisahkan beragam tradisi dari berbagai daerah juga tampil di acara itu.

Seperti Kontingen SMPN 4 Banyuwangi yang mengusung tema adat Madura. Selain kostum khas, kontingen ini juga menyuguhkan tradisi Rokat Tase’, sebuah ritual masyarakat pesisir Madura sebagai wujud syukur atas hasil tangkapan laut yang melimpah. Tradisi ini juga menjadi ritual tolak bala agar para nelayan diberi keselamatan dan rezeki yang melimpah saat melaut.

Selanjutnya disusul devile SMPN I Banyuwangi yang menampilkan budaya Sulawesi. Mulai kostum hingga replika rumah adat Tongkonan disajikan secara apik oleh para peserta.

Tak kalah memukau, MTsN 1 Banyuwangi juga tampil atraktif menyuguhkan tema Kerajaan Blambangan (Banyuwangi). Kisah perang Bayu yang menceritakan perlawanan warga Blambangan melawan VOC, hingga berbagai tradisi dan budaya masyarakat Osing ditampilkan secara atraktif di hadapan para penonton.

Seperti tradisi Tumpeng sewu, Mepe Kasur, Tari Seblang, Jaranan Buto, bela diri Pencak Sumping, hingga baju pengantin dan replika rumah adat Osing.

Suguhan apik para kontingen tersebut, menjadi tontonan menarik bagi ribuan warga yang sengaja memadati sepanjang rute karnaval, dari Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan.

Tak hanya penonton, para peserta juga sangat antusias mengikuti karnaval kebangsaan 2026. “Senang bisa ikut dalam perayaan HUT Kemerdekaan. Apalagi kita bisa memukau baju adat seperti ini, jadi semakin bangga menjadi orang Indonesia,” ujar April, siswi SMPN 5 Banyuwangi yang saat itu mengenakan baju adat Papua. (*)

IMG-20260814-WA0062

Mimpi Besar dari Daerah, BINEF 2026 Buka Peluang Pelajar dan Mahasiswa Banyuwangi Tembus Kampus Dunia

BANYUWANGI – Anak-anak muda Banyuwangi kembali menggelar Blambangan Internasional Education Festival (BINEF) 2026, event tahunan yang menghubungkan pelajar dan mahasiswa Banyuwangi dengan dunia pendidikan internasional dengan membangun konektivitas diaspora Indonesia.

Acara yang dibuka Bupati Ipuk Fiestiandani di Kampus Poliwangi, Rabu (12/8/2026) ini menghadirkan sejumlah narasumber. Syaeful Mujab penerima beasiswa LPDP S2 London School of Economics and Politic Science, Inggris, Hardika Dwi Hermawan penerima beasiswa LPDP yang menempuh studi Master of Science di Hong Kong University, sekaligus pendiri Desamind. Juga Achmad Roghib Mabrur, putra Banyuwangi yang kini menempuh pendidikan doktoral di National Chung Hsing University Taiwan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan kecerdasan digital serta kemampuan membangun jejaring internasional sebagai bekal generasi muda menghadapi masa depan.

BINEF 2026 tahun ini mengusung tema “Establishing Banyuwangi Student Connectivity to Prepare Superior Human Resources for Indonesia’s Future”. Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan tentang peluang studi ke luar negeri, membangun konektivitas diaspora, serta mempersiapkan generasi muda agar siap bersaing secara global. Event ini berlangsung 12-13 Agustus 2026, diikuti lebih dari 100 pelajar dan mahasiswa se Banyuwangi.

Bupati Ipuk mengatakan merujuk laporan World Economic Forum Future of Jobs 2025, hingga 2030 diperkirakan akan tercipta 170 juta pekerjaan baru, namun 92 juta pekerjaan yang ada saat ini berpotensi tergantikan. Karenanya pendidikan tidak boleh hanya menyiapkan anak-anak untuk pekerjaan hari ini, tetapi juga untuk pekerjaan yang bahkan belum ada saat ini.

“Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan dan transisi energi, telah mengubah kebutuhan tenaga kerja secara drastis. Karenanya generasi muda harus memiliki penguasaan dan kemampuan dibidang ini sebagai bekal menghadapi masa depan. Dan yang penting berjejaring untuk mendapatkan peluang yang lebih luas,” ujar Ipuk.

Salah satu pembicara, Syaeful Mujab dihadirkan sebagai inspirasi bagaimana seorang pemuda daerah bisa berprestasi lewat beasiswa.

“Jangan berkecil hati meskipun kita berasal dari daerah. Siapapun dari kita bisa mempunyai mimpi besar dengan berusaha untuk mencapainya. Persiapkan diri dengan baik insyaallah kita bisa mencapai mimpi itu,” ujar Mujab yang juga dikenal publik sebagai politikus muda dan menjadi Calon Wakil Bupati Tegal termuda pada 2024 di usia 28 tahun.

Salah satu tips yang ia bagikan adalah penguasaan bahasa yang akan membuka pintu-pintu ke dunia global.

“Dengan bahasa membuka kesempatan untuk untuk sekolah, ikut konferensi hingga membangun jejaring internasional. Manfaatkan media sosial untuk mencari informasi beasiswa dan pertemanan global,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Penyelenggara BINEF 2026 Ahmad Roghib Mabrur menambahkan peserta BINEF 2026 juga mendapatkan fasilitasi bimbingan bahasa inggris secara gratis selama satu tahun serta kesempatan pre test IELTS.

“Karena bahasa inggris jadi kunci untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri. Mereka juga dapat bimbingan mentoring gratis setahun untuk coaching tips n trip mendapatkan beasaiswa di kampus internasional,” pungkasnya. (*)

IMG-20260814-WA0061

Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Video Conference Peresmian Jembatan Perintis Garuda oleh Presiden dan Kasad

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda di Dusun Rumping, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan berlangsung pukul 10.00 hingga 11.15 WIB secara virtual melalui video conference bersama Presiden Republik Indonesia dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., serta diikuti sekitar 20 peserta dari unsur Forkopimda dan instansi terkait.

Peresmian tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan dan sarana air bersih yang dilaksanakan TNI dan Polri untuk memperkuat konektivitas serta membuka akses masyarakat di berbagai wilayah. Dalam laporan Kasad, pembangunan ribuan jembatan ditujukan untuk menghubungkan desa, sekolah, fasilitas kesehatan dan pusat-pusat kegiatan ekonomi, sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok menjadi lebih mudah.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang dinilai telah menjalankan pengabdian langsung kepada masyarakat, khususnya warga di daerah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses.

Usai prosesi peresmian secara virtual, dilakukan pemotongan pita Jembatan Perintis Garuda di Plampangrejo oleh Dandim 0825/Banyuwangi sebagai tanda diresmikannya jembatan tersebut untuk dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar transportasi warga, mempercepat distribusi barang dan hasil pertanian, sekaligus mendorong aktivitas perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Cluring dan sekitarnya.

error: Content is protected !!