We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri Dengan Organisasi Kelompok Masyarakat

JAKARTA || jejakindonesia.id — Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11).

Sesi tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H., selaku Ketua Komite Percepatan Reformasi Polri, yang kemudian memberikan keterangan kepada media melalui doorstop.
Dalam keterangannya, Prof. Jimly menjelaskan bahwa audiensi ini digelar sebagai bentuk keterbukaan dalam menyerap aspirasi masyarakat sipil. “Alhamdulillah, Komisi Percepatan Reformasi Polri hari ini sengaja memberikan kesempatan untuk mengundang pihak-pihak yang sebelumnya telah mengirim surat permohonan audiensi Dan Alhamdulillah, semua masukan yang disampaikan—mulai dari NEFA, LSAM, Imparsial, dan beberapa organisasi lain—sangat konstruktif,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa organisasi yang hadir merupakan para aktivis dan tokoh yang selama ini bergerak dalam isu HAM dan kemanusiaan. “Mereka adalah tokoh-tokoh dan aktivis pergerakan HAM serta kemanusiaan yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa dan negara, khususnya terkait percepatan reformasi Polri berdasarkan pengalaman mereka,” jelasnya.

Prof. Jimly menyampaikan bahwa masukan yang diberikan telah diterima dengan baik, namun masih perlu pendalaman untuk dapat digunakan sebagai bahan perumusan kebijakan." Kami mengapresiasi dan bahkan meminta agar dalam satu bulan ke depan masukan tertulis mereka diperdalam lagi. Kami berharap dapat lebih rinci, sekaligus menyertakan tawaran solusi, bukan hanya daftar masalah," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Komisi memberikan ruang bagi setiap organisasi untuk menghimpun pandangan lebih luas dari lingkungan mereka masing-masing. “Apa yang nantinya kami rumuskan sebagai policy reform atau kebijakan baru harus benar-benar sesuai aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Melalui audiensi ini, Komisi berharap terbentuk sinergi positif antara Polri dan masyarakat sipil sehingga proses percepatan reformasi dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan partisipatif.

TNI AL Dukung Program Pemerintah, Wapres RI Tinjau Layanan Publik di Kepulauan Seribu

JAKARTA || jejakindonesia.id - TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang merata hingga wilayah kepulauan. Hal ini ditunjukkan melalui dukungan unsur TNI AL dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming menggunakan KRI Bung Karno-369 ke Kabupaten Kepulauan Seribu, Selasa (18/11/2025).

Wapres RI beserta rombongan bertolak dari Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, didampingi prajurit TNI AL yang memastikan seluruh aspek pelayaran berjalan aman dan lancar. Penggunaan KRI Bung Karno-369 dalam kegiatan pejabat negara ini mencerminkan kesiapsiagaan TNI AL dalam mendukung kelancaran tugas pemerintahan, khususnya di wilayah perairan.

Setibanya di Dermaga Utama Pulau Pramuka, unsur pengamanan dan dukungan TNI AL mengawal rangkaian kegiatan Wapres RI, yang diawali dengan peninjauan uji coba drone kargo listrik di Lapangan Sepak Bola Pulau Pramuka. Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat jaringan logistik antarpulau, termasuk wilayah maritim yang selama ini menghadapi tantangan distribusi.

Selanjutnya, TNI AL juga memberikan dukungan pengamanan saat Wapres RI meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 69 Kepulauan Seribu. Kehadiran TNI AL memastikan kegiatan berlangsung tertib, sekaligus mencerminkan sinergi pertahanan dan pemerintahan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan gizi pelajar di wilayah terluar.

Dalam agenda berikutnya, Wapres RI meninjau proyek rehabilitasi RSUD Kepulauan Seribu, termasuk sarana pendukung berupa kapal ambulans dan Kapal Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) yang beroperasi di kawasan perairan. Kehadiran fasilitas ini semakin mempertegas pentingnya infrastruktur maritim dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat kepulauan, sebuah aspek yang juga sejalan dengan perhatian TNI AL terhadap keselamatan dan kemanusiaan di laut.

Kunjungan kerja tersebut menegaskan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam pemerataan pembangunan hingga ke daerah kepulauan dan terpencil. Dalam setiap titik kunjungan, prajurit TNI AL berperan aktif menjaga keamanan, kelancaran, dan dukungan operasional, khususnya terkait mobilitas antarpulau.

Usai seluruh agenda, Wapres RI dan rombongan kembali ke Jakarta menggunakan KRI Bung Karno-369 melalui Dermaga Pulau Pramuka. Keberhasilan pelaksanaan kunjungan kerja ini menunjukkan profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas dukungan operasi laut bagi pemimpin nasional.

TNI AL akan terus berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah, menjaga keamanan wilayah perairan, serta memastikan pelayanan publik dan kegiatan nasional di wilayah maritim berjalan optimal dan berkesinambungan, sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Kerja Sama Militer Makin Solid, Wakasad Sambut Wakil Danjen USARPAC

JAKARTA || jejakindonesia.id – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menerima kunjungan Deputy Commanding General United States Army Pacific (USARPAC), Lieutenant General Joel B. Vowell, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (18/11/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting yang menegaskan semakin solidnya hubungan kerja sama militer antara TNI Angkatan Darat dan Angkatan Darat Amerika Serikat, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pejabat membahas sejumlah program kerja sama yang telah terjalin selama ini, serta rencana lanjutan untuk tahun 2026. Pembahasan meliputi latihan bersama, pengembangan kemampuan personel, serta peluang peningkatan interoperabilitas guna menghadapi tantangan keamanan kawasan yang semakin kompleks.

Wakasad menyampaikan apresiasi atas kolaborasi positif yang telah terbangun antara TNI AD dan USARPAC. Ia menegaskan bahwa hubungan antara kedua Angkatan Darat merupakan bagian strategis dalam upaya memperkokoh stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Sementara itu, Wakil Danjen USARPAC menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pimpinan TNI AD. Ia juga menegaskan komitmen USARPAC untuk terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan, termasuk di bidang latihan gabungan, pengembangan kemampuan prajurit, serta rencana pengembangan daerah latihan di Baturaja.

Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus memajukan kerja sama militer antara TNI AD dan USARPAC di masa mendatang.

(Dispenad)

Sekber Ormas, LSM & OKP Soroti Legalitas Material dan Transparansi Lelang Kampung Nelayan Merah Putih di Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Proyek ambisius Kampung Nelayan Merah Putih, sebuah inisiatif pembangunan yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp10.470.541.000 di Kelurahan Lateng, Banyuwangi, kini berada dalam pusaran kontroversi. Sekretariat Bersama (Sekber), sebuah aliansi yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi kepemudaan (OKP) di Banyuwangi, secara lantang menyuarakan keprihatinan mendalam terkait dugaan praktik-praktik yang menyimpang dalam proyek ini. Sorotan tajam Sekber Ormas, LSM & OKP tertuju pada dua aspek krusial: legalitas material yang digunakan dalam pembangunan serta transparansi proses lelang yang dianggap janggal dan mencurigakan.

Proyek yang digadang-gadang sebagai ikon baru bagi komunitas nelayan di Banyuwangi ini, secara resmi dimulai pada tanggal 3 September 2025, dengan mengantongi nomor kontrak B.8466/PBJ.4.1/PL.430.IX/2025. Pendanaan proyek sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, sebuah bukti komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di daerah. Dalam pelaksanaannya, PT. Rukun Jaya Madura Grub ditunjuk sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas konstruksi fisik, sementara CV. Yusata Technila bertindak sebagai konsultan pengawas yang bertugas memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Namun, di balik gemerlapnya proyek mercusuar ini, tersimpan sejumlah persoalan serius yang mengusik rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat. Muhammad Helmi Rosyadi mewakili aktivis dan masyarakat sipil menyampaikan protes keras terkait dugaan penggunaan material ilegal yang berasal dari tambang tanpa izin yang sah dalam proyek Kampung Nelayan Merah Putih. Menurutnya, praktik ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan negara dan merusak lingkungan. Proyek ini sendiri merupakan inisiatif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang kemudian dieksekusi oleh PT Rukun Jaya Madura Group.

Sekber, yang mewakili suara masyarakat sipil Banyuwangi, dengan tegas mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak cepat dan tanpa pandang bulu terhadap kontraktor yang diduga terlibat dalam praktik penggunaan material ilegal (galian C). Mereka menekankan bahwa setiap proyek yang didanai oleh uang rakyat, baik melalui APBN maupun APBD, wajib menggunakan material galian C yang berasal dari tambang yang legal dan memiliki izin resmi dari pemerintah. Penggunaan material ilegal tidak hanya mencerminkan ketidakpatuhan terhadap hukum, tetapi juga berpotensi membahayakan kualitas dan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.

Selain masalah legalitas material, Sekber juga menyoroti kurangnya transparansi dalam proses pelelangan proyek Kampung Nelayan Merah Putih. Ketiadaan nomor verifikasi pemenang tender pada papan proyek menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Kejanggalan lain yang menjadi sorotan adalah penunjukan CV sebagai konsultan perencanaan untuk proyek dengan nilai investasi lebih dari sepuluh miliar rupiah. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kompetensi, pengalaman, dan kredibilitas konsultan perencanaan yang dipilih.

Aturan lelang proyek melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta menciptakan persaingan usaha yang sehat dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. LPSE memfasilitasi seluruh proses tender secara online, mulai dari pengumuman, pendaftaran, hingga pemilihan pemenang, sehingga meminimalisir pertemuan tatap muka antara pengusaha dan pihak pemerintah. Masyarakat umum juga memiliki hak untuk mengontrol dan mengawasi proses pengadaan yang sedang berjalan.

Namun, dalam kasus proyek Kampung Nelayan Merah Putih, implementasi LPSE tampaknya belum berjalan optimal. Dalam papan nama proyek tertulis nomor kontrak B.8466/PBJ.4.1/PL.430.IX/2025, yang mengindikasikan bahwa proyek dengan nilai di atas sepuluh miliar rupiah ini termasuk dalam kategori proyek PL (Penunjukan Langsung). Fakta bahwa PT. Rukun Jaya Madura Grub, pemenang proyek bukan pribumi, semakin menambah aroma nepotisme dan konflik kepentingan dalam proyek ini. Hal ini memunculkan pertanyaan lebih lanjut mengenai proses seleksi dan kualifikasi yang diterapkan, serta potensi adanya praktik kolusi dan korupsi yang merugikan keuangan negara.

Proyek Kampung Nelayan Merah Putih seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi, kini justru menjadi sumber kekecewaan dan kemarahan. Sekber dan masyarakat sipil Banyuwangi menuntut adanya audit yang transparan dan akuntabel terhadap semua dugaan penyimpangan dalam proyek ini.

Mereka berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan tanpa kompromi untuk mengungkap kebenaran, menindak pelaku pelanggaran hukum, serta memastikan bahwa proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat nelayan di Banyuwangi.

Polresta Banyuwangi & Warga Perkuat Sinergi Melalui Pos Kamling

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Upaya memperkuat keamanan lingkungan di tingkat desa kembali digaungkan Polresta Banyuwangi. Pada Sabtu (18/11/2025), Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., meresmikan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) yang telah direvitalisasi di Dusun Krajan, Desa Sempu, Kecamatan Sempu.

Pos Kamling baru ini menjadi bagian dari strategi Polresta dalam menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sekaligus mempererat kemitraan antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si,. M.H., menegaskan bahwa kehadiran Pos Kamling merupakan fondasi penting menjaga keamanan desa.

“Pos Kamling ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kemitraan yang kuat antara Polri dan masyarakat. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan fasilitas baru ini, ronda malam dapat berjalan lebih efektif dan potensi gangguan dapat ditekan,” kata Kombes Pol. Rama.

Kapolresta juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kewaspadaan warga dalam mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang stabil.

Kepala Desa Sempu, Nanang Santoso, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Polresta Banyuwangi. Menurutnya, keberadaan Pos Kamling yang lebih representatif akan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan warga dalam menjaga keamanan.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolresta. Pos Kamling ini memotivasi warga kami untuk kembali aktif menjalankan ronda malam. Harapan kami, Desa Sempu semakin aman dan tertib,” ujarnya.

Prosesi peresmian berlangsung sederhana namun penuh makna, ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol harapan baru bagi keamanan lingkungan di Dusun Krajan.

Polresta Banyuwangi berharap revitalisasi Pos Kamling ini menjadi pemicu kebangkitan Siskamling di seluruh desa. Masyarakat diimbau agar tak ragu melaporkan potensi kejahatan kepada Bhabinkamtibmas atau melalui layanan kepolisian selama 24 jam.

Revitalisasi Pos Kamling ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas Kamtibmas di Desa Sempu dan sekitarnya, serta menjadi contoh sinergi efektif antara aparat dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman.

error: Content is protected !!