Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Redaksi

Polantas Menyapa: Kapolresta Banyuwangi Ngopi Bareng Sopir, Ajak Jaga Keselamatan di OPS Zebra Semeru 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Suasana hangat dan penuh keakraban tampak tersaji dalam agenda “Polantas Menyapa, Ngopi Bareng Bersama Kapolresta Banyuwangi” yang digelar Satuan Lalulintas Polresta Banyuwangi, Kamis pagi. Kegiatan tersebut menghadirkan puluhan sopir angkutan dan truk yang sehari-hari menjadi penggerak distribusi barang di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang secara langsung hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh sopir yang selama ini berperan besar dalam menjaga roda perekonomian daerah.

“Profesi dan tugas panjenengan semua, ya bolo-bolo sopir, ini sangat vital sebagai penggerak ekonomi. Mengkoneksikan distribusi barang dari satu titik ke titik lain. Saya paham betul risiko besar yang panjenengan hadapi setiap hari di jalan, terutama terkait keselamatan Berlalu lintas,” tutur Kapolresta.

Dalam kesempatan itu, Kombespol Rama juga menyinggung pelaksanaan OPS Zebra Semeru 2025 yang saat ini tengah berjalan. Menurutnya, operasi tersebut bukan sekadar penegakan aturan, namun bagian dari evaluasi dan upaya berkelanjutan untuk mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).

“Kepolisian masih melaksanakan Operasi Zebra. Ini merupakan langkah terpusat dari kepolisian untuk menilai, mengedukasi, sekaligus mengingatkan masyarakat betapa pentingnya keselamatan di jalan. Kegiatan ngopi bareng seperti ini juga bagian dari edukasi itu,” jelas Kapolresta.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Satuan Lalulintas Polresta Banyuwangi yang telah menggagas kegiatan dengan konsep lebih humanis dan dialogis tersebut.
“Saya terima kasih kepada Pak Kasat Lantas dan seluruh jajaran. Acara seperti ini sangat bermanfaat dan saya belajar banyak dari panjenengan semua para supir.”

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol Elang Prasetyo, S.I.Kom., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan “Polantas Menyapa” sengaja digelar sebagai ruang komunikasi dua arah dengan para sopir, terutama yang berkaitan dengan keselamatan berkendara.

“Kegiatan ini kami lakukan demi keselamatan para sopir di Banyuwangi. Apalagi saat ini sedang berlangsung OPS Zebra Semeru 2025 yang dilaksanakan sesuai arahan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Edukasi tidak harus selalu formal—bahkan bisa lebih menyentuh ketika duduk bareng sambil ngopi seperti ini,” ungkap Kompol Elang.

Dirinya berharap kegiatan seperti ini dapat digelar secara berkala sehingga hubungan antara kepolisian dan para pengemudi tetap harmonis, serta berdampak pada berkurangnya risiko kecelakaan lalu lintas.

Acara ditutup dengan sesi dialog terbuka antara petugas kepolisian dan para sopir. Dalam suasana santai, para peserta bebas menyampaikan keluhan, masukan, hingga harapan terkait kondisi lalu lintas di Banyuwangi. Harapannya, kedekatan ini dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa keselamatan adalah tanggung jawab semua pihak.

Harmoni di Tepi Selat: Kasdim Banyuwangi Hadir di Seamphony Music yang Bikin Malam Kalipuro Bergetar

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Suasana malam di Villa Solong, Kecamatan Kalipuro, berubah menjadi panggung harmoni ketika acara Seamphony Music Banyuwangi resmi digelar pada Jumat (28/11/2025). Dalam perhelatan seni yang menghadirkan musisi lokal hingga tamu undangan daerah tersebut, Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto turut hadir sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan budaya dan kreativitas masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Mohammad Fuji Santoso, M.Sc, Mayor Kav Suprapto Kasdim 0825/Banyuwangi, Wakapolres Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono., S.I.K, serta tamu undangan lainnya

Kehadiran Mayor Kav Suprapto tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga mempertegas komitmen Kodim 0825/Banyuwangi dalam merangkul komunitas seni serta memperkuat hubungan antara unsur keamanan dan masyarakat. “Kegiatan seperti ini adalah ruang positif untuk meningkatkan rasa persatuan dan memperkuat karakter kebudayaan Banyuwangi,” ujarnya di sela-sela acara.

Acara yang diikuti ratusan penonton ini mampu menghadirkan perpaduan musik modern dan nuansa etnik yang menjadi ciri khas seni Banyuwangi. Para musisi tampil bergantian membawakan aransemen yang memikat, menciptakan malam penuh energi dan kehangatan di tengah panorama Selat Bali. Tidak sedikit pengunjung yang menyebut bahwa gelaran ini menjadi penyegar di tengah padatnya aktivitas masyarakat.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa Seamphony Music Banyuwangi akan menjadi agenda berkelanjutan sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda. Dengan hadirnya pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga unsur TNI seperti Kasdim Mayor Kav Suprapto, acara ini diharapkan menjadi penguat ekosistem seni budaya lokal sekaligus memperkenalkan Banyuwangi sebagai pusat kreativitas yang terus berkembang.

TNI AL Kerahkan KRI dan Bantuan Kemanusiaan Skala Besar ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

JAKARTA || jejakindonesi.id - TNI Angkatan Laut mengambil langkah cepat dengan mengerahkan sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk membawa bantuan kemanusiaan dan tim medis ke lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Kapal perang TNI AL yang dikerahkan diantaranya KRI dr. Soeharso-990 (SHS) dari Jakarta menuju Langsa, KRI Teluk Gilimanuk-531 (TGK) dari Jakarta menuju Lhokseumawe, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (RJW) dari Surabaya menuju Sibolga, KRI Semarang-594 (SMR) dari Jakarta menuju Nias, dan KRI Sutedi Senaputra-378 (SSA) telah berada di wilayah Belawan bergerak menuju Langsa. Seluruhnya bergerak pada 30 November ini menuju lokasi terdampak bencana alam.

TNI AL memfokuskan pengerahan Kapal Rumah Sakit, yakni KRI dr. Soeharso-990 dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, yang akan membawa tim medis dan fasilitas kesehatan lengkap. KRI dr. Soeharso-990 mengangkut 9 personel Departemen Kesehatan KRI, ditambah 80 personel dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) Marinir yang membawa satu set Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) lengkap dengan tenda, velbed, dan ambulans.

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, membawa 11 personel medis KRI dan berbagai peralatan kesehatan, termasuk ambulans dan tabung oksigen dalam jumlah besar. Bahan kontak (logistik) yang akan dimuat di semua KRI mencakup Bahan Makanan, Minuman, Obat-obatan, Pakaian, dan Tabung Oksigen. Proses embarkasi logistik dikoordinir oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, II, dan III.

Selain logistik, operasi ini melibatkan personel khusus penyelamat dan helikopter. Tim Penyelamat terdiri dari Gabungan tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) untuk membantu pencarian dan evakuasi di lokasi bencana.

Lima helikopter TNI AL akan dionboardkan ke KRI unsur TNI AL yang dikerahkan untuk mendukung misi pengintaian udara, evakuasi, dan pengiriman bantuan cepat. TNI AL juga telah mengantisipasi pengerahan pasukan tambahan ke lokasi bencana dengan mengerahkan personel dan material dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) di masing-masing Kodaeral.

Penyaluran bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam ini selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh jajaran bahwa kehadiran TNI AL diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terlebih saat kondisi kedaruratan bencana alam.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Korban Penipuan Emas Apresiasi Respons Cepat Polresta Banyuwangi dan Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Oknum TNI

BANYUWANGI || jejakindonesi.id — Proses penanganan kasus dugaan penipuan emas yang menimpa Soni Agustiawan kini memasuki babak baru. Dalam keterangan resminya, Soni menyampaikan apresiasi mendalam terhadap jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai telah bertindak cepat dan profesional dalam mengungkap kasus ini.

Soni secara khusus menyebut langkah-langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai inspirasi bagi jajaran di bawahnya. Menurutnya, reformasi Polri yang terus digencarkan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas pelayanan dan penegakan hukum.

“Saya cukup mengapresiasi langkah Bapak Kapolri Listyo Sigit yang telah mereformasi institusi Polri. Jejak prestasi beliau luar biasa, dan itu menjadi panduan anggota Polri di berbagai daerah,” ujar Soni.

Apresiasi untuk Kapolresta Banyuwangi, tidak hanya pada level pusat, Soni juga mengapresiasi kinerja Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K M.Si., M.H. Ia menilai Kapolresta Banyuwangi telah menunjukkan respons cepat atas laporan masyarakat, khususnya terkait kasus penipuan emas yang ia alami.

“Tidak kurang dari seminggu, pelaku utama sudah berhasil ditangkap. Ini kinerja yang sangat saya apresiasi,” kata Soni.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi perhatian pimpinan Polri dan menjadi contoh positif bagi jajaran kepolisian di daerah lain.

Peran Waka Polres Jember dan Proses Gelar Perkara. Selain Banyuwangi, proses klarifikasi juga dilakukan di Polres Jember. Soni menjelaskan bahwa Waka Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, S.Psi., S.I.K. — yang juga ia apresiasi — membantu memfasilitasi gelar perkara untuk memperjelas duduk perkara, terutama terkait dugaan keterlibatan seorang oknum anggota TNI.

Gelar perkara dilakukan di ruang KBO Reskrim Polres Jember bersama Kanit Bidum, serta menghadirkan Soni sebagai korban. Menurutnya, gelar tersebut bertujuan untuk membuka fakta secara terang benderang.

Dalam keterangan Soni, oknum TNI yang sebelumnya disebut-sebut terlibat, ternyata mengaku bahwa dirinya juga merasa menjadi korban dari pelaku utama, Bahrowi. Oknum tersebut disebut awalnya dikenalkan pada usaha pertambangan emas oleh Bahrowi, hingga mempercayai bahwa usaha tersebut benar-benar menghasilkan logam mulia asli.

Soni mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan yang disampaikan dalam gelar perkara, oknum tersebut mengaku menerima aliran dana sekitar Rp250 juta yang menurutnya merupakan bagian dari “profit usaha” dari tambang yang ditunjukkan oleh Bahrowi.

“Cerita yang disampaikan sangat konsisten, baik saat gelar perkara di Polres Jember maupun di Denpom Jember. Pelaku utama, Bahrawi, juga menguatkan keterangan tersebut ketika kami dipertemukan,” jelasnya.

Soni menambahkan bahwa Oknum TNI tersebut telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan siap mengembalikan dana yang sempat diterimanya dari aliran dana kasus tersebut

Menurut Soni, proses klarifikasi ini dilakukan tanpa intervensi pihak mana pun, dan seluruh rangkaian gelar perkara—mulai dari Polres Jember, Denpom Jember, hingga pertemuan di Polresta Banyuwangi—berjalan terbuka dan profesional.

Ia kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang memfasilitasi, terutama Kapolresta Banyuwangi yang disebut sangat kooperatif saat pihaknya meminta klarifikasi lanjutan.

“Terima kasih sekali kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi yang sangat responsif. Semua proses ini membuat kondisi semakin jelas dan terang benderang,” ujarnya menutup pernyataan.

TNI AD Operasionalkan Dapur Lapangan di Aceh dan Sumbar untuk Bantu Korban Banjir dan Longsor

Aceh-Sumbar || jejakindonesi.id - TNI Angkatan Darat terus mengerahkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah. Kodam Iskandar Muda dan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol bergerak cepat mendirikan dapur lapangan, mendistribusikan logistik, serta membantu evakuasi warga sebagai bagian dari respons tanggap darurat.

Di Provinsi Aceh, pasca penetapan status Darurat Bencana Alam, Denbekang IM/2.B di bawah Korem 011/Lilawangsa mengoperasionalkan dapur lapangan di Lhokseumawe untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Meski banjir mulai surut, prajurit Kodam IM tetap siaga melaksanakan evakuasi dan mendistribusikan makanan siap saji kepada masyarakat, terutama kelompok rentan.

Pangdam IM, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mengapresiasi dedikasi prajurit yang bekerja sehari penuh di lapangan. “Prajurit bergerak cepat dan ikhlas membantu masyarakat. TNI AD akan terus hadir hingga seluruh wilayah kembali aman,” tegasnya.

Sementara itu, di Sumatera Barat, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga mengoperasionalkan tiga dapur lapangan untuk membantu warga Kota Padang yang terdampak banjir dan longsor. Dapur lapangan tersebut berada di Lumin Park yang memproduksi 299 bungkus makanan, di Gurun Laweh sebanyak 970 bungkus, dan di Universitas Negeri Padang (UNP) sebanyak 1.000 bungkus setiap harinya.

Pangdam XX/TIB, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., menegaskan komitmen jajarannya dalam memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. “Kodam XX/TIB terus bergerak memberikan bantuan nyata. Dapur lapangan ini kami operasionalkan untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak,” ujarnya.

Selain pengoperasian dapur lapangan, prajurit TNI AD juga membantu evakuasi warga terisolasi, pengaturan lalu lintas di titik rawan, serta pendistribusian logistik ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Koordinasi dilakukan secara intensif bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, Polri, dan para relawan untuk mempercepat pemulihan situasi.

TNI AD memastikan bahwa seluruh satuan jajaran di berbagai wilayah tetap siaga dan siap menambah dapur lapangan maupun personel apabila kondisi di lapangan membutuhkan penguatan. Fokus utama adalah menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga serta memastikan proses penanganan darurat berjalan lancar dan aman.

“TNI AD akan terus hadir untuk rakyat. Upaya kemanusiaan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga situasi di seluruh wilayah kembali stabil,” demikian penegasan TNI AD.

*(Dispenad)*

error: Content is protected !!