Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Redaksi

Kasat Lantas Banyuwangi Klarifikasi Tuduhan Pungli: Pelayanan Samsat Sesuai SOP Nasiona

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Menyusul beredarnya pemberitaan yang menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) serta dugaan pembiaran percaloan di lingkungan Samsat dan Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi, pihak kepolisian dan jajaran terkait memberikan tanggapan tegas untuk meluruskan informasi tersebut. Senin (01/12/2025)

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol Elang Prasetyo, S.I.K., M.H. melalui Kasubnit 2 regident Ipda enita dwi rahayu. menegaskan bahwa seluruh prosedur pelayanan publik di Samsat telah berjalan sesuai standar operasional (SOP) yang diterapkan secara nasional. Mereka menilai tuduhan adanya praktik pungli dan permainan “orang dalam” tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Ipda. Enita ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa berita yang beredar tidak benar dan cenderung menyesatkan. Ia menekankan bahwa setiap pelayanan pajak kendaraan—termasuk pengurusan perpanjangan lima tahunan—wajib mengikuti aturan administrasi yang telah diatur oleh pemerintah.
“Setiap pemohon wajib membawa dokumen asli untuk diverifikasi, termasuk KTP. Aturan ini bukan dibuat sepihak oleh Samsat, tetapi merupakan ketentuan nasional. Jika berkas tidak lengkap, tentu permohonan tidak dapat kami proses,” tegasnya.
Pihak Samsat juga menjelaskan bahwa langkah verifikasi identitas tidak bisa diwakilkan untuk menghindari potensi penyalahgunaan dokumen atau identitas kendaraan. Penolakan berkas bukan bentuk pemerasan, melainkan bagian dari prosedur legal agar data administrasi tetap valid.

Kasat lantas maupun kepala adminiatratur pelayanan samsat tetap melakukan arahan dan pedampingan secara langsung agar tidak adanya praktik pungli baik oleh anggota ataupun pihak pihak yang mencoba memanfaatkan situasi.

“Kami tidak pernah mentolerir adanya calo. Jika ada oknum yang mengaku bisa mengurus cepat dengan biaya tertentu, itu di luar tanggung jawab kami. Kami menghimbau masyarakat agar mengurus langsung tanpa perantara,” ujar Ipda Enita.
Pihak kepolisian juga meminta agar masyarakat melapor secara resmi apabila menemukan praktik tidak terpuji, sehingga proses pemeriksaan dapat dilakukan berdasarkan data dan bukti yang sah. Mereka mengingatkan bahwa penyebaran informasi berindikasi fitnah dapat menurunkan kepercayaan publik dan merugikan banyak pihak.
Hingga kini, Polresta Banyuwangi menyatakan siap membuka ruang klarifikasi dan memastikan komitmen mereka dalam memberikan layanan yang transparan, bebas pungli, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (***)

Meriahkan Hari Guru 2025, KGPS Luncurkan Buku Antologi Puisi Ke-13

JOMBANG || jejakindonesia.id - Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS) sekali lagi meluncurkan buku antologi puisi mereka yang baru. Bertajuk “Mengajar Dengan Cinta, Menulis Dengan Hati”, buku ini merupakan penerbitan yang ke-13, ditulis oleh 17 anggota KGPS dan 11 penulis tamu. Acara launching buku tersebut digelar sederhana di hall agrowisata & pendidikan, De Durian Park, Wonosalam Jombang, Minggu siang (30/11).

Selain dihadiri sekitar 20 orang anggota KGPS, juga dihadiri CEO De Durian Park yang juga Pemerhati Pendidikan dan Jurnalis Senior, Yusron Aminoellah MM, Rektor UPN (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT serta Ketua Perwakilan YPLP PGRI Jatim, Dr Dwi Retnani Sri Narwati, M.Si.

Adapun ke-17 penulis KGPS pada buku atologi puisi “Mengajar Dengan Cinta, Menulis Dengan Hati” tersebut : Arifah Ulum Permatasari, Chusnul Chotimah, Endang Kusniati, Etik Wahyuni Musih, Indrawati, Kasma Budi Rahayu, Kris Mariyono, Laili Maslikah, Nikmatus Sholicha, Nurul Ainia, Suhartatik, Sutiyah, Titin Kusminarsih, Tri Lukiningtyas, Tutut Kusmiati, Wuri Yani dan Yashinta Anggraini.

Sedangkan para penulis tamu diantaranya, Denting Kemuning (Penyair wanita), Dimas Parwati (Guru SDN), Dwi Amilia Baroro (Kepala SDN ), Endang Mastuti Rahayu (IWA UNIPA ), Imung Mulyanto (Praktisi Media), Jasmine Marcia (Siswa SMPN Prambon2 ), Jovita Ismudiyahsari, Sari Rahmayani (Guru SMAN I.Kauman Ponorogo), Wahyu Bsnjarsasri (Iwa Unipa), Wiwin Widyantari (IWA Unipa) dan Yayuk Sulistiyawati.

Dalam sambutannya, Ketua KGPS, Endang Kusniati S.Pd mengatakan, pendidik dituntut memiliki rasa cinta khususnya kepada peserta didik, dan diwujudkan dalam karya sastra-puisi. Sedangkan Yusron Aminoellah menyatakan sangat respek kepada para guru yang tergabung dalam KGPS. Ditengah kesibukan mereka yang sangat padat, masih mampu meluangkan waktunya untuk menulis karya sastra puisi dan menerbitkannya sebagai buku. Apalagi sampai edisi ke tiga belas.

Hal senada juga dikatakan Prof Dr Akhmad Fauzi yang memberikan apresiasi sangat tinggi kepada para penulis KGPS. “Menulis puisi memerlukan proses waktu dan totalitas perenungan. Dan kiprah para guru ini layak menjadi panutan generasi muda” ujar Rektor UPN Jawa Timur tersebut.

Dalam acara Bincang Santai bertema “Mengembangkan Kreasi dan Energi Guru”, jurnalis senior yang juga penulis serial sinetron “Aku Cinta Indonesia (ACI)” TVRI, Imung Mulyanto mengatakan, tantangan berat yang dihadapi dunia pendidikan sekarang adalah dunia maya, dengan segala bentuknya, antara lain medsos dan konten-konten negatif yang sangat mudah di akses anak didik. Oleh karena itu tugas para guru ialah memberikan pengarahan serta membekali peserta didik di era digital ini berlandaskan rasa cinta guna mewujudkan generasi yang memiliki kepekaan hati.

Dalam kesempatan tersebut, Imung Mulyanto, yang juga mantan Pemimpin Redaksi Arek TV Surabaya ini membacakan karya puisinya yang ikut terkumpul dalam buku antologi puisi KGPS ke-13 tersebut. Berikut salah satu potongan karya puisinya yang menarik...

Jangan sekolah anakku !/ kalau hanya ingin pandai/ kalau kepintaran hanya untuk membodohi sesama/ karena banyak orang pintar tapi juga minteri// Jangan sekolah anakku !/ kalau hanya ingin jadi ahli strategi/ karena semua koruptor pandai berstrategi/ ahli merancang siasat agar bisa menggarong uang rakyat// Jangan sekolah anakku / kalau hanya ingin lancar berpidato/ karena para politisi dan birokrat sangat ulung berkata-kata/ sampai lupa mensejahterakan rakyat (Redho)

Komunikasi dan Kerjasama Satgas Yonif 521/DY Mempererat Sinergitas Dengan Tenaga Medis Puskesmas Kobakma

Mamberamo Tengah || jejakindonesia.id - Komunikasi dan kerjasama yang solid antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan instansi pemerintah, serta elemen masyarakat sipil lainnya, adalah pondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional, pertahanan negara, dan keamanan dalam negeri, kemitraan strategis ini menciptakan sistem pertahanan dan keamanan yang kokoh dan terkoordinasi.

Satgas Yonif 521/DY Kipur 2 melalui pos Kobakma DPP Serda Andika melaksanakan kegiatan anjangsana ke Puskesmas setempat. Kunjungan ini disambut hangat oleh para tenaga kesehatan yang sedang bertugas di fasilitas layanan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Personel Satgas berbincang dengan para petugas medis mengenai berbagai hal terkait kondisi kesehatan masyarakat, ketersediaan layanan, serta tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan dalam melayani warga di daerah Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan ( 01/12/2025).

Suasana perbincangan berlangsung akrab dan penuh kehangatan, mencerminkan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain berdiskusi, Personel Satgas juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para tenaga kesehatan yang terus bekerja tanpa kenal lelah. Mereka menegaskan bahwa kolaborasi antara Satgas dan Puskesmas sangat penting dalam pelayanan kesehatan warga, terutama dalam situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat di lapangan.

Irwan Syahputra,SKM (38) mewakili Kepala Puskesmas Kobakma menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan serta perhatian yang diberikan Personel Satgas Yonif 521/DY Kipur 2 melalui Pos Kobakma.
“Kami sangat berterima kasih kepada Personel Satgas atas kunjungan dan dukungannya. Kehadiran Satgas tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan semangat dan rasa aman bagi kami tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Irwan.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
Sinergitas Personel TNI secara rutin menjalin komunikasi sosial dengan tenaga medis dan masyarakat setempat untuk menunjukkan komitmen TNI dalam menjalankan tugas operasi selain perang, yaitu membantu pemerintah daerah, membangun kepercayaan, mempererat hubungan, dan memahami kebutuhan kesehatan di lapangan dan untuk meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat Papua.

Upaya bersama ini untuk mengatasi tantangan akses layanan kesehatan di Papua dan juga sebagai mitra vital dalam pembangunan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang lebih baik untuk menciptakan stabilitas dan kemajuan di Wilayah Penugasan.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Tanamkan Persatuan dan Cinta Tanah Air, Satgas Kewilayah Yonif 410/Alugoro Gelar Pemasangan Bendera Merah Putih Serentak di Distrik Wilayah Penugasan

PAPUA BARAT || jejakindonesia.id - Di tengah keheningan pedalaman Papua, sebuah pesan kuat tentang persatuan dan kebangsaan ditancapkan. personel Satgas Yonif 410/Alugoro menggelar aksi sederhana namun sarat makna, memasang Bendera Merah Putih Serentak di seluruh Distrik di Wilayah Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 410/Alugoro. Senin, 1 Desember 2025.


Pemasangan Bendera Merah Putih di lokasi strategis ini menjadi pengingat visual yang tak terlewatkan, sebuah peneguhan nilai-nilai kebangsaan yang diharapkan meresap ke dalam hati setiap penduduk. Lebih dari itu, langkah ini menjadi simbol kehadiran negara di wilayah yang masih berjuang dengan berbagai keterbatasan, menegaskan bahwa Papua adalah bagian integral dari Indonesia yang tak terpisahkan.

‎Letda Inf Jaya salah satu Danpos Yonif 410/Alugoro menambahkan bahwa Satgas memiliki harapan besar agar pesan-pesan kebangsaan terus hidup dan berakar kuat di tengah masyarakat, terutama di wilayah pedalaman. Kami Yonif 410/Alugoro selalu hadir di tengah masyarakat melalui Program Program Kesehatan dan pendekatan Masyarakat.

‎Sambutan hangat datang dari warga. Bagi mereka, Bendera Merah Putih itu bukan sekadar hiasan, melainkan sebuah dorongan moral untuk senantiasa menjaga ikatan, kerukunan dan kekeluargaan di Indonesia tercinta.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 410 Alugoro

Di Balik Jeruji, Anggota KORPRI Lapas Banyuwangi Siap Kawal Reformasi Birokrasi untuk Kesejahteraan Rakyat

BANYUWANGI || jejakindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 Tahun 2025 dengan menggelar upacara bendera yang khidmat, Senin (1/12). Upacara ini dilaksanakan di Lapangan Blambangan Blok Griya Blambangan Lapas Banyuwangi dan diikuti oleh seluruh pegawai, warga binaan, peserta magang, dan mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Peringatan HUT KORPRI kali ini mengusung tema sentral "Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju". Momen ini digunakan oleh jajaran ASN Lapas Banyuwangi untuk meneguhkan kembali perannya sebagai abdi negara yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati di tengah tugasnya di balik tembok penjara.

Dalam pembacaan sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, ditekankan pentingnya peran ASN sebagai pengawal utama agenda Reformasi Birokrasi. Disebutkan bahwa Reformasi Birokrasi harus dikawal agar dapat menuntaskan penyelesaian masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Reformasi Birokrasi harus dikawal agar mensejahterakan ASN dan Pensiunan ASN, semakin melindungi dan memudahkan karir ASN dan ujungnya adalah membuat rakyat Indonesia berbahagia," ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Banyuwangi, Julandra Wikjatmiko, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Julandra melanjutkan, seluruh ASN Lapas Banyuwangi juga diinstruksikan untuk mengambil sikap KORPRI SIAGA dan melaksanakan Delapan Tekad Kesiapsiagaan. Pesan utama lainnya yang harus ditaati adalah tegakkan netralitas dan integritas , serta menjaga kemandirian organisasi agar terbebas dari campur tangan kepentingan politik.Kedua, tingkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta dorong inovasi dan adaptasi digital untuk mempercepat pelayanan publik. kemudian yang ketiga, kuatkan semangat pengabdian dan pelayanan

“Bekerjalah dengan hati, layani rakyat dengan empati, dan hadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Keterlibatan warga binaan, peserta magang, dan mahasiswa dalam upacara ini menjadi simbol bahwa semangat pengabdian dan reformasi birokrasi yang diusung KORPRI Lapas Banyuwangi memiliki dampak langsung pada proses pembinaan dan pelayanan publik di dalam lapas.

Upacara ditutup dengan penegasan bahwa KORPRI harus terus menjadi kekuatan moral, sosial, dan birokrasi yang meneguhkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berkeadilan , serta setia hingga akhir kepada negara.

error: Content is protected !!