We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Keluarga Tegaskan KH. Abdul Ghoffar dalam Kondisi Membaik, Bantah Isu Hoaks di Media Sosial

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kabar mengenai kondisi kesehatan KH. Abdul Ghoffar yang sempat ramai beredar di media sosial akhirnya diluruskan oleh pihak keluarga. Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Minggu (7/12/2025), keluarga menegaskan bahwa kondisi KH. Abdul Ghoffar saat ini terus mengalami perkembangan positif dan semakin membaik selama menjalani perawatan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, kepedulian, dan doa dari seluruh kerabat, sahabat, serta masyarakat untuk kesembuhan KH. Abd. Ghoffar,” tulis pihak keluarga dalam pernyataan tersebut.

Keluarga juga menegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial terkait kondisi beliau adalah hoaks. Mereka mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta terus mendoakan agar KH. Abdul Ghoffar selalu diberi kesehatan dan umur panjang.

> “KH. Abd. Ghoffar sehat wal afiat. Mohon kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial,” tegas keluarga dalam rilisnya.

 

Selain itu, keluarga juga memohon kerja sama agar masyarakat tidak menyebarluaskan foto-foto KH. Abdul Ghoffar yang mungkin telah tersebar di berbagai platform. Langkah ini diambil demi menjaga privasi serta menghindari kegaduhan di tengah masyarakat.

Di akhir pernyataan, keluarga kembali menyampaikan terima kasih atas doa, perhatian, dan pengertian dari semua pihak.

Polri Kirim Bantuan Logistik Via Udara, untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatera Utara

BANDA ACEH || jejakindonesia.id – Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Baharkam Polri melalui Subdirektorat Patroli Udara hari ini memberangkatkan satu unit helikopter untuk mendukung misi kemanusiaan dan pengiriman logistik bagi korban bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Misi ini merupakan bagian dari upaya cepat tanggap Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Pengiriman logistik via udara sangat krusial untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi akibat kerusakan infrastruktur darat.

Rute penerbangan pengiriman logistik Dari BTJ (Banda Aceh) menuju Takengon dengan memakai Helikopter AW169 dengan nomor registrasi P-3303.

Helikopter P-3303 yang membawa total 358 kg bantuan logistik penting, yang terdiri dari
beras 250 kg, mie instan 60 kg, minyak 48 kg, Take Off pada pukul 10.50 WIB setelah persiapan mesin yang dimulai pukul 10.45 WIB.

Misi penerbangan ini didukung oleh personel gabungan, termasuk crew pesawat terdiri dari AKP Syaban, Iptu Rexy, Aipda Rudi Nurmaludin, dan Aipda Rian Prabowo. Didukung oleh Duty Pilot Ipda Agung Wicak, Briptu Jaladri, dan Briptu Wirya.

Selain crew, juga ada penumpang 1 Anggota Roops Polda Aceh, 1 Anggota Brimob Polda Aceh, dan 1 Anggota Divhumas Mabes Polri.

Diharapkan bantuan logistik ini dapat segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di Takengon dan sekitarnya.

"Polri berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh dalam penanganan bencana. Pengiriman logistik melalui jalur udara ini adalah salah satu cara kami memastikan bantuan sampai ke tangan korban secepat mungkin, terutama di wilayah yang sulit diakses," ujar AKP Syaban. (***)

Jaringan Internet Polri Hadir di 76 Titik Bencana: Menghubungkan Harapan, Mengobati Rindu

JAKARTA || jejakindonesia.id — Di tengah jalan yang tertutup lumpur, jembatan patah, serta desa-desa yang terisolasi total, Polri setiap hari menerobos medan sulit demi satu tujuan: memastikan masyarakat bisa segera memberi kabar kepada keluarganya bahwa mereka selamat. Per 6 Desember 2025, Polri telah menempatkan 76 unit jaringan internet di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Jaringan ini menjadi tumpuan utama warga yang berhari-hari kehilangan sinyal dan akses komunikasi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa percepatan pemasangan jaringan internet adalah bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan Transformasi Polri yang responsif, adaptif, dan berorientasi pelayanan.
“Setiap menit sangat berarti bagi warga di lokasi bencana. Polri memastikan masyarakat bisa kembali terhubung dengan keluarga mereka karena ketenangan itu penting untuk pemulihan. Kami hadir membuka jalur komunikasi yang sempat terputus total,” ujar Brigjen Trunoyudo, Sabtu (6/12/25).

Jaringan yang kembali menyala bukan hanya sekadar sambungan digital, tetapi juga sambungan harapan. Di Masjid Raya Baing Nag Batipuh Selatan, di tenda pengungsian Polres Agam, hingga di Pos Pengungsian SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, suasana haru terjadi berulang kali. Warga menangis sambil memeluk telepon mereka saat video call pertama setelah berhari-hari tanpa kabar.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika seorang ibu pengungsi akhirnya dapat menghubungi anaknya di Medan. Saat personel bertanya, “Telepon dengan siapa Bu?” ia menjawab sambil tersenyum, mata berkaca-kaca:
“Sama anak saya… Alhamdulillah, sudah bisa terhubung lagi.”

Brigjen Trunoyudo menjelaskan bahwa layanan jaringan internet tersebut diberikan 100 persen gratis, tanpa pungutan apa pun. Jaringan ini juga membantu mempercepat arus informasi lapangan kepada pemerintah dan tim penanganan bencana.
“Begitu jaringan internet menyala, warga dapat langsung mengabarkan kondisi mereka. Informasi cepat dan akurat sangat menentukan langkah penanganan darurat. Karena itu, pemasangan kami prioritaskan di titik-titik yang selama ini gelap sinyal,” tegasnya.

Proses pemasangan pun penuh tantangan. Banyak personel harus berjalan kaki menembus longsor, memanggul perangkat secara manual, hingga memasang antena di lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan. Semua dilakukan agar jalur komunikasi kembali hidup, karena setiap pesan yang terkirim adalah kekuatan bagi para pengungsi untuk bertahan.

Lokasi Pemasangan Jaringan Internet Polri per 6 Desember 2025

ACEH — 36 Unit
• Polres Aceh Tamiang — 5 titik
• Polres Aceh Timur — 2 titik
• Polres Langsa — 2 titik
• Polres Aceh Tengah — 2 titik
• Polres Bener Meriah — 1 titik
• Ditlantas Polda Aceh — 1 titik

SUMATERA UTARA — 32 Unit
• Polres Taput — 2 titik (Polres Taput, Polsek Adiankoting)
• Polres Tapsel — 2 titik (Polsek Sipirok, Polsek Batang Toru)
• Polres Sibolga — 3 titik (Polres Sibolga, Polsek Sambas, Polsek Selatan)
• Polres Tapteng — 8 titik (Pinang Sori, Kolang, Manduaman, Sorkam, Barus, Sibabangun, Pandan, Polres Tapteng)
• Polres Langkat — 4 titik (Polres Langkat, Brandan, Pangkalan Susu, Besitang)

SUMATERA BARAT — 8 Unit (seluruhnya aktif)
• Polda Sumbar — 1 titik
• Polres Agam — 2 titik
• Polres Padang Panjang — 3 titik
• Polres Solok Kota — 2 titiik

Menutup keterangannya, Brigjen Trunoyudo menyampaikan kembali komitmen Polri.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Setiap jaringan internet yang terpasang adalah jembatan harapan. Polri akan terus bekerja sampai seluruh kebutuhan komunikasi dan bantuan benar-benar pulih,” ungkapnya.

Tim Cobra Menang 3-0 di APPM Hebat Cup Banyuwangi, Kapolresta Cetak Smash Penentu

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Turnamen Bola Voli APPM HEBAT CUP Banyuwangi 2025 kembali menghadirkan pertandingan panas dan penuh antusiasme. Berlaga di Lapangan Gelora Kebangsaan, Dusun Bulupayung, Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (6/12/2025) malam, pertandingan utama mempertemukan Tim Cobra, tim binaan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., melawan tim tangguh Bintang Muda dari Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri.

Atmosfer pertandingan semakin menarik karena Kapolresta Banyuwangi turun langsung ke lapangan dengan nomor punggung 12, memperkuat Tim Cobra sejak awal hingga set terakhir.

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal. Set pertama, Tim Cobra tampil percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan. Serangan rapat dan blok solid membuat Kobra unggul jauh dengan skor 25–13.

Pada Set kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Kedua tim saling jual beli serangan, namun Cobra tetap mampu mengunci kemenangan 25–19.

Set ketiga menjadi penentu. Bintang Muda mencoba bangkit dan memberikan tekanan agresif. Namun, di penghujung set, Kapolresta Banyuwangi menutup pertandingan dengan smash keras yang memastikan skor tipis 25–23.

Dengan hasil ini, Tim Cobra menang 3–0 tanpa balas dan dipastikan melaju ke babak 32 besar turnamen.

Sebagai Ketua PBVSI Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra menegaskan bahwa turnamen semacam ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan ruang penting dalam pembinaan atlet voli daerah.

“Turnamen seperti APPM Hebat Cup ini sangat penting bagi Banyuwangi. Selain memperkuat silaturahmi antar warga, kompetisi ini menjadi wadah regenerasi atlet bola voli lokal. Kami ingin anak-anak muda Banyuwangi punya ruang untuk berkembang dan berprestasi,” kata Kapolresta kepada Bratapos.com usai pertandingan.

Ia juga menambahkan, bahwa keikutsertaannya bermain di lapangan merupakan bentuk dukungan nyata bagi para atlet muda.

“Saya turun bermain bukan untuk menang semata, tetapi untuk memberi semangat. Banyuwangi memiliki banyak talenta hebat, dan tugas kita bersama adalah menjaga semangat itu tetap menyala,” ujarnya.

Dengan kemenangan telak malam ini, Tim Cobra resmi masuk putaran 32 besar dan menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam turnamen APPM Hebat Cup Banyuwangi.

Pertandingan diprediksi akan semakin ketat karena memasuki fase di mana tim-tim kuat mulai bertemu. Dukungan masyarakat Banyuwangi pun diharapkan menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk mengharumkan nama daerah. (rag/bp-bwi)

Rela Jalan Menembus Hutan Untuk Cari Bantuan, Ibu Bhayangkari Pandu Helikopter ke Desanya

Tapanuli || jejakindonesia.id – Di tengah kondisi darurat akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah, muncul sosok yang menjadi perhatian publik. Dia adalah Ibu Marlina Wiguna Lumban Tobing, seorang Bhayangkari yang viral di media sosial setelah videonya diunggah akun @unlockIndonesia dan menyentuh hati jutaan warganet.

Bukan tanpa alasan, dalam video tersebut Ibu Marlina digambarkan sebagai sosok yang berada di balik langkah besar pengiriman bantuan logistik melalui udara menggunakan helikopter TNI AU untuk warga Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, yang hingga kini masih terisolir akibat akses darat terputus total.

Dalam situasi sulit itu, Ibu Marlina memilih tidak hanya berduka. Ia justru turun langsung menjadi bagian dari tim penerbangan bantuan pada helikopter TNI AU H-3217. Berbekal pengetahuannya sebagai warga asli desa, ia menjadi penunjuk arah bagi pilot, menunjukkan titik aman pendaratan di tengah wilayah yang dikepung longsor dan medan sulit.

Hingga akhirnya, helikopter berhasil mendarat di sebuah area terbuka yang selama ini menjadi satu-satunya lokasi paling aman untuk distribusi bantuan bagi ribuan warga yang menunggu.

Saat helikopter mendarat dan bantuan mulai diturunkan, suasana haru tidak bisa dibendung. Ibu Marlina bertemu keluarganya, namun hanya dalam hitungan detik. Pelukan singkat itu menjadi momen yang direkam dan viral, menggambarkan penderitaan warga terdampak bencana, sekaligus tekad kuat seorang perempuan yang tetap memprioritaskan keselamatan orang banyak.

Usai memastikan bantuan diterima, ia kembali mengikuti penerbangan kembali menuju Bandara F. Lumban Tobing Sibolga untuk melanjutkan tugas koordinasi logistik berikutnya.

Kisah di balik kemunculannya tak kalah mengharukan. Sebelum tim bantuan tiba, Ibu Marlina berjalan kaki dari desanya menembus jalur hutan menuju Kota Pandan untuk menyampaikan kondisi desanya yang terisolir akibat material banjir bandang dan longsor.

Tangisannya terekam dalam penerbangan, bukan karena ketakutan, tetapi karena ia membawa harapan seluruh warga, termasuk keluarganya yang masih berada di desa.

Saat dikonfirmasi, Ibu Marlina hanya menyampaikan dengan penuh kesederhanaan bahwa dirinya adalah seorang ibu Bhayangkari dari personel Polres Tapanuli Tengah. Ia menyebut bahwa seluruh desa di Kecamatan Sitahuis masih dalam kondisi terisolir dan sangat membutuhkan bantuan logistik serta layanan kesehatan.

Dirinya berharap proses distribusi melalui udara terus berlanjut hingga akses darat dapat pulih.

Postingan viral tersebut mendapat sorotan luas dari publik karena menggambarkan contoh nyata pengabdian seorang Bhayangkari yang berjuang bukan hanya sebagai pendamping suami anggota Polri, tetapi sebagai penyelamat masyarakat dan penggerak kepedulian sosial.

Di tengah operasi besar yang digerakkan TNI–Polri bersama jajaran pemerintah, sosok Ibu Marlina hadir sebagai bagian penting dari keberhasilan misi kemanusiaan tersebut.

Ia bukan pejabat. Ia tidak membawa jabatan besar.

Namun keberaniannya memandu helikopter hingga sampai di lokasi aman menjadikan dirinya pahlawan dalam krisis ini.

Dan kini, kisah perjuangannya bukan hanya terdengar di desanya, namun telah menyentuh jutaan hati masyarakat Indonesia.

error: Content is protected !!