We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Teladan Untuk Aparatur Negara DPD PWMOI Apresiasi Kapolresta Banyuwangi Raih Gelar Doktor

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Di tengah deru tugas menjaga keamanan dan ketertiban, seorang pemimpin polisi di Banyuwangi justru sukses menembus tembok akademik dengan membawa pulang gelar tertinggi. Kamis (18/12/2025) menjadi hari bersejarah bagi Kombespol. Dr. Rama Samtama Putra, Kapolresta Banyuwangi, setelah menyelesaikan studi doktoral di bidang Hukum di Universitas Trisakti Jakarta.

Bukan cuma sorak kegembiraan dari lingkungan Polri, tapi juga ucapan apresiasi yang dari masyarakat dan segenap DPD PWMOI Banyuwangi yang secara resmi menyampaikan. "Ini bukti bahwa senjata kepemimpinan tidak cuma terbuat dari pita baju, tapi juga dari pengetahuan yang mendalam," ujar Moch Supriyanto ketua DPD PWMOI Banyuwangi, yang melihat prestasi ini sebagai cerminan komitmen terhadap penegakan hukum yang berbasis data dan kajian ilmiah bukan cuma kebijakan yang sepihak.

Tak cuma sekadar gelar, tapi prestasi ini juga menjadi panah inspirasi bagi rekan-rekan aparatur penegakan hukum lainnya. DPD PWMOI Banyuwangi berharap "Tugas negara tidak menghalangi seseorang untuk menambah pengembangan diri. Malah, semakin pintar, cerdas, akan semakin baik pelayanan kepada masyarakat." ujar W.Sena Subrata plt Sekretaris DPD PWMOI Banyuwangi. Dengan latar belakang doktoral hukum, Kapolresta diharapkan mampu menciptakan peta baru dalam kebijakan penegakan hukum yang lebih humanis, presisi, dan responsif terhadap dinamika sosial yang terus berubah.

Siapa yang menduga ternyata, sosok yang dikenal aktif mendorong profesionalisme anggota dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat ini, ternyata juga bisa berlari cepat di jalur akademik. Rekam jejak kepemimpinannya di Banyuwangi semakin melengkapi, dengan harapan ilmu yang diperoleh bisa menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Segenap pengurus DPD PWMOI Banyuwangi pun mengirimkan doa terbaik semoga ilmu yang diraih bisa diimplementasikan sepenuhnya, menjadikan Polresta Banyuwangi sebagai contoh institusi yang cerdas,humanis, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

(PWMOI Banyuwangi)

Polri Salurkan 627 Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Bencana, Salah Satunya di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang || jejakindonesia.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyalurkan total 627 unit tandon air bersih sebagai bagian dari upaya penanganan bencana alam di wilayah Sumatera, termasuk bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Bantuan ini menjadi langkah konkret Polri dalam memastikan ketersediaan air bersih pascabencana, sekaligus mendukung pemulihan kehidupan masyarakat.

Di Aceh Tamiang, tandon air dipasang di Gang Sayur, Dusun Subur, Desa Durian, Kecamatan Rantau, untuk menampung air bersih dari sumur bor yang dibangun oleh Brimob. Fasilitas ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar warga yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air bersih akibat banjir.

Komandan Pasukan (Danpas) Brimob I, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., menegaskan bahwa penyediaan tandon air merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana. “Setelah banjir, kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama masyarakat. Dengan adanya tandon air ini, kami berharap distribusi air bersih dapat lebih merata dan dimanfaatkan oleh warga dalam jangka panjang,” ujarnya saat meninjau langsung kegiatan di lapangan.

Secara keseluruhan, dari total 627 unit tandon air yang disalurkan Polri di Sumatera, sebanyak 140 unit didistribusikan ke Sumatera Utara, 100 unit ke Sumatera Barat, dan 387 unit ke Provinsi Aceh. Di Aceh, bantuan tersebut disalurkan melalui Polda Aceh dan jajaran Polres, termasuk Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

Pemasangan tandon air di Aceh Tamiang dilakukan secara gotong royong oleh personel Brimob bersama masyarakat setempat. Sinergi ini tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperkuat kehadiran Polri sebagai mitra masyarakat dalam situasi bencana.

Salah seorang warga Desa Durian menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Sejak banjir, kami kesulitan mendapatkan air bersih. Kehadiran tandon air dari Brimob sangat membantu kebutuhan kami sehari-hari,” tuturnya.

Melalui penyaluran ratusan tandon air bersih ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan, demi memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Wujud Empati, Kapolri Beri Bantuan kepada Anggota Polri Korban Bencana di Sumbar

PADANG || jejakindonesia.id — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menunjukkan kepedulian dan empati kepada anggota Polri yang terdampak bencana alam di wilayah Polda Sumatera Barat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan, Kamis (18/12/2025).

Pemberian bantuan dilaksanakan secara simbolis di Polsek Koto Tengah, Jalan Adi Negoro, Lubuk Buaya, Kota Padang, sekitar pukul 13.00 WIB, sebagai bentuk perhatian langsung pimpinan Polri terhadap kondisi personel yang terdampak musibah.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 170 personel Polri terdampak bencana alam di wilayah tersebut. Mereka terdiri dari 61 personel Polda Sumbar, 106 personel Polresta Padang, dan 3 personel Polsek Koto Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menyerahkan 170 paket bantuan kepada personel terdampak. Setiap paket berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan harian, antara lain beras, mie instan, gula, minyak goreng, sarden, susu, biskuit, sosis, pakaian dalam, sarung, handuk, selimut, perlengkapan mandi, serta obat-obatan ringan.

Kapolri menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dan institusi Polri bagi anggotanya yang tengah mengalami musibah. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban personel dan keluarganya, sekaligus menjadi penguat moril di tengah situasi sulit.

“Polri tidak akan pernah meninggalkan anggotanya. Di saat rekan-rekan mengalami musibah, institusi hadir untuk memberikan dukungan dan memastikan anggota tetap mendapat perhatian,” ujar Kapolri.

Menhub Dudy Pimpin Rakor Kesiapan Nataru di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kesiapan menghadapi arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk terus dimatangkan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin langsung rakor kesiapan tersebut fi Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Selasa malam (16/12/2025).

Rakor dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo, KSOP, operator penyeberangan, BPTD, pengusaha kapal, dan mitra terkait.

Menhub Dudy menyampaikan pergerakan masyarakat pada periode Nataru diprediksi akan meningkat signifikan sehingga diperlukan upaya agar layanan penyeberangan selama masa libur bataru berjalan aman dan nyaman.

“Melalui rapat koordinasi kesiapan Nataru di Pelabuhan Ketapang ini, kita sepakati langkah-langkah strategis terkait kualitas layanan, serta menjaga standar keselamatan dan keamanan dalam setiap aspek operasional,” ujarnya.

Menhub juga mengingatkan seluruh pihak untuk belajar dari insiden kecelakaan kapal yang menimpa KM Tunu Pratama Jaya dan KM Barcelona beberapa bulan lalu. Tragedi tersebut menjadi pengingat agar pengawasan keselamatan dijalankan tanpa toleransi.

Ditambahkannya, setiap aspek, mulai kelaikan kapal, kesiapan awak, hingga mitigasi potensi cuaca ekstrem diminta dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Lebih-lebih di periode Desember-Januari merupakan puncak musim penghujan.

“Saya mengingatkan agar seluruh pihak senantiasa siaga dalam mengantisipasi berbagai potensi resiko dengan perhatian khusus pada empat aspek utama. Yakni keselamatan dan keamanan pelayaran, kesiapan infrastruktur, keandalan operasional, serta mitigasi terhadap cuaca ekstrim dan kondisi darurat lainnya,” tegas Menhub.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, Pemkab siap mendukung kelancaran arus Nataru baik dari Pulau Jawa menuju Bali dan NTB dan sebaliknya.

“Sebagai daerah penyangga penyeberangan, kami telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda Banyuwangi dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran arus Nataru,” kata Ipuk.

Ipuk memaparkan Pemkab Banyuwangi menyiapkan buffer zone di Terminal Sritanjung dan kawasan Grand Watu Dodol untuk mengurai kepadatan, termasuk lokasi parkir truk logistik agar tidak menumpuk di jalur pantura.

“Kami juga akan menyiapkan posko layanan, fasilitas kesehatan, IGD, ambulans, serta bersinergi dengan Polresta, TNI, dan OPD terkait,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab memperkuat pengamanan perlintasan sebidang kereta api, memasang rambu dan marka tambahan, melakukan edukasi masyarakat, serta berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, SAR, dan Pertamina terkait cuaca ekstrem dan ketersediaan BBM.

“Tentunya kami ingin memastikan masa libur Nataru bisa dinikmati dengan aman, nyaman untuk semua masyarakat,” tambah Ipuk.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyebut puncak arus diprediksi terjadi pada 21-23 Desember pada periode mejelang Natal dan 28-29 Desember pada periode menjelang Tahun Baru. ASDP telah menyusun skenario pola operasi kapal dengan penyesuaian jumlah armada sesuai tingkat kepadatan penumpang.

“Pada kondisi normal kami operasikan 28 kapal, saat padat 30 kapal, dan saat sangat padat hingga 32 kapal, serta penempatan buffer zone di Ketapang dan Gilimanuk,” ujarnya.

Sementara Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho memastikan skenario pengamanan telah disiapkan secara optimal di seluruh jalur transportasi.

“Kami memastikan pengamanan Nataru berjalan optimal mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, baik di jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, tempat ibadah, maupun kawasan wisata. Malam ini kami juga menyeberang ke Gilimanuk untuk meninjau langsung jalur darat menuju Bali,” tegasnya.

Rakor tersebut juga dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Danantara, Ditlantas Polda Jatim, Dishub Provensi Jatim, ASDP Ketapang, Kapolresta Banyuwangi, Danlanal Banyuwangi, Kapolres Jembrana, Dishub Jembrana, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), dan stakeholder terkait lainnya. (*)

Tasyakuran Harjaba ke-254, Bupati Ipuk Sarapan Nasi Bungkus Bareng Tukang Becak, Pesapon, hingga Ojol

ANYUWANGI || jejakindonesia.id - Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 berlangsung dengan suasana sederhana. Usai memimpin upacara peringatan Harjaba, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tasyakuran dan sarapan nasi bungkus bareng berbagai elemen masyarakat, di halaman Pemkab Banyuwangi, Kamis (18/12/2025).

Ipuk sarapan bareng tukang becak, pengemudi ojek online, petugas kebersihan, juru parkir, hingga perwakilan masyarakat lainnya. Tasyakuran tersebut turut diikuti puluhan siswa, mahasiswa, pekerja seni, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat Banyuwangi.

Ipuk bersama jajaran Forkopimda berbaur bersama mereka, sambil menyantap menu nasi bungkus, sesuai dengan tema Harjaba tahun ini Tandang Bareng.

“Ini tasyakuran, kami makan nasi bungkus bersama. Di usia Banyuwangi yang bertambah, kami terus bersyukur, sekaligus menggalang kebersamaan,” kata Ipuk.

“Semua makan nasi bungkus. Semua tandang bareng (kolaborasi). Semua punya kontribusi dengan caranya masing-masing untuk memajukan Kabupaten Banyuwangi,” tambah Ipuk.

Ipuk berterima kasih kepada warga yang hadir dan ikut sarapan nasi bungkus bersama. Kepada para petugas kebersihan, ia mengapresiasi peran mereka dalam menjaga Banyuwangi tetap bersih dan indah.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para tukang becak dan pengemudi ojek online yang telah membantu mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, sehingga setiap orang dapat berperan dalam kemajuan daerah.

“Kepada para juru parkir, kami juga menyampaikan terima kasih telah turut mengatur ketertiban jalan, sehingga Banyuwangi bisa lebih tertata,” ujarnya.

Menurut Ipuk, kebersamaan warga merupakan hal penting dalam membangun daerah. Masyarakat Banyuwangi yang terdiri dari beragam etnis dan latar belakang diharapkan terus rukun dan bahu-membahu mewujudkan kabupaten yang unggul dan maju.

Solihin, salah satu pengemudi ojek yang mengikuti tasyakuran, berharap Hari Jadi Banyuwangi ke-254 membawa keberkahan bagi semua. Dia berharap seluruh elemen masyarakat semakin sejahtera ke depannya.

“Harapannya ekonomi warga bisa meningkat dan Banyuwangi semakin maju,” ujarnya. (*)