We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Kebal Hukum! Skandal TPPO Di BP3MI Sulut Diduga Dilindungi KP2MI Audit Disumbat, Kasus Dimatikan Penyidik Diduga Ikut Merintangi

MANADO || jejakindonesia.id — Skandal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyeret lingkungan BP3MI Sulawesi Utara (Manado) kini mengarah pada dugaan kejahatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang melibatkan oknum pejabat Kementerian P2MI/KP2MI, serta indikasi kuat perintangan penegakan hukum (obstruction of justice) oleh aparat kepolisian.

Korban TPPO, Clief Lumi, SH, mengungkapkan bahwa sejak laporan resmi diajukan, upaya pembongkaran kasus ini secara sengaja dipatahkan dari dalam, mulai dari penghilangan jejak korban, pengaburan alat bukti, hingga penguncian hasil Audit Investigasi Inspektorat yang secara internal disebut telah menemukan pola kejahatan sejak 5–8 tahun silam.

“Audit sudah menemukan fakta kejahatan yang masif. Tapi hasilnya disembunyikan. Ini bukan lagi pembiaran, ini dugaan perlindungan kejahatan kemanusiaan,” tegas Clief Lumi, Jumat (19/12/2025).

Wamen P2MI Disorot: Diduga Promosikan Terduga Pelaku

Publik dikejutkan dengan dugaan keterlibatan Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, yang sempat dipergoki korban berada dalam satu forum kampus di Manado bersama Hendra Makalalag Cs, pihak yang disebut korban sebagai terduga pelaku TPPO.

Meski Aryani berdalih kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja, korban menilai alasan itu semakin memperberat kejanggalan.

“Jika itu kunjungan kerja resmi, maka Aryani hadir sebagai representasi negara. Seharusnya menerima laporan korban TPPO di BP3MI, bukan malah mempromosikan orang yang kami laporkan. Ini pengkhianatan terhadap mandat perlindungan PMI,” ujar korban.

Korban menyebut sikap tersebut mencerminkan arogansi kekuasaan dan menjadi gambaran mengapa jaringan TPPO di BP3MI Manado bebas beroperasi bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum.

Korban mengungkap bahwa salah satu terduga pelaku merupakan eks Kepala BP3MI Manado yang memiliki hubungan keluarga dekat dengan eks Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, yang disebut berperan sebagai pengendali dari balik layar.

Lebih jauh, sejumlah pejabat struktural warisan disebut menjadi tameng institusional, di antaranya:

Dirjen Inspektorat KP2MI Komjen Pol. I Ketut Suardana

Dirjen Penindakan KP2MI Rinaldy

Sementara sejumlah pegawai dan PPPK KP2MI yang masih aktif di BP3MI Manado, seperti Maxmilian Lolong, Rocky Mumek, dan Jordy Subekti, disebut korban sebagai penggerak perekrutan sekaligus perintang kasus yang hingga kini tidak tersentuh sanksi.

Di sisi lain, korban menilai penanganan di Polda Sulut sarat kejanggalan. Laporan TPPO disebut mengendap hampir dua tahun tanpa penetapan satu pun tersangka, meski bukti dianggap sangat terang.

Korban menuding adanya saling lempar tanggung jawab antara KP2MI dan penyidik, serta dugaan pengaburan perkara oleh penyidik Renakta Subdit IV, yakni AKBP Paulus Palamba, S.E. dan AIPTU Rinto Kawung.

“Kasus ini tidak dikembangkan, tidak naik status, dan seolah sengaja dikubur. Ini indikasi kuat obstruction of justice,” tegas korban.

Desakan Publik: Kapolda Diminta Ambil Alih.
Atas kondisi tersebut, publik mendesak:

1. KP2MI segera membuka hasil Audit Investigasi Inspektorat ke publik

2. Seluruh oknum yang terlibat diproses administratif dan pidana

3. Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Langi, S.I.K., M.H. mengambil alih langsung perkara

4. Kabid Propam Polda Sulut Kombes Pol. Reindolf Unmehopa memeriksa oknum penyidik yang diduga merintangi kasus

TPPO merupakan kejahatan kemanusiaan transnasional dan dikategorikan sebagai extraordinary crime. Negara wajib memberikan perlindungan ekstra kepada korban, bukan justru membiarkan mereka dipermainkan oleh kekuasaan.

Hingga berita ini diterbitkan, KP2MI dan Polda Sulut belum memberikan klarifikasi atau hak jawab, meski telah diupayakan konfirmasi secara resmi.

(Tim Investigasi)

Polres Jember Berbagi Kasih ke Panti Asuhan Sambut Perayaan Natal

JEMBER || jejakindonesia.id – Dalam rangka menyambut perayaan Natal, Polres Jember Polda Jatim menggelar kegiatan sosial dengan berbagi kasih ke Panti Asuhan Kanaan di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember,Jum'at, (19/12/2025)

Kehadiran jajaran Polres Jember Polda Jatim ini disambut hangat oleh Pendeta Daniel dan anak-anak panti asuhan.

Selain menyerahkan bantuan berupa paket sembako, anggota Polres Jember Polda Jatim juga mengajak anak-anak panti asuhan bermain bersama, memberikan hiburan, serta membagikan hadiah-hadiah kecil yang menambah keceriaan suasana.

Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra yang diwakili Kasubag Dal Ops AKP Setyono Budhi, Kasubag Dal Ops yang memimpin langsung kegiatan tersebut, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada sesama.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menumbuhkan semangat kebersamaan menjelang Natal. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan membawa sukacita,” ungkap AKP Budhi.

Ia juga mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Jember Polda Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat.

"Polres Jember hadir di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga untuk peduli sesama melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, " pungkasnya. (*)

Sambut Libur Nataru Polresta Sidoarjo Pastikan Keamanan Stasiun Kereta Api

SIDOARJO || jejakindonesia.id - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Polresta Sidoarjo Polda Jatim meningkatkan pengamanan dengan melakukan pengecekan dan pemantauan di Stasiun Kereta Api, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan instansi terkait sebagai wujud sinergitas Polresta Sidoarjo Polda Jatim dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, khususnya di objek vital transportasi publik.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing melalui Kasi Humas, Iptu Tri Novi Handono.

"Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa kereta api," kata Tri Novi Handono, Jumat (19/12).

Hal itu lanjut Tri Novi Handono, mengingat libur panjang Nataru dan libur sekolah kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, baik untuk berlibur maupun pulang ke kampung halaman.

"Ini berpotensi meningkatkan aktivitas dan kepadatan penumpang di stasiun," terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para penumpang agar tetap waspada, tidak lengah, serta tidak meninggalkan barang bawaan tanpa pengawasan.

Masyarakat juga diminta menyimpan barang berharga di tempat yang aman dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan bekerja sama dengan petugas demi terciptanya keamanan bersama,” tambah Iptu Tri Novi Handono.

Ia menegaskan, langkah ini merupakan upaya preventif guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun tindak kriminalitas di lingkungan stasiun, terutama di tengah meningkatnya mobilitas penumpang selama libur Nataru.

Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama Kodim 0816 Sidoarjo berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan pengawasan di lokasi-lokasi strategis terlebih obyek vital.

"Kami tetap komitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar," pungkasnya. (*)

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Penjual Motor Hasil Begal Gangster di Bulak Surabaya

TANJUNGPERAK || jejakindonesia.id - Kasus begal yang dilakukan sekelompok remaja yang diketahui gangster di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya, terus diselidiki Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim.

Satu lagi tersangka diamankan yaitu FFM Alias AD, 20, warga Surabaya, ditangkap Unit Jatanras bekerja sama dengan Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjungperak.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto mengatakan tersangka FFM alias AD adalah pelaku yang menjual sepeda motor curian ke seseorang yang saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Tersangka AD ini yang menjual sepeda motor curian milik korban dan menyimpan senjata tajam (sajam) milik kelompoknya," kata Iptu Suroto.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak mengatakan Polisi menangkap tersangka yang saat itu berada di rumah.

Iptu Suroto menerangkan, saat kejadian tersangka AD ikut menyerang kelompok pemuda di lokasi tersebut dan membawa motor curian lalu menjualnya ke seseorang.

"Kemudian uang hasil penjualan motor rampasan tersebut dibagi dengan kelompoknya," kata Iptu Suroto.

Saat diinterogasi, tersangka AD mengakui jika ia juga menyimpan sajam milik kelompok gangster ini.

Polisi menyita sembilan celurit dan dua busur panah dari basecamp mereka.

"Sajam tersebut disimpan di basecamp wilayah Sidotopo. Kami amankan semua sebagai barang bukti," pungkasnya. (*)

Binter Secercah Cahaya di Ujung Timur, Satgas Yonif 521/DY Menyambut Semangat Natal di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Distrik Bolakme

Jayawijaya || jejakindonesia.id - Di tengah heningnya persiapan menyambut Hari Raya Natal, suasana penuh kehangatan dan gotong royong terukir indah di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Distrik Bolakme, Jayawijaya, Papua Pegunungan (19/12/2025).

Dalam sebuah inisiatif yang menyentuh hati, Satgas Yonif 521/DY melalui Pos Bolakme turun langsung ke lapangan, bahu-membahu bersama jemaat lokal untuk memperbaiki papan nama Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) yang telah usang.

Natal adalah momen sakral yang dinanti umat Kristiani, sarat akan makna kelahiran Sang Juru Selamat dan pembawa damai. Memahami arti penting suasana kekhidmatan ini, Satgas Yonif 521/DY hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Papan nama gereja, yang mungkin terlihat sepele, sesungguhnya adalah penanda identitas, arah, dan simbol eksistensi rumah ibadah tersebut. Perbaikannya menjadi penanda kesiapan spiritual dalam menyambut perayaan besar ini.

"Melihat senyum tulus dari Bapak Pendeta dan jemaat saat kami menyelesaikan perbaikan papan nama ini adalah bayaran terbesar bagi kami," ujar Letda Inf Reza Yudha Prasetya, S.Tr.Han, Komandan Pos Bolakme.

Kegiatan ini tidak hanya memperindah tampilan fisik gereja, tetapi juga mempererat tenunan kebhinekaan di daerah tersebut. Suasana haru dan apresiasi mendalam disampaikan oleh pihak gereja dan tokoh masyarakat setempat.

"Kami sangat terharu dan berterima kasih atas bantuan Bapak-bapak TNI. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga kami di sini," ucap Bapak Nas Tabuni, Gembala Gereja GKII.

"Papan nama yang baru ini seolah menjadi simbol semangat baru bagi jemaat kami untuk menyambut Natal dengan penuh suka cita," tambah Bapak Gembala.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P, "Binter secercah cahaya di ujung timur TNI di Papua" Program Pembinaan Teritorial (Binter) Satgas Yonif 521/DY sebagai sumber harapan dan kemajuan bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia, di tengah tantangan geografis dan keamanan."

Secara keseluruhan, kegiatan Binter TNI ini bertujuan untuk menciptakan suasana Natal yang damai, penuh kasih dan mempererat toleransi serta kebersamaan antara aparat keamanan dan warga Papua di wilayah penugasan.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*