Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Minimalisir Debu Pasca Banjir, Polri Lakukan Pembersihan dan Penyiraman Jalan Protokol Aceh Tamiang

TAMIANG || jejakindonesia.id - Hampir sebulan pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, dampak yang ditinggalkan masih dirasakan masyarakat. Selain kerusakan dan lumpur sisa banjir, debu dari lumpur kering yang menumpuk di sejumlah ruas jalan protokol kini menjadi keluhan warga karena mengganggu aktivitas dan kesehatan.

Menyikapi kondisi tersebut, Polri melaksanakan pembersihan serta penyiraman jalan protokol di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (25/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir debu yang beterbangan akibat lalu lintas kendaraan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas sehari-hari.

Pasimin Yon Batalyon B Pelopor Korbrimob Polri, Ipda Suyanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat pascabanjir.

“Penyiraman dan pembersihan jalan ini kami lakukan untuk meminimalisir sekaligus menghilangkan debu sisa lumpur banjir. Harapannya, masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” ujar Ipda Suyanto.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari laporan petugas kesehatan Polri yang siaga maupun yang berkeliling menyapa warga di wilayah terdampak banjir.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ditemukan cukup banyak warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan, khususnya penyakit yang berkaitan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menindaklanjuti temuan tersebut, tim dokter Polri telah memberikan pengobatan sesuai keluhan yang dialami warga.

“Dokter Polri sudah memberikan obat-obatan seperti obat batuk, pilek, hingga penurun demam kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ipda dr. Meyrina Dwi Yanti, anggota Bidokkes Polda Jawa Barat yang melaksanakan BKO di Polda Aceh, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang masih berdebu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta rutin mengonsumsi vitamin guna menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh,” imbaunya.

Polri berharap, melalui upaya pembersihan jalan dan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, dampak pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang dapat segera teratasi dan kondisi masyarakat berangsur pulih.

Permudah Akses Kesehatan Pascabanjir, Polri Laksanakan Patroli Medis di Aceh Tamiang

TAMIANG || jejakindonesia.id - Polri terus hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Kamis (25/12/2025), Ipda dr. Meyrina Dwi Yanti, personel Bidokkes Polda Jawa Barat yang melaksanakan BKO di Polda Aceh, melaksanakan kegiatan Patroli Kesehatan Polri di wilayah Aceh Tamiang.

Patroli kesehatan ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis namun mengalami keterbatasan akses menuju posko kesehatan akibat dampak banjir. Salah satu kendala utama yang dihadapi warga adalah kendaraan bermotor yang terendam banjir sehingga tidak dapat digunakan dan menghambat mobilitas masyarakat.

Pada kegiatan patroli kesehatan kali ini, tim medis Polri menyasar Desa Tengku Tinggi, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan sistem jemput bola untuk melayani langsung keluhan kesehatan masyarakat.

“Patroli kesehatan ini kami laksanakan untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan datang ke posko kesehatan akibat keterbatasan transportasi pascabanjir. Kami mendatangi langsung warga untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan,” ujar Ipda dr. Meyrina Dwi Yanti.

Dalam kegiatan tersebut, tim medis Polri memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada warga serta personel Polri yang mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 78 pasien mendapatkan layanan kesehatan, terdiri dari 10 orang anggota Polri dan 68 orang masyarakat.

Ipda dr. Meyrina menjelaskan bahwa jenis penyakit yang paling banyak ditemukan pada patroli kesehatan kali ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta beberapa kasus luka ringan, yang umumnya disebabkan oleh kondisi lingkungan pascabanjir.

Melalui kegiatan Patroli Kesehatan Polri ini, diharapkan keluhan kesehatan masyarakat dapat segera tertangani dan kondisi kesehatan warga Aceh Tamiang tetap terjaga. Polri berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.

Mulai dari Kebakaran Hutan dan Lahan Hingga Bencana Banjir Bandang Mengapa Rakyat Harus Menanggung Dera dan Derita Katena Ulah Kerakusan Mereka

Jejakindonesia.id || Mencabut konsesi hutan untuk 18 perusahaan dengan total luas 526.144 hektar. Hakekatnhya sama dengan mencabut SIM (Surat Izin Mengemudi) setelah insiden kecelakaan yang dilakukan seorang sopir setelah melabrak sejumlah pengguna jalan lainnya secara ugal-ugalan.

Jadi masalah pencabutan konsesi hutan untuk 18 perusahaan ini, tidak lantas berarti telah mengatasi masalah bencana banjir akibat ulah manusia ini. Sebab dari proses pemberian konsesi yang salah harus segers diusut pelakunya, bukan justru mencari kambing hitam terhadap pihak perusahaan yang memperoleh konsesi hutan yang dilelang secara ugal-ugalan.

Sebab pihak perusahaan hanya memanfaatkan saja fasiltas pemberian konsesi hutan tersebut dengan tebusan yang pasti tidak murah. Lalu siapa saja yang ikut menikmati konsesi hutan itu hingga harus membuat rakyat menanggung dera dan derita yang sangat mingkin telah memupus masa depan anak cucu mereka yang sangat diharap mampu memperbaiki kualitas hidup serta masa depan yang bisa kebih menggembirakan.

Anda bisa bayangkan satu keluarga yang kehilangan hewan ternak dan lahan penghidupan mereka yang menjadi bagian dari tumpuhan harapan hidup telah hilang tersapu banjir hingga tidak jelas bagaimana cara untuk memulihkan kondisi seperti semula yang telah menyita seluruh daya dan upaya mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik dan lebih manusiawi, bukan sekedar untuk mengurangi angka kemiskinan yang terkadang tidak terbilang dalam kalkulasi statistik agar tidak memperkukuh kondisi ekonomi negara yang selalu terkesan buruk.

Satu keluarga lain yang ikut tergulung bencana akibat ulah keserakahan manusia ini, justru kehilangan seorang putra terbaiknya yang sangat diharap dapat menjadi generasi penerus dari sebuah keluarga yang sangat mendambakan perbaikan generasi masa depan yang akan mewarisi negeri ini, agar bisa lebih baik dan lebih beraradab dalam tatanan lokal, regional maupun nasional untuk bercanpur-gaul dalam tata pergaulan tata peradaban dunia.

Artinya, bencana akibat ulah manusia seperti yang terjadi di Indonesia secara beruntun sejak pertengahan tahun 2025 hingga akhir tahun hingga menjelang tahun baru 2026, patut diusut tuntas sejak awal pemberian konsesi hutan yang diobral secara ugal-ugalan hingga harus ditarik kembali dengan mendiskreditkan sejumlah perusahaan yang dikesankan sebagai penanggung dosa utama dari kerusakan lingkunga hingga tidak memiliki daya tahan dari gerusan air yang melabrak semua lahan dan pemukiman rakyat berikut ternak peliharaa mereka yang menjadi pengharapan jaminan kelangsungan dari tata kehidupan mereka berikutnya.

Kini semua itu punah, tiada jelas bagaimana harus menggantikannya. Apalagi untuk anggota keluarga mereka menjadi korban. Meninggal dunia dan hilang tidak jelas juntrungannya. Apalagi bantuan yang he dak diberikan masih menjadi pilemik dengan prosedur yang berbelit -- kusut -- tak kunjung dikakukan kecuali atas inisitif warga masyarakat yang menaruh empaty dan mempunyai penggarapan atas dasar kemanusiaan. Bukan pamrih politik atau sekedar pencitraaan belaka.

Pemerintah harus bertindak obyektif dan adil -- tidak menutupi kesakahan dan kekeluruan pejabat yang terlibat dalam pemberian konsesisi secara ugal-ugalan itu, ternasuk menghindari dari jebakan sikap dan sifat yang saling menyandera untuk menutupi kesalahan dan keieliruan jaki tangan rezim masa lalu yang masih bercokol karena memegang sejumlah ragasia dosa masa lalu yang dijadikan sebagai dasar untuk saling menyandera.

Karena itu, sejunlah nama penguasa atau pemilik perusahaan tampak disembunyikan atau ditutup-tutupi agar tidak saling membongkar kebobrokan yang telah mereka lakukan.

Delapan belas perusahaan yang sudah dikenakan sanksi pencabutan terkait dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun 2025 dan masalah konsesi hutan, diantaranya adalah PT. Subur Agro Makmur di Kalimantan Selatan, PT. Esa Dinamika di Sumatra Selatan, PT. Paramita Mulia Langgeng di Sumatra Selatan, PT. Persada Permai di Sumatra Selatan, PT. Sebtosa Bahagia Bersama di Sumatra Selatan, PT. Wahana Kestari Makmur di Sunatra Selatan, PT. MHP di Sumatra Selata, PT. London Sumatra di Sunatra Selatan, PT. Muara Bibit Lestari di Sumatra Selatan.

Lalu bagaimana masalah lahan perkebunan dan pertambangan yang juga telah menimbulkan berbagai masalah banjir dan penjarahan hutan yang tidak cuma diambil kayunya hingga ke akarnya yang membuat tanah menjadi kehilangan daya serap dan penahan air yang telah menjadi bah seperri yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat oada November hingga Desember 2025 yang telah menimbulkan banyak korban harta benda dan nyawa manusia ?

Akankah perselingkuhan akibat saling sandra antara pejabat yang satu dengan pejabat yang lain itu akan tetap ditutupi agar tidak samoai saling mempernalukan ?

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dicatat oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dari berbagai tempat dan daerah sungguh mengeikan kareba terjadi secara terstruktur, sistematis dan massif pada 1 Juli 2025 di Indonesia terdapat 20.788 titik api dengan jumlah 639 katagori tinggi, level sedang 19.656 hotspot dan level rendah sebanyak 943 hotspot. Hingga saat ini pemerintah tidak berani melakukan evaluasi terhadap 969 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah puluhan tahun beroperasi di wilayah gambut dan hutan seluas 5,6 juta hektar. Eakhi juga mencatat sudah cukup banyak perusahaaan yang telah diputus bersalah oleh pengadilan, namun tidak ada proses eksekusi putusan yang jelas dan tidak juga dicabut izinnya. Menurut Walhi, impunitas dan ketundukan nrgara terhadap pengusaha inilah yang menjadi akar persoalan serius dalam masakah Karhutla di Indonesia.

Betapa pentingnya mitigasi bencana yang terintegrasi antara bencana dan banjir seperti yang baru saja terjadi di Sumatra -- Aceh, Sunatra Utara dan Sumatra Barat -- yang sangat parah dan telah membuat rakyat sangat menderita, adakah krisis ekologi yang saling berkelindan. Selain kelalaian dan ugal-ugalannta pejabat pemerintah memberi konsesi demi fulus dan untuk memoerkaya diri sendiri juga menunjukkan degradasi ekosistem telah mempermarah penderitaan rakyat sekutarnya yang terdampak.

Karhutla di Aceh sepanjang tahun 2024 tercatat 7.257, 35 hektar hingga menjadi peristiwa terburuk sepanjang 5 tahun terakhir. Angka ini menurut Walhi melonjak empat kali lioat dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar 1.936, 86 hektar. Ledakan angka Karhutla ini menempatkan Aceh pada peringkat keempat tertinggi di Sumatra pada tahun 2024 dan peringkat ke-12 di Indonesia. Kondisi ini jelas menunjukkan bahwa Aceh memang berada dalam bayang-bayang krisis ekologis yang serius.

Antara April hingga Juli 2025 di Sumatra Barat tercatat 1.225 titik hotspot yang terpantau melalui Citra satelut (NASA SNPP). Gubernur Sumatra Barat ketika itu sempat menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla selama 60 hari berdasarkan SK. Gubernur Sumbar No. 360-416-2025 meliputi 10 kecamatan dan 22 nagari. 36 titik hotspot di Sumatra Barat ketika itu ditemukan di konsesi perusahaan PT. Citalaras Indonesia, HGU Husdi Gunawan. PT. Sumatra Jaya Agro Lestari. PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi, dan PT. Sukses Jaya Wood. Kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Barat selaku berulang di lokasi yang sama. Biasanya terjadi beriringan dengan aluh fungsi lahan gambut dan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Sedangkan di Riau sejak Januari hingga Juli 2025 ada 1.000 hektar hutan dan lahan yang terbakar. Titik api yang terpantau oleh Walhi berada di dalam areal perusahaan perkebunan kayu dan kelapa sawit PT. Perawang Sukses Perkasa, PT. Citra Buana Inti Fajar, PT. Riau Andalan Pulp & Paper, PT. Sekaras Abadi Utama, PT. Diamond Raya Timber. CV. Bhakti Praja Mulia, PT. Ruas Utama Jaya dan PT. Jatim Jatlya Perkasa.

Temuan Wakhi titik api yang terdapat di konsesi perusahaan PT. RAAP (APRIL & PARTNER), PT. DRT (Barito Grup) adalah perusahaan yang juga terbakar pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan PT. Jatim Jaya Perkasa (Wilmar Grup) yang telah diputus bersalah melakukan perbuatan melawan hukum terkait pengrusakan dan pencemaran lingkungan hidup dan pembakaran hutan dan lahan bersasarkan putusan Mahkamah Agung kembali ditemukan oleh Walhi titik api yang kembali berkobar di area kerjanya. Jadi memang pengusaha sungguh membandel dan aparat penegak hukum pun gemar bermain mata untuk mendapatkan fulus dan fundi-fundi dari pihak pengusaha.

Artinya, rakyat yang terdampak oleh bencana Karhutla maupun banjir bandang sungguh tidak bisa tinggal diam. Bila tidak, maka selamanya rakyat akan menjadi bukan-bulanan pengusaha dan aparat yang terus bermain mata. Mulai dari mengobral konsesesi hingga menutupi keculasan dan kecurangan pengusaha yang selalu mau untung dan enak sendiri.

Saran dari Walhi, seharusnya penegak hukum tak hanya menangkap pelaku-pelaku kecil, tapi juga harus menangkap bandar atau pemilik modal dari perusahaan yang culas itu.

Begitu juga Karhutla di daerah lain, hingga Juli 2025 di Kalimantan Selatan terdapat 120 titik hotspot. Antara Mei - Juli 2025 di Kalimantan Barat terdapat 8.644 titik api, meliouti Sanggau 1816 hotspot hingga Mempawah dan Sambas 1.190 hotspot, Landak 807 hotspot, Ketapang 657 hotspot. Dan hotspot terbanyak justru di PT. Perkebunan Nusantara XIII, PT. Kapuas Palm Industri, PT. Sumatra Unggul Makmur. PT. Kakimantan Unggul Makmur, PT. Mitra Austral Sejahtera, dan PT. Peniti Sungai Purun.

Banten, 25 Desember 2025

Wujud Empati dan Kesiagaan: Kapolda Gorontalo Larang Kembang Api Saat Pantau Posko Nataru 2025

GORONTALO || jejakindonesia.id - Kapolda Gorontalo bersama Gubernur Gorontalo, unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, serta Pejabat Utama Polda Gorontalo melaksanakan pengecekan kesiapsiagaan Posko Pelayanan dan Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam memastikan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru di Provinsi Gorontalo berjalan aman, lancar, dan kondusif. Rabu (24/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Gorontalo bersama rombongan mengunjungi sejumlah posko pengamanan dan pelayanan, di antaranya Posko Telaga, Posko Perlimaan Kota Gorontalo, Posko Depan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), serta Posko di wilayah Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Pada setiap titik, dilakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan sarana prasarana pendukung serta kesiapsiagaan personel yang bertugas di lapangan.

Kapolda Gorontalo dan Gubernur Gorontalo memastikan kesiapan personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta tenaga kesehatan. Selain melakukan pengecekan, Kapolda dan Gubernur juga memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh personel agar senantiasa mengedepankan sikap humanis, meningkatkan kewaspadaan, dan memaksimalkan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas dedikasi personel yang bertugas, Kapolda Gorontalo bersama rombongan juga menyerahkan bingkisan kepada petugas posko. Pemberian bingkisan tersebut diharapkan dapat menambah semangat dan motivasi personel dalam melaksanakan tugas pengamanan Nataru, khususnya bagi mereka yang tetap bertugas di lapangan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Gorontalo dan Gubernur Gorontalo menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui awak media agar tidak melakukan perayaan Tahun Baru dengan pesta kembang api dan petasan. Imbauan ini sejalan dengan instruksi Kapolri bahwa Polri tidak memberikan rekomendasi pelaksanaan perayaan Tahun Baru dengan penggunaan petasan dan kembang api, sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap saudara-saudara di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang tengah berduka akibat bencana.

Polri bersama seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus mengawal perayaan Natal dan Tahun Baru agar berlangsung aman, tertib, dan penuh ketenangan.

Kanit Jatanras Polres Simalungun Pimpin Sterilisasi Gereja: “Keselamatan Jemaat Prioritas Utama Kami!

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id – Komitmen penuh Polres Simalungun dalam mengamankan perayaan Natal 2025 terwujud nyata. Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun IPTU Ivan Rony Purba, SH., memimpin langsung kegiatan sterilisasi di Gereja HKBP Perumnas Batu Onom untuk memastikan ibadah Natal berlangsung khusyuk, aman, dan damai.

Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun IPTU Ivan Rony Purba, SH., yang dikonfirmasi pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 18.20 WIB menjelaskan detail kegiatan pengamanan yang dilaksanakan timnya.

"Kami melaksanakan sterilisasi di gereja-gereja yang menjadi prioritas, khususnya di wilayah hukum Polsek Bangun. Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan ibadah Natal berjalan khidmat dan aman," ujar IPTU Ivan dengan tegas.

Kegiatan sterilisasi dilaksanakan pada Rabu (24/12/2025) sore di Gereja HKBP Perumnas Batu Onom, Jalan Tusam Raya, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Tim yang dipimpin Kompol P. Butar Butar bersama Kanit Jatanras IPTU Ivan Rony Purba melakukan pemeriksaan menyeluruh di area gereja.

"Kegiatan dimulai dengan apel persiapan di Batu VII, Jalan Asahan, tepatnya di kantor Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah apel, tim langsung bergerak menuju lokasi sasaran untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh," ungkap IPTU Ivan menjelaskan prosedur persiapan.

Yang menarik, IPTU Ivan menekankan bahwa kegiatan ini merupakan sinergi solid antara TNI dan Polri. "Kami berangkat dari kantor Sat Lantas setelah apel persiapan. Tim kami tidak hanya dari kepolisian, tetapi juga melibatkan anggota Kodim 0207 Simalungun. Ini bentuk sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan masyarakat," papar IPTU Ivan dengan bangga.

Kanit Jatanras merinci komposisi tim yang terlibat dalam operasi sterilisasi ini. "Tim yang dipimpin Kompol P. Butar Butar ini terdiri dari 15 personel gabungan. Selain saya sebagai Kanit Jatanras, ada dua anggota Jatanras, satu anggota Intelkam, lima anggota Kodim 0207 Kabupaten Simalungun, dua anggota Samapta, dan empat pengurus gereja yang turut mendampingi," ungkap IPTU Ivan menjelaskan kekuatan tim.

IPTU Ivan menjelaskan secara detail prosedur sterilisasi yang dilakukan. "Sterilisasi kami lakukan secara menyeluruh. Kami memeriksa seluruh area gereja, mulai dari ruang ibadah, area parkir, hingga sekitar lingkungan gereja. Tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan," ujar IPTU Ivan melaporkan hasil pemeriksaan.

Kanit Jatanras juga menjelaskan alasan mengapa Gereja HKBP Perumnas Batu Onom menjadi prioritas pengamanan. "Gereja ini masuk dalam kategori skala prioritas pengamanan karena jumlah jemaat yang cukup besar saat perayaan Natal. Oleh karena itu, tim melakukan pemeriksaan ekstra ketat untuk mengantisipasi segala kemungkinan," papar IPTU Ivan menjelaskan pertimbangan strategis.

Yang paling ditekankan oleh Kanit Jatanras adalah prioritas keselamatan jemaat. "Gereja ini termasuk yang ramai jemaatnya saat Natal. Makanya kami pastikan semua sudah aman sebelum ibadah dimulai. Keselamatan jemaat adalah prioritas utama kami," tegas IPTU Ivan dengan penuh tanggung jawab.

IPTU Ivan juga menyampaikan bahwa kehadiran aparat keamanan mendapat apresiasi positif dari pengurus gereja. "Kehadiran aparat keamanan mendapat apresiasi dari pengurus gereja yang turut mendampingi. Mereka merasa lebih tenang karena ada pengamanan ketat dari pihak berwenang. Ini yang kami inginkan—memberikan rasa aman kepada jemaat," ungkap IPTU Ivan dengan puas.

Kanit Jatanras juga menjelaskan bahwa sterilisasi ini bagian dari operasi pengamanan yang lebih besar. "Patroli dan sterilisasi ini tidak hanya dilakukan di satu gereja saja. Ini bagian dari operasi besar pengamanan Natal 2025 di seluruh wilayah Polres Simalungun. Kami punya beberapa tim yang menyebar di berbagai titik gereja," ujar IPTU Ivan menjelaskan cakupan operasi.

IPTU Ivan melaporkan bahwa kegiatan yang berlangsung hingga malam hari berjalan lancar tanpa kendala. "Kegiatan patroli dan sterilisasi yang berlangsung hingga malam hari tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti. Situasi di sekitar gereja tetap kondusif dan terkendali dengan baik," ungkap IPTU Ivan.

Kanit Jatanras menegaskan komitmen penuh timnya untuk terus menjaga keamanan. "Kegiatan berjalan aman dan terkendali. Kami akan terus berpatroli dan menjaga keamanan hingga seluruh rangkaian ibadah Natal selesai. Masyarakat tidak perlu khawatir, kami siap mengamankan," tegas IPTU Ivan.

IPTU Ivan juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan beribadah. "Kepada seluruh jemaat yang akan merayakan Natal, beribadahlah dengan khusyuk dan tenang. Kami dari Polres Simalungun telah memastikan keamanan gereja-gereja. Jika melihat hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas yang berjaga," ujar IPTU Ivan memberikan himbauan.

"Dengan adanya pengamanan ketat ini, kami berharap umat Kristiani di wilayah Simalungun dapat merayakan Natal dengan khusyuk, damai, dan penuh kegembiraan tanpa rasa was-was. Selamat merayakan Natal 2025, semoga damai Natal menyertai kita semua," pungkas Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun IPTU Ivan Rony Purba, SH., menutup keterangannya dengan penuh dedikasi dan komitmen untuk melindungi masyarakat yang sedang merayakan hari raya keagamaan mereka.