Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Sinergi Brimob Polda Sumut dan Pramuka, Percepat Pemulihan Fasilitas Ibadah Pasca Bencana Alam

TAPANULI SELATAN || jejakindonesia.id — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan jajaran Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Personel Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut bersama unsur Pramuka melaksanakan kerja bakti sinergitas dalam rangka penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan pasca tanah longsor dan banjir bandang di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Rabu (24/12/2025) mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, berlokasi di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kerja bakti dipimpin langsung oleh Danki-1 Penugasan Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut, IPTU Januar Fazhari, S.H.

Dalam pelaksanaannya, personel Batalyon C bersinergi dengan anggota Pramuka Kwartir Daerah Sumatera Utara, Kwarcab Padangsidimpuan, serta Kwarcab Tapanuli Selatan. Fokus kegiatan diarahkan pada pembersihan Rumah Ibadah Masjid Subulul Ubudyah yang terdampak material lumpur, kayu, dan sisa banjir bandang.

Adapun sasaran pembersihan meliputi area tempat wudhu pria dan wanita, lantai bagian dalam masjid, pekarangan, jendela kaca, hingga pembukaan akses jalan di sekitar masjid yang tertimbun tanah dan kayu akibat bencana. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, personel menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya cangkul, sapu, pel lantai, sekop, beko sorong, serta satu unit excavator.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa kehadiran Brimob bersama elemen masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana.

“Polri hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan. Sinergi Brimob Polda Sumut dengan Pramuka ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam pemulihan fasilitas umum dan rumah ibadah pasca bencana,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Berkat kerja sama dan gotong royong seluruh unsur yang terlibat, proses pembersihan Masjid Subulul Ubudyah telah mencapai sekitar 90 persen. Setelah kegiatan selesai, seluruh personel dan peralatan dilaporkan dalam kondisi aman, baik, dan lengkap. Personel selanjutnya kembali ke posko untuk beristirahat dan tetap siaga.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergitas dan semangat kemanusiaan antara Brimob Polda Sumut dan unsur Pramuka dalam membantu masyarakat terdampak bencana, sejalan dengan komitmen Brimob untuk Nusa dan Bangsa.

Sekolah Terdampak Bencana Dibersihkan, Polda Sumut Fokus Pulihkan Dunia Pendidikan

TAPANULI TENGAH || jejakindonesia.id — Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah terus dilakukan oleh Sat Brimob Polda Sumut. Salah satu fokus utama adalah pemulihan sektor pendidikan agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.

Melalui Batalyon A Pelopor, personel Brimob melaksanakan pembersihan sejumlah sekolah yang terdampak bencana, di antaranya SD Negeri 152981 Tukka dan SD Negeri 152983 Hutanabolon. Selain itu, pembersihan juga dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Tukka.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama tenaga pendidik dan masyarakat setempat dengan semangat gotong royong. Personel Brimob membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas penunjang pendidikan lainnya yang terdampak material lumpur dan sisa bencana.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa pendidikan anak-anak menjadi perhatian serius Polri dalam masa pemulihan.

“Sekolah harus segera kembali bersih dan aman agar anak-anak dapat melanjutkan proses belajar. Kehadiran Brimob membantu pembersihan sekolah merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan generasi muda,” jelas Kombes Pol Ferry Walintukan.

Menurutnya, pemulihan lingkungan sekolah juga berdampak pada psikologis siswa, sehingga mereka dapat kembali belajar dengan rasa aman dan nyaman.

Polda Sumut Bersihkan Gereja HKBP Hutanabolon dan Ikut Ibadah Natal Bersama Warga

TAPANULI TENGAH || jejakindonesia.id — Kepedulian Sat Brimob Polda Sumatera Utara terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui aksi pembersihan rumah ibadah. Personel Batalyon A Pelopor melaksanakan pembersihan Gereja HKBP Hutanabolon di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, guna mendukung kelancaran ibadah Natal pascabencana, Rabu (24/12/2025).

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari area dalam gereja, halaman, hingga fasilitas pendukung lainnya yang terdampak material sisa bencana. Kegiatan ini dilaksanakan bersama pengurus gereja dan masyarakat setempat dalam suasana kebersamaan dan gotong royong.

Upaya tersebut bertujuan agar gereja dapat kembali digunakan dengan aman dan layak oleh jemaat. Setelah proses pembersihan selesai, Gereja HKBP Hutanabolon dinyatakan siap digunakan untuk pelaksanaan ibadah Natal.

Sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi, personel Brimob yang bertugas tidak hanya membantu pembersihan, tetapi juga turut mengikuti pelaksanaan ibadah Natal bersama jemaat di gereja tersebut. Kehadiran personel Brimob dalam ibadah tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa keterlibatan personel Brimob merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat. Setelah membantu membersihkan gereja hingga dapat digunakan kembali, personel Brimob juga ikut melaksanakan ibadah bersama jemaat sebagai wujud kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kemanusiaan,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia menambahkan, Polri berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan, khususnya di tengah masa pemulihan pascabencana.

Polda Sumut Perketat Pengamanan Gereja, Pastikan Ibadah Natal Berjalan Aman dan Kondusif

MEDAN || jejakindonesia.id — Polda Sumatera Utara memperketat pengamanan di sejumlah gereja dalam rangka Perayaan Natal 2025 guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Langkah pengamanan ini difokuskan pada peningkatan kehadiran personel di tempat ibadah, khususnya gereja-gereja yang menjadi lokasi pelaksanaan ibadah Natal. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polda Sumut dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani saat menjalankan ibadah Natal.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan bahwa pengamanan gereja dilakukan secara maksimal, salah satunya melalui pelaksanaan sterilisasi oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu jalannya ibadah.

“Personel Brimob Polda Sumut melaksanakan sterilisasi di gereja-gereja guna memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani saat melaksanakan ibadah Natal,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Rabu (24/12/2025).

Ia menjelaskan, selain sterilisasi, Polda Sumut juga memperkuat pengamanan dengan menempatkan personel bersenjata lengkap di sekitar gereja, melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas di lingkungan tempat ibadah, serta mengatur arus lalu lintas guna menghindari kepadatan saat jemaat datang dan pulang dari gereja.

Lebih lanjut, Ferry mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian pengamanan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2025 yang digelar Polda Sumut untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dalam operasi ini, Polda Sumut menurunkan sebanyak 11.678 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait.

“Seluruh personel tersebut disebar di seluruh wilayah Sumatera Utara, mulai dari pengamanan tempat ibadah, pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu, hingga pengaturan lalu lintas di ruas jalan rawan kemacetan,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Sumut menegaskan, pengetatan pengamanan dan sterilisasi gereja merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan kamtibmas, sehingga perayaan Natal dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh khidmat.

“Polda Sumut berkomitmen hadir memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan toleransi agar suasana Natal dan Tahun Baru di Sumatera Utara tetap kondusif,” pungkas Kombes Pol Ferry Walintukan.

Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”

ACEH – Agus Suriadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPW FANST respon Provinsi Aceh merespons tegas seruan Counter Polri Nusantara, organisasi yang dinahkodai oleh Agus Flores, terkait pemberantasan mafia illegal logging yang diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama bencana hidrometeorologi tahun 2025 yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pernyataannya, Sekjen DPW FANST respon Aceh menegaskan bahwa kejahatan lingkungan berupa pembalakan liar tidak lagi bisa ditoleransi, karena telah berdampak langsung pada keselamatan rakyat. Banjir bandang, longsor, dan rusaknya daerah aliran sungai (DAS) yang terjadi secara masif dinilai sebagai buah dari pembiaran kejahatan hutan yang berlangsung bertahun-tahun.

“Kami sejalan dengan pernyataan tegas Counter Polri Nusantara dan Agus Flores. Tangkap dan sikat habis mafia illegal logging di Aceh tanpa kecuali. Siapa pun dia—oknum pengusaha, aparat, atau pihak yang membekingi—harus diproses hukum,” tegas Sekjen DPW FANST respon Aceh.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi 2025 bukan sekadar musibah alam, melainkan bencana ekologis akibat ulah manusia. Hutan gundul, perbukitan dirusak, dan kawasan lindung dijarah demi keuntungan segelintir pihak, sementara rakyat kecil menjadi korban saat banjir dan longsor menghantam permukiman.

Sekjen FANST respon Aceh juga mendesak Polri, KLHK, dan aparat penegak hukum untuk tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi menangkap aktor intelektual dan cukong besar di balik praktik illegal logging lintas provinsi yang diduga terorganisir.

“Jangan lagi rakyat dikorbankan. Aceh, Sumut, dan Sumbar hari ini menangis karena keserakahan. Penegakan hukum harus tegas, terbuka, dan menyentuh aktor utama, bukan sandiwara penangkapan kelas teri,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila kejahatan lingkungan terus dibiarkan, maka bencana akan berulang setiap tahun, dan negara dinilai gagal melindungi warganya. FANST respon Aceh menyatakan siap mengawal, melaporkan, dan membuka data lapangan terkait aktivitas illegal logging yang diduga masih berlangsung di sejumlah wilayah rawan.

Di akhir pernyataan, Sekjen DPW FANST respon Aceh mengingatkan bahwa keadilan ekologis adalah bagian dari keadilan sosial, dan negara tidak boleh kalah oleh mafia hutan.

“Ini bukan sekadar soal hutan, tapi soal nyawa manusia. Hentikan illegal logging sekarang juga, atau bencana akan terus menjadi warisan kelam bagi generasi mendatang,” tutupnya.