Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Lapas Banyuwangi Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Melalui Pengecekan Sarana Pengamanan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menjelang momentum pergantian tahun, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi semakin memperketat langkah antisipatif guna menjaga stabilitas keamanan. Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan demi mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas pengamanan, khususnya pada area vital seperti pos atas, Sabtu (27/12).

Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana pengamanan berfungsi dengan optimal dan sesuai dengan data inventaris yang ada.

Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasubsi Keamanan, M. Khairul Anam, didampingi oleh staf bagian Kamtib. Selain memastikan kelayakan fisik sarana, kegiatan ini juga berfungsi untuk memetakan titik-titik rawan potensi gangguan kamtib.

“Dengan pemetaan yang akurat, diharapkan dapat melakukan mitigasi sedini mungkin guna meminimalisir risiko gangguan sebelum terjadi,” ujar Anam.

Anam menegaskan bahwa pada momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, seluruh jajaran pengamanan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh.

"Kami meningkatkan kesiapsiagaan di segala lini, mulai dari pengecekan sarana pengamanan, kesiapan personel, hingga penguatan deteksi dini untuk memastikan tidak ada celah bagi gangguan keamanan," ungkapnya.

Melalui langkah preventif ini, Anam berharap Lapas Banyuwangi senantiasa berada dalam situasi yang aman dan kondusif. Hal ini dinilai penting agar seluruh program pembinaan bagi warga binaan dapat terus berjalan dengan optimal tanpa hambatan.

“Dengan pengawasan yang ketat dan sarana yang mumpuni, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjamin ketertiban di lingkungan pemasyarakatan,” pungkasnya.

Jamin Rasa Aman Pengunjung, Kapolda Metro Jaya Tinjau Tempat Wisata Ragunan dan Ancol

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono meninjau langsung pengamanan di dua objek wisata utama, Taman Margasatwa Ragunan dan Taman Impian Jaya Ancol, pada Sabtu (27/12/2025). Peninjauan ini dilakukan dalam rangka Operasi Lilin 2025 guna menjamin keamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dalam keterangannya saat di Taman Impian Jaya Ancol, Kapolda Metro Jaya menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari Pos Pengamanan (Pospam), situasi keamanan di kedua lokasi tersebut masih sangat terkendali.

"Alhamdulillah, sampai sekarang laporan dari Pospam menunjukkan nol kasus kejahatan. Belum ada laporan mengenai tindak pencopetan maupun gangguan keamanan lainnya. Kami berharap kondisi kondusif ini terus bertahan," ujar Irjen Pol. Asep Edi Suheri.

Selain nihilnya angka kriminalitas, pihak kepolisian juga melaporkan belum adanya kasus anak hilang di kawasan wisata tersebut. Meski demikian, Kapolda Metro Jaya tetap mengimbau pengunjung untuk selalu waspada terhadap barang bawaan dan memberikan pengawasan ekstra kepada anak-anak.

“Tolong jaga diri baik-baik, jaga barang bawaan, dan awasi anak-anak. Jika masyarakat menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera hubungi call center 110. Kami selalu siap melayani para pengunjung,” tegasnya.

Untuk mengamankan kawasan Ragunan, Polda Metro Jaya telah menyiagakan 151 personel. Pihak kepolisian juga menyiapkan penebalan anggota di titik-titik krusial, mulai dari kantong parkir hingga akses pintu keluar, yang akan disiagakan hingga 2 Januari 2026 mendatang.

Kapolda Metro Jaya juga menginstruksikan jajaran Polres Metro Jakarta Utara untuk terus memastikan situasi liburan berjalan kondusif di tempat wisata Taman Impian Jaya Ancol.

Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan personel serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Polri berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan yang humanis, responsif, dan profesional guna menjamin rasa aman bagi seluruh warga yang menikmati masa libur akhir tahun.

Suasana hangat terlihat saat pejabat utama Polda Metro Jaya berkeliling ke pusat keramaian di Pantai Ancol. Sembari memberikan imbauan keamanan, mereka juga membagikan cokelat dan kartu uang elektronik kepada para pengunjung yang sedang menikmati masa libur akhir tahun.

Bukan Sekadar Olahraga, Kapolda Riau Sebut Marine Police Fun Run sebagai Gerakan Maju Bersama

PEKANBARU || jejakindinesia.id  - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar ajang Marine Police Fun Run 10K sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam dan lautan di Bumi Lancang Kuning. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa lari bersama ini bukan sekadar olahraga fisik, melainkan sebuah gerakan kontemplasi untuk menumbuhkan kedisiplinan serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga ekosistem maritim.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Herry Heryawan menyebutkan bahwa kegiatan lari bersama ini merupakan bentuk komitmen kolektif. Kegiatan ini sekaligus digelar dalam memperingati HUT Polair.

"Inilah komitmen kita, berlari bersama untuk menggapai cita-cita bangsa. Berlari adalah kontemplasi untuk fokus berpikir bahwa kita terus bergerak maju ke depan demi kebaikan," ujar Irjen Herry Heryawan, Sabtu (27/12/2025).

Marine Police Fun Run 10K mengambil garis start dan finish di depan Markas Polda Riau. Ajang lari ini tak hanya diikuti oleh jajaran kepolisian, tetapi juga masyarakat.

Memasuki penghujung tahun, Kapolda memandang tahun 2026 sebagai momentum krusial yang penuh harapan. Melalui lari, ia mengajak seluruh elemen untuk melatih kedisiplinan diri, mulai dari mengatur napas hingga menjaga konsistensi langkah.

"Lari mengajarkan kita berproses. Dalam berlari kita harus menghitung pace, mengatur napas, dan itu membuat kita disiplin. Mari kita bergembira bersama sambil menguatkan komitmen untuk bekerja lebih baik dari tahun sebelumnya," tambahnya.

Suasana lari bersama ini juga dibalut dengan semangat kemanusiaan. Di tengah perayaan Natal yang membawa kedamaian, Irjen Pol Herry Heryawan turut menitipkan doa dan harapan bagi para korban bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera.

"Semoga damai Natal membawa kedamaian bagi kita semua dan memberi harapan bagi saudara-saudara kita yang mengalami bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara," ungkapnya penuh empati.

Menutup pesannya, Kapolda menegaskan bahwa lari adalah manifestasi dari kolaborasi. Ia berharap semangat "lari bersama" ini dapat diimplementasikan dalam tugas sehari-hari, terutama dalam bersinergi dengan masyarakat di Provinsi Riau.

"Kita harus bersatu, berkolaborasi dengan masyarakat di Bumi Lancang Kuning ini. Kita berproses untuk lebih baik dan menguatkan komitmen kebersamaan," pungkasnya.

Polres Probolinggo Gelar Ramp Check Gabungan Angkutan Pariwisata Nataru 2025–2026

PROBOLINGGO | | jejakindonesia.id —Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) Polres Probolinggo Polda Jatim melaksanakan rampcheck bus pariwisata dan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi di Rest Area Bromo Kabupaten Probolinggo. Sabtu (27/12/2025).

Rampcheck dipimpin oleh jajaran Ditlantas Polda Jawa Timur dan Satlantas Polres Probolinggo, dengan melibatkan instansi samping antara lain BPTD Kelas II Jawa Timur, Kementerian Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta penguji kendaraan bermotor dan penyidik PNS bidang LLAJ.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif Melalui Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Z menegaskan bahwa kegiatan rampcheck ini merupakan langkah preventif dan preemtif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Kami mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama, khususnya yang melibatkan angkutan umum dan pariwisata pada masa libur panjang Nataru." ujar AKP Safiq.

Lebih lanjut Kasat Lantas menegaskan bahwa, memberikan edukasi dan imbauan kepada pengemudi serta perusahaan otobus agar rutin melakukan perawatan kendaraan dan melengkapi administrasi sebelum beroperasi.

“Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada toleransi bagi kendaraan yang tidak laik jalan karena dapat membahayakan nyawa,” tegas AKP Safiq.

Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan administrasi kendaraan, uji laik jalan, serta kondisi teknis kendaraan meliputi sistem pengereman, kondisi ban, fungsi pintu darurat, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh angkutan pariwisata yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan dan tidak membahayakan penumpang.

Dari hasil rampcheck, petugas menemukan sejumlah pelanggaran teknis dan administrasi. Salah satu bus pariwisata diketahui memiliki STNK tidak berlaku, trayek dan uji kir mati, ban belakang bus, serta kebocoran pada sistem pengereman.

Atas temuan tersebut, petugas melakukan penindakan tegas berupa penahanan unit kendaraan, pemasangan stiker "Dilarang Beroperasi", serta penggantian unit bus untuk seluruh penumpang oleh pihak perusahaan otobus guna menjamin keselamatan perjalanan.

Sementara itu, bus pariwisata ditemukan memiliki pintu darurat yang tidak berfungsi sesuai ketentuan serta kondisi ban yang tidak layak.

Terhadap kendaraan tersebut, petugas memberikan stiker peringatan dan mewajibkan perbaikan sebelum kembali beroperasi.

Adapun dua bus lainnya, dinyatakan dalam kondisi lengkap dan laik jalan, sehingga diberikan stiker “Laik Jalan” sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan.

Dengan dilaksanakannya rampcheck gabungan ini, diharapkan seluruh angkutan pariwisata di wilayah Probolinggo dapat beroperasi sesuai standar keselamatan, sehingga masyarakat dapat menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan selamat. (*)

Wakapolri Tinjau Penanganan Dampak Bencana di Aceh Tamiang, Ratusan Kendaraan dan Personel Disiapkan

ACEH || jejakindonesia.id - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam mempercepat pemulihan dampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari dukungan kendaraan operasional, pengerahan personel, hingga penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.

Dalam keterangannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa saat ini Polri telah memiliki sekitar 20 kendaraan operasional, dengan tambahan dua kendaraan baru. Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan pemenuhan kebutuhan hingga mencapai sekitar 100 kendaraan agar operasional anggota di lapangan dapat berjalan maksimal selama satu bulan ke depan.

“Kita masih terus mencari dan menyiapkan sekitar 100 kendaraan untuk mendukung operasional anggota, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan, supaya pelayanan dan pengamanan bisa berjalan secara maksimal,” ujar Wakapolri, Sabtu (27/12).

Selain kendaraan, Polri juga fokus pada percepatan pembukaan jalur logistik yang terdampak. Untuk mendukung hal tersebut, disiapkan tujuh unit alat berat berupa ekskavator, delapan unit kendaraan pendukung, serta bantuan logistik dari Wakapolri berupa sembako yang diangkut menggunakan empat truk.

Bantuan tersebut ditujukan tidak hanya untuk masyarakat terdampak dan para pengungsi, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan personel yang bertugas di lapangan.

“Bantuan logistik ini dibutuhkan baik untuk masyarakat terdampak pengungsian maupun untuk anggota yang bertugas di lapangan, agar semuanya bisa berjalan seimbang,” jelasnya.

Dari sisi penguatan personel, Wakapolri menyampaikan bahwa sejak malam sebelumnya telah tiba sekitar 100 personel tambahan, dan ke depan akan menyusul sekitar 200 personel lagi.

Dengan demikian, total sekitar 300 personel Brimob akan diperbantukan di wilayah Aceh Tamiang dan nantinya disebar ke desa-desa serta kecamatan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memprioritaskan penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Hingga saat ini, sebanyak 83 sumur bor telah beroperasi dari target hampir 100 sumur yang dibutuhkan di Aceh Tamiang. Sumur bor tersebut diperuntukkan bagi rumah warga, fasilitas ibadah, titik-titik pengungsian, hingga sarana pendidikan.

“Air bersih ini sangat penting, terutama untuk rumah warga, tempat ibadah, pengungsian, dan sekolah. Anak-anak juga harus bisa kembali bersekolah, itu menjadi prioritas kami,” tegas Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Selain itu, Polri juga akan melakukan pendataan kebutuhan perlengkapan, termasuk seragam, yang nantinya akan disuplai dari Jakarta sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Untuk infrastruktur, Polri berkolaborasi dengan Brimob dan pihak terkait dalam perbaikan serta pembangunan jembatan-jembatan yang rusak akibat bencana.

“Ini kebutuhan mendesak yang harus segera saya laporkan kepada Bapak Kapolri. Apa yang bisa kami eksekusi langsung, akan segera kami laksanakan tanpa menunggu,” pungkas Wakapolri.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi Aceh Tamiang sekaligus memastikan keamanan, kelancaran distribusi bantuan, serta aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.