Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Arsip untuk Redaksi » Halaman 1495

Redaksi

IMG-20251229-WA0047

Peduli dan Kasih TNI Satgas Yonif 521/DY Membawa pesan damai, harapan, dan Memastikan Perayaan Natal dan Menyambut Tahun Baru 2026 Berjalan Aman serta Bermakna Bagi Masyarakat Papua

PAPUA || jejakindonesia.id - Peduli dan kasih TNI di Papua terwujud melalui kegiatan humanis berbagi sembako, layanan kesehatan gratis, bantuan perlengkapan yang di butuhkan, untuk membangun kedekatan, memberikan rasa aman, dan menebar sukacita di tengah masyarakat yang masih dalam suasana Natal.

Satgas Yonif 521/DY menunjukkan kehadiran negara, mempererat persaudaraan, dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat Papua, Sebagai Pengamanan Kewilayahan.

Sebagai bentuk perhatian nyata, personel Satgas Yonif 521/DY membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Penyerahan dilakukan secara langsung di rumah warga, sehingga tercipta komunikasi yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.

Danpos Napua Kapten Inf Suratno, Bahwa Kegiatan Binter merupakan tugas utama teritorial yang bertujuan untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, untuk membantu dan menjadi bagian dari masyarakat,” ungkapnya.

Warga menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan penuh rasa syukur. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Satgas yang selama ini selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,. "Menanamkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir dan peduli serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat."

Kegiatan-kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI Satgas Yonif 521/DY untuk tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Papua, membawa kasih dan harapan bagi Masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan penuh kebersamaan.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

IMG-20251229-WA0046

Polda Jatim Imbau Masyarakat Tidak Konvoi pada Malam Pergantian Tahun

SURABAYA || jejakindonesia.id - Kepolisian Daerah Jawa Timur memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan saat merayakan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026.

Larangan ini dikeluarkan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengimbau agar perayaan tahun baru dilaksanakan dengan sederhana untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kombes Pol Abast menegaskan, masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun dapat melakukannya di wilayah setempat, tanpa harus konvoi apa lagi menggunakan kendaraan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis.

"Polda Jatim meminta warga Jawa Timur merayakan pergantian tahun baru di lingkungan masing-masing tanpa perlu melakukan konvoi lintas kabupaten atau kota," tegas Kombes Abast, Senin (29/12).

Kabid Humas Polda Jatim menyatakan kebijakan tersebut bertujuan menghindari kepadatan lalu lintas dan meminimalisir potensi kecelakaan serta gangguan keamanan.

"Petugas akan melakukan pemeriksaan di jalan-jalan yang telah dipetakan memiliki tingkat kerawanan tinggi, " tambah Kombes Pol Abast.

Mantan Kabid Humas Polda Jabar itu juga meminta seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mematuhi himbauan larangan konvoi demi keselamatan dan keamanan bersama.

"Masyarakat yang menemukan gangguan keamanan, tindakan mencurigakan, atau membutuhkan kehadiran anggota Polri dapat segera menghubungi call center 110, tanpa biaya (bebas pulsa) dan beroperasi aktif 24 jam," pungkas Kombes Pol Abast. (*)

IMG-20251229-WA0045

Polri Peduli Pendidikan, Pulihkan Fasilitas Pendidikan di SMA Negeri 1 Tanjung Pura Pascabanjir

LANGKAT || jejakindonesia.id — Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan sekolah yang terdampak banjir di SMA Negeri 1 Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini difokuskan pada ruang kelas, halaman sekolah, saluran drainase, serta fasilitas penunjang pendidikan lainnya yang dipenuhi lumpur, sampah, dan sisa material banjir, guna memulihkan kondisi sekolah agar dapat kembali digunakan oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Kegiatan pembersihan melibatkan personel Brimob Polda Sumut yang dibagi ke beberapa kelompok kerja. Personel secara gotong royong membersihkan ruang kelas, kantor guru, halaman, hingga saluran drainase, dibantu peralatan kebersihan dan perlengkapan pendukung lainnya.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak bencana dan wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan.

“Polri hadir tidak hanya dalam penanganan bencana secara fisik, tetapi juga peduli terhadap pemulihan sarana pendidikan. Sekolah merupakan aset penting dalam mencetak generasi penerus bangsa, sehingga Brimob Polda Sumut dengan cepat melaksanakan pembersihan agar proses belajar mengajar dapat berjalan normal kembali,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan pascabencana, memastikan warga, termasuk pelajar, dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Melalui aksi cepat dan gotong royong personel Brimob, diharapkan SMA Negeri 1 Tanjung Pura segera pulih dan dapat kembali beroperasi secara optimal sebagai tempat belajar mengajar, sekaligus menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam.

IMG-20251229-WA0044

Trauma Healing Polri, Dukungan Psikologis bagi Anak Korban Banjir Bandang di Padang Pariaman

Padang Pariaman || jejakindonesia.id — Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan pisikologis korban bencana alam, anggota Bidang Psikologi SDM Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Polisi Mengajar dan trauma healing bagi anak-anak korban banjir bandang di Desa Huntara, Kelurahan Pasie Laweh, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (28/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengurangi trauma, rasa takut, dan kecemasan yang dialami anak-anak pascabanjir bandang. Dengan pendekatan humanis dan penuh kehangatan, personel Psikologi Polda Sumbar mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, seperti bermain, belajar bersama, bernyanyi, serta permainan kelompok yang dirancang untuk memulihkan kondisi mental dan emosional mereka.

Suasana ceria terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak yang sebelumnya tampak pendiam dan cemas mulai berani tersenyum, tertawa, dan berinteraksi aktif dengan para petugas. Metode sederhana namun tepat sasaran ini diharapkan mampu membantu anak-anak kembali merasa aman dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, mengatakan bahwa pendampingan psikologis bagi anak-anak korban bencana merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana yang dilakukan Polri.

“Polri tidak hanya hadir dalam penanganan fisik dan medis pascabencana, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan psikologis, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok rentan. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap anak-anak dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Ia menambahkan, kegiatan Polisi Mengajar dan trauma healing tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan secara menyeluruh kepada masyarakat terdampak bencana alam.

Kehadiran personel Psikologi Polda Sumatera Barat di tengah anak-anak korban banjir bandang mendapat sambutan positif dari masyarakat. Orang tua berharap kegiatan pendampingan psikologis seperti ini dapat terus dilakukan guna mendukung proses pemulihan anak-anak secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam situasi darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang pascabencana alam di wilayah Sumatera Barat.

IMG-20251229-WA0040

AMI Tolak Stigmatisasi Suku Madura, Tegaskan Komitmen Kawal Hukum dan Kemanusiaan

SURABAYA || jejakindonesia.id - Aliansi Madura Indonesia (AMI) menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk stigma yang mengaitkan suatu peristiwa dengan identitas suku atau komunitas tertentu. Penegasan ini disampaikan menyusul mencuatnya kasus viral yang memicu generalisasi negatif terhadap masyarakat Madura.

Ketua Umum DPP Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menegaskan bahwa tindakan oknum tidak dapat dijadikan dasar untuk menghakimi satu suku maupun kelompok masyarakat secara luas.

"Kami menolak keras stigma yang menyudutkan suku atau komunitas tertentu akibat perbuatan oknum. Orang Madura tidak identik dengan kekerasan, apalagi tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan," tegas Baihaki Akbar.

Menurutnya, masyarakat Madura memiliki nilai budaya yang kuat, menjunjung tinggi adab, penghormatan terhadap orang tua, serta prinsip kemanusiaan. Karena itu, ia mengingatkan publik agar menyikapi setiap peristiwa secara proporsional dan tidak emosional.

"Satu peristiwa tidak boleh mencederai martabat jutaan masyarakat Madura yang hidup taat hukum dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan," lanjutnya.

Baihaki juga menegaskan posisi AMI sebagai organisasi masyarakat yang memilih jalur konstitusional dan berperan sebagai penyeimbang sosial. AMI, kata dia, konsisten mengawal isu-isu hukum dan keadilan dengan pendekatan institusional, bukan provokatif.

"Aliansi Madura Indonesia hadir sebagai penyeimbang. Kami berdiri di jalur hukum, mengawal keadilan, dan memastikan persoalan diselesaikan secara bermartabat," ujarnya.

Ia menambahkan, rekam jejak AMI menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penegakan hukum. AMI tercatat pernah menjadi narasumber Mabes Polri dalam sejumlah isu strategis nasional, serta turut mendorong pengungkapan kasus Ronald Tannur yang sempat menyita perhatian publik.

Selain itu, AMI juga aktif mendukung program Badan Narkotika Nasional (BNN), khususnya dalam upaya pencegahan dan pembinaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memisahkan secara tegas antara tindakan oknum dan identitas suku. Penegakan hukum harus berjalan, namun persatuan dan ketertiban sosial juga wajib dijaga," pungkas Baihaki Akbar.

AMI berharap, seluruh pihak dapat menahan diri dan mempercayakan setiap persoalan kepada mekanisme hukum yang berlaku, tanpa membangun narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

error: Content is protected !!