Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

MALANG || jejakindonesia.id – Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, kembali melakukan penertiban terhadap dugaan praktik judi sabung ayam di wilayah Kabupaten Malang.

Kali ini, penindakan dilakukan di area kebun sengon Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, sebagai tindak lanjut laporan masyarakat.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, informasi awal diterima dari warga yang resah dengan adanya dugaan aktivitas perjudian sabung ayam yang berpindah-pindah lokasi.

“Petugas Polsek Sumberpucung sebelumnya telah melakukan pembubaran di lokasi tersebut pada Sabtu (3/1/2026), namun diduga para pelaku kembali berpindah tempat,” ujar AKP Bambang, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, petugas kembali melakukan pengecekan ke lokasi yang dilaporkan warga pada Selasa (6/1) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu pula, personel Polsek Sumberpucung kembali mendatangi lokasi sesuai laporan warga.

“Di tempat kejadian perkara, Polisi tidak menemukan aktivitas perjudian,”kata AKP Bambang.

Di lokasi lanjut AKP Bambang, Polisi hanya menemukan bekas-bekas sarana yang diduga digunakan untuk judi sabung ayam.

Selanjutnya, petugas langsung melakukan pembongkaran dan pembakaran sarana tersebut.

Menurut AKP Bambang, berdasarkan keterangan warga sekitar, aktivitas judi sabung ayam di wilayah tersebut tidak berlangsung setiap hari dan kerap dilakukan secara berpindah-pindah.

“Mereka biasanya berkumpul ketika sudah ada lawan, kemudian langsung bermain dan setelah itu membubarkan diri,” ungkapnya.

Selain melakukan penertiban, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian serta aktif melaporkan apabila menemukan kembali praktik serupa.

Polres Malang Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas segala bentuk penyakit masyarakat demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di awal tahun 2026.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga lingkungan dengan melaporkan jika ada aktivitas perjudian atau tindak pidana lainnya melalui layanan call center 110,” pungkas AKP Bambang. (*)

PROBOLINGGO || jejakindonesia.id – Polres Probolinggo Polda Jatim konsisten mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif saat melaksanakan pengecekan operasional SPPG Maron mengatakan, hingga saat ini pendistribusian makanan bergizi di wilayah Kecamatan Maron berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Ini merupakan komitmen Polres Probolinggo Polda Jatim dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat dan berkualitas,” ujar AKBP Latif di sela kunjungannya di SPPG Maron,Kamis (8/1/26).

AKBP Latif menerangkan SPPG Maron Polres Probolinggo Polda Jatim melayani sebanyak 1.851 pelajar penerima manfaat, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMA sederajat.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo menjelaskan bahwa SPPG Maron memiliki keunggulan seperti adanya pemeriksaan _food security_ sebelum makanan didistribusikan.

“Melalui pemeriksaan _food security_ ini, kami memastikan setiap makanan yang dikonsumsi telah memenuhi aspek keamanan pangan, kebersihan, serta standar kesehatan yang ditetapkan,” kata AKBP Latif .

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Probolinggo menyampaikan bahwa ada 3 SPPG Polres Probolinggo termasuk yang ada di Kecamatan Maron.

“Dua lagi kita bangun SPPG di Lumbang dan Banyuanyar,” kata AKBP Latif.

Ia mengatakan seluruh rangkaian operasional SPPG, mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, kesiapan peralatan, hingga mekanisme pendistribusian ke sekolah penerima manfaat akan selalu diawasi.

“Kami ingin memastikan bahwa makanan yang didistribusikan benar-benar sehat, bergizi, dan sampai kepada para siswa dalam kondisi baik jadi pengawasan tetap kami lakukan,” kata AKBP Latif.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan bahwa pembangunan SPPG ini merupakan bentuk dukungan Polres Probolinggo Polda Jatim terhadap program pemerintahan dalam pemenuhan gizi anak-anak sekolah, untuk menunjang tumbuh kembang serta meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

Ia berharap pendistribusian makanan bergizi dari SPPG Maron Polres Probolinggo Polda Jatim kepada penerima manfaat dapat berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan kesehatan anak-anak. (*)

GORONTALO || jejakindonesia.id – Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI Gorontalo) Mas Agus, Rabu Malam (7/1)Di Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Saat Dialog Bersama Sebagian Mahasiswa Fakultas Hukum Semester V dan VII.

Dalam Dialog Dengan Mahasiswa Hukum Universitas Negeri Gorontalo dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Gorontalo Mas Agus, Rabu Malam (7/1), Lebih banyak Terkait Adanya Oknum Lantas Kota Gorontalo dan Oknum Lantas Limboto masih melakukan Cara Lama untuk menggunakan Prosedur Tilang, diantaranya ;

1. Ketika Mahasiswa, Lupa Membawa SIM A Dirumah, tetap saja ditilang, Padahal Si Mahasiswa Sudah Menyuruh Keluarganya memfoto SIM Tersebut. Dan untuk membayar Denda Tilang Itu diperintahkan untuk membayar tilang Rp. 250 Ribu.
2. Masih maraknya oknum Latas Tilang Menggunakan Motor dimalam hari, dengan cara bayar ditempat.
3. Ada juga Informasi Bagus,ada Beberapa Polantas Menggunakan Tilang Ditempat, sudah menggunakan Metode KUHAP Menghadirkan Hakim Untuk Sidang Putusan Tilang.

2 Fonomena ini, Bagi Saya Prilaku Lama masih sering Terjadi Bukan Saja Di Gorontalo melainkan Di Daerah Lain Masih Terjadi.

Salah satu cara Mengantisipasi adalah :

1. Oknum Polantas, Dilaporkan ke Pimpinannya Kasat Lantas, atau Dilaporkan Ke Propam Setempat.
2. Jika Laporan Tidak Merasa Puas, dapat mengajukan Laporan Kesaya.

” Sebenarnya Dunia Digital swperti ini, jangan lagi menggunakan cara lama, karena sekarang pemberlakuan Tilang Menggunakan ETLE,” ujar Mas Agus atau Agus Flores ini.

Menurut Agus Terkait Penyitaan Kendaraan ? Agar Pihak Polantas Mengikuti KUHAP dan KUHP Berlaku Sekarang, terkait Tata Cara Penyitaan.
Disarankan Pula , Mahasiswa dan Masyarakat Menyampaikan Laporan Ke Propam Jika Ada Masih Ada Oknum Lantas Gorontalo menerima Titipan Uang Rp. 250 Ribu, setiap penilangan.

Diketahui Sebelumnya , Kakorlantas Polri Telah Menyampaikan Melalui Beberapa Media Nasional, salah satunya Kompas, Jendral Naga Menyampaikan Jika Ada Oknum Lantas Melakukan Pelanggaran Tugas Di Jalan Akan Di Blender atas Kesalahannya.

Tapanuli Selatan || jejakindonesia.id – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bersama masyarakat setempat terus melakukan upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) sebagai kebutuhan dasar warga terdampak, Rabu (7/1/2026).

Pembangunan MCK dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Brimob Batalyon C Pelopor bersama masyarakat. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 75 persen. Tahapan pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pengecetan, pemasangan kloset, penimbunan, serta pelapisan plester pada dinding tembok.

Sebagai bentuk pengawasan dan perhatian langsung terhadap kebutuhan masyarakat, Komandan Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Zaenal Muhlisin, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan pembangunan MCK tersebut. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi motivasi bagi personel dan masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan sesuai standar kelayakan dan kebersihan.

Kompol Zaenal Muhlisin menyampaikan bahwa pembangunan MCK merupakan bagian penting dari misi kemanusiaan Brimob dalam membantu pemulihan kehidupan warga pasca bencana.
“Fasilitas MCK ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dari sisi kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kami berharap fasilitas ini dapat segera digunakan dan memberi manfaat nyata bagi warga yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara personel Brimob dan masyarakat setempat menjadi kunci utama percepatan pembangunan di tengah keterbatasan pasca bencana. Brimob berkomitmen untuk terus hadir dan mendukung proses pemulihan hingga kondisi masyarakat kembali normal.

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kabupaten Banyuwangi berkontribusi besar pada keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Banyuwangi mencatat surplus beras dan jagung mencapai ratusan ton sepanjang tahun 2025.

Pencapaian swasembada pangan nasional diumumkan Presiden Prabowo saat Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, yang diikuti secara virtual oleh pemerintah provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyuwangi, yang digelar di kawasan Usaha Jasa Pelayanan Alsintan (UPJA) Sri Rejeki, Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Rabu (7/1/2026).

Dalam panen raya tersebut, Presiden mengapresiasi seluruh komunitas pertanian di Indonesia atas kerja keras dan kekompakan dalam mewujudkan swasembada pangan lebih cepat dari target awal.

“Saya memberi target empat tahun untuk swasembada pangan. Namun dalam satu tahun, kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Banyuwangi berkontribusi melalui capaian surplus produksi beras dan jagung.

“Alhamdulilah, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden turut meningkatkan produktivitas pertanian di Banyuwangi. Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi mencatat surplus beras dan jagung,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Produksi beras Banyuwangi tahun 2025 mencapai 546.923,81 ton, meningkat 38.103,81 ton dibandingkan tahun 2024.

“Kebutuhan beras masyarakat sepanjang 2025 itu sebesar 163.665,78 ton. Jadi, Banyuwangi surplus beras sebesar 383.258,03 ton pada tahun 2025,” ujar Ipuk.

Selain beras,produksi jagung juga surplus. Sepanjang tahun 2025, produksi jagung Banyuwangi naik 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara kebutuhan jagung di Banyuwangi tercatat sebesar 69.842,31 ton, sehingga surplus produksi mencapai 18.754,50 ton.

“Alhamdulillah, Indonesia kini bisa swasembada pangan. Kami bersyukur Banyuwangi bisa berkontribusi dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Capaian tersebut, sambung dia, merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dukungan TNI-Polri serta seluruh mitra pertanian di Banyuwangi.

“Ini adalah buah dari kerja bersama dalam menyukseskan program swasembada pangan Bapak Presiden,” katanya.

Hadir dalam panen raya secara virtual Wakil Bupati Mujiono bersama para petani, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (*)

error: Content is protected !!