Peristiwa

Hendriansyah: Kritik Harus Jadi Solusi, Bukan Sekadar Serangan; Situbondo Butuh Gagasan Untuk Naik Kelas

SITUBONDO || Jejak-Indonesia.id – Dinamika kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Situbondo dinilai sebagai hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik tidak seharusnya berhenti pada kecaman semata, melainkan harus disertai solusi yang mampu mendorong perubahan nyata, di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (6/7/2026).

Hal itu disampaikan Direktur Utama Marlena Law Office & Partners, Hendriansyah, S.H., M.H., advokat asli Situbondo. Menurutnya, perbedaan pendapat antara masyarakat dan pemerintah bukanlah ancaman, melainkan energi positif untuk memperbaiki tata kelola daerah apabila disikapi secara dewasa.

“Kritik adalah vitamin demokrasi. Tetapi akan jauh lebih bernilai apabila setiap kritik disertai gagasan, alternatif, dan solusi yang dapat diwujudkan bersama. Tujuan akhirnya bukan menjatuhkan pemerintah, melainkan membangun Situbondo agar benar-benar naik kelas,” tegas Hendriansyah.

Ia menilai pemerintah daerah juga perlu membuka ruang dialog yang lebih luas terhadap berbagai masukan dari masyarakat, akademisi, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga insan pers. Menurutnya, sikap terbuka terhadap kritik akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus mempercepat lahirnya kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Hendriansyah menegaskan, kemajuan daerah tidak bisa dibangun hanya melalui pujian ataupun kritik yang saling menyalahkan. Situbondo membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk melahirkan terobosan yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ekonomi daerah, memperbaiki pelayanan publik, dan menciptakan pemerintahan yang semakin transparan serta akuntabel.

“Kalau semua pihak hanya sibuk mencari kesalahan, maka yang rugi adalah masyarakat. Tetapi jika kritik berubah menjadi solusi dan pemerintah bersedia mendengarkan, maka Situbondo memiliki peluang besar untuk berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Ia berharap budaya demokrasi di Situbondo terus berkembang secara sehat, di mana kritik dipandang sebagai bentuk kepedulian, bukan permusuhan.

“Dengan semangat tersebut, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu bergandengan tangan mengawal pembangunan demi mewujudkan Kabupaten Situbondo yang lebih maju, berdaya saing, dan benar-benar naik kelas,” pungkas Hendriansyah sembari tersenyum. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *