JEMBER || Jejak-indonesia.id – Komitmen membangun kemitraan yang sehat antara institusi kepolisian dan insan pers kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Kasat Reskrim Polres Jember, Iptu Ario Senopati Joyonegoro, S.Tr.K., S.I.K., dengan Selamet Solichin atau yang akrab disapa Mbah Semar, Pimpinan Umum media online Jejak-Indonesia.id, Jejakindonesia.news, dan Pedot.pro, pada Jumat (3/7).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi simbol semakin eratnya sinergi antara aparat penegak hukum dan insan pers dalam membangun komunikasi yang terbuka, menjaga kepercayaan publik, serta menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim Polres Jember, Iptu Ario Senopati Joyonegoro, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan media harus terus dijaga dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan saling menghormati tugas serta fungsi masing-masing.
“Media adalah mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, kami berharap setiap informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar berdasarkan fakta, tidak menimbulkan spekulasi, serta tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Sinergi yang baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi maupun media,” ujar Iptu Ario Senopati Joyonegoro, Jumat (3/7).
Ia menambahkan, keterbukaan informasi merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus terus diperkuat. Namun demikian, penyampaian informasi mengenai penanganan perkara tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sementara itu, Selamet Solichin (Mbah Semar) menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi. Menurutnya, independensi pers harus tetap dijunjung tinggi, namun komunikasi yang baik dengan aparat penegak hukum juga menjadi bagian penting untuk memastikan setiap pemberitaan berdasarkan data dan fakta yang valid.
“Kemitraan yang kami bangun bersama Polres Jember bukan untuk menghilangkan independensi pers, melainkan memperkuat komunikasi agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, namun juga mengedepankan etika jurnalistik serta prinsip verifikasi dalam setiap pemberitaan,” tegas Mbah Semar.
Menurut Mbah Semar, kepercayaan masyarakat terhadap media hanya dapat dipertahankan apabila setiap produk jurnalistik disusun berdasarkan proses konfirmasi, verifikasi, dan keberimbangan. Karena itu, ia berharap sinergi yang telah terjalin dengan Polres Jember dapat terus diperkuat sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan informasi yang mencerdaskan masyarakat.
Keduanya sepakat bahwa kemitraan yang baik tidak hanya dibangun melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui komunikasi yang terbuka, kepercayaan yang terjaga, serta komitmen bersama dalam menjalankan tugas secara profesional sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks di era digital, kolaborasi yang harmonis antara Polri dan media diharapkan mampu menjadi benteng dalam menjaga kualitas informasi publik, meningkatkan literasi masyarakat, serta menciptakan ruang informasi yang sehat, edukatif, dan terpercaya.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, Polres Jember bersama insan pers berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan informasi yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, kondusif, serta semakin dipercaya oleh publik.
