Berita

Lebih Dari 4.000 Bidan Se-Jawa Timur Ikut Seminar Dalam Rangka HUT IBI Ke-75

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang ke-75, Pengurus Daerah IBI Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan seminar hybrid yang diikuti lebih dari 4.000 bidan dari berbagai kabupaten dan kota se-wilayah ini. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme para bidan, guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan keluarga.

Ketua PD IBI Jawa Timur, Dr. Hj. Siti Maimunah, S.ST., Bdn., M.Keb., menyampaikan bahwa peringatan 75 tahun perjalanan organisasi ini bukan sekadar momen mengenang sejarah, melainkan pijakan baru untuk memperkokoh peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Peringatan ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta semangat pengabdian kami. Semua upaya ini bertujuan mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045,” ujarnya pada Senin (29/6).

Seminar yang digelar secara luring dan daring ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, organisasi profesi kesehatan, mitra kerja, serta berbagai pemangku kepentingan yang telah bersinergi selama ini dalam memajukan dunia kebidanan.

Dalam sesi pembahasan, hadir tiga narasumber yang mengangkat isu-isu strategis. dr. Dwi Krisna Imawan, Sp.OG., M.Ked.Klin. menjelaskan pentingnya peningkatan mutu layanan melalui Program Bidan Delima agar praktik kebidanan menjadi lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing.

Sementara itu, Hj. Nur Cita Qomariyah, M.Kom., I.CMC., CPS., CSE. mengajak para peserta membangun citra profesional di era digital. Ia menekankan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan sekaligus sarana membangun kepercayaan masyarakat terhadap profesi bidan.

Materi penutup disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat IBI, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., MM., MKM., yang menegaskan bahwa bidan memiliki peran sentral dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak—sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia nasional. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas kerja sama lintas sektor, serta menghadirkan inovasi layanan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. Wahyul Anis, S.Keb., Bd., M.Kes. berlangsung secara interaktif, dengan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman dari lapangan yang memperkaya pembahasan mengenai tantangan yang dihadapi saat ini.

Selain seminar ilmiah, rangkaian kegiatan juga meliputi pemberian penghargaan kepada Pengurus Cabang IBI, Tempat Praktik Mandiri Bidan, serta mitra yang telah berkontribusi nyata. Acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas 75 tahun pengabdian IBI kepada bangsa dan negara.

Melalui kegiatan ini, PD IBI Jawa Timur menegaskan bahwa peningkatan kapasitas bidan merupakan investasi penting dalam pembangunan kesehatan nasional. Sinergi yang terjalin antara organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai mitra diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus mempercepat tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *