Shalawat Akbar HUT Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi, Kado Istimewa Agus Flores untuk Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari
BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 terus menggema di berbagai penjuru Indonesia. Di Kabupaten Banyuwangi, peringatan tersebut akan dikemas dalam nuansa religius melalui kegiatan Shalawat Akbar “Mahabbatun Nabi”, yang dipersembahkan sebagai kado istimewa dari Agus Flores, Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) Counter Polri, kepada Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo.
Kegiatan yang mengusung semangat spiritual, kebangsaan, dan persatuan itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026, bertepatan dengan 13 Muharram 1448 Hijriah, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai di Lapangan Lucjack, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 dengan tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, sekaligus sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama bagi institusi Polri yang telah mengabdikan diri selama delapan dekade dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan bangsa.
Agus Flores menyampaikan bahwa kegiatan shalawat akbar ini bukan sekadar seremoni perayaan, melainkan wujud dukungan moral dan spiritual kepada Polri agar semakin kuat, profesional, dan dicintai masyarakat dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan rakyat.
“Melalui shalawat dan doa bersama, kita berharap Polri semakin Presisi, semakin dekat dengan masyarakat, serta senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan dalam mengemban amanah negara,” ujarnya.
Kegiatan Mahabbatun Nabi juga menjadi simbol bahwa pembangunan keamanan nasional tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan kekuatan spiritual, moral, dan budaya yang mampu mempererat hubungan antara aparat negara dan masyarakat.
Dipilihnya Banyuwangi sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Daerah yang dikenal sebagai miniatur keberagaman Indonesia ini memiliki tradisi religius yang kuat serta budaya gotong royong yang masih terjaga dengan baik. Kondisi tersebut dinilai sangat relevan dengan semangat kebersamaan yang ingin dibangun dalam kegiatan shalawat akbar tersebut.
Panitia memperkirakan ribuan jamaah dari Banyuwangi maupun daerah lain di Jawa Timur akan hadir memadati lokasi acara. Selain diikuti para pecinta shalawat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi antara ulama, habaib, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, insan pers, dan unsur aparat keamanan.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sinergi antara ulama, umara, aparat penegak hukum, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan global yang dihadapi Indonesia, kebersamaan dan persaudaraan menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui lantunan shalawat kepada Rasulullah SAW, masyarakat diajak memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, cinta tanah air, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari karakter bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Shalawat Akbar “Mahabbatun Nabi” di Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi perayaan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi momentum spiritual yang mempererat hubungan Polri dengan masyarakat serta memperkuat semangat pengabdian demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
“Shalawat adalah doa, dan doa adalah kekuatan. Dari Banyuwangi, ribuan doa akan dipanjatkan untuk Polri agar terus menjadi institusi yang profesional, humanis, berintegritas, dan senantiasa hadir untuk masyarakat.”
(Redaksi )
