BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Dalam rangka menyambut peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Banyuwangi mengadakan berbagai perlombaan yang berlangsung meriah pada Ahad (10/5/2026) di kampus Universitas Isla Ibrahimy (UNIIB) Kegiatan tersebut diikuti kader Muslimat NU dari berbagai anak cabang se-Kabupaten Banyuwangi dan menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota.
Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Achmad Turmudzi, dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai utama dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama adalah keberkahan dan ketulusan pengabdian.
Menurutnya, dinamika yang muncul dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar dan justru menjadi tanda bahwa organisasi masih tumbuh serta memiliki semangat kebersamaan yang kuat.
“Ketika di dalam organisasi masih ada dinamika atau perbedaan kecil, itu menandakan organisasi tersebut masih hidup dan tetap memiliki daya tarik,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader Muslimat NU Banyuwangi untuk terus menjaga kekompakan dan mengedepankan persatuan demi kemajuan organisasi.
Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Banyuwangi, Hj. Istianah, menyampaikan bahwa Muslimat NU Banyuwangi memiliki banyak kader potensial di setiap wilayah, termasuk kader-kader dai’yah yang aktif di tengah masyarakat.
Ia berharap melalui kegiatan harlah tersebut akan lahir kader Muslimat NU yang semakin mandiri, berkualitas, dan mampu memperkuat dakwah Islam yang moderat di masyarakat.
“Potensi kader Muslimat NU sangat besar. Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong lahirnya dai’yah-dai’yah yang berkualitas dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.
Salah satu perlombaan yang mendapat perhatian peserta adalah lomba dai’yah. Kegiatan itu menghadirkan dewan juri yang memiliki pengalaman di bidang dakwah dan literasi, yakni Syafaat dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang juga aktif di Komite Bahasa dan Sastra DKB serta Ketua Lentera Sastra, kemudian Muh. Fauzan Anshori dari KUA Srono yang dikenal sebagai dai nasional, serta Anis Muyasaroh, guru MAN 4 Banyuwangi sekaligus pembina LPTQ Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan harlah tersebut juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Desi Prakasiwi, yang memberikan dukungan terhadap kiprah Muslimat NU dalam pembinaan perempuan dan penguatan kegiatan sosial-keagamaan di Banyuwangi.
Melalui peringatan Harlah ke-80 ini, Muslimat NU Banyuwangi diharapkan terus menjadi organisasi perempuan yang solid, aktif, dan mampu melahirkan kader-kader yang berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.