We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Lewat Buku, Wakapolri Titipkan Pesan Penting Pemberantasan TPPA–PPO kepada 5 Calon Atase dan Staf Teknis Polri

JAKARTA || jejak-indonesia.id — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan pesan strategis pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Perlindungan Perempuan dan Anak (TPPA–PPO) kepada lima calon Atase Kepolisian Republik Indonesia (Atpol RI) dan staf teknis Polri melalui penyerahan buku “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital”.

Pesan penting tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembekalan Bagi Calon Atase Kepolisian RI dan Staf Teknis Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 10.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Ruang Kerja Wakapolri, Lantai 2 Gedung Utama Mabes Polri.

Adapun lima personel Polri yang mengikuti pembekalan dan akan melaksanakan penugasan sebagai Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri di luar negeri adalah:
1. Kombes Pol Sofyan Arief, S.I.K. — Atase Kepolisian RI di Berlin, Jerman
2. Kombes Pol M. Sandhi Satyatama, S.H., S.I.K., M.S.C.S. — Atase Kepolisian RI di Ankara, Turki
3. Kombes Pol I Nengah Adi Putra, S.I.K. — Atase Kepolisian RI di Manila, Filipina
4. AKBP Taufik Noor Isya, S.I.K. — Staf Teknis Polri di Kuala Lumpur, Malaysia
5. AKP Louis Stefanus Gregory Kaunang, S.I.K., M.Si. — Staf Teknis Polri di Kuching, Malaysia

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa TPPA–PPO merupakan kejahatan kemanusiaan lintas negara yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi digital, dengan perempuan dan anak sebagai kelompok paling rentan menjadi korban. Oleh karena itu, para atase dan staf teknis diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan, penindakan, perlindungan korban, serta penguatan kerja sama internasional.

“Melalui buku ini, saya menitipkan pesan penting agar pemberantasan TPPA dan PPO menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan. Ini adalah amanah kemanusiaan sekaligus tanggung jawab moral dan institusional Polri,” tegas Wakapolri.

Wakapolri juga menekankan bahwa para calon atase dan staf teknis merupakan representasi kehormatan Polri di kancah internasional, sehingga diharapkan mampu menjalankan fungsi intelijen, diplomasi kepolisian, serta kehumasan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang efektif dengan diaspora Indonesia di negara penugasan.

Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri oleh Kadivhubinter Polri Irjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H. dan Kabagwakinter Rokersin Divhubinter Polri Kombes Pol Andiko Wicaksono, S.I.K.

Buku “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital” ditulis bersama oleh:
• Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
• Komjen Pol. (Purn.) Drs. I Ketut Suardana, M.Si.
• Direktur Tindak Pidana PPA–PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.

Karya ini diharapkan menjadi rujukan akademis, praktis, dan kebijakan bagi aparat penegak hukum, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta pemberantasan TPPA–PPO di era digital.

Pemkab Banyuwangi Lakukan Penyegaran Birokrasi, Sejumlah Kepala Dinas Resmi Berganti

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan penyegaran struktur organisasi melalui rotasi dan mutasi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada posisi pimpinan tinggi pratama. Kebijakan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja pemerintahan dan optimalisasi pelayanan publik.

Pelantikan pejabat hasil mutasi tersebut berlangsung di Halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, Jumat (23/1/2026). Prosesi dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Dalam rotasi kali ini, sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemkab Banyuwangi mengalami pergeseran, mulai dari kepala dinas, kepala badan, sekretaris DPRD, hingga staf ahli. Mutasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung agenda pembangunan daerah tahun 2026.

Adapun pejabat yang dilantik dan menempati jabatan baru antara lain:

* Choiril Ustadi Yudawanto sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Banyuwangi
* Suyatno Wastopo Tondo Wicaksono sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Banyuwangi
* Edy Supriyono sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi
* Budi Santoso sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Banyuwangi
* Henik Setyorini sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Banyuwangi
* Abdul Latip sebagai Sekretaris DPRD Banyuwangi
* Yoppy Bayu Irawan sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Banyuwangi
* Danang Hartanto sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi
* Wawan Yadmadi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi
* Cahyanto Hendry Wahyudi sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman Banyuwangi
* Suratno sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyuwangi
* Partana sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi
* Alief Rachman Kartiono sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Banyuwangi
* Samsudin sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Banyuwangi

Melalui rotasi jabatan ini, Pemkab Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam membangun birokrasi yang adaptif, profesional, serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin dinamis.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi kinerja aparatur, sekaligus upaya menjaga ritme kerja organisasi agar tetap efektif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat Banyuwangi. (***)

Made Cahyana : Gerakan Menanam Pohon dari Kader Jadi Kado Ulang Tahun ke 79 Megawati Soekarno Putri

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Kader PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara,SE bersama jajaran Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kalipuro melaksanakan kegiatan penananaman bibit pohon dan penebaran bibit ikan di sekitar sumber air Penawar Desa Ketapang, Jum’at (23/01/2026).

Gerakan menanam pohon dan menebar bibit ikan ini merupakan salah satu kado yang dipersembahkan kader PDI Perjuangan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 79 Presiden RI Kelima, Ibu Megawati Soekarno Putri.

Made Cahyana mengatakan, gerakan menanam pohon dipilih oleh PDI Perjuangan sebagai bentuk kepedulian partai terhadap lingkungan yang sejalan dengan filosofi perjuangan Megawati Soekarnoputri, yakni kemanusiaan, kebangsaan dan merawat lingkungan.

“Penanaman pohon ini kami dedikasikan kepada bangsa Indonesia dalam rangka HUT ke-53 partai sekaligus hadiah ulang tahun ke-79 Ibu Megawati Soekarnoputri,” ucap Made Cahyana saat dikonfirmasi awak media.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk mengikuti jejak Bung Karno yang terkenal sangat mencintai pohon dan penanaman pohon secara serentak ini sebagai bentuk gerakan merawat bumi.
Made Cahyana juga mengatakan salah satu rekomendasi Rakernas PDI Perjuangan yang baru digelar pekan lalu menegaskan bahwa ‘Merawat Pertiwi’ merupakan sikap ideologis dan garis politik perjuangan PDI Perjuangan untuk mengatasi krisis ekologis yang mengancam keselamatan rakyat dan masa depan bangsa.

"Partai berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keselamatan Rakyat sebagai prioritas utama menghadapi bencana alam, khususnya perubahan iklim. Berpijak pada Pancasila dan ajaran Trisakti Bung Karno, Partai memandang bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan kehidupan, sehingga pembangunan yang merusak lingkungan, merampas ruang hidup Rakyat, dan mengorbankan generasi mendatang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan dan amanat Konstitusi, “ pungkas Made Cahyana mengutip salah satu rekomendasi Rakernas I PDI Perjuangan.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ficky Septalinda Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama HUT ke 79 Megawati Soekarnoputri

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Sekretaris DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ficky Septalinda bersama kader dan tokoh masyarakat di lingkungan kediamannya menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke 79 Prof.Dr.HC, Hj. Megawati Soekarno putri.

"Kami semua menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia Ibu Megawati, sekaligus dengan ketulusan berdoa agar beliau senantiasa dilindungi Allah SWT, semoga diberikan kesehatan, di berikan umur panjang, keberkahan, dan kekuatan dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara," ucap Ficky Septalinda, Jum’at (23/01/2026).

Ficky menyampaikan, selain tasyakuran, kader dan jajaran pengurus PDI Perjuangan di Banyuwangi menggelar kegiatan merawat bumi sebagai ibu pertiwi dengan gerakan menanam pohon.

”Merawat pertiwi merupakan sikap ideologis dan garis politik PDI Perjuangan untuk mengatasi krisis ekologis yang mengancam keselamatan rakyat dan masa depan bangsa , ” ucapnya.

Ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi ini juga melaksanakan aksi kemanusiaan dengan membuka dapur umum sebagai wujud nyata kepedulian sosial, gotong royong, dan kehadiran partai di tengah rakyat ("wong cilik") .

”Dapur umum ini merupakan komitmen partai untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun kebutuhan sehari-hari, setiap tanggal 10 kita diminta membuat dapur umum dan hasil masakannya dibagiikan kepada warga seperti buruh tani dan lainnya , ” ucapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan rutin tanggal 10 ini merupakan amanat DPP Partai untuk mengingat hari kelahiran PDI Perjuangan, 10 Januari. Karena itu, kader maupun jajaran pengurus partai diminta untuk menyiapkan peralatan dapur umum lengkap yang sewaktu-waktu dapat digunakan, termasuk saat terjadi bencana.

Pastikan Keamanan dan Kesiapsiagaan, Kapolresta Banyuwangi Cek Rutan, Senpi, dan Peralatan Dinas

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan pengecekan Rumah Tahanan (Rutan), senjata api (senpi), serta peralatan dinas di lingkungan Polresta Banyuwangi, sebagai langkah memastikan keamanan, kesiapsiagaan personel, dan kelayakan sarana pendukung tugas. Jumat (23/1/2026)

Pengecekan Rutan dilakukan untuk memastikan kondisi tahanan dalam keadaan aman, sehat, serta mendapat perlakuan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan prinsip hak asasi manusia. Kapolresta juga menekankan pentingnya pengawasan secara rutin guna mencegah potensi gangguan keamanan di ruang tahanan.

Selain itu, Kapolresta Banyuwangi turut melakukan pemeriksaan senjata api dinas yang dipegang personel. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, kondisi fisik senpi, amunisi, serta kepatuhan anggota terhadap aturan penggunaan senjata api, guna memastikan senpi digunakan secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan.

Tidak hanya itu, pengecekan juga menyasar peralatan dan perlengkapan dinas lainnya, sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapan operasional Polresta Banyuwangi dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk komitmen pimpinan dalam menjaga disiplin, profesionalisme, serta kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Pengecekan ini penting untuk memastikan seluruh personel dan sarana pendukung siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan internal serta mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan berintegritas.(***)

error: Content is protected !!