Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Tahun: 2026

Empat Pilar Fungsi Kepolisian Bersinergi, Polsek Bosar Maligas Edukasi Karyawan PT. Basic Sadar Hukum dan Bahaya Narkoba

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Bosar Maligas menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada karyawan PT. Basic di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Kegiatan ini menghadirkan empat fungsi kepolisian sekaligus untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat terkait kesadaran hukum, keamanan lingkungan, hingga bahaya narkotika.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G. Silalahi, S.H., melalui laporan resmi yang ditujukan kepada Kapolres Simalungun.

"Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 21 Juli 2026, mulai pukul 15.20 WIB hingga selesai, bertempat di PT. Basic KEK Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun," ujar IPTU Sonni G. Silalahi.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilandasi oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Surat Perintah Kapolsek Bosar Maligas terkait pelaksanaan sosialisasi di wilayah hukumnya.

"Kegiatan ini berupa pemberian sosialisasi dan edukasi tentang kesadaran hukum dan keamanan, serta bahaya narkotika kepada seluruh karyawan PT. Basic," ucap IPTU Sonni G. Silalahi.

Ia menerangkan, acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Cindi, dilanjutkan dengan kata sambutan dari dirinya selaku Kapolsek Bosar Maligas, sebelum masuk ke sesi inti sosialisasi yang disampaikan oleh masing-masing kepala unit fungsi kepolisian.

"Dalam sosialisasi keamanan, Kanit Reskrim IPDA Bilson Hutauruk, S.H., menyampaikan pentingnya peningkatan keamanan di areal kawasan melalui upaya pencegahan, pelaksanaan patroli, serta pengawasan menggunakan CCTV, sekaligus menjelaskan proses olah TKP dan koordinasi saat terjadi tindak pidana," ungkap IPTU Sonni G. Silalahi.

Selain sosialisasi terkait penanganan tindak pidana, ia juga menjelaskan materi yang disampaikan oleh Kanit Sabhara terkait bentuk pengamanan terbuka di lingkungan perusahaan.

"Kanit Sabhara IPTU J. Tarigan menyampaikan materi tentang pengamanan terbuka berupa Pam Buka, yang meliputi pengamanan objek vital guna mencegah terjadinya tindak pidana, serta pelaksanaan pengamanan TKP apabila ditemukan tindak pidana," jelas IPTU Sonni G. Silalahi.

Lebih lanjut, ia menerangkan materi yang disampaikan oleh Kanit Intel terkait pentingnya deteksi dini di lingkungan kerja. "Kanit Intel IPTU UR. Turnip menyampaikan sosialisasi tentang pengamanan tertutup, yaitu melakukan pengecekan dan pendataan secara selektif guna mendapatkan informasi serta membuat terang suatu perkara, sekaligus melakukan pendataan dan deteksi dini di lokasi pengamanan," tambah IPTU Sonni G. Silalahi.

Sementara itu, materi terakhir disampaikan oleh Kanit Binmas terkait pendekatan persuasif kepada masyarakat maupun karyawan perusahaan.

"Kanit Binmas AIPTU J. Simanjuntak, S.H., menyampaikan pentingnya kegiatan sambang, penyuluhan, sosialisasi, dan problem solving guna melakukan pemecahan masalah, serta melaksanakan penggalangan dan deteksi dini untuk dilaporkan kepada pimpinan, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada karyawan," ungkap IPTU Sonni G. Silalahi.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Komisaris PT. Basic, Bapak Jack, Kanit Sabhara IPTU J. Tarigan, Kanit Intel IPTU UR. Turnip, Kanit Reskrim IPDA Bilson Hutauruk, S.H., Kanit Binmas AIPTU J. Simanjuntak, S.H., Bhabinkamtibmas AIPTU H. Sinaga, S.H., Brigadir Alexsander Sijabat, serta seluruh karyawan PT. Basic.

"Melalui sosialisasi empat fungsi kepolisian ini, kami berharap seluruh karyawan PT. Basic dapat lebih memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan kerja, meningkatkan kesadaran hukum, serta menjauhi bahaya penyalahgunaan narkotika," tutur IPTU Sonni G. Silalahi.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut berjalan aman dan lancar dari awal hingga akhir acara, tanpa adanya kendala berarti di lapangan.

"Situasi selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan baik," pungkas IPTU Sonni G. Silalahi.

Melalui kegiatan ini, Polsek Bosar Maligas berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pihak perusahaan di wilayah hukumnya, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya keamanan, ketertiban, serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja, sejalan dengan semangat pengabdian terbaik dan Salam Presisi Polri.

Tak Butuh Waktu Lama, Tim Inafis Polres Simalungun Berhasil Identifikasi Mr X yang Ditemukan Meninggal Akibat Gizi Buruk dan Kelaparan

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun bersama Polsek Dolok Batu Nanggar menuntaskan proses identifikasi terhadap jenazah pria tak dikenal (Mr X) yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk di Simpang Pondok Baru, Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Setelah dilakukan pemeriksaan forensik, diketahui bahwa korban meninggal dunia diduga akibat kondisi gizi buruk dan kelaparan.

Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan pihak Polsek Dolok Batu Nanggar, kegiatan identifikasi tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 21 Juli 2026, sekira pukul 18.30 WIB hingga selesai, di lokasi penemuan mayat maupun di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.

"Kami melaporkan kegiatan identifikasi Polres Simalungun dan Polsek Dolok Batu Nanggar Serbelawan terkait penemuan mayat Mr X di sebuah gubuk di Simpang Pondok Baru, Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun," demikian bunyi laporan tersebut.

Dijelaskan, penemuan awal jenazah bermula dari informasi masyarakat yang diterima Kapolsek Dolok Batu Nanggar, IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., pada pukul 16.30 WIB, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman tim Kanit Reskrim IPDA L. Radot Siagian, S.H., Kanit Intel IPDA M. Purba, beserta personel piket ke lokasi kejadian.

Sesampainya di TKP, ditemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi terlentang di bawah meja warung, mengenakan kaos oblong dan celana panjang berwarna cokelat. Dari keterangan saksi, Ponimin dan Masrijal, keduanya karyawan PT. Bridgestone, korban sebelumnya sempat terlihat dalam kondisi yang mengindikasikan mengalami gangguan jiwa dan tidak mengenakan pakaian saat berada di sekitar warung dekat lokasi kejadian.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Tapian Dolok menuju RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan forensik lebih lanjut oleh dokter rumah sakit tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh korban yang tampak kurus serta sejumlah temuan klinis lainnya mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat kondisi gizi buruk atau kelaparan yang dideritanya," demikian keterangan yang disampaikan pihak medis.

Guna memastikan identitas korban, petugas Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun, AIPDA Sujid Saputra, di bawah koordinasi Kanit Inafis AIPTU Steward Owen Saragih, melakukan pengangkatan dan pencocokan sidik jari menggunakan sistem Identifikasi Pencarian Sidik Jari (IPS).

"Petugas Inafis melakukan pengangkatan sidik jari dan perumusan sidik jari identik milik korban, dan ditemukan bahwa korban bernama Robinson Harianja, kelahiran Medan, 5 Agustus 1971, berusia 54 tahun, belum menikah, beragama Kristen, suku Batak, berprofesi wiraswasta, beralamat di Jalan Pasar III Gang Surip Nomor 12, Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan," demikian keterangan dalam laporan tersebut.

Setelah identitas korban diketahui, personel Polsek Dolok Batu Nanggar langsung berkoordinasi dengan Polsekta Medan Timur sesuai domisili korban guna menghubungi pihak keluarga. Hasil koordinasi tersebut membuahkan hasil positif, di mana pihak keluarga melalui komunikasi telepon menyatakan akan datang pada keesokan harinya untuk menjemput jenazah.

Dengan adanya hasil pemeriksaan forensik yang mengarah pada dugaan gizi buruk dan kelaparan, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini tergolong non-pidana, mengingat tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban selama proses pemeriksaan berlangsung.

Sementara menunggu kedatangan pihak keluarga, jenazah korban untuk sementara telah dimandikan oleh petugas RSUD Djasamen Saragih guna proses selanjutnya.

Kegiatan identifikasi yang melibatkan personel Sat Reskrim Polres Simalungun dan Polsek Dolok Batu Nanggar ini berjalan aman dan kondusif dari awal hingga akhir proses. Pihak kepolisian menegaskan akan terus melaporkan perkembangan penanganan kasus ini kepada pimpinan, sekaligus memastikan proses serah terima jenazah kepada pihak keluarga dapat berjalan lancar sesuai prosedur yang berlaku.

Kasus ini turut menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang diduga mengalami gangguan jiwa dan hidup terlantar tanpa perhatian dari lingkungan sekitar, agar kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari.

Dukung Swasembada Pangan, Kelompok Tani Sri Rejeki Pacu Proyek Optimasi Lahan di Gandrungmanis

CILACAP ||Jejak-indonesia.id — Komitmen untuk mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional terus digelorakan hingga ke tingkat desa. Di Kabupaten Cilacap, Kelompok Tani Sri Rejeki pimpinan Bapak Saiman menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengawal dan menjalankan program strategis dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Berdasarkan pemantauan langsung awak media Rival r.d.k dan tim di lokasi pada Selasa, 21 Juli 2026, terlihat jelas antusiasme serta kerja keras pengurus dan anggota kelompok tani dalam mengerjakan pembangunan infrastruktur pertanian tersebut.

Saat ini sedang berjalan proyek Konstruksi Optimasi Lahan Non-Rawa dengan total anggaran 460 juta rupiah. Program Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian ini ditargetkan bisa mengairi lahan persawahan seluas 100 hektar di Desa Gandrungmanis, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap.

Proyek ini dikelola langsung oleh Unit Pengelola Keuangan Kegiatan Kelompok Tani Sri Rejeki, dengan waktu pengerjaan mulai 22 Mei 2026 hingga 28 Desember 2026.

Bapak Saiman beserta seluruh jajaran secara aktif memantau jalannya pembangunan, agar manfaat bantuan pemerintah pusat ini benar-benar dirasakan sepenuhnya oleh petani setempat. Di lokasi, pengurus menyampaikan: "Kami berusaha sebaik mungkin agar bantuan ini benar-benar meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan seluruh petani di sini."

Dengan selesainya pembangunan ini, petani diharapkan tidak lagi kesulitan soal pengairan, sehingga pola tanam dan taraf ekonomi masyarakat Desa Gandrungmanis bisa meningkat pesat.

Pewarta: Rival r.d.k dan Tim

Kintamani Diserbu Lalat, Luka Lingkungan yang Tak Boleh Ditanggung Bangli Seorang Diri

BANGLI || Jejak-indonesia.id – Selasa 21 Juli 2026, Kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata unggulan Bali dengan panorama Gunung Batur dan Danau Batur, kini menghadapi persoalan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Ledakan populasi lalat tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai berdampak terhadap sektor pariwisata, pertanian, peternakan, kesehatan, hingga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Fenomena tersebut telah memunculkan keresahan luas. Warga mengeluhkan meningkatnya gangguan lalat di permukiman, pelaku usaha wisata menghadapi keluhan wisatawan, sementara para petani dan peternak harus berjuang di tengah tekanan lingkungan yang semakin berat. Kondisi ini dinilai tidak lagi sekadar persoalan kebersihan, melainkan telah berkembang menjadi isu lingkungan yang membutuhkan penanganan lintas sektor dan lintas pemerintahan.

Namun di tengah sorotan publik, muncul pandangan bahwa beban penyelesaian masalah seolah hanya dipikul oleh Pemerintah Kabupaten Bangli dan masyarakat Kintamani. Padahal, Bangli merupakan kawasan hulu Bali yang selama puluhan tahun berperan menjaga kelestarian hutan, sumber mata air, serta keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat di berbagai kabupaten lain di Pulau Dewata.

Peran strategis tersebut menjadikan Bangli sebagai benteng ekologis Bali. Air yang mengalir ke berbagai wilayah, udara yang tetap terjaga, hingga keberlanjutan sektor pariwisata Bali tidak terlepas dari fungsi kawasan hulu. Karena itu, persoalan lingkungan yang muncul di Kintamani semestinya dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata urusan pemerintah daerah setempat.

Di sisi lain, kemampuan fiskal Kabupaten Bangli memiliki keterbatasan dibandingkan daerah lain yang memperoleh pendapatan besar dari sektor pariwisata. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam menangani persoalan lingkungan yang membutuhkan biaya besar, teknologi, serta dukungan sumber daya manusia.

Sejak tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Bangli telah mengusulkan skema imbal jasa lingkungan sebagai bentuk penghargaan terhadap peran kawasan hulu dalam menjaga kelestarian alam Bali. Hingga tahun 2026, pembahasan mengenai mekanisme tersebut masih terus berlangsung. Skema ini diharapkan mampu menciptakan keadilan ekologis sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam menjaga kawasan konservasi dan lingkungan hidup.

Selain dukungan anggaran, penanganan ledakan populasi lalat juga dinilai harus mengedepankan pendekatan ilmiah yang objektif. Kajian independen perlu segera dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi, BRIN, instansi teknis, serta para pakar di bidang peternakan, pertanian, kesehatan lingkungan, epidemiologi, dan pengelolaan limbah. Langkah tersebut penting agar penyebab utama meningkatnya populasi lalat dapat diidentifikasi secara komprehensif berdasarkan data ilmiah, bukan asumsi ataupun saling menyalahkan.

Pengawasan terhadap distribusi limbah maupun kotoran ternak dari luar Bali melalui jalur penyeberangan juga dinilai perlu diperketat. Apabila terdapat aktivitas pengangkutan limbah yang berpotensi memicu gangguan lingkungan, maka penerapan standar biosekuriti, sistem pengawasan, serta tata kelola limbah harus dilakukan secara lebih ketat guna mencegah dampak yang lebih luas.

Persoalan yang terjadi di Kintamani sejatinya menjadi pengingat bahwa kelestarian kawasan hulu merupakan fondasi keberlanjutan Bali. Kerusakan lingkungan di wilayah pegunungan tidak hanya dirasakan masyarakat Bangli, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas sumber daya alam, sektor pariwisata, dan kehidupan masyarakat di seluruh Bali.

Kondisi ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat. Upaya penyelesaian yang dilakukan secara bersama-sama akan jauh lebih efektif dibandingkan membebankan seluruh tanggung jawab kepada satu daerah.

Kintamani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Ketika kawasan hulu menghadapi tekanan lingkungan, sesungguhnya yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan Bangli, melainkan keberlanjutan ekosistem dan masa depan Pulau Bali secara keseluruhan.

Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri The 9th ASEAN Smart Cities Network, Gerakan Indonesia ASRI Jadi Sorotan di Kampung Nelayan Merah Putih

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto menghadiri kegiatan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) yang dirangkai dengan Apel Gelar Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP ini diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Lanal Banyuwangi, jajaran SKPD, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Hadir pula Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Drs. Safrizal ZA, M.Si bersama sejumlah pejabat Forkopimda dan kepala perangkat daerah sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Drs. Safrizal ZA menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan implementasi arahan Presiden untuk membangun budaya hidup bersih, sehat, aman, dan indah melalui partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang mampu menjadi contoh nasional dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim, dilanjutkan sambutan, pembacaan doa, hingga pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.

Kehadiran Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto mencerminkan komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah daerah untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Melalui kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat, memperluas ruang terbuka hijau dan biru, serta memperkuat upaya pelestarian lingkungan guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.45 WIB berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

error: Content is protected !!