Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Tahun: 2026

Kokoon Banyuwangi Luncurkan Sajadah Vol. 3, Iftar Ramadhan dengan Konsep Baru dan Tarif Variatif

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Hotel Kokoon Banyuwangi kembali menghadirkan program buka puasa Ramadhan bertajuk Sajadah Vol. 3, yang dikemas lebih meriah dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Program ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan Sajadah Vol. 2 yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

General Manager Hotel Kokoon Banyuwangi, Weni Kristanti, menyampaikan bahwa Sajadah Vol. 3 hadir dengan sejumlah pembaruan, baik dari sisi konsep maupun pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Tahun ini Sajadah kami kemas berbeda dari tahun lalu. Antusiasme masyarakat pada Sajadah Vol. 2 sangat tinggi, bahkan jumlah pengunjung iftar tercatat lebih dari 6.000 orang. Hal tersebut menjadi motivasi kami untuk menghadirkan Sajadah Vol. 3 yang lebih menarik,” ungkap Weni Kristanti.

Ia menegaskan, Hotel Kokoon Banyuwangi berkomitmen memberikan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya menghadirkan sajian kuliner, tetapi juga suasana dan pelayanan yang berkesan selama bulan Ramadhan.

Sementara itu, Manager Food & Beverage Hotel Kokoon Banyuwangi, Distira Yudha, menjelaskan bahwa Sajadah Vol. 3 juga dilengkapi dengan berbagai program hadiah menarik bagi para tamu.

“Di Sajadah Vol. 3 kami menyiapkan beragam hadiah, mulai dari voucher harian hingga grand prize Umroh. Selain itu, paket iftar kami hadirkan di seluruh area yang ada di Kokoon Hotel dengan pilihan harga yang variatif,” jelas Distira Yudha.

Untuk paket buka puasa, Hotel Kokoon Banyuwangi menawarkan beberapa pilihan lokasi dengan tarif berbeda. Ijen Restaurant dibanderol dengan harga Rp158.000 per orang, Rooftop sebesar Rp148.000, sementara Garden Area ditawarkan dengan harga paling terjangkau yakni Rp138.000 per orang.

Dengan variasi lokasi, konsep kuliner Nusantara, serta deretan hadiah menarik, Sajadah Vol. 3 diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pengunjung dan kembali menjadi salah satu program iftar favorit di Banyuwangi selama bulan Ramadhan. (**)

Jelang Ramadhan Satgas Pangan Polda Jatim Sidak Sejumlah Pasar di Surabaya

SURABAYA || Jejak-indonesia.id - Satgas Pangan Polda Jawa Timur kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pasar, pada Kamis (5/2), salah satunya pasar Pucang Anom Surabaya.

Sidak ini bertujuan untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) jelang Ramadhan.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol H.M Sihombing mengatakan, pihaknya akan terus memastikan untuk harga bahan pokok di pasaran tetap stabil dan tidak melebihi HET yang sudah ditentukan pemerintah, meski ada sedikit kenaikan namun cenderung stabil.

"Komitmen kami dari Satgas Pangan Polda Jatim untuk turut menjaga stabilisasi harga bahan pokok,"ujar Kombes Sihombing di Pasar Pucang Surabaya, Kamis (5/2/2026).

Terkait kestabilan harga, pihaknya dengan tegas mengatakan bahwa tidak akan pandang bulu jika ada oknum yang bermain (harga) pada komoditas pangan.

Kombes H.M Sihombing juga menegaskan akan melakukan pengawasan secara menyeluruh di berbagai daerah yang ada di Jawa Timur.

Hasil sidak, lanjut Dirreskrimsus Polda Jatim terpantau harga Bapokting di Surabaya relatif stabil, bahkan cenderung ada kenaikkan untuk beberapa komoditas. Namun, tidak terlalu signifikan.

Sementara itu, Andriko Noto selaku Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional yang juga hadir dalam sidak tersebut mengapresiasi Dirreskrimsus Polda Jawa Timur atas kerjasamanya dalam memantau harga sembako.

“Kami mengapresiasi Satgas Pangan Polda Jatim yang sudah bekerja untuk membantu masyarakat dalam menstabilkan harga bahan pokok," ungkap Andriko.

Ia meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim untuk segera menindak para pengusaha yang nakal.

Badan Pangan Nasional juga mengimbau kepada seluruh pengusaha agar tidak menaikkan harga menjelang Ramadhan.

“Menghadapi bulan suci Ramadhan, kami sekali lagi mengimbau kepada seluruh pengusaha agar tidak menaikkan harga,” tandas Andriko. (*)

Taruna Akpol Latsitardanus di Aceh Tamiang, Bersihkan Lumpur Pasar hingga Santuni Korban Hanyut

ACEH TAMIANG || Jejak-indonesia.id – Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang tergabung dalam kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) melaksanakan sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (4/2/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Satlat Kijang melaksanakan pembersihan lumpur di kawasan Pasar Bawah Aceh Tamiang. Hal ini dilakukan bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian Taruna Akpol terhadap lingkungan pascabencana.
Selain itu, Taruna Akpol juga melaksanakan silaturahmi dan kunjungan kemanusiaan kepada warga yang menjadi korban hanyut di sungai. Kunjungan dilakukan sebagai bentuk empati serta dukungan moril kepada korban dan keluarga yang terdampak musibah.
Tak hanya itu, Taruna Akpol turut melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan membagikan tas sekolah dan perlengkapan alat tulis kepada anak-anak di wilayah tersebut.

Kegiatan ini bertujuan membantu kebutuhan pendidikan sekaligus memotivasi anak-anak agar tetap semangat belajar meski dalam kondisi pascakejadian bencana.

Silaturahmi kepada anak korban hanyut dilaksanakan pada Selasa (4/2/2026) pukul 14.00 WIB di kediaman korban. Kegiatan tersebut diikuti oleh Taruna Akpol bersama tim kesehatan lapangan Akpol yang secara langsung memantau perkembangan kondisi kesehatan anak pascakejadian. Selain memberikan motivasi dan dukungan moril kepada korban dan keluarga, Taruna Akpol juga menyerahkan kenang-kenangan sebagai wujud kepedulian dan empati.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter serta penguatan empati sosial calon perwira Polri.

“Kegiatan Latsitardanus ini tidak hanya melatih aspek kedisiplinan dan integrasi antarlembaga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Taruna Akpol hadir untuk membantu masyarakat secara nyata, terutama saat menghadapi situasi sulit akibat bencana,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Menurutnya, kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat diharapkan mampu mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial sejak dini.

“Melalui kegiatan sosial seperti pembersihan lingkungan, kunjungan kepada korban musibah, hingga bhakti sosial untuk anak-anak, diharapkan terbangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Ini menjadi bekal penting bagi Taruna Akpol sebagai calon pemimpin Polri di masa depan,” tutupnya.

3 Hari Operasi Keselamatan Toba 2026, ETLE Meningkat dan Laka Lantas Menurun

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang digelar Polda Sumatera Utara sejak 2 Februari 2026 menunjukkan hasil yang signifikan dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan data sementara hingga hari ketiga pelaksanaan operasi, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jumlah kejadian kecelakaan tercatat menurun dari 38 kasus pada 2025 menjadi 21 kasus pada 2026 atau turun sebesar 44,7 persen.

Selain fokus pada upaya pencegahan kecelakaan, Operasi Keselamatan Toba 2026 juga menitikberatkan pada penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat. Pada hari ketiga operasi, jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.336 kasus, menurun 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam tiga hari, penindakan berbasis elektronik melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mengalami peningkatan signifikan, dari 77 kasus pada 2025 menjadi 242 kasus pada 2026. Hal ini menunjukkan optimalisasi penggunaan teknologi dalam penegakan hukum lalu lintas yang lebih transparan dan akuntabel.

Sementara itu, pelanggaran non-ETLE mengalami penurunan tajam, diikuti dengan penindakan berupa teguran yang tetap menjadi pendekatan persuasif kepada masyarakat guna menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan bahwa capaian positif tersebut merupakan hasil sinergi antara petugas di lapangan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Data sementara Operasi Keselamatan Toba 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Penurunan angka kecelakaan dan korban merupakan indikator bahwa upaya preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang kami lakukan berjalan efektif. Peningkatan penindakan melalui ETLE juga mencerminkan komitmen Polri dalam menghadirkan penegakan hukum yang modern dan berkeadilan,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Rabu (5/2/2026).

Ia menambahkan, Polda Sumut akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam operasi ini, dengan mengutamakan edukasi dan imbauan kepada pengguna jalan agar disiplin berlalu lintas tidak hanya saat operasi berlangsung, tetapi menjadi budaya sehari-hari.

“Tujuan utama Operasi Keselamatan Toba bukan semata-mata penindakan, tetapi membangun kesadaran kolektif masyarakat agar keselamatan menjadi kebutuhan bersama. Harapannya, kondisi lalu lintas yang aman dan tertib dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Operasi Keselamatan Toba 2026 masih akan terus berlangsung hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada pencegahan kecelakaan, penegakan hukum yang profesional, serta peningkatan kualitas keselamatan berlalu lintas di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Daripada Bikin Pusing Kapolri, Copot Saja Dirkrimsus Polda Kalteng, Walaupun Masih Baru

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Padahal Dirkrimsus Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol. Edwar Zulkarnain Simak  masih Baru, Hanya Karena Slowrespon Terhadap Wartawan Ketika Minta Klarifikasi.

Ketika Dikonfirmasi Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Agus Flores Hanya bisa katakan, Ganti orang seperti itu, Selain Merusak Nama Polri, Juga Nama Kapolda dan Kapolri  dimata Masyarakat, terkait Ghosting dan Pemberantas Tambang Ilegal.

" Saran Saya, Orang Seperti itu, Kapolri harus Ambil Sikap Diganti, Dirkrimsusnya" Tegas Agus.

Masalah apa itu? Hingga berani Tokoh Penggiat Anti Tambang Ilegal, Yang Dikenal Sangat Dekat Dengan  Presiden ke 7 Jokowi Berani bicara " Ganti Dirkrimsusnya"

Ternyata terkait Viralnya Vidio Tambang Ilegal Katingan yang  Merajalela, tanpa sentuhan Hukum Sama Sekali.

Bahkan Membahayakan Ekosistem Hutan Flora Fauna,  Lingkungan dan Masyarakat disekitar Tambang Tersebut, dan Lokasi Tersebut Diwilayah Kawasan Hutan.

" Saya ngak Senang Kalau Pejabat Utama (PJU) Di Kepolisian Ketika Dikonfirmasi Wartawan Slowrespon, Sekarang ini Kepolisian lagi Goyang, soal Dibawah Kementrian atau Presiden, kalian buat ulah yang bertentangan dengan Program Kapolri Jangan Ghosting dan Tambang Ilegal Dibersihkan,  Apalagi Persoalan itu Terkait Isu Sentral Tambang Ilegal," tegas Agus Flores Rabu (4/2)

Ternyata Bukan Wartawan Saja Pihak Dirkrimsus Yang Baru Tersebut Slowrespon menanggapi Konfirmasi Terkait Tambang Ilegal Di Kalteng, Ternyata Sekelas Agus Flores Saat Mengkonfirmasi Ke  Dirkrimsus Polda Kalteng Tidak Ditanggapi, Alias Slowrespon.

" Wah Ternyata Sama, Seperti Keluhan Wartawan, Orangnya Slowrespon Terkait Saat Dikonfirmasi," tegasnya.

Diketahui , Rekam Digital Agus Flores, Sempat dizaman Kapolda Kalteng Dedi Prasetyo, Kapolri Mengatensi Tambang Ilegal Ditutup Total.

" Tolong Jangan Bikin Ulah Lagi, Tolong Yang Viral Seperti Tambang Ilegal Di Katingan Dibersihkan, Jangan Bikin malu di Masyarakat, Kalau Tidak Dibersihkan, Nanti Dibilang Polisi Yang Main Disitu,"

Hingga Berita ini Ditayangkan, Pihak Ini Berita Menunggu Konfirmasi Langsung Dari Dirkrimsus Polda Kalteng Kepada Wartawan.