Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Perkuat Perlindungan Masyarakat, Kapolda Maluku dan OJK Maluku Komitmen Berantas Investasi Ilegal

MALUKU || jejakindonesia.id – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menerima kunjungan silaturahmi Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, di ruang tamu Kapolda Maluku, Rabu (14/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara Polda Maluku dan OJK Maluku dalam pengawasan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi keuangan, serta upaya pencegahan investasi ilegal dan praktik pinjaman online yang merugikan masyarakat.

Suasana silaturahmi yang berlangsung santai ini juga dimanfaatkan sebagai ajang koordinasi lintas sektor guna memperkuat perlindungan masyarakat dari praktik keuangan ilegal sekaligus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Maluku.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Binmas, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kabid Keuangan, serta Kabid Hukum Polda Maluku. Sementara dari OJK Maluku hadir Wakil Kepala OJK Maluku Novian Suhardi dan Staf Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Maluku, Marlia Halyanti.

Kepala OJK Provinsi Maluku Andi Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa kunjungan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi, juga bertujuan untuk berdiskusi terkait kondisi sektor jasa keuangan di Maluku.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak Kapolda yang telah menerima kedatangan kami," kata Andi.

Ia menjelaskan bahwa selain menjalankan fungsi pengawasan sektor keuangan, OJK juga memiliki peran penting dalam edukasi serta perlindungan konsumen. Dalam konteks tersebut, OJK secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya investasi ilegal serta praktik keuangan yang berpotensi merugikan.

Andi juga menyinggung kasus investasi ilegal yang terjadi pada tahun 2025 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan modus kerja paruh waktu, yang menyebabkan ratusan orang menjadi korban. Berkat respons cepat dan koordinasi lintas sektor, investasi ilegal tersebut telah ditutup dan proses hukumnya ditangani oleh aparat penegak hukum setempat.

Lebih lanjut, Andi menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak negara dalam menyampaikan edukasi keuangan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah masyarakat terjerumus dalam investasi ilegal, gadai ilegal, maupun pinjaman pribadi yang menyesatkan.

Secara nasional, Andi menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 14.000 investasi ilegal dengan total kerugian masyarakat mencapai sekitar Rp150 triliun.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto mengapresiasi kinerja OJK Provinsi Maluku yang dinilai aktif dalam menjalankan fungsi pengawasan, edukasi, serta perlindungan konsumen.

Kapolda berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam menghadapi potensi kerawanan di sektor jasa keuangan.

"Kita perlu memiliki data dan pemetaan bersama terkait potensi kerawanan di Maluku, seperti pinjaman online dan investasi ilegal. Hal-hal ini perlu menjadi atensi bersama karena korbannya tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga anggota Polri," kata Kapolda.

Ia juga menyoroti fenomena pinjaman yang melibatkan anggota Polri tanpa mekanisme pengawasan pimpinan. Menurutnya, setiap bentuk pembiayaan harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kemampuan membayar (5C), serta memerlukan koordinasi antara pihak pemberi pinjaman dan pimpinan instansi terkait.

“Jika anggota terlilit utang, hal ini akan berdampak pada kinerja dan mencoreng institusi. Oleh karena itu, pengawasan dan edukasi menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan komitmen Polda Maluku untuk mendukung penuh program edukasi dan sosialisasi OJK, termasuk program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan).

Menurutnya, pelibatan Bhabinkamtibmas dalam memberikan literasi keuangan kepada masyarakat merupakan langkah strategis, mengingat masih terbatasnya akses jasa keuangan di sejumlah wilayah kecamatan di Maluku.

“Polda Maluku membuka ruang kerja sama seluas-luasnya. Edukasi keuangan harus menjangkau hingga ke pelosok agar masyarakat semakin cerdas, waspada, dan tidak mudah terjerat praktik keuangan ilegal,” pungkasnya.

Masih Andalkan YLBH FT, Pengadilan Agama Gresik Berikan Jaminan Layanan Drafting dan Tahapan Persidangan di Pengadilan Agama Gresik

GRESIK || jejakindonesia.id - Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Gresik menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan YLBH Fajar Trilaksana (FT), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat, Kamis (15/1/2026)

Kesepakatan itu bertujuan memberikan perlindungan bagi karyawati yang bekerja di perusahaan, serta anak korban perceraian, sekaligus menyediakan pendampingan hukum gratis bagi perempuan dari keluarga tidak mampu.Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Gresik menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan YLBH Fajar Trilaksana (FT), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat, Kamis (15/1/2026)

Kesepakatan itu bertujuan memberikan perlindungan bagi karyawati yang bekerja di perusahaan, serta anak korban perceraian, sekaligus menyediakan pendampingan hukum gratis bagi perempuan dari keluarga tidak mampu.

MoU ditandatangani langsung oleh Ketua PA Kelas IA Gresik, Ahmad Zaenal Fanani; Direktur YLBH FT, Andi Fajar Yulianto; Kepala Diskominfo Gresik, Johar Gunawan; Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin, serta Wakil Ketua Kadin Gresik, Nefa Indra Lesmana.

Ketua PA Kelas IA Gresik menjelaskan bahwa kerja sama dengan Disnaker dilakukan untuk memastikan hak-hak perempuan dan anak korban perceraian tetap berlaku efektif bagi karyawan perusahaan.

Disnaker menjadi bagian yang akan memastikan hak-hak perempuan dan anak bisa berlaku efektif bagi karyawan korban perceraian yang bekerja di perusahaan – perusahaan yang ada komitmen dengan Pengadilan Agama,” jelasnya.

Kerja sama dengan YLBH FT difokuskan pada bantuan hukum gratis. Menurut Zaenal, negara telah mengalokasikan anggaran melalui Pengadilan Agama untuk pendampingan perempuan dan anak korban perceraian.

“Dengan menggandeng YLBH FT kita memfasilitasi masyarakat tak mampu agar beracara di Pengadilan secara gratis, dengan dibantu pembuatan gugatannya dan seluruh tahapan dan pemahaman tata cara beracara di Pengadilan Agama Gresik ini,” tuturnya.

Selain itu, PA Gresik juga bekerja sama dengan Diskominfo terkait integrasi data dengan pemerintah daerah setempat.

“Kominfo sudah membangun aplikasi ITE untuk mengintegrasikan data putusan baik itu perceraian, maupun perkara lainnya, ekonomi syariah, harta bersama, dispensasi kawin, kemudian disajikan dalam bentuk yang baik agar bisa dibaca oleh pengambil kebijakan di Pemkab Gresik,” terang Zaenal.

Kerja sama dengan Kadin Gresik menjadi tindak lanjut kolaborasi sebelumnya, memastikan keterlibatan perusahaan dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektoral, lintas stakeholders ini kita harapkan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak tersebut bisa berjalan secara efektif,” kata Zaenal.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 PA Gresik menangani sekitar 3.000 perkara, dengan 70 persen di antaranya kasus perceraian.

“Motifnya variatif, mayoritas terkait perselisihan dan pertengkaran terus menerus, persoalan ekonomi, ada persoalan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ada juga sekarang yang lagi tren terkait dengan judi online,” tuturnya

Sementara itu, Direktur YLBH FT Andi Fajar Yulianto, SH, M.H menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan PA Gresik.

Alhamdulillah, kami bersyukur masih dipercaya untuk kolaborasi dan bersinergi dengan PA Kelas IA Gresik dalam memberikan bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu,” ucapnya.

Ditegaskan Fajar, YLBH FT tetap berkomitmen menjalankan amanah UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, dengan mengoptimalkan akses bagi masyarakat tidak mampu dan rentan.

“Termasuk, optimalisasi melalui upaya menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder, pos bantuan hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri dan PA Gresik,” pungkasnya

(Redho)

Panen Raya di Lapas Banyuwangi Hasilkan 3 Ton Semangka, Sebagian Hasil Penjualan Akan Disumbangkan untuk Bencana Sumatera

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menggelar aksi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui panen raya serentak di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Jatim memusatkan kegiatan strategis ini di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Kamis (15/1).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, didampingi Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, jajaran Forkopimda setempat, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur.

Fokus utama panen raya di Lapas Banyuwangi kali ini adalah komoditas semangka. Di atas lahan seluas 700 meter persegi, Lapas Banyuwangi berhasil memanen sedikitnya 3 ton semangka berkualitas unggul. Capaian ini merupakan bagian dari optimalisasi lahan SAE Paswangi yang memiliki total luas mencapai 2,2 hektare.

Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor. Ia menekankan bahwa lahan SAE Paswangi sendiri merupakan lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang kini bertransformasi menjadi pusat produktivitas dan pembinaan bagi warga binaan.

"Keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah dan para stakeholder terkait. SAE Paswangi kami manfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," ujar Wayan.

Menurutnya, Lahan SAE Paswangi tidak hanya berfokus pada pertanian semangka, tetapi juga mencakup sektor perikanan yang seluruh operasionalnya melibatkan warga binaan sebagai bentuk bekal keterampilan.

“Warga binaan terlibat langsung dalam kegiatan pertanian dan perikanan di lahan SAE Pakis ini, tentunya dengan pendampingan, pengawasan dan bimbingan petugas,” ungkapnya.

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik antara Lapas dan Pemkab Banyuwangi. Menurutnya, sinergi ini tidak hanya mendukung tugas dan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga membuktikan bahwa warga binaan mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara.

Menariknya, Kadiyono menegaskan bahwa hasil panen ini memiliki dimensi sosial yang luas. Sebagian hasil penjualan semangka akan disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera.

“Hasil penjualan nantinya sebagian akan kami sumbangkan untuk korban bencana di Pulau Sumatera. Hal ini menjadi bukti bahwa pemasyarakatan hadir untuk membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas,” tegas Kadiyono.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, turut menyambut positif produktivitas di SAE Paswangi. Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program pembinaan di dalam Lapas.

"Kami siap mendukung program-program positif ini, khususnya dalam lingkup pembinaan. Bagaimanapun, sebagian besar penghuni Lapas Banyuwangi adalah warga kami, masyarakat asli Banyuwangi. Kami berharap, melalui edukasi di SAE ini, mereka memiliki bekal keterampilan yang mumpuni saat kembali ke masyarakat nanti," pungkas Mujiono.

Gerak Cepat Babinsa Turun ke Sawah, Ancaman Wereng Coklat di Macan Putih Mulai Dikendalika

KABAR || jejakindonesia.id - Ancaman hama wereng coklat yang mulai meresahkan petani di Dusun Kopenlaban, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, langsung mendapat perhatian serius. Pada Rabu, 14 Maret 2025, sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai, Babinsa Macan Putih Koramil 0825/14 Kabat, Serka Hadi Purnomo, turun langsung ke area persawahan untuk mendampingi kegiatan pengendalian hama yang berpotensi mengganggu hasil panen.

Kehadiran Babinsa di tengah sawah bukan sekadar pendampingan biasa. Bersama unsur pertanian dan pemerintah wilayah, langkah pengendalian dilakukan secara terpadu untuk memastikan serangan wereng coklat tidak meluas dan merugikan petani. Kondisi tanaman padi di lokasi menjadi perhatian utama, mengingat fase pertumbuhan yang sangat menentukan hasil panen ke depan.

Kegiatan ini melibatkan Koordinator BPP Kabat Bapak Nuryo, perwakilan Camat Kabat Bapak Yusuf, PPL Desa Macan Putih Bapak Lukman, Kepala Dusun Kopenlaban Bapak Koliq, Ketua RT Kopenlaban Bapak Sumsono, Ketua Kelompok Tani Curah Jati Bapak Sutrisno, serta para petani setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman hama yang dapat menurunkan produktivitas pertanian.

Melalui sinergi dan gerak cepat di lapangan, diharapkan pengendalian wereng coklat dapat memberikan hasil maksimal. Pendampingan Babinsa menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam menjaga stabilitas pertanian dan memastikan petani tetap optimis menatap musim panen yang lebih baik.

Segera Dibagikan, Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo akan Tunjang Wisata Heritage Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Ratusan unit becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto segera dibagikan kepada para pengemudi becak lanjut usia di Banyuwangi. Keberadaan becak listrik ini diharapkan akan meringankan kerja dan meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak.

Saat ini sebanyak 200 unit becak listrik tersebut telah berada di Banyuwangi dan tengah mendapatkan penanganan dasar oleh mekanik.

“Kami sudah bertemu dan berkoordinasi dengan tim Gerakan Sosial Nasional (GSN). InsyaAllah dalam waktu dekat bantuan becak listrik dari Bapak Presiden akan segera dibagikan kepada para pengemudi becak lansia di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai bertemu tim GSN di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Rabu (14/1/2026).

GSN merupakan yayasan yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan bantuan becak listrik kepada para pengayuh becak. Tim ini menemui Bupati Ipuk membahas teknis penyaluran bantuan becak listrik dari Presiden di Banyuwangi.

“Tentunya bantuan ini akan sangat meringankan kerja pengemudi becak, dan harapannya kita semua akan meningkatkan kesejahteraan beliau semua. Terima kasih Bapak Presiden,” kata Ipuk.

Ditambahkan Ipuk, salah satu yang akan didorong pemkab untuk meningkatkan ekonomi kesejahteraan para pengayuh becak, adalah dengan melibatkan mereka dalam sektor pariwisata.

“Selain lebih bersih dan nyaman, becaknya juga estetik. Ini bisa kita gunakan untuk angkutan city tour heritage keliling kota. Nanti akan kita atur teknisnya pelibatan mereka,” kata Ipuk.

Sementara Perwakilan GSN, Candra Mahardika, mengatakan becak listrik ini prioritas diperuntukkan bagi lansia pengemudi becak lansia, berusia di atas 55 tahun. Pada tahap pertama GSN telah mengirimkan sebanyak 200 unit becak listrik ke Banyuwangi.

“Becak-becak yang telah tiba di Banyuwangi ini rencananya segera dibagikan di akhir Januari ini. Saat ini kami masih terus menyisir Banyuwangi untuk mendata calon penerima. Harapannya, penyalurannya merata,” ungkap Candra.

Ditambahkannya, para penerima bantuan becak nantinya akan dilatih terlebih dahulu seputar becak listrik termasuk cara mengoperasikan dan pemeliharaannya.

“Meski ini teknologi baru untuk becak, kami yakinkan bahwa mekanismenya cukup sederhana. Bahkan pengisian daya bisa dilakukan di rumah, meski dengan daya listrik rumah yang 450 VA,” tambahnya. (*)

error: Content is protected !!