Opening soon Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Posko Tanggap Bencana Polresta Malang Kota Beroperasi 24 Jam

MALANG || jejakindonesia.id — Setelah melaksanakan rapat koordinasi Tanggap Bencana pada Rabu (10/11) pekan lalu, Polresta Malang Kota Polda Jatim bersama Pemkot Malang meresmikan Posko Tanggap Bencana yang berlokasi di halaman Ruko Jl Letjen S. Parman Kota Malang.

Posko Tanggap Bencana itu sebagai pusat koordinasi dan penanganan darurat bencana hidrometeorologi, lengkap dengan sarana dan personel terlatih dalam penanggulangan bencana seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono SH, SIK, MSi mengatakan Posko ini disiapkan sebagai pusat koordinasi, pusat informasi, dan pusat respons cepat 24 jam.

"Posko ini dilengkapi tenda darurat, logistik kebencanaan, alat penerangan portabel, alat pemotong, hingga perangkat komunikasi," kata Kombes Nanang, Senin (15/12)

Kapolresta Malang Kota mengungkapkan, semua sarana ini bisa digunakan kapan saja apabila terjadi situasi mendesak agar penanganan bisa dilakukan cepat termasuk peralatan kebencanaan yang sudah disiapkan BPBD Kota Malang disetiap Kecamatan.

Dua posko prioritas juga ditempatkan di Kecamatan Lowokwaru dan Blimbing, sebab sempat terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi beberapa hari sebelumnya.

Mengingat kondisi geografis sangat memengaruhi potensi luapan air, seperti aliran Sungai Brantas yang menerima limpahan dari Kota Batu di sisi barat, serta Sungai Amprong di Kedungkandang yang menjadi jalur air dari wilayah Tumpang dan Poncokusumo.

"Keberadaan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas di setiap kelurahan menjadi elemen soliditas yang memperkuat respons cepat sampai dilingkup terkecil," kata Kombes Nanang.

Kapolresta Malang Kota juga menegaskan bahwa anggota Polri yang terlibat di Posko ini semuanya pernah di Brimob, jadi punya keahlian dalam penyelematan / SAR.

“Seluruh anggota Polri yang terlibat di Posko Tanggap Bencana ini adalah personel yang pernah berdinas di Brimob yang memiliki kemampuan SAR dan penyelamatan, sehingga bisa bergerak cepat saat terjadi bencana,” tegas Kombes Nanang.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap posko akan dioperasikan dengan tiga shift, masing-masing berganti setiap delapan jam, dan setiap shift diperkuat oleh delapan personel yang selalu siaga.

Tim tanggap bencana yang dibentuk merupakan tenaga terlatih dengan kapabilitas evakuasi, pertolongan pertama, hingga penanganan situasi darurat.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, dan seluruh jajaran siap bergerak ketika dibutuhkan," ujarnya

Kombes Pol Nanang menghimbau masyarakat untuk segera melapor bila menemukan indikasi potensi bencana melalui Layanan Cepat Polri 110 atau Jogo Malang Presisi di 0811-1272-000.

Kesiapsiagaan di Kota Malang terus diperkuat dengan sinergi, kolaborasi dan respon cepat saat bencana, Polresta Malang Kota Polda Jatim memastikan ini semua demi keselamatan masyarakat terutama saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (*)

Jelang Nataru Polres Jember Gelar Razia Tempat Hiburan Malam

JEMBER || jejakindonesia.id - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Jember Polda Jatim meningkatkan langkah preventif dengan menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam, mulai Jumat malam (12/12).

"Kegiatan itu kami laksanakan untuk mengantisipasi peredaran narkoba serta mencegah potensi gangguan kamtibmas," Kasat Reserse Narkoba Polres Jember, Iptu Bagus Dwi Setyawan, Senin (15/12).

Razia gabungan tersebut kata Iptu Bagus Dwi Setyawan, menyasar sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Jember.

Di lokasi itu, dengan tetap mengedepankan sikap humanis, petugas melakukan pemeriksaan badan, barang bawaan, serta tes urine terhadap pengunjung dan karyawan.

"Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan narkoba maupun senjata tajam. Hasil tes urine terhadap pengunjung dan karyawan juga seluruhnya negatif,” tegasnya.

Polres Jember Polda Jatim memastikan kegiatan razia dan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin selama momentum Nataru, guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember. (*)

Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri CFD Ahmad Yani, Dampingi Wakil Bupati dalam Pengundian Pemenang Pajak Daerah Tahap II

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Komando Distrik Militer (Kodim) 0825/Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan pemerintah daerah sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari kehadiran Dandim 0825/Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P. yang diwakili oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Kav Suprapto pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, Minggu pagi (14/12/2025).

Kehadiran Kasdim 0825/Banyuwangi tersebut dalam rangka mendampingi Wakil Bupati Banyuwangi pada acara Pengundian Pemenang Pajak Daerah Tahap II yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada masyarakat yang taat membayar pajak, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam mendukung pembangunan daerah melalui pajak.

Acara pengundian berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati kawasan CFD Ahmad Yani. Sejak pagi hari, warga tampak berbondong-bondong datang untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, serta menyaksikan langsung rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Suasana semakin semarak dengan berbagai hiburan dan stan jajanan yang turut meramaikan kegiatan mingguan tersebut.

Di sela-sela kegiatan resmi, Kasdim Mayor Kav Suprapto tampak membaur bersama masyarakat. Dengan penuh keakraban, ia menikmati suasana segar pagi hari khas CFD sambil mencicipi berbagai jajanan yang dijajakan oleh pelaku UMKM lokal. Sikap ramah dan terbuka yang ditunjukkan Kasdim mendapat sambutan positif dari warga, yang tak jarang menyapa dan berbincang ringan dengannya.

Mayor Kav Suprapto menyampaikan bahwa kehadiran TNI AD melalui Kodim 0825/Banyuwangi dalam kegiatan masyarakat seperti CFD merupakan wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Selain mendukung program pemerintah daerah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta mendengar langsung aspirasi masyarakat.

“CFD ini bukan hanya ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Banyuwangi yang tetap semangat berpartisipasi dalam kegiatan positif seperti ini,” ujarnya di sela kegiatan.

Sementara itu, kegiatan Pengundian Pemenang Pajak Daerah Tahap II diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Pajak daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Banyuwangi semakin terlihat solid. Kehadiran Kasdim 0825/Banyuwangi di tengah-tengah warga pada CFD Ahmad Yani menjadi simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam membangun Banyuwangi yang lebih maju dan sejahtera.

Tahap II Sipundiwangi, Warga Tamanbaru Banyuwangi Menangkan Undian Motor

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tri Agus Purnama berkaca-kaca saat namanya disebut memenangkan sepeda motor Undian Sipundiwangi (Sistem Pelaksanaan Undian Pajak Daerah di Banyuwangi) tahap II yang diumumkan saat Community and Food Day (CFD) di depan Kantor Bupati Banyuwangi, Minggu pagi (14/12/2025).

Agus, warga Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi, mengaku rajin mengupload struk belanja kuliner ke aplikasi Smart Kampung sejak dia mengetahui ada program Sipundiwangi yang dimulai pertengahan tahun ini.

“Alhamdulillah doa saya terkabul, bisa dapat undian Sipundiwangi,” pekiknya sambil langsung memeluk sang istri, Ines Maulia Putri, saat Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengumumkan nama pemenang.

Agus bersama istri, pada Minggu pagi sengaja hadir ke CFD untuk menyaksikan langsung pengundian Sipundiwangi tahap II tersebut.

“Ini rezeki istri. Kami memang berencana akan membeli motor second (bekas) dan laptop untuk dia bekerja. Tapi Allah memberikan rezeki tak terduga ini. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.

Dijelaskan Mujiono, Sipundiwangi adalah program yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang tertib administrasi.

Masyarakat yang makan di resto, rumah makan, depot, kafe, warung kopi, dan tempat kuliner lainnya di Banyuwangi bisa mendapat undian berhadiah. Terdapat 83 tempat kulineran yang pelanggannya bisa mengikuti undian berhadiah untuk pelanggan mereka.

Puluhan tempat kulineran tersebut telah memasang alat perekam transaksi Tax Mapper, Sijakawangi (Sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Banyuwangi).

“Selain kulineran, masyarakat yang telah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), konsumen hotel/homestay, dan wajib pajak kendaraan bermotor juga secara otomatis menjadi peserta undian berhadiah,” ujarnya.

Para pemenang akan mendapatkan beragam hadiah menarik. Seperti sepeda motor, sepeda listrik, laptop, tablet, TV, dan banyak lainnya. Mujiono berharap, hadiah yang disiapkan tersebut bisa menunjang produktivitas para penerimanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Banyuwangi Samsudin menjelaskan, pengundian ini merupakan undian tahap II sesi pertama bagi masyarakat yang telah mengupload struk belanjanya pada periode 1 Oktober- 1 Desember 2025. Pengundian ini berlaku untuk struk PBB, pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) hotel dan resto.

“Khusus PBJT Resto hadiah utamanya yaitu Umroh akan kita undi pada sesi kedua saat Harjaba (Hari Jadi Banyuwangi) tanggal 20 Desember besok. Begitu juga dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), semua akan kita undi tanggal 20,” kata Samsudin.

"Jadi masih ada kesempatan bagi masyarakat untuk mengupload struk kulinerannya hingga 18 Desember 2025," imbuhnya.

Dia berharap, ke depan akan lebih banyak usaha yang mengikuti program Sipundiwangi. “Utamanya pelaku usaha homestay. Kami harap mereka bisa ikut program ini sehingga mendongkrak pendapatan daerah,” pungkasnya. (*)

Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Kovablik Jatim 2025

SURABAYA || jejakindonesia.id – Dua inovasi Banyuwangi, Jagoan Tani dan I-Care, meraih penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2025, yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur.

Jagoan Tani menyabet predikat prestisius sebagai Top 9 Outstanding Public Service Innovations 2025. Sementara I-Care meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak kepada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, di Surabaya dalam acara penyerahan Penghargaan Kovablik 2025, Jumat (12/12/2025).

“Kami bersyukur inovasi Banyuwangi terus mendapatkan apresiasi positif, baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Jatim. Prestasi ini semakin memotivasi kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima di Banyuwangi,” kata Mujiono.

Wabup menjelaskan, inovasi Jagoan Tani sukses menyabet predikat prestisius sebagai Outstanding Public Service Innovations 2025. Predikat ini hanya diberikan kepada 9 inovasi terbaik dari ratusan inovasi yang ikut berkompetisi tahun ini.

"Penghargaan ini menjadi kado indah bagi masyarakat Banyuwangi jelang peringatan Harjaba (Hari Jadi Banyuwangi) ke 254. Ini sekaligus melengkapi pencapaian, setelah kembali ditetapkan sebagai Daerah Terinovatif se-Indonesia untuk ke 8 kalinya oleh Kemendagri," ujar Mujiono.

Jagoan Tani adalah program inkubasi anak-anak muda daerah yang memiliki passion ke sektor pertanian. Jagoan Tani setiap tahunnya diikuti ratusan anak muda yang telah memiliki rintisan usaha untuk lebih mengembangkan bisnisnya.

Program ini menghadirkan mentor-mentor berpengalaman dari kalangan praktisi hingga akademisi untuk scaling-up bisnis para peserta. Mereka juga dikoneksikan dengan perbankan, jaringan dunia usaha, hingga difasilitasi stimulus modal untuk pengembangan usahanya.

“Dari Jagoan Tani lahir sekitar 4000 wirausaha muda di sektor agribisnis. Berbekal ilmu yang didapatkan selama inkubasi, mereka mampu menjalankan usaha di sektor pertanian secara lebih modern,” urainya.

Sementara program I-Care, merupakan inovasi yang memfasilitasi rujukan cepat pasien stroke sehingga meningkatkan angka keberhasilan penanganan stroke di golden periode yakni sebelum 4,5 jam sejak serangan awal. Program ini diinisiasi RSUD Blambangan.

Layanan I-Care menggabungkan edukasi, teknologi aplikasi dan gotong royong. Layanan I-Care bisa di akses dengan mudah di superApps Smart Kampung. Pasien bisa langsung membuka menu I-Care pada Smart Kampung, cek mandiri risiko stroke, kemudian memilih ambulance terdekat untuk segera menuju RS.

“Tujuannya, mempercepat pasien tiba di rumah sakit. Dengan penanganan tepat di masa golden period, untuk mengurangi risiko cacat permanen hingga kematian pada penderita,” kata Mujiono.

Dampak dari I-Care pada 2024 jumlah pasien stroke yang datang dalam golden period meningkat, sehingga angka kefatalan pasien stroke turun menjadi 16,18 persen dari sebelumnya sebesar 82 persen. Selain itu, sebanyak 83,82% pasien dapat kembali produktif dan bekerja seperti semula.

Berkat keberhasilan ini, sejak 2023, I-CARE resmi menjadi percontohan nasional untuk layanan terintegrasi kegawatan stroke, serta 5 kali meraih penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode 2021–2025, serta Penghargaan Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023.

error: Content is protected !!