Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Tahun: 2025

Diduga Dua Oknum DPRD Dugem di Tempat Hiburan Malam, AMI Desak RTW dan APW Dicopot dari DPRD Bangkalan dan Partainya

BANGKALAN || jejakindonesia.id - Aliansi Madura Indonesia (AMI) mendesak pemberhentian dua oknum anggota DPRD Kabupaten Bangkalan berinisial RTW dan APW, menyusul beredarnya video yang diduga memperlihatkan keduanya tengah dugem di tempat hiburan malam.

Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia, Baihaki Akbar, menilai perilaku tersebut bertentangan dengan etika pejabat publik dan mencederai kehormatan lembaga legislatif, terlebih dilakukan oleh wakil rakyat di daerah yang menjunjung tinggi nilai moral, agama, dan budaya Madura.

"Anggota DPRD adalah pejabat publik. Setiap perilaku mereka, baik di dalam maupun di luar kedinasan, tetap melekat pada jabatan. Dugaan dugem di tempat hiburan malam jelas tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat,” tegas Baihaki Akbar, Kamis (18/12)

AMI menegaskan, dugaan perilaku tersebut berpotensi melanggar Kode Etik Anggota DPRD, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) serta peraturan internal DPRD yang mewajibkan anggota menjaga martabat, kehormatan, dan citra lembaga.

Menurut AMI, apabila dugaan tersebut terbukti, maka tindakan RTW dan APW tidak hanya mencoreng nama pribadi, tetapi juga merusak marwah DPRD Bangkalan secara institusional dan menurunkan kepercayaan publik.

Atas dasar itu, AMI mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bangkalan untuk segera memanggil dan memeriksa RTW dan APW secara terbuka dan transparan, serta meminta partai politik pengusung agar bertanggung jawab menjatuhkan sanksi tegas dengan melakukan PAW terhadap dua oknum tersebut.

Lebih lanjut, Aliansi Madura Indonesia menegaskan akan menggelar aksi demonstrasi apabila tuntutan tersebut tidak segera direspons oleh DPRD Bangkalan dan pihak terkait.

"Jika penegakan kode etik diabaikan, AMI siap turun ke jalan melakukan aksi massa sebagai bentuk perlawanan moral terhadap pembiaran pelanggaran etika pejabat publik," ujar Baihaki Akbar.

AMI menilai, ketegasan penegakan etika merupakan kunci menjaga kehormatan lembaga legislatif, sekaligus memastikan wakil rakyat tetap berada dalam koridor kepatutan dan tanggung jawab moral.

Buka Latpraops Lilin Otanaha, Kapolda Gorontalo Instruksikan Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Jelang Nataru 2026

Gorontalo || jejakindinesia.id - Menjelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026, Polda Gorontalo melaksanakan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Kepolisian Terpusat “Lilin Otanaha 2025”, Rabu (17/12/2025), bertempat di Aula Titinepo Polda Gorontalo.

Latpraops tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., serta dihadiri oleh Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Gorontalo Kombes Pol Rudi Haryanto, S.I.K., Karo Ops Polda Gorontalo Kombes Pol Pramono Jati, S.I.K., M.T., para pejabat utama Polda Gorontalo, dan 178 peserta Latpraops, dengan dukungan 8 personel instruktur serta 39 personel panitia.

Dalam laporan singkat Latpraops, Karo Ops Polda Gorontalo menyampaikan bahwa paradigma Operasi Lilin telah bergeser dari fokus lalu lintas menjadi operasi pengamanan terpadu guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya umat Nasrani dalam menjalankan ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru. Operasi Lilin Otanaha 2025 dirancang untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta sinergitas antar satuan tugas dan instansi terkait.

Dalam sambutan pembukaannya, Kapolda Gorontalo menegaskan bahwa Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Otanaha 2025 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Kapolda juga menyampaikan evaluasi Operasi Lilin tahun sebelumnya, di mana kasus penganiayaan dan tindak pidana terhadap perlindungan anak masih mendominasi, serta mencatat penurunan kasus kecelakaan lalu lintas dari 17 kasus pada 2023 menjadi 9 kasus pada 2024.

Kapolda Gorontalo menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, seperti intoleransi, sweeping, dan gangguan keamanan lainnya, serta mengingatkan seluruh jajaran agar menjamin pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman tanpa adanya penolakan dalam bentuk apa pun. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada keamanan lokasi wisata dan respons cepat terhadap setiap kejadian menonjol yang harus dilaporkan secara berjenjang.

Rangkaian Latpraops diisi dengan berbagai paparan materi strategis dari fungsi-fungsi terkait, antara lain Dit Intelkam, Dit Reskrimum, Bid Dokkes, Dit Resnarkoba, Dit Lantas, Dit Samapta, Sat Brimobda, hingga paparan Rencana Garis Besar (RGB) Operasi Lilin Otanaha 2025 serta penjabaran tugas masing-masing satgas.

Sebagai penutup, Karo Ops Polda Gorontalo Kombes Pol Pramono Jati, S.I.K., M.T. menyampaikan pembulatan sekaligus menutup secara resmi kegiatan Latihan Pra Operasi Lilin Otanaha 2025. Melalui Latpraops ini, diharapkan seluruh personel memahami tugas dan perannya secara optimal sehingga pelaksanaan Operasi Lilin Otanaha 2025 dapat berjalan maksimal dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Gaet Salah Aktivis YLKI Di Daerah Sulawesi, Senioritas Ketua YLKI Gorontalo dan Ketua YLKI Sultra Mas Agus , di Korlantas Polri

JAKARTA || jejakindinesia.id - Sepertinya Program Program Polisi Lalulintas (Polantas) Melayani Masyarakat (Publik) Dapat Tanggapan Aktivis Konsumen Senior YLKI Daerah, Mas Agus, Pasalnya sudah 25 Tahun Jadi Ketua YLKI diwilayah Sulawesi, baru kali ini bertatapan muka terkait Program Polantas sangat konsen terhadap Pelayanan.

Diketahui Nama Mas Agus di kalangan Aktivis Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Wilayah Sulawesi , merupakan Tokoh Berpengaruh ke 4 , Setelah Ketua YLKI Sulsel Ambo Dale, YLKI Sulteng dan Sulut, karena namanya Mas Agus dikenal Termasuk Aktivis Keras didunia Konsumen.

Akhir akhir ini sangat dekat Dengan Korlantas Polri, salah satunya mendukung Program Pelayanan Direktur Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri, Brigjen Wibowo, S.IK, terkait peningkatan kualitas pelayanan publik dan mengoptimalkan pelaksanaan program Polantas Menyapa.

" Sudah Saya Tau itu, Saya monitor juga, faktanya sudah jalan dengan naik Polantas Menyapa, Ada sih satu dua orang tidak menjalankan, itu kan oknum saja, selebihnya bagus semua," ujar julukan Agus Flores ini.

Figur dikenal Ketua Umum Fast Respon Counter Polri ini, Penyampaiannya mendasar,selama Lembaga atau Instansi, mendukung Pelayanan kepada masyarakat dirinya sangat Respon Baik.

Menurutnya Arahan yang disampaikan Brigjen Wibowo dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Ditregident Korlantas Polri yang digelar di Hotel Aryaduta, Bandung, Jawa Barat, Bulan Lalu Cukup Baik Menaikan Renting Korlantas keberpihakan Kepada Masyarakat.

Termasuk Arahan Brigjen Wibowo menekankan bahwa peningkatan pelayanan publik harus berjalan seiring dengan revitalisasi dan transformasi digital di seluruh lini layanan utama seperti SIM, STNK, dan BPKB. Transformasi ini.

Sehingga menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, efisien, transparan, dan bebas pungli.

Ada hal lain Menurut Aktivis Konsumen Senior di Daerah Sulawesi inj, terkait Seluruh jajaran Ditregident harus memiliki semangat yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik.

Termasuk Reformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas.

Programnya Menurut Agus, bukan hanya itu saja, terkait terus mengembangkan berbagai inovasi berbasis digital. Antara lain SIM Nasional Presisi (SINAR) untuk pembuatan dan perpanjangan SIM secara daring. Kemudian Samsat Digital Nasional (SIGNAL) untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pengesahan STNK tahunan secara digital. E-BPKB serta Digital ID Regident yang terintegrasi dengan data nasional.

Selain itu, Terlihat Ditregident juga mendorong sistem layanan terintegrasi dalam satu ekosistem digital Polri sehingga data dapat diakses secara cepat dan akurat.

Upaya itu menurut Mas Agus menjadi bagian dari implementasi kebijakan transformasi digital Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, guna mewujudkan Polri yang presisi, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik.

" Brigjen Wibowo juga menekankan penguatan program Polantas Menyapa sebagai wujud nyata pelayanan humanis kepada masyarakat. Program ini mengedepankan pendekatan ramah, cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," lanjut Ketua YLKI Sutra dan Gorontalo ini.

Lanjut Agus, Dalam Analisa Ilmiahnya Program ini harus menjadi budaya kerja. Polantas harus hadir dengan senyum, melayani dengan hati, dan mendengar keluhan masyarakat dengan empati.

" Layaanan Tidak Memblokir nomor saya, yang memutuskan layanan informasi harus Diperbaiki di Internal Polantas juga," ujarnya.

Program Polantas Menyapa ini juga menurut Agus , dijalankan oleh jajaran Polantas di seluruh Indonesia dengan dukungan penuh Dari Motivator Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.

Di mana Kakorlantas mendorong agar seluruh lini pelayanan lalu lintas semakin dekat dengan masyarakat dan berdampak pada peningkatan kepercayaan publik.

Melalui kombinasi transformasi digital dan pelayanan humanis, Ditregident Korlantas Polri bertekad memperkuat sistem integritas, mempercepat reformasi pelayanan, serta menjadikan jajaran lalu lintas sebagai wajah modern dan terpercaya dari institusi Polri.

Ujar Mas Agus, Saat Diwawancara media , dihalaman Korlantas Polri Cikoko Jakarta, Kamis (18/12) .

Gelar Rakor Lintas Sektoral, Polda Kalteng Matangkan Sinergi Pengamanan Nataru

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat 'Lilin Telabang 2025', bertempat di Graha Bhayangkara, Mapolda setempat, Jl. Tjilik Riwut Km.1, Kota Palangka Raya, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. , didampingi Gubernur H. Agustiar Sabran, dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, serta turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda, unsur Forkopimda dan Stakeholder terkait.

Adapun tema dalam rakor kali ini, ialah 'Mewujudkan Paradigma Baru Pelayanan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam Semangat Transformasi Polri'.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa rakor ini digelar dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dimana kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional hingga ke daerah.

Rapat koordinasi Natal dan Tahun Baru ini sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat nasional, dan hari ini kita laksanakan kembali di tingkat Polda sebagai langkah kesiapan dalam menghadapi perayaan Nataru di wilayah Provinsi Kalteng

"Saya berharap dengan adanya persiapan yang matang ini dapat meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas dan menyukseskan pengamanan selama pelaksanaan Nataru," ujar Irjen Iwan

Sementara itu, Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji menambahkan bahwa dalam operasi Lilin Telabang ini pihaknya akan menerjunkan sebanyak 1674 personel gabungan dari Polri, TNI, dan unsur terkait lainnya.

"Kemudian untuk Pos Kepolisian, pihaknya juga telah mendirikan sebanyak 55 Pos diberbagai titik lokasi rawan pada sejumlah wilayah di Kalteng, terdiri dari 23 Pos Pengamanan, 18 Pos Pelayanan dan 14 Pos Terpadu," beber Erlan.

Kabidhumas berharap, melalui kegiatan ini berbagai kekurangan atau kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya dapat kita antisipasi dan atasi, sehingga operasi pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

"Melalui sinergi lintas sektoral ini, Polda Kalteng berkomitmen menghadirkan pengamanan yang optimal, pelayanan yang humanis, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kalteng," demikian Erlan. (adji)

Polda Sulteng Gelar Rakor Lintas Sektoral, 2.802 Personel Gabungan Siap Amankan Nataru 2025/2026

PALU || jejakindonesia.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral tingkat Provinsi dalam rangka kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulteng, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, S.H., S.I.K., M.H., bertempat di Lotus Meeting Room, Swiss-Belhotel Silae Palu, Kamis (18/12/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma, jajaran pejabat TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Sulteng, instansi terkait, Fkub Provinsi dan Tokoh Lintas Agama.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi menekankan bahwa pengamanan Nataru merupakan agenda rutin yang harus dilaksanakan secara optimal untuk menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Irjen Pol Endi Sutendi menyebutkan bahwa momentum ini selalu berimplikasi pada peningkatan mobilitas masyarakat di tempat ibadah dan lokasi wisata.

“Operasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kehadiran negara. Kita akan menerapkan paradigma baru pelayanan publik sosial-spiritual yang menyeluruh, di mana Polri bertransformasi dari sekadar penjaga menjadi penguat makna dan rasa aman,” ujar Kapolda Sulteng.

Demi menjamin keamanan di wilayah Sulawesi Tengah, pihaknya bersama TNI dan stakeholder terkait akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Operasi Lilin Tinombala-2025”.

Jenderal bintang dua ini juga memberikan instruksi khusus terkait sterilisasi lokasi ibadah sebelum pelaksanaan misa Natal.

Irjen Pol. Endi Sutendi meminta jajarannya melibatkan ormas keagamaan dalam pengamanan sebagai wujud nyata toleransi beragama di Sulawesi Tengah.

Selain itu, kewaspadaan terhadap ancaman terorisme tetap menjadi prioritas utama.

“Kedepankan deteksi dini dan preventive strike. Lakukan penjagaan ketat agar tidak ada letupan sekecil apapun, sehingga saudara-saudara kita dapat beribadah dengan khidmat dan aman,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Irjen Pol Endi Sutendi berharap rakor ini mampu menyamakan persepsi dan menyelaraskan tindakan di lapangan.

“Sinergitas dan komitmen kuat dari kita semua adalah kunci keberhasilan dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di Bumi Tadulako,” tutupnya.

Diketahui, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Kekuatan personel dan sebaran Pos Pengamanan (Pospam) Kapolda memaparkan bahwa sebanyak 2.802 personel gabungan disiagakan, yang terdiri dari 1.073 personel Polri, 359 personel TNI, serta 1.370 personel dari instansi terkait lainnya.

Untuk memaksimalkan pelayanan, telah disiapkan 88 posko yang tersebar di seluruh wilayah Sulteng, meliputi 56 Pos Pengamanan (Pos Pam), 20 Pos Pelayanan (Pos Yan) dan 12 Pos Terpadu.

Seluruh pos ini akan mengamankan sedikitnya 2.924 objek vital, mulai dari Gereja, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, hingga titik-titik keramaian malam pergantian tahun.

error: Content is protected !!