Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Ekstrakurikuler Satgas Yonif 521/DY Anak Papua Cerdas di SD Inpres Distrik Elelim

PAPUA || jejakindonesia.id -- Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan di luar jam pelajaran formal yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, dan keterampilan siswa di berbagai bidang, seperti olahraga, kesenian, kepemimpinan, dan lainnya. Kegiatan ini bersifat opsional namun sangat penting untuk pembentukan karakter, peningkatan kemampuan sosial, serta memberikan pengalaman berharga yang menunjang perkembangan diri peserta didik secara optimal. (1/9/2025).

Anak Papua Cerdas terpancar dari wajah Anak-anak yang antusias menyambut kedatangan Prajurit TNI Satgas Yonif 521/DY Pos Kout Elelim yang hadir untuk memberikan motivasi menanamkan semangat kebangsaan sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, Personel TNI mengajak para siswa untuk belajar dan berolahraga dengan cara yang menyenangkan. Materi yang disampaikan mencakup Senam, Baris berbaris, Kedisiplinan, Para siswa diajak melakukan praktik sederhana dan menyenangkan seperti Senam, berbaris, permainan edukatif, dan tanya jawab seputar Cinta Tanah Air dan bangsa.

Bapak Bony Wandik selaku Kepala Sekolah SD Inpres Elelim menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian TNI terhadap kemajuan dunia pendidikan khususnya bagi anak-anak di Distrik Elelim. “Kami sangat berterima kasih karena anak-anak mendapatkan pengalaman berharga, belajar langsung dari Prajurit TNI. Ini akan memotivasi mereka untuk lebih semangat dalam belajar, disiplin dan mungkin kelak akan menjadi generasi Penerus bangsa yang membangun dan memajukan Daerah ini,” ujar beliau.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY, Belajar *anak Papua Cerdas* Terutama kegiatan fisik seperti olahraga dapat meningkatkan kebugaran, kesehatan jantung, mengurangi stres, dan menjaga kesehatan mental.

Memberikan wadah bagi siswa untuk menggali dan mengembangkan minat serta bakat di luar kurikulum akademik,
Memberikan wawasan dan pengalaman yang dapat membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi dunia di masa depan.

Program-program ini mencerminkan upaya TNI untuk membangun potensi generasi muda di Papua melalui pendidikan dan pembinaan, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

*"Prajurit Macan Kumbang Berhasil" (Yonif 521/DY)*

Divpropam Polri Tetapkan Pelanggaran Berat dan Sedang Bagi 7 Personel Brimob dalam Kasus Meninggalnya Ojol

JAKARTA || jejakindonesia.id – Divisi Propam Polri menetapkan tujuh personel Brimob terlibat pelanggaran dalam kasus meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 28 Agustus 2025. Keputusan ini diambil setelah pemeriksaan sementara terhadap para personel usai insiden rantis Brimob yang melindas korban saat kericuhan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI.

Dari hasil pemeriksaan, Divpropam Polri mengklasifikasikan pelanggaran menjadi dua kategori, yakni pelanggaran berat dan pelanggaran sedang.

Karo Wabprof Divpropam Polri, Brigjen Pol. Agus Wijayanto, menjelaskan bahwa dua personel, Kompol K dan Bripka R, ditetapkan melanggar pelanggaran berat karena berperan langsung sebagai pengemudi dan pendamping di kursi depan kendaraan taktis.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, dua personel kami tetapkan melakukan pelanggaran berat karena memiliki peran langsung dalam insiden tersebut. Sementara lima personel lainnya dijerat pelanggaran sedang karena berstatus sebagai penumpang di dalam kendaraan,” ujar Brigjen Agus saat Konferensi Pers, Senin (1/9/2025).

Lima personel yang dikenakan pelanggaran sedang adalah Briptu D, Aipda M, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J. Mereka dinilai tidak memiliki kendali atas laju kendaraan, tetapi tetap berkewajiban mematuhi prosedur operasional di lapangan.

Brigjen Agus menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan. Ia memastikan Polri akan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, baik melalui sidang kode etik maupun proses pidana jika ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Polri berkomitmen memproses kasus ini secara transparan dan profesional. Sidang kode etik untuk perkara pelanggaran berat dijadwalkan pada Rabu, 3 September 2025, sementara untuk pelanggaran sedang akan digelar pada Kamis, 4 September 2025,” jelasnya.

Selain itu, Divpropam Polri juga telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap seluruh personel terkait pada Selasa, 2 September 2025, sebelum sidang etik dimulai.

Brigjen Agus menambahkan, pihaknya membuka akses bagi Kompolnas dan Komnas HAM untuk memantau jalannya proses pemeriksaan sebagai bentuk akuntabilitas Polri kepada publik.

“Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa seluruh proses dijalankan sesuai ketentuan. Tidak ada yang ditutupi, dan kami membuka ruang pengawasan bagi lembaga terkait untuk menjamin transparansi,” tegasnya.

Polres Kediri Kota dan Kodim 0809 Gelar Patroli Gabungan Pastikan Kondusifitas Pascaaksi Demo

KEDIRI || jejakindonesia.id - Polres Kediri Kota Polda Jawa Timur (Jatim) bersama Kodim 0809 Kediri melaksanakan patroli gabungan untuk memastikan keamanan wilayah, pada hari Minggu (31/8/2025). Patroli gabungan ini menyasar di ruas jalanan yang ada di wilayah Kota Kediri dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim bersama Dandim 0809 Kediri Letkol INF Ragil Jaka Utama.

Kapolres Kediri Kota juga meninjau beberapa bangunan rusak akibat aksi demo tersebut diantaranya Pos Polisi Semampir, Mako Polsek Kediri Kota, Mako Satlantas Polres Kediri Kota hingga Gedung DPRD Kota Kediri.

Sementara titik fasilitas yang rusak dan dibakar massa hingga saat ini masih terus dilakukan pendataan.

"Kami patroli dengan Pak Dandim untuk memastikan perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan dan memastikan keamanan akan tetap kita jaga untuk memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat," ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Kapolres Kediri Kota mengajak kepada masyarakat agar turut menjaga kampungnya masing-masing.

"Hari ini kita patroli, malam pun juga patroli bersama Brimob, TNI untuk mengimbau masyarakat," ucapnya.

Pihaknya juga akan melakukan penindakan tegas dan terukur, namun humanis kepada masyarakat apabila ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin melaksanakan aksi yang sama.

Tindakan tersebut dilakukan untuk mengamankan masyarakat lain yang berada di sekitar.

"Kami tidak ingin masyarakat yang ingin melaksanakan usaha dan liburan terganggu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab," pungkas Kapolres Kediri Kota.

Personel Pos Mur Laksanakan Kegiatan Gabungan Pemetaan Wilayah Adat di Distrik Nambai

Nambai || jejakindonesia.id - Dalam rangka meningkatkan kerja sama dan sinergi antara TNI dan POLRI, serta untuk memahami dan menghormati wilayah adat di Distrik Nambai, TNI-POLRI khususnya Personel Pos Mur dan Polsek Nambai melaksanakan kegiatan gabungan pemetaan wilayah adat antar kampung se Distrik Nambai Kab. Mappi, Senin (01/09/2025)

Kegiatan pemetaan wilayah adat ini melibatkan personel TNI dan POLRI yang bekerja sama dengan masyarakat adat dan tokoh masyarakat setempat.
Perjalanan yang di tempuh oleh personel TNI dan POLRI yaitu melalu jalur Darat dengan waktu 3 jam dan jalur air 1 jam Mereka melakukan survei dan pemetaan wilayah adat, serta melakukan dialog dengan masyarakat adat untuk memahami batas-batas wilayah adat dan kepentingan masyarakat setempat.

Tujuan kegiatan pemetaan wilayah adat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran TNI-POLRI tentang wilayah adat di Distrik Nambai, serta untuk memperkuat hubungan antara TNI-POLRI dan masyarakat adat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah konflik dan meningkatkan keamanan di wilayah tersebut.

Hasil kegiatan pemetaan wilayah adat ini akan digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kerja sama antara TNI-POLRI dan masyarakat adat, serta untuk mengembangkan program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat.

Dengan kegiatan gabungan seperti ini, diharapkan TNI-POLRI dapat terus meningkatkan sinergi dan kerja sama dengan masyarakat adat, serta meningkatkan keamanan dan kesejahteraan di wilayah Distrik Nambai.

(Yonif 123)

Harkamtibmas, Polda Jatim Gelar Patroli Skala Besar Jamin Rasa Aman Warga Masyarakat

SURABAYA || jejakindonesia.id – Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar patroli gabungan skala besar dengan menerjunkan lebih kurang 265 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri dan TNI Minggu (31/8/25).

Sebanyak 34 unit kendaraan patroli roda Dua maupun roda Empat juga dilibatkan untuk memperkuat pengamanan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, patroli skala besar yang dilaksanakan oleh Polda Jatim ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan warga masyarakat.

“Patroli skala besar ini merupakan bentuk sinergi Polri dan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kita pastikan Surabaya tetap aman dan kondusif,” kata Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menerangkan patroli skala besar Polda Jatim juga sebagai penguatan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) pascaaksi kerusuhan di beberapa daerah.

Kombes Pol Abast juga menghimbau kepada masyarakat, untuk lebih bijaksana dalam bermedia sosial maupun menerima informasi khususnya isu penjarahan yang marak diberitakan.

Ia meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun memprovokasi dengan konten maupun berita - berita Hoax.

"Polri hadir untuk melindungi setiap jiwa, setiap harta benda, dan setiap fasilitas milik rakyat,” tegas Kombes Abast.

Kombes Pol Abast menegaskan, Polda Jatim berkomitmen tidak ada ruang bagi anarkisme dan vandalisme di Jawa Timur.

"Kami tegaskan setiap pelaku yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan kejahatan, seperti penjarahan di rumah pribadi maupun fasilitas umum, maka akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," tegas Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga lingkungan masing-masing.

"Mari kita sama - sama Jogo Jawa Timur, karena hanya dengan kolaborasi Polri, TNI dan dukungan penuh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama serta pemuda dan seluruh elemen masyarakat maka Kamtibmas akan terwujud," ujar Kombes Abast.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan dan setiap potensi gangguan ke Bhabinkamtibmas, Polsek, atau Polres terdekat.

"Komunikasi yang baik antara masyarakat dan aparat akan memutus mata rantai kejahatan dan menciptakan rasa aman yang kita dambakan,”pungkasnya.

Dalam patroli skala besar Polda Jatim kali ini petugas gabungan Polri dan TNI menyisir sejumlah titik vital di Surabaya, diantaranya Jalan Ahmad Yani, Raya Darmo, Urip Sumoharjo, Basuki Rahmat, Gubernur Suryo, Yos Sudarso, Genteng, Undaan, Tugu Pahlawan, Indrapura, Rajawali, hingga kawasan Diponegoro.

Selama patroli berlangsung, personel melakukan pemantauan situasi lalu lintas, pusat keramaian, hingga titik rawan yang berpotensi menjadi lokasi kumpul massa.

Hasil yang di dapat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan situasi Surabaya dilaporkan aman serta kondusif.

error: Content is protected !!