Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Bentuk Simpati Kepada Kepolisian, Aliansi Ojol Jenguk Polisi Korban Kericuhan

JAKARTA || jejakindonesia.id - Aliansi Pengemudi Ojek Online Bersatu Kemed menjenguk polisi korban kericuhan yaitu AKP Darkun dan Aipda Supriyanta. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa simpati mereka kepada petugas polisi yang terluka imbas kericuhan.

"Kami dari Aliansi Pengemudi Ojek Online Bersat hari ini mengunjungi Rumah Sakit Polri sebagai bentuk simpati kami kepada rekan-rekan kepolisian yang mengalami apa namanya luka-lukalah, mengalami musibah pada saat aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini," kata Kemed di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).

Disamping itu, Kemed menekankan tidak ada perselisihan antara sopir ojek online dan pihak kepolisian. Pihaknya saling bersinergi dan berkolaborasi membangun komunikasi.

"Jadi saya menegaskan juga bahwa pada sebenarnya tidak ada masalah antara teman-teman ojol dengan teman-teman kepolisian. Kita saling berkolaborasi membangun komunikasi dengan baik, bahwa terjadi hal kesalahpahaman itu memang saya rasa hal yang sudah bisa kita komunikasi dengan baiklah," ujarnya.

Kemed berterima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang telah memberikan apresiasi dan pelayanan kepada para sopir ojek online. Ia menegaskan tidak ada masalah sopir ojek online dengan pihak kepolisian.

"Buat teman-teman polisi juga saya sangat berterima kasih telah mengapresiasi dengan baik teman-teman ojol. Pak Kapolri juga sudah datang ke tempat kami berkomunikasi dengan pihak korban dan pokoknya intinya kita baik-baik lah," ujarnya.

Kemudian, Kemed juga meminta para sopir ojol tidak terprovokasi isu-isu liar. Ia mengajak sopir ojol untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.

"Dan saya minta teman-teman juga jangan lagi terprovokasi lah, terprovokasi oleh isu-isu yang sedang menyesatkan, yang memang sengaja dibangun untuk membuat suasana tidak kondusif," pungkasnya.

Dukung Gerakan Pangan Murah Serentak, Banyuwangi Salurkan 49 Ton Beras

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Banyuwangi menyalurkan 49 ton beras dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan GPM di seluruh Indonesia yang dilaksanakan di 7.285 kecamatan di 38 provinsi.

Pelaksanaan GPM dibuka oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta. Turut mengikuti melalui sambungan virtual Plh Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo bersama Kapolresta Kombes Pol. Rama Samtama, Dandim 0825 Joko Sukoyo, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammd Puji Santoso dan Kepala Bulog Banyuwangi Dwina puspitasari.

Dalam sambutannya Mentan Amran Sulaiman menyebutkan Gerakan Pangan Murah serentak dilaksanakan untuk mendukung program Swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo.

“Target swasembada pangan yang awalnya ditarget empat tahun, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo optimis bisa dicapai akhir tahun ini. Presiden telah mengeluarkan 17 Inpres di sektor pangan dalam delapan bulan terakhir untuk mempermudah itu semua. Sampai saat ini hingga akhir tahun, Indonesia juga tidak melakukan Impor beras,” kata Mentan Amran.

Sementara itu Plh Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, Banyuwangi mendukung upaya pemerintah pusat untuk mewujudkan program swasembada pangan tersebut salah satunya dengan mengikuti GPM. pada pelaksanaan GPM ini Banyuwangi menyalurkan sekitar 49,05 ton beras, 2.115 liter minyak goreng, dan 1.440 kilogram gula pasir.

“Kegiatan ini serentak dilaksanakaan di 25 kecamatan se Banyuwangi,” ujarnya.

Banyuwangi sendiri selama ini merupakan salah satu daerah lumbung pangan nasional. Surplus produksi beras selalu terjadi setiap tahun dengan jumlah yang cukup signifikan.

“Sejak Januari hingga Juli 2025, produksi beras Banyuwangi mencapai 310.138 ton. Sementara konsumsi masyarakat sekitar 96.099 ton. Jadi, surplusnya masih 214.039 ton,” ungkapnya.

“Capaian ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang ingin memastikan ketahanan pangan nasional. Banyuwangi siap mendukung arahan Bapak Presiden di sektor pangan,” sambungnya.

Pemkab Banyuwangi bersama Bulog dan TNI-Polri juga rutin menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Target penyaluran beras SPHP untuk Juli - September 2025 sebesar 12.500 ton. Hingga 29 Agustus, realisasinya sudah mencapai 538,58 ton.

“Bahan pokok tersebut dijual dengan harga terjangkau, misalnya beras SPHP lima kilogram seharga Rp57.500, minyak goreng Rp15.500 per kilogram, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram,” ungkap Guntur. (*)

Gelar Duathlon Kids “Push Bike dan Atletik”, Bupati Ipuk: Latih Sportivitas dan Kurangi Waktu Main Gadget

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Sebanyak 30 anak tingkat PAUD dan TK mengikuti lomba “Duathlon Kids” yang berlangsung pada momen CFD di Jalan A. Yani Minggu pagi (31/8/2025). Lomba ini menggabungkan olahraga push bike dengan olahraga atletik halang rintang.

Pada lomba Duathlon Kids tersebut anak-anak awalnya berlomba dengan menggunakan push bike. Kemudian setelah sampai di batas yang telah ditentukan, dilanjutkan dengan berlari melalui halang rintang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, lomba ini menjadi salah satu kegiatan yang positif bagi anak-anak. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga melatih mental dan karakter anak sejak dini.

“Saya melihat potensi olahraga khususnya Push Bike ini sangat bagus sekali. Bisa melatih anak untuk suportif, tidak mudah menyerah, sekaligus mengurangi waktu bermain gadget,” ungkap Ipuk.

Menurutnya, keberadaan lomba ini juga tidak lepas dari peran orang tua yang mendukung anak-anaknya. Ipuk mengatakan, pemerintah daerah akan terus hadir untuk memfasilitasi potensi anak Banyuwangi.

“Anak-anak butuh dukungan penuh dari orang tua. Dan kami pemerintah mengambil bagian dengan menghadirkan wadah seperti ini, agar hobi anak bisa tersalurkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ipuk menuturkan bahwa konsep lomba sengaja dibuat duathlon. Anak-anak diajak menggabungkan olahraga push bike dengan tantangan atletik berupa lari halang rintang.

“Kita bentuk seperti duathlon, ada gabungan antara sepeda dan atletik. Sehingga ini melatih tidak hanya fisik, tapi juga motorik anak-anak sejak dini,” jelasnya.

Anak-anak penggemar Push Bike ini dibina oleh komunitas Sego Anget Racing Team (SART) Junior Banyuwangi. Ketua SART Junior, Stivanus Catur mengatakan, Push Bike tengah digandrungi anak-anak di Banyuwangi dua tahun belakangan.

Saat ini sudah 50 anak yang ikut tergabung dalam komunitas Push Bike ini. Bahkan beberapa diantaranya getol mengikuti event kejuaraan dan ada yang berprestasi di tingkat internasional. Salah satunya Guardian Zafir Azzura (Guzar), bocah 6 tahun dari Kelurahan Tamanbaru.

“Ini sudah ke Malaysia. 26 April kemarin berhasil menempati rangking lima ajang push bike di sana,” kata Ivan, sapaan akrab Stivanus.

Melalui olahraga ini, anak bisa disiapkan untuk masuk ke BMX atau downhill, atau cabang olahraga sepeda lainnya. Untuk menunjang keterampilan anak, latihan rutin digelar dua kali dalam sepekan. Yakni di Taman Blambangan dan Pantai Marina Boom Banyuwangi.

Kedepankan Sisi Humanis, Polda Kalteng Sukses Kawal Aksi Unras di Kantor DPRD dengan Aman dan Tertib

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengawal aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah aliansi mahasiswa di Kota Palangka Raya dan Organisasi Cipayung Plus, di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prov. Kalteng, Jl. S. Parman, Senin (1/9/2025).

Aksi unjuk rasa ini, secara langsung dikawal dengan mengedepankan sisi Humanis oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dr. Rakhmad Setyadi dan sejumlah pejabat utama, serta ratusan personel yang terlibat pengamanan baik dari TNI, Polri dan Satpol PP.

Dengan mengedepankan sisi humanis dan profesional, Kapolda Kalteng menerima seluruh aspirasi dengan hadir dan berdialog langsung bersama para pendemo.

"Hari ini merupakan aksi unras lanjutan yang digelar Mahasiswa, setelah sebelumnya mereka melakukan aksi ini di depan Kantor Mapolda Kalteng. Saya menyambut baik segala aspirasi yang mereka berikan," kata Kapolda dalam keterangannya.

Kapolda Kalteng menyebut bahwa langkah ini merupakan wujud tanggung jawab sekaligus bentuk profesionalitas Polri sebagai pelayanan, pengayoman dan pelindung masyarakat.

"Kita hadir memberikan pengamanan yang humanis, sehingga aksi unras bisa berjalan dengan aman dan tertib serta para pendemo dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik," ujarnya.

"Selain itu, pihaknya juga sangat berpegang teguh dengan UUD 1945 dan Undang-Undang soal kebebasan berpendapat dan berekspresi didalam pengamanan yang dilakukan ini. Sehingga dapat meminimalisir tindakan-tindakan yang memicu gangguan kamtibmas," tutup Kapolda.

Warga dan Polres Pelabuhan Tanjungperak Kolaborasi Bentuk Pam Swakarsa Jaga Kamtibmas

TANJUNGPERAK || jejakindonesia.id - Pasca insiden pembakaran sejumlah pos Polisi oleh massa demonstran di berbagai wilayah Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim bersama warga mengambil langkah proaktif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Inisiatif pembentukan pengamanan swakarsa atau Pam Swakarsa ini muncul dari keprihatinan warga untuk melindungi kantor-kantor maupun pos kepolisian dan memastikan situasi tetap kondusif.

Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satunya di Jalan Jakarta, warga bahu-membahu dengan aparat kepolisian melakukan penjagaan di depan kantor dan pos polisi.

Keterlibatan aktif masyarakat ini menjadi respons langsung atas aksi anarkis yang menyasar fasilitas kepolisian di kota tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjungperak AKBP Wahyu Hidayat melalui Kasi Humas Iptu Suroto mengatakan langkah kolaboratif ini adalah bagian dari sinergitas antara Polisi dan masyarakat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan lebih lanjut.

"Langkah ini sebagai antisipasi. Kami dibantu warga masyarakat untuk menjaga kondusifitas di wilayah," jelas Iptu Suroto pada Senin (1/9/2025).

Lebih lanjut, Iptu Suroto mengungkapkan bahwa pengamanan ini tidak hanya melibatkan warga sekitar.

Pihaknya juga menggandeng berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan beberapa organisasi pencak silat yang ada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kami bersama LSM, masyarakat, dan organisasi pencak silat melaksanakan pengamanan. Hingga nanti dinyatakan kondusif," tambahnya.

Pola pengamanan yang diterapkan bersifat berlapis dan dinamis. Selain penjagaan statis di kantor dan pos-pos Polisi, petugas gabungan juga secara rutin melaksanakan patroli di titik-titik yang dianggap rawan.

"Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan keresahan baru," tegas Iptu Suroto.

Hingga kini, penjagaan terus dilakukan secara intensif. Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim berkomitmen untuk terus bersiaga.

"Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat demi menjamin rasa aman dan mencegah terulangnya insiden anarkis seperti sebelumnya," pungkasnya.

error: Content is protected !!