Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2025

Suka Cita Natal di Balik Jeruji, 4 Warga Binaan Lapas Banyuwangi Dapat Potongan Masa Tahanan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Perayaan Hari Raya Natal membawa suka cita tersendiri bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi yang beragama Kristen. Pasalnya, empat orang Warga Binaan mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan.

Surat Keputusan Remisi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan diserahkan oleh Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, beserta Kabag Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Jatim, M. Ulin Nuha, di sela-sela perayaan Natal di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Kamis (25/12).

Wayan mengungkapkan, besaran remisi yang diterima oleh Warga Binaan paling lama 1 bulan 15 hari dan paling singkat 15 hari yang didasarkan pada lama masa pidana yang telah dijalani oleh Warga Binaan.

“Dua orang Warga Binaan mendapatkan potongan masa tahanan sebesar 1 bulan 15 hari, sedangkan sisanya masing-masing mendapatkan potongan masa tahanan sebesar 15 hari dan 1 bulan,” ujarnya.

Wayan menjelaskan, Warga binaan yang telah menjalani masa pidana selama 6 sampai 12 bulan mendapatkan remisi 15 hari. Sedangkan warga binaan yang telah menjalani masa pidana 12 bulan atau lebih mendapatkan remisi satu bulan pada tahun pertama hingga ketiga.

“Pada tahun keempat dan kelima masa pidana diberikan remisi satu bulan 15 hari dan pada tahun keenam dan seterusnya diberikan remisi dua bulan setiap tahunnya,” urainya.

Menurutnya, remisi hari raya merupakan remisi yang bersifat khusus. Sehingga pada Hari Raya Natal hanya diberikan kepada narapidana yang beragama Kristen.

“Warga Binaan yang beragama lain akan mendapatkan hak remisi khusus yang sama pada perayaan hari raya keagamaan masing-masing,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wayan menyebut yang dapat diusulkan untuk mendapatkan remisi merupakan Warga Binaan yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif, diantaranya telah berstatus sebagai narapidana atau memiliki putusan dengan kekuatan hukum tetap dan menjalani masa pidana minimal enam bulan.

“Selain itu, mereka tidak tercatat dalam buku catatan pelanggaran disiplin, aktif mengikuti kegiatan pembinaan dan menunjukkan penurunan tingkat resiko berdasarkan assessment yang dilakukan oleh Asesor Pemasyarakatan, tidak sedang menjalani gagal integrasi dan tidak sedang menjalani subsider denda atau uang pengganti,” bebernya.

Sementara itu, Kabag TU dan Umum Kanwil Ditjenpas Jatim berharap dengan diberikannya remisi mampu memotivasi Warga Binaan untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari, serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana.

“Pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan dan sekaligus hak yang diberikan oleh negara, serta ini bukan merupakan obral hukuman, namun merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam rangka mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan dan menjadi bagian dari reintegrasi sosial,” pungkas Ulin Nuha.

Lupakan Dinamika Internal, PAC PDI Perjuangan se Banyuwangi Kembali Bersatu Dukung Rekomendasi Partai

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Soliditas dan kepatuhan kader PDI Perjuangan Banyuwangi terhadap keputusan partai memang tidak bisa diragukan, Meski terjadi dinamika perbedaan pendapat saat Konferensi Cabang (Konfercab), hal tersebut hanya dianggap suatu hal yang wajar dalam sebuah organisasi.

Saat ini mereka telah bersatu kembali menyatakan sikap mendukung keputusan DPP PDI Perjuangan atas rekomendasi yang diberikan kepada Ana Aniati sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Periode 2025-2030, Ficky Septalinda sebagai sekretaris dan Desi Prakasiwi sebagai bendahara.

Pernyataan sikap kader PDI Perjuangan tersebut dibacakan dan dipandu langsung ketua DPC PDI Perjuangan periode 2019-2025, I Made Cahyana Negara diikuti 22 Ketua. Sekretaris, bendahara (KSB) Pengurus Anak Cabang (PAC)yang hadir dari 25 PAC se Banyuwangi di kegiatan rapat koordinasi perdana bertempat di Hedon Cafe and Resto, Rabu (24/12/2025) malam.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati mengatakan, pasca kepengurusan DPC PDI Perjuangan Banyuwangi periode 2025-2030 dilantik dalam konfercab serentak di Surabaya beberapa hari lalu. Pihaknya langsung menjadwalkan rapat koordinasi perdana dengan tujuan penguatan komunikasi dan soliditas pengurus struktural partai.

”Tidak mengurangi rasa hormat, kita gelar rapat koordinasi tidak di kantor DPC karena kita ingin merajut hati yang kemarin sempat terjadi dinamika saat Konfercab serentak di Surabaya,” ucap Ana Aniati saat memberi sambutan pembuka.

Dihadapan KSB PAC, Ana Aniati menyerukan pesan kuat jangan pernah goyah,tetap kompak dan terus berjuang bersama rakyat karena Pengurus Ranting dan PAC merupakan ujung tombak partai di tingkat akar rumput.

”PDI Perjuangan Banyuwangi ini memiliki Bupati, ketua DPRD berkat kerja keras pengurus ranting dan PAC, maka mari kita bersama-sama satukan hati, bersatu kembali agar tidak pihak-pihak yang berupaya memecah belah kekuatan kita , ” tegasnya.

Demikian pula yang disampaikan Ficky Septalinda selaku sekretaris mengajak seluruh PAC untuk segera mengubur dalam-dalam perbedaan pendapat dan segera bersatu kembali dalam satu rampak barisan.

”Pasca konfercab, perbedaan itu sudah tidak ada lagi, yang pasti kalau kita berjalan bersama untuk mewujudkan tujuan partai menghadapi tantangan politik kedepan.Menjaga kekeluargaan dan gotong royong di antara kader, serta mematuhi peraturan dan keputusan partai,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, dengan penuh kesadaran seluruh PAC menyatakan sikap siap mendukung dan mentaati rekomendasi DPP PDI Perjuangan dalam penetapan ketua, sekretaris dan bendahara DPC PDI Perjuangan Banyuwangi periode 2025-2030.

” Kita buktikan kepada DPP bahwa pernyataan sikap ini bukan hanya di mulut, namun juga kita dokumentasikan secara resmi melalui surat pernyataan , ” ucapnya.

Sementara diakhir rapat koordinasi perdana ini, I Made Cahyana Negara juga menyampaikan agar kepengurusan DPC PDI Perjuangan yang baru agar lebih solid dan kompak dalam rangka mengemban amanat dan tanggungjawab memenangkan partai dalam pemilu maupun pilkada mendatang.

Selaku ketua DPC PDI Perjuangan periode 2019-2025, Made Cahyana juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan yang telah bersama-sama bergerak dan berjuang bersama memenangkan PDI Perjuangan dalam pemilu 2024 lalu.

” Saya secara pribadi memohon maaf jika terdapat kesalahan saat melaksanakan amanah sebagai ketua DPC PDI Perjuangan karena tidak ada di dunia ini manusia yang sempurna, ” ucapnya.

Made Cahyana juga berpesan kepada seluruh pengurus PDI Perjuangan untuk tetap menjaga marwah partai, hilangkan perbedaan pendapat, mentaati dan menjalankan keputusan partai.

” Tuga dan tanggunga jawab kita adalah mengamankan dan mendukung sepenuhnya ketepan DPP PDI Perjuangan, dinamika yang sudah terjadi mari kita lupakan , ” ucapnya

Polri Siagakan Swam Boat di Kutablang Bireuen, Bantu Mobilitas Warga Pascabencana

Banda Aceh || jejakindonesia.id — Polri melalui Polda Aceh mengerahkan satu unit kapal rawa (swam boat) ke Desa Kutablang, Kabupaten Bireuen, sebagai langkah cepat dalam mendukung mobilitas masyarakat dan penanganan pascabencana di wilayah tersebut.

Kapal rawa bantuan Kapolri tersebut disiagakan untuk membantu penyeberangan warga, terutama dalam pengangkutan barang dan evakuasi masyarakat terdampak, mengingat akses darat di kawasan itu belum sepenuhnya pulih akibat bencana.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K. mengatakan, pengiriman swam boat ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang mengalami kendala mobilitas pascabencana.

“Polri hadir untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Swam boat ini difokuskan membantu penyeberangan warga, baik untuk angkutan barang maupun evakuasi dalam kondisi darurat,” ujar Kombes Pol Joko Krisdiyanto.

Penyerahan sekaligus operasional kapal rawa tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Pemerintah Aceh, Murthalamuddin. Menurutnya, bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat yang selama ini terkendala akses penyeberangan akibat dampak bencana.

Kabid Humas menjelaskan, swam boat tersebut dioperasikan langsung oleh personel Polri dan tidak dipungut biaya apa pun bagi masyarakat. Kapal ini dapat digunakan kapan saja sesuai kebutuhan, baik untuk mengangkut barang bantuan maupun mendukung mobilitas warga dalam situasi darurat.

“Kapolri membantu satu unit swam boat untuk angkut barang di Kutablang, Bireuen. Boat ini gratis untuk angkutan barang atau bantuan,” jelasnya Kabid Humas dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

Kabid Humas Polda Aceh menegaskan, Polri akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara cepat dan tepat.

“Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kemanusiaan,” tutup Kombes Pol Joko Krisdiyanto.

Untuk operasi swamp boat, Bupati Bireuen telah membantu BBM-nya. Dan seluruh elemen masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri atas bantuan Swamp boat tersebut, tutup Kabid Humas

Polri Terus Kebut Pembangunan Sumur Bor di Berbagai Fasilitas Umum di Aceh Tamiang

TAMIANG || jejakindonesia.id — Polri terus menggenjot pembangunan sumur bor di berbagai titik di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Hingga Rabu (24/12/2025), tercatat sebanyak 60 titik sumur bor telah berhasil dibangun dan dimanfaatkan di wilayah tersebut.

Pembangunan sumur bor tersebut tersebar di sejumlah fasilitas umum, mulai dari puskesmas, sekolah, tempat ibadah, hingga fasilitas pribadi milik masyarakat yang pembangunannya dilakukan berdasarkan permintaan langsung warga yang datang ke posko Polri di Kabupaten Aceh Tamiang.

Program pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari instruksi Kapolri, dengan target pembangunan sebanyak 300 titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih pada fasilitas umum maupun fasilitas pribadi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang.

Salah satu pembangunan sumur bor yang dilaksanakan hari ini berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembangunan ini diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan pasokan air bersih guna menunjang pelayanan kesehatan dan perawatan pasien.

Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., menyampaikan bahwa program sumur bor ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar warga.

“Pembangunan sumur bor ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan vital, terutama di fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas, dan sekolah,” ujar Kombes Pol. Zuhdi Batubara.

Ia menegaskan, Polri berkomitmen untuk menyelesaikan target pembangunan 300 sumur bor sesuai arahan pimpinan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Aceh Tamiang.

“Kami akan terus menggenjot pembangunan sumur bor sesuai target. Harapannya, fasilitas yang dibangun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan membantu meningkatkan kualitas hidup warga,” tambahnya.

Melalui program ini, Polri berharap kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dari aspek keamanan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan dan pelayanan publik, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Tinjau 2 Gereja, Kapolri Pastikan Pengamanan dan Pelayanan Misa Malam Natal

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral dan GPIB Immanuel Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan untuk memastikan terciptanya pengamanan dan pelayanan optimal bagi masyarakat yang menjalani ibadah Natal.

Peninjauan tersebut dilaksanakan bersama dengan Menko Polkam, Menko PMK, Mendagri, Panglima TNI, Kemenag dan stakeholder terkait lainnya.

Menurut Sigit, peninjauan ini merupakan tindaklanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Sesuai arahan Pesiden kita diminta berikan pelayanan terkait operasi Nataru di dalamnya kita mengamankan masyarakat mudik , masyarakat yang melaksanakan Misa ibadah Natal dan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun," kata Sigit usai meninjau Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

Sigit memaparkan, untuk mengamankan Nataru tahun ini, sebanyak 147 personel gabungan dikerahkan. Selain itu, Sigit menyebut juga menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) di antaranya yakni Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.

"Kami Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan lain seperti Banser. Kami juga mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan khususnya di Gereja yang melaksanakan perayaan misa Natal," ujar Sigit.

Dengan dilibatkannya ormas tersebut, Sigit menyebut bahwa, hal itu wujud dari Bhinneka Tunggal Ika. Dimana semua elemen bersatu tanpa melihat agama untuk sama-sama menjaga seluruh Bangsa Indonesia.

"Ini juga bagian dari wujud Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana seluruh masyarakat, elemen bangsa sama-sama tanpa membedakan agama, namun semuanya bersatu untuk ikut membantu memberikan jaminan rasa aman," ucap Sigit.

"Karena itu tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan TNI, stakeholder terkait dan teman-teman dari ormas, Banser, Kokam dan lain yang ikut membantu, bagian wujud dari Indonesia adalah negara besar, negara yang terus menjaga kesatuan dan persatuan," tambah Sigit menekankan.

Di sisi lain, Sigit berharap seluruh rangkaian Ibadah malam Misa Natal ini juga bisa mendoakan masyarakat yang sedang mengalami duka cita akibat bencana alam di Sumatra. Ia juga meminta agar seluruh pihak bisa menjaga keamanan dan kelancaran hingga pergantian tahun nanti.

"Dan kita berdoa semua agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal baik hari ini ataupun nanti pergantian tahun semua bisa berjalan. Tentunya kita titip doakan saudara kita yang sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit dan kita berdoa sama-sama untuk saudara kita di Sumatra dan saudara kita di seluruh negeri agar semua terjaga dari situasi prediksi yang kemungkiann bisa terjadi akibat ramalan cuaca," tutup Sigit.

error: Content is protected !!