Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Bantuan Polres Simalungun Tiba di Posko Tapteng dan Sibolga, 1.740 Paket Makanan Berhasil Disalurkan ke Korban Bencana

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Perjalanan panjang penuh makna akhirnya sampai di tujuan. Senin pagi (15/12/2025), pukul 10.00 WIB, tim pengiriman bantuan Polres Simalungun yang dipimpin langsung oleh Kabag Logistik KOMPOL Pandapotan Butar Butar S.H. dan Kasat Samapta AKP Rudi Handoko S.H., M.H. tiba dengan selamat di Posko Dapur Umum Kelurahan Sibual Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Truk bermuatan 1.740 paket makanan kering dan 1.250 lembar kain sarung hasil kerja keras dapur umum Polres Simalungun selama dua hari itu disambut hangat oleh petugas di lokasi bencana. Bantuan ini akan segera didistribusikan kepada korban banjir dan longsor akibat siklon tropis yang melanda wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Saat dikonfirmasi pada Selasa siang (16/12/2025) sekitar pukul 13.20 WIB, Kasat Samapta Polres Simalungun AKP Rudi Handoko S.H., M.H. yang turut mendampingi pengiriman bantuan menjelaskan perjalanan mereka.

"Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat di Posko Dapur Umum Kelurahan Sibual Nauli. Perjalanan memang cukup melelahkan, tapi melihat antusiasme teman-teman di lokasi bencana yang langsung bersiap mendistribusikan bantuan ini, semua lelah hilang. Ini semua untuk saudara-saudara kita yang sedang kesusahan," ujar Kasat Samapta Rudi Handoko dengan penuh semangat.

Tim pengiriman yang terdiri dari lima personel ini berangkat dari Polres Simalungun pada Minggu sore (14/12/2025) setelah acara pemberangkatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang S.H., S.I.K., M.M. bersama Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun NY. Nanik M. Aritonang.

Selain Kabag Log dan Kasat Samapta, tim ini juga terdiri dari Brigpol Susilo Gultom S.H., M.Psi. dari Bagian Logistik, serta Bripda Elkanda Putra Saragih dari Bagian Logistik dan Bripda Rajomat Purba dari Satuan Samapta yang bertugas sebagai pengemudi kendaraan pengawal.

Kabag Log KOMPOL Pandapotan Butar Butar S.H. yang memimpin tim pengiriman menjelaskan proses penyerahan bantuan di lokasi.

"Kami langsung berkoordinasi dengan Polres Tapanuli Tengah dan pihak posko bencana setempat untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Bantuan yang kami bawa ini adalah hasil kerja keras seluruh keluarga besar Polres Simalungun, jadi kami pastikan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan," ungkap Kabag Log dengan tegas.

Bantuan yang tiba di Tapanuli Tengah berupa 13 kotak besar berisi 870 bungkus makanan siap konsumsi yang terdiri dari sambal teri, kacang, tempe, dan kentang, serta 3 bal kain sarung berisi 625 lembar. Sementara sisa bantuan sebanyak 14 kotak berisi 870 bungkus makanan dan 3 bal kain sarung berisi 625 lembar akan dilanjutkan ke Kota Sibolga.

"Makanan yang kami bawa ini bukan makanan instan biasa. Ini adalah makanan yang dimasak langsung oleh dapur umum Polres Simalungun dengan bantuan ibu-ibu Bhayangkari, para Polwan, ASN, dan honorer kami. Mereka bekerja selama dua hari penuh, dari Jumat (12/12) pagi sampai Sabtu sore untuk menyiapkan semua ini," jelas Kasat Samapta Rudi Handoko.

Perjalanan dari Simalungun ke Tapanuli Tengah memang tidak mudah. Tim harus melewati medan yang cukup menantang, apalagi beberapa wilayah masih dalam kondisi basah akibat bencana yang baru terjadi beberapa hari sebelumnya.

"Kami berangkat Minggu sore setelah acara pemberangkatan dan tiba Senin pagi. Perjalanannya cukup melelahkan, tapi kami selalu ingat pesan Pak Kapolres untuk hati-hati dan memastikan bantuan sampai dengan selamat. Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti," ucap Bripda Rajomat Purba yang bertugas sebagai pengemudi kendaraan pengawal.

Brigpol Susilo Gultom S.H., M.Psi. dari Bagian Logistik yang turut mendampingi bantuan menjelaskan reaksi warga setempat saat bantuan tiba.

"Mereka sangat senang dan terharu. Banyak yang tidak menyangka akan ada bantuan dari Polres Simalungun yang jaraknya cukup jauh. Ini menunjukkan bahwa solidaritas antar sesama masih sangat kuat di negara kita," ungkap Brigpol Susilo dengan penuh haru.

Selain bantuan dari Polres Simalungun, tim juga membawa sumbangan dari masyarakat Kabupaten Simalungun berupa kain sarung tambahan, pakaian wanita, dan pampers untuk bayi yang ikut dimuat dalam truk.

Kasat Samapta Rudi Handoko menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan seluruh bantuan terdistribusi dengan baik sebelum kembali ke Simalungun.

"Kami tidak akan langsung pulang. Kami akan mendampingi proses distribusi bantuan ini sampai benar-benar sampai ke tangan korban bencana. Setelah selesai di Tapanuli Tengah, kami akan lanjut ke Sibolga untuk menyerahkan bantuan yang tersisa. Ini adalah amanah dari Pak Kapolres dan seluruh keluarga besar Polres Simalungun," tegas Kasat Samapta.

Hingga proses penyerahan di posko selesai, situasi tetap aman dan kondusif. Tim dari Polres Simalungun bekerja sama dengan baik bersama petugas lokal untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tertib.

"Terima kasih kepada Polres Simalungun yang sudah peduli dengan kami. Bantuan ini sangat berarti bagi korban bencana di sini," ucap salah satu petugas posko dengan penuh rasa syukur.

Natal Berbagi Kasih, Polda Sumut Hadirkan Harapan di Rumah Kesembuhan Sahabat Lazarus Medan

MEDAN || jejakindonesia.id — Semangat kasih dan kepedulian dalam rangka peringatan Hari Natal 25 Desember 2025 diwujudkan oleh Panitia Natal Polda Sumatera Utara melalui kegiatan bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.

Pada Selasa, 16 Desember 2025 sore, Seksi Sosial Panitia Natal Polda Sumut menggelar ibadah singkat sekaligus menyerahkan bantuan sosial di Rumah Kesembuhan Sahabat Lazarus Medan.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran perwira dan personel Polda Sumut, di antaranya Dirtahti Polda Sumut AKBP Freddy M.A. Gurning, S.H., M.Si., Kasetum Polda Sumut AKBP Elisabet Bancin, S.E., AKBP Riva Sitinjak, serta tujuh personel gabungan.

Dengan mengenakan PDL-II, rombongan mengikuti ibadah singkat yang diisi motivasi bagi para pasien kanker, pujian rohani, dan doa bersama menciptakan suasana hangat penuh pengharapan.

Sebagai wujud nyata kepedulian, Panitia Natal Polda Sumut menyerahkan berbagai bantuan kebutuhan dasar, meliputi matras, selimut, sarung, beras, susu full cream, softex, pampers, serta tali asih berupa uang tunai sebesar Rp1.000.000. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pasien dan pengelola rumah kesembuhan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan selaku Ketua Panitia Natal Polda Sumut, menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan refleksi nilai-nilai Natal yang mengedepankan kasih, empati, dan solidaritas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kehangatan Natal yang sesungguhnya—bukan hanya seremonial, tetapi nyata dirasakan oleh saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan penyakit. Polda Sumut berkomitmen untuk terus hadir dan berbagi, membawa harapan serta penguatan bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian perayaan Natal Polda Sumut tahun 2025 dirancang untuk mempererat kebersamaan dan memperluas manfaat sosial bagi masyarakat. “Semoga bantuan ini menjadi penguat semangat, dan doa bersama hari ini menjadi sumber pengharapan bagi para pasien dan keluarga,” tutup Kombes Pol Ferry Walintukan.

Kegiatan bakti sosial tersebut pun disambut hangat oleh para penghuni Rumah Kesembuhan Sahabat Lazarus Medan, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Polda Sumut di momen Natal yang penuh makna.

Langkah Strategis Dinas Perikanan Banyuwangi Jelang Nataru

BANYUWANGI || jejakindonesia.id -  Dalam rangka merespons dinamika peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi secara resmi mengimplementasikan langkah-langkah strategis yang komprehensif. Kebijakan ini difokuskan pada dua aspek fundamental: penguatan manajemen kawasan ekowisata pesisir serta jaminan ketahanan pangan melalui stabilitas harga dan mutu produk perikanan.

​Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, SP., M.Si., menyatakan bahwa pihaknya telah mengintensifkan koordinasi dan pembinaan terhadap elemen masyarakat pesisir, khususnya Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Langkah ini dinilai krusial mengingat topografi Banyuwangi yang memiliki garis pantai sepanjang ±175,8 kilometer, sebuah aset ekologis yang menuntut tanggung jawab kolektif dalam pengelolaannya.

​Dalam keterangannya, Suryono menekankan urgensi partisipasi aktif nelayan dalam menjaga sanitasi dan estetika lingkungan pesisir. "Kami menginstruksikan seluruh kelompok nelayan untuk mengimplementasikan prinsip Sapta Pesona, utamanya dalam aspek keamanan, kebersihan, dan ketertiban. Hal ini meliputi mitigasi sampah laut maupun residu aktivitas wisata, serta preservasi vegetasi litoral seperti cemara laut dan mangrove," paparnya.

​Pengelolaan kawasan pesisir yang terintegrasi diharapkan mampu menciptakan ambience yang kondusif bagi wisatawan. Selain aspek ekologis, Dinas Perikanan juga mendorong regulasi tata kelola aktivitas wisata, mencakup zonasi tambat labuh perahu, pengaturan aktivitas penangkapan ikan, serta optimalisasi pelayanan wisata berbasis komunitas yang selaras dengan kebijakan pariwisata daerah.

​Menyikapi fenomena sosio kultural berupa peningkatan konsumsi produk perikanan (budaya kuliner komunal) yang lazim terjadi pada malam pergantian tahun, Dinas Perikanan telah menyiapkan mekanisme antisipatif guna mencegah volatilitas harga.

​"Kami melakukan intervensi pasar melalui pendistribusian cadangan stok ikan dari fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) ke pasar-pasar tradisional. Strategi operasi pasar ini bertujuan menjaga ekuilibrium antara penawaran (supply) dan permintaan (demand), sehingga aksesibilitas masyarakat terhadap protein ikan dengan harga wajar tetap terjamin," jelas kadis perikanan banyuwangi.

​Sebagai upaya perlindungan konsumen, Dinas Perikanan memperketat pengawasan mutu (quality control) di tingkat hilir. Tim pengawas diterjunkan untuk melakukan inspeksi organoleptik dan uji residu guna memastikan produk perikanan bebas dari kontaminasi bahan berbahaya seperti formalin maupun zat aditif non-pangan lainnya.

​"Pembinaan terhadap unit pengolahan dan pemasaran ikan dilakukan secara berkala. Hal ini merupakan komitmen kami dalam menjamin keamanan pangan serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap integritas produk perikanan Banyuwangi," imbuhnya.

​Melalui pendekatan holistik yang mencakup aspek pariwisata berkelanjutan dan ketahanan pangan ini, Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi optimis pelaksanaan libur Nataru dapat berlangsung secara kondusif, aman, dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Reporter : Rio

Personil Pos Kout Elelim Satgas Yonif Gotong Royong Perbaikan Jalan Satgas Yonif 521/DY di Distrik Elelim

Elelim |` jejakindonesia.id - Menunjukkan peran TNI dalam pembangunan infrastruktur dasar dan memperkuat hubungan sosial dengan rakyat Papua.

TNI Satgas Yonif 521/DY di Papua melakukan kegiatan gotong royong perbaikan jalan bersama warga sebagai bentuk kemanunggalan dan kepedulian untuk meningkatkan akses transportasi dan ekonomi masyarakat, Distrik Elelim, Yalimo,Papua Pegunungan, (17/12/2025).

Tokoh Pemuda Kampung Elelim Bapak Amus, Menyampaikan rasa terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang dengan tulus dan ikhlas membantu warga kami perbaikan jalan yang menjadi akses utama kami sehari-hari, baik untuk berkebun maupun ke pasar, ini sangat membantu masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
Membangun Kemanunggalan TNI-Rakyat, Kegiatan Gotong royong memperbaiki jalan di Kampung sehingga memperlancar aktivitas harian, distribusi logistik, dan pengangkutan hasil pertanian warga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial Satgas Yonif 521/DY untuk hadir di tengah rakyat, membantu pembangunan dan mengatasi masalah dasar masyarakat di Papua serta memperkuat soliditas dan kebersamaan masyarakat setempat di wilayah penugasan.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Gunung Tumpang Pitu: Tambang Emas Raksasa Banyuwangi yang Menyisakan Jejak Kontroversi

BANYUWANGI || jejak Indonesia.id — Gunung Tumpang Pitu di Kecamatan Pesanggaran bukan sekadar bentang alam biasa. Kawasan yang kini berubah menjadi pusat industri ekstraktif ini tercatat sebagai salah satu tambang emas terbesar di Indonesia, dengan luas konsesi mencapai 4.998 hektare. Dari total area tersebut, sekitar 1.115 hektare telah dimanfaatkan untuk aktivitas tambang sejak resmi beroperasi pada 2016–2017.

Sejak kali pertama mesin-mesin raksasa mulai menggali perut bumi Tumpang Pitu, denyut kehidupan di wilayah pesisir selatan Banyuwangi ikut berubah. Di satu sisi, hadirnya tambang modern berteknologi tinggi itu membuka lapangan kerja, menggerakkan rantai ekonomi lokal, dan memberikan pemasukan signifikan bagi daerah. Banyak warga yang sebelumnya menggantungkan hidup pada sektor informal kini menemukan peluang baru sebagai operator alat berat, sopir logistik hingga pekerja teknis.

Namun di balik geliat ekonomi itu, bayang-bayang kontroversi tak pernah hilang. Pro dan kontra terus mencuat dari masyarakat, kelompok pemerhati lingkungan, hingga sejumlah akademisi. Kekhawatiran terbesar terletak pada risiko kerusakan lingkungan, mulai dari perubahan bentang alam, potensi pencemaran air, hingga dampak terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir yang selama ini menjadi tumpuan hidup warga nelayan.

Bagi sebagian warga, aktivitas tambang dianggap mengubah wajah kampung pesisir yang dulu tenang menjadi kawasan industri yang hiruk-pikuk. Sementara itu, pihak perusahaan berkali-kali menegaskan bahwa seluruh operasional dilakukan sesuai standar keamanan dan analisis dampak lingkungan yang telah disetujui pemerintah.

Meski demikian, dinamika di Tumpang Pitu seolah menjadi potret pertarungan kepentingan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Pertanyaan besarnya tetap sama: sejauh mana aktivitas tambang emas raksasa ini dapat berjalan seimbang tanpa mengorbankan masa depan masyarakat dan alam Banyuwangi?

Hingga kini, Gunung Tumpang Pitu terus menjadi sorotan publik—sebuah pusat produksi emas yang bersinar terang, namun juga menyisakan bayang-bayang persoalan yang tak kunjung padam.

error: Content is protected !!