Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Cara Unik Polisi Dekatkan Diri ke Masyarakat, Pos Pam Kota Tua Hadirkan Cosplay Naruto

JAKARTA || jejakindonesia.id - Ada pemandangan menarik dan berbeda di Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat.

Sejumlah anggota pos pengamanan tampak mengenakan kostum cosplay karakter Naruto, yang sontak menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.

Kehadiran polisi dengan kostum cosplay ini disambut antusias oleh masyarakat.

Banyak pengunjung, khususnya anak-anak dan remaja, memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama anggota kepolisian maupun dengan standing banner karakter Naruto maupun boneka salju yang disiapkan di sekitar pos pengamanan.

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Riyanto, mengatakan bahwa konsep ini sengaja dihadirkan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana pengamanan Nataru yang ramah, humanis, dan menyenangkan, khususnya di kawasan wisata seperti Kota Tua yang ramai dikunjungi masyarakat saat libur akhir tahun.

“Selain memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, kami juga ingin menghadirkan suasana yang bersahabat agar masyarakat merasa dekat dengan polisi,” ujar AKBP Riyanto, Rabu, 24/12/2025

Meski tampil dengan kostum unik, Kapolsek menegaskan bahwa seluruh personel tetap menjalankan tugas pengamanan secara profesional, siaga, humanis dan penuh tanggung jawab.

Selain itu juga terdapat elemen masyarakat dan juga dari saka Bhayangkara ikut dalam kegiatan pengamanan Nataru

Mereka bersama anggota melakukan patroli jalan kaki sambil memberikan himbauan kepada para pengunjung agar selalu waspada mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan

Kehadiran polisi dengan pendekatan kreatif ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman sekaligus memberikan pengalaman berkesan bagi masyarakat yang berkunjung ke Kota Tua.

Melalui pendekatan humanis ini, Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik, sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, nyaman, dan penuh keceriaan bagi seluruh lapisan masyarakat.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Anak Petani hingga Montir Jadi Lulusan Terbaik Bintara Remaja SPN Polda Jatim

MOJOKERTO || jejakindonesia.id – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Tribrata Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur, pada Rabu pagi (24/12/2025).

Di atas tanah yang dijuluki Bumi Kandung Majapahit ini, sejarah baru terukir bagi 247 siswa Diktukba Polri T.A. 2025.

Setelah Lima bulan ditempa dalam "Kawah Candradimuka", mereka kini resmi melepas status siswa dan menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

​Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., hadir langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Daerah Jawa Timur ini didampingi oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Poyce, S.I.K., M.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim.

Forkopimda Kabupaten Mojokerto turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini.

Rangkaian upacara berjalan sakral, diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Kapolda Jatim.

Puncak keharuan terjadi saat prosesi pernyataan penutupan pendidikan, yang disusul dengan pelepasan tanda siswa dan pemasangan tanda pangkat efektif.

Momen ini menandai transformasi mental dan fisik dari seorang sipil menjadi insan Bhayangkara.

​Sistem pendidikan Polri yang meritokratis kembali terbukti di lembaga pendidikan Polri dalam hal ini SPN Polda Jawa Timur.

Dalam pelantikan ini, penghargaan siswa terbaik diserahkan kepada mereka yang berprestasi tanpa memandang latar belakang.

​Predikat Siswa Teladan (Nilai Pendidikan Tertinggi) dengan nilai 79.668 diraih oleh Bripda Rifky Ardiansah Putra, putra seorang petani asal Lamongan.

Sementara itu, gelar Siswa Cendekia (Akademik Tertinggi) disabet oleh Bripda Muhamad Ramdan Yoga Pratama, anak seorang pemilik bengkel motor dari Tulungagung.

​Di kategori lain, Bripda Satrio Wibowo Anggoro Adhji Saputro dari Sidoarjo, meraih predikat Siswa Tertabah (Mental Kepribadian Tertinggi).

Sedangkan predikat Siswa Trengginas (Jasmani Tertinggi) diraih oleh Bripda Muhammad Rizal Firmansyah asal Lamongan.

​Dalam amanatnya, Kapolda Jatim membacakan pesan tertulis Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.

Amanat tersebut menekankan bahwa menjadi Polisi bukan sekadar profesi, melainkan sebuah jalan hidup (way of life).

​"Polisi adalah penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan," tegas Kapolda mengutip amanat Kalemdiklat.

Para Bintara Remaja diingatkan untuk tidak melakukan tindakan kontra-produktif seperti pemerasan atau menjadi backing hal-hal ilegal.

​Lebih lanjut, ditekankan bahwa Polisi modern harus menjadi pembelajar sepanjang hayat (long life education).

Mereka diharapkan menjadi role model di tengah masyarakat, menjadi ikon toleransi, serta ikon anti-korupsi.

Penutupan pendidikan ini secara nasional telah menambah kekuatan personel Polri sebanyak 6.369 Bintara dan 1.006 Tamtama. (*)

Lantik 247 Bintara Remaja, Kapolda Jatim : Jadilah Penjaga Kehidupan dan Peradaban

MOJOKERTO || jejakindonesia.id – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., secara resmi melantik 247 Bintara Remaja dalam Upacara Penutupan Pendidikan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Diktukba Polri T.A. 2025 di Lapangan Tribrata SPN Polda Jatim, Rabu (24/12/2025).

​Didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Poyce, S.I.K., M.H., dan para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Kapolda Jatim bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.

Momen sakral ini menandai bertambahnya kekuatan personel Polda Jatim dengan hadirnya ratusan insan Bhayangkara baru yang telah ditempa selama Lima bulan.

​Dalam amanatnya yang mengutip Kepala Lemdiklat Polri, Irjen Pol Nanang Avianto menekankan pesan strategis kepada para lulusan.

Irjen Pol Nanang Avuanto menegaskan bahwa menjadi Polisi bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup (way of life) sebagai pengabdi masyarakat.

​"Jadilah Polisi penjaga kehidupan, pembangun peradaban dan pejuang kemanusiaan,"tegas Irjen Nanang.

Selain itu para Bintara remaja juga diminta menjadi role model, ikon toleransi, serta ikon anti-korupsi di tengah masyarakat.

​Jenderal bintang Dua ini juga mengingatkan agar para Bintara baru menghindari tindakan kontra-produktif, seperti arogansi atau mem-backing hal ilegal, serta wajib menjadi pembelajar sepanjang hayat (long life learner) guna menghadapi tantangan zaman.

​Pelantikan kali ini juga menjadi bukti nyata sistem meritokrasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolda Jatim.

Hal ini tercermin dari penghargaan siswa terbaik yang diraih oleh anak-anak dari kalangan sederhana, yakni Bripda Rifky Ardiansah Putra (anak petani asal Lamongan) sebagai Siswa Teladan, dan Bripda Muhamad Ramdan Yoga Pratama (anak pemilik bengkel asal Tulungagung) sebagai Siswa Cendekia.

​Usai prosesi pelantikan, Kapolda Jatim beserta jajaran turut menyaksikan peragaan ketangkasan hasil didik, mulai dari kesenian hadrah, bela diri Polri, hingga simulasi penanganan anarkis, yang menutup rangkaian kegiatan dengan penuh kebanggaan. (*)

Antisipasi ISPA Pascabanjir, Posko Kesehatan Polri Aktif Layani Masyarakat Aceh Tamiang

Aceh Tamiang || jejakindonesia.id - Sejak awal terjadinya bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Polri bergerak cepat dengan membuka sejumlah posko pelayanan, salah satunya Posko Kesehatan Polri. Posko ini difokuskan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir serta anggota Polri yang tengah bertugas dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.

Ipda Dokter Asia Rahma Malawat dari Bidokkes Polda Jawa Barat yang melaksanakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) di Aceh Tamiang menjelaskan bahwa sebagian besar pasien yang datang ke posko kesehatan mengalami keluhan gangguan pernapasan ringan. “Keluhan yang paling banyak kami temui baik dari masyarakat maupun anggota Polri adalah batuk, pilek, serta nyeri tenggorokan,” ujar Dokter Asia.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Ipda Dokter Meyrina Dwi Yanti, anggota Bidokkes Polda Jawa Barat yang juga melaksanakan BKO di Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan langkah pencegahan dini terhadap potensi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Setiap pasien yang datang ke posko kesehatan kami berikan masker. Hal ini sebagai upaya pencegahan ISPA mengingat kondisi pascabencana, di mana tanah yang mengering di permukaan aspal menimbulkan debu beterbangan saat dilalui kendaraan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dokter Asia menegaskan bahwa meskipun dalam kondisi darurat, pelayanan kesehatan di Posko Polri tetap dilengkapi dengan fasilitas dan obat-obatan yang memadai. “Kami menyediakan penanganan medis awal yang cukup lengkap, mulai dari cairan infus, obat antinyeri, obat maag, hingga obat-obatan emergensi lainnya. Selain itu, obat untuk keluhan umum seperti batuk, pilek, diare, nyeri lambung, nyeri badan, serta salep untuk penyakit jamur kaki juga tersedia, mengingat keluhan jamur kaki cukup tinggi pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Meyrina mengimbau masyarakat dan anggota Polri yang masih melaksanakan tugas di Aceh Tamiang agar selalu menjaga kesehatan. “Kami mengimbau agar selalu menggunakan masker sebagai bentuk proteksi dini untuk mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan, terutama di tengah kondisi lingkungan pascabanjir,” tuturnya.

Melalui kehadiran Posko Kesehatan Polri, diharapkan pelayanan medis bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang dapat terus terpenuhi, sekaligus mendukung kelancaran tugas personel Polri di lapangan.

Parkir Semrawut di Kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan Kembali Disorot, Pemkot Siapkan Evaluasi dan Penindakan

PASURUAN || jejakindoneaia.id - Kondisi parkir kendaraan di kawasan sekitar Alun-Alun Kota Pasuruan kembali menjadi sorotan publik. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan masih maraknya kendaraan yang parkir secara sembarangan di sejumlah titik strategis, khususnya di sepanjang Jalan Sumatera.

Situasi tersebut berdampak langsung pada terganggunya kelancaran arus lalu lintas di salah satu kawasan pusat aktivitas kota. Ironisnya, di sepanjang ruas Jalan Sumatera telah terpasang rambu-rambu larangan parkir yang terlihat jelas.

Namun, rambu tersebut seolah tidak diindahkan oleh sebagian pengemudi. Kendaraan jenis minibus elf kerap terlihat berhenti dan parkir di badan jalan, meskipun lokasi parkir resmi telah ditentukan oleh Pemerintah Kota Pasuruan. Padahal, Pemkot Pasuruan telah menetapkan area Terminal Lama Kota Pasuruan sebagai lokasi parkir khusus bagi kendaraan elf.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk menata arus lalu lintas di pusat kota sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya di kawasan Alun-Alun yang menjadi ruang publik representatif bagi masyarakat.

Akibat parkir yang tidak sesuai aturan, ruas Jalan Sumatera yang seharusnya berfungsi sebagai jalur lalu lintas utama kerap mengalami penyempitan. Kondisi ini tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kalau sore atau malam hari, Jalan Sumatera sering macet. Parkirnya sembarangan, bahkan kadang sampai dua lapis,” ujar salah satu pengguna jalan yang rutin melintas di kawasan tersebut.

Sejumlah warga berharap adanya penertiban yang lebih tegas dari instansi terkait, baik melalui peningkatan pengawasan di lapangan maupun penindakan langsung terhadap pelanggaran parkir. Mereka menilai lemahnya pengawasan dan penegakan aturan menjadi salah satu faktor utama masih terjadinya pelanggaran berulang.

Menanggapi kondisi tersebut. Kepala Dinas perhubungan Andreyanto menjelaskan bahwa individu yang sempat terekam di lokasi dan disebut sebagai juru parkir (jukir) dipastikan bukan jukir resmi. Yang bersangkutan diketahui hanya membantu mengarahkan kendaraan atas permintaan temannya dan tidak mengenakan atribut resmi, seperti rompi maupun kartu identitas jukir.

“Yang bersangkutan bukan jukir resmi. Namun kejadian ini tetap menjadi bahan evaluasi serius bagi kami,” tegas Andreyanto saat ditemui awak media (24/12/2025).

Ia mengakui bahwa insiden tersebut membuka fakta masih adanya celah dalam sistem pengawasan di lapangan. Meski pada setiap titik parkir resmi telah ditugaskan penanggung jawab dan jukir resmi, realitas di lapangan menunjukkan masih terjadi kelalaian, termasuk minimnya teguran terhadap kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan, khususnya kendaraan wisata seperti elf yang seharusnya tidak masuk ke ruas Jalan Sumatera.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas akan memperkuat pola pengawasan dan penindakan secara lebih melekat. Jukir resmi yang bertugas di lokasi pelanggaran akan dipanggil untuk dilakukan pembinaan. Jika ditemukan tidak patuh, akan dilakukan pemanggilan resmi hingga penerbitan Surat Peringatan (SP) sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak akan bosan melakukan pemanggilan dan pembinaan. Jika dipanggil tidak datang, maka patut diduga bukan jukir resmi dan akan kami tindak sesuai aturan,” ujarnya menegaskan.

Ia juga menekankan bahwa evaluasi internal menjadi prioritas, termasuk terhadap jajaran pengawas. Bahkan, dalam beberapa kasus, pihaknya lebih banyak menegur tim pengawas internal dibandingkan masyarakat.

“Penegakan aturan harus dimulai dari kami sendiri. Jika pengawas tidak menjalankan tugas dengan benar, itu menjadi celah terjadinya pelanggaran,” katanya.

Ke depan, Kadishub Adianto akan mengoptimalkan berbagai sarana pendukung, mulai dari pemanfaatan CCTV, pengeras suara untuk imbauan, hingga penataan ulang jalur dan titik parkir. Pendekatan persuasif tetap dikedepankan, namun dibarengi dengan ketegasan dalam penegakan aturan.

“Kami mohon kesabaran masyarakat. Pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah sedang kami lakukan agar pengelolaan parkir di Kota Pasuruan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas parkir di sepanjang Jalan Sumatera masih terpantau berlangsung, meski rambu larangan parkir telah terpampang jelas di sejumlah titik.​

(RED)

error: Content is protected !!