Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: November 2025

Waspada Logo Palsu, Agus Flores: Pejabat Polri Harus Cerdas Verifikasi Organisasi Wartawan atau Ormas

GORONTALO || jejakindonesia.id - Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FR), R.Mas MH Agus Rugiarto S.H., atau yang akrab disapa Agus Flores, dalam sebuah Telekompress pada Senin (24/11).

Menurut Agus, pejabat Polri perlu lebih cermat dalam membedakan antara organisasi wartawan, dan organisasi masyarakat (Ormas), serta antara logo asli dan logo yang menjiplak.

"Sangat mudah untuk membedakan perkumpulan wartawan dan ormas; cukup dengan memeriksa Surat Keputusan (SK) Berbadan Hukum mereka," tegas Agus Flores.

Selain itu, legalitas logo dapat dipastikan melalui pengecekan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen HaKI).

Khusus untuk persoalan logo, "saya melihat banyak terjadi pencurian logo FRN. Oleh karena itu, saya mengimbau pejabat Polri untuk waspada dan bertindak cerdas," ujarnya.

Agus Flores menyampaikan hal ini bukan untuk menyinggung organisasi lain, melainkan sebagai harapan agar persoalan serupa tidak terulang di masa mendatang.

Harjaba Cup 2025 Dorong Pembinaan Atlet Muda, Dispora Banyuwangi Siapkan Generasi Menuju Porprov 2026

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam membina atlet muda melalui penyelenggaraan Harjaba Cup 2025, kejuaraan basket pelajar pertama yang digelar di Saiki Sport Arena, Sabtu (22/11/2025). Ajang ini diharapkan menjadi fondasi pembentukan bibit-bibit atlet jelang gelaran Porprov 2026.

Kejuaraan yang berlangsung sejak 15–23 November 2025 ini diikuti ratusan pelajar dari berbagai tingkatan — mulai SD, SMP, hingga SMA. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga basket mendapat tempat tersendiri di kalangan generasi muda Banyuwangi.

Plt Kepala Dispora Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan, menegaskan bahwa kejuaraan seperti Harjaba Cup menjadi salah satu langkah strategis untuk menyiapkan atlet sejak dini.
“Kami ingin kembali menggairahkan dunia perbasketan di tingkat pelajar. Ajang ini penting sebagai proses pembinaan sekaligus pemantauan calon atlet untuk Porprov 2026,” ujarnya.

Event ini merupakan kolaborasi antara Dispora Banyuwangi dan EO Unity. Rico Juliano Purnama selaku koordinator panitia menjelaskan bahwa Harjaba Cup menjadi event perdana yang dibuat dengan tujuan memperluas ruang kompetisi bagi pelajar.
“Kami ingin membangun ekosistem basket yang sehat dan kompetitif. Semoga Harjaba Cup bisa menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan mereka,” jelas Rico.

Harjaba Cup 2025 diharapkan berlanjut menjadi agenda tahunan yang memperkuat pembinaan olahraga, sekaligus menjadi mesin pencetak atlet berprestasi bagi Banyuwangi. (*)

Polda Sumut: Operasi Zebra Toba 2025 Beri Dampak Nyata, Pelanggaran Turun dan Kesadaran Masyarakat Meningkat

MEDAN || jejakindonesia.id – Operasi Zebra Toba 2025 yang sudah berlangsung selama sepekan menunjukkan hasil yang sangat positif bagi peningkatan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah Sumatera Utara. Berbagai upaya preemtif, preventif, hingga represif yang dilakukan jajaran Ditlantas Polda Sumut menghasilkan tren yang signifikan, terutama dalam menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Zebra Toba tahun ini merupakan bukti nyata semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalulintas. “Seluruh kegiatan yang kami lakukan bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Syukur, hasilnya menunjukkan tren positif. Ini artinya masyarakat semakin peduli keselamatan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan giat Pendidikan Masyarakat Berlalu lintas (Dikmas Lantas), jajaran Polda Sumut melakukan berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) yang mengalami kenaikan signifikan dibanding 2024.

- Sambang ke komunitas R2 dan R4: 521 kegiatan
- Sosialisasi ke sekolah/kampus: 367 kegiatan
- Sosialisasi ke perusahaan/pabrik: 278 kegiatan
Total Binluh naik menjadi 1.166 kegiatan.

Sementara pada giat preventif, seperti ramp check pengemudi bus/truk, pengecekan kelengkapan kendaraan, penempatan personel di titik rawan pelanggaran, hingga turjawali, semuanya menunjukkan kenaikan drastis dengan total 17.711 kegiatan.

Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, “Kami fokus pada pendekatan humanis melalui edukasi dan pencegahan. Semakin banyak masyarakat memahami pentingnya keselamatan, semakin kecil potensi terjadinya kecelakaan.”

Penyebaran konten keselamatan melalui leaflet, stiker, dan media lainnya juga meningkat signifikan. Secara keseluruhan, penyebaran/pemasangan media sosialisasi naik dari 30.110 menjadi 44.677, atau naik 48,4%.

Kombes Pol Ferry menegaskan bahwa strategi penyebaran informasi berperan besar dalam meningkatkan kepatuhan. “Semakin luas edukasi yang disampaikan, semakin besar pula dampaknya terhadap kesadaran masyarakat,” katanya.

Pada penindakan pelanggaran, Polda Sumut mengedepankan sistem tilang elektronik.
- ETLE Statis naik dari 204 menjadi 421 (naik 106,4%)
- ETLE Mobile naik dari 38 menjadi 449 (naik 1081,6%)

Tilang manual dihentikan, dan jumlah teguran turun ringan sebesar 3%. Total penindakan justru menurun 12,1%, yang menurut Kombes Pol Ferry menunjukkan indikator baik.
“Penurunan penindakan bukan berarti kinerja berkurang, tapi menunjukkan pelanggaran mulai berkurang. Ini tujuan utama Operasi Zebra,” jelasnya.

Dampak paling penting dan paling menggembirakan yaitu turunnya angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Zebra Toba 2025:
- Jumlah kejadian turun 54,4%
- Korban meninggal dunia turun 58,6%
- Korban luka berat turun 40,9%
- Korban luka ringan turun 62,2%

Ferry Walintukan menekankan bahwa penurunan ini adalah bukti nyata keberhasilan operasi.
“Ini capaian yang sangat berarti. Penurunan korban jiwa menunjukkan bahwa upaya kami berjalan efektif. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumut mengapresiasi seluruh masyarakat yang mendukung pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2025.
“Kami mengajak seluruh warga Sumatera Utara untuk terus mematuhi aturan lalu lintas, tidak hanya saat operasi berlangsung. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Kombes Pol Ferry Walintukan.

Dengan tren positif ini, Polda Sumut menegaskan komitmennya terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengawasan, serta edukasi demi terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Sumatera Utara.

PGRI Banyuwangi Rayakan HGN 2025 ke-80, Ribuan Guru Padati RTH Maron

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Puluhan ribu guru dan tenaga kependidikan memadati Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Genteng, Minggu (23/11/2025), untuk mengikuti jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan semangat peringatan Hari Pahlawan.

‎Sejak pagi, kurang lebih 1700  peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten  Banyuwangi sudah berdatangan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal, ditambah antusiasme masyarakat yang turut meramaikan acara tahunan tersebut.

‎Kegiatan dibuka dengan senam bersama yang dipandu instruktur profesional, disambut antusias oleh ribuan peserta. Euforia semakin meningkat ketika panitia menyiapkan doorprize utama bernilai besar, mulai dari Mesin Cuci, Kompor Gas, Magic Com, Kipas Angin, Blender, Setrika, serta ratusan hadiah hiburan lainnya.

‎Jalan sehat resmi diberangkatkan oleh Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi yang juga Ketua Firma Hukum Rumah Advokasi Kebangsaan Banyuwangi (RAKB), Hakim Said, SH. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dedikasi para guru yang terus menjadi penyangga utama pendidikan.

‎“Guru adalah pahlawan zaman sekarang. Lewat jalan sehat ini, kita kuatkan kebersamaan, kesehatan, dan semangat membangun bangsa. Pendidikan yang baik selalu lahir dari guru yang sehat dan bahagia,” ujar Hakim Said.

‎Ketua PGRI Banyuwangi, Sudarman, S.Pd., M.Si., atau yang akrab disapa Eyang Kakung, menegaskan bahwa gelaran ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi ruang untuk menyegarkan semangat para pendidik.

‎“HUT ke-80 PGRI ini momentum untuk mengingat kembali bahwa perjuangan guru tidak pernah selesai. Jalan sehat ini kami gelar agar guru bisa tertawa, bergerak, dan saling menguatkan,” katanya.

‎Tak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri pengasuh Ponpes Mansyaul Huda Tegaldlimo, KH. Suyuti Toha, yang turut memberikan dukungan dan doa terhadap acara kebersamaan tersebut.

‎“Guru adalah penerus estafet perjuangan para ulama dan pahlawan. Saya bangga melihat semangat para pendidik hari ini. Semoga kegiatan seperti ini terus menjaga kekompakan dan memperkuat akhlak generasi bangsa,” tutur KH. Suyuti Toha.

‎Pada kesempatan tersebut, PGRI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

‎Kegiatan jalan sehat dengan statt RTH Maron mengitari jalan Wahid Hasyim keselatan, jalan Gajah Mada, peetigaan Timbul Jaya ke utara jalan Merapi dan finish RTH Maron. Selanjutnya ketika ribuan peserta sudah di finish RTH Maron, dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan hadiah yang semakin menambah semarak suasana.

‎"Alhamdulillah para peserta pulang dengan wajah ceria, membawa energi baru untuk kembali mengajar," tukas Eyang Kakung Sudarman.

‎Dalam sambutannya, K.H. Fethullah Suyuti Thoha menyampaikan pesan penting kepada para guru dan tenaga pendidik. Beliau menekankan pentingnya peran guru dalam mempersiapkan pemimpin masa depan dari kalangan pemuda dan pemudi saat ini.

‎"Pemuda pemudi masa sekarang ini adalah pemimpin-pemimpin masa yang akan datang. Karena itu, PGRI Banyuwangi harus benar-benar bisa menjadi contoh untuk mempersatukan bangsa," ujarnya.

‎Beliau juga mengajak para guru untuk menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada anak-anak didik. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai wujud final negara bagi bangsa Indonesia.

‎"Sebelum pulang, mari kita baca Fatihah sekali saja, sebab Rasulullah menyampaikan Fatihah 50 rakaat. Fatihah bisa untuk mewakilkan apapun yang diucapkan nanti," ajaknya. Beliau juga mengajak untuk memohon keselamatan bagi Indonesia, bangsa, dan negara, serta kesehatan dan umur panjang bagi Presiden Republik Indonesia.

‎Acara jalan sehat ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan lain dalam mempersatukan bangsa Indonesia.

Asha Hauraa Annayra atau Chaya, kapten tim putri SMPN 1 Banyuwangi, membawa timnya menjadi juara Harjaba Cup 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Puncak turnamen Basketball tingkat pelajar Harjaba Cup 2025 yang berlangsung di SAIKI Sport Arena, Minggu malam (23/11/25), menjadi panggung kemenangan bagi tim putra dan putri SMPN 1 Banyuwangi (Spensaba). Kedua tim berhasil menutup kompetisi sebagai pemimpin klasemen sekaligus juara pada gelaran yang diselenggarakan Dispora Banyuwangi berkolaborasi dengan Unity Event Organizer.

Di balik keberhasilan tim putri, hadir sosok kapten muda berbakat: Asha Hauraa Annayra, yang akrab disapa Chaya. Putri pasangan Haniek Anggraini dan Iptu Prasetya Wicaksono ini sukses mengantar Spensaba meraih Juara 1.

*Bakat Sejak Dini dan Segudang Prestasi*

Chaya telah mengenal dunia basket sejak duduk di bangku sekolah dasar. Konsistensi dan jam terbangnya mengantar dirinya menyabet sejumlah penghargaan individual sebagai pemain terbaik, baik di ajang lokal maupun di luar daerah.

Kemampuannya memimpin tim dan menjaga kekompakan menjadi faktor penting keberhasilan Spensaba menguasai turnamen tahun ini.

Usai membawa timnya juara, Chaya mengungkapkan rasa bangga dan antusiasmenya.

“Perasaannya pasti sangat seru karena bisa bareng-bareng sama teman-teman. Lawannya pun banyak yang teman sendiri dari sekolah lain. Ini juga jadi momentum membangun chemistry karena SMPN 1 Putri akan ikut event di luar kota, jadi kami harus makin kompak,” ujarnya.

Chaya menjelaskan bahwa persiapan menuju Harjaba Cup dilakukan secara intensif, mulai dari latihan fisik, private training, hingga latihan berat yang dijalani bersama.

“Latihannya banyak banget. Ada yang latihan sendiri, ada yang private, ada yang bareng, sampai fisik. Tapi semua dijalanin bareng-bareng dan itu seru. Semoga hasil ini jadi spesial dan kami bisa mempertahankan gelar juara,” tambahnya.

Ke depan, tim putri Spensaba direncanakan mengikuti event lanjutan seperti GLORIA Cup di luar kota.

“Semoga diberi hasil terbaik. Terima kasih,” tutup Chaya. (*)

error: Content is protected !!