We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Oktober 2025

Pangdam I/BB Beri Pengarahan kepada Prajurit, PNS, dan Persit Kodim 0205/T

KARO || jejakindonesia.id – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto bersama Ketua Persit KCK Daerah I/BB Ny. Galuh Rio Firdianto memberikan pengarahan kepada prajurit, PNS, dan Persit Kodim 0205/Tanah Karo bertempat di Makodim 0205/Tanah Karo, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai jajaran perwira, bintara, tamtama, PNS, serta anggota Persit Kodim 0205/TK.

Dalam arahannya, Pangdam menegaskan pentingnya menjaga kehormatan diri dan satuan dengan menjauhi narkoba serta praktik judi, juga mengingatkan agar prajurit menyayangi keluarga sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap keluarga besar Kodim 0205/TK, Pangdam bersama Ketua Persit turut memberikan hadiah kepada anak-anak prajurit yang berprestasi serta mereka yang berulang tahun pada bulan Oktober. Momen itu berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan kepedulian pimpinan terhadap anggotanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irdam I/BB, Danrem 022/PT, Asrendam I/BB, para Asisten Kasdam I/BB, para Kabalakdam I/BB, serta pengurus Persit KCK Daerah I/BB.

(Pendam I)

Polres Simalungun Salurkan 10 Ton Beras Murah untuk Masyarakat, Harga Cuma Rp 58 Ribu per 5 Kg

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Dalam upaya membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan, Polres Simalungun bersinergi dengan Perum Bulog Cabang Pematang Siantar menggelar program Gerakan Pasar Murah di dua kecamatan wilayah Simalungun pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, SH, MH, saat dikonfirmasi pada Kamis malam sekira pukul 19.40 WIB menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata program Polri untuk Masyarakat yang diinisiasi oleh Polres Simalungun.

"Kegiatan Gerakan Pasar Murah ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilisasi harga pangan. Kami bersinergi dengan Bulog Cabang Pematang Siantar untuk menyalurkan beras dengan harga terjangkau kepada masyarakat," ujar Kompol Asmon Bufitra.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kecamatan Tanah Jawa dan Kecamatan Huta Bayu Raja. Total beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan mencapai 10 ton dengan rincian 5 ton untuk Kecamatan Huta Bayu Raja dan 4,5 ton untuk Kecamatan Tanah Jawa.

"Beras yang kami salurkan ini dikemas dalam ukuran 5 kilogram per karung dengan harga Rp 58.000 per karung. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang saat ini berkisar Rp 70.000 hingga Rp 80.000 untuk beras kualitas yang sama," ungkap Kapolsek Tanah Jawa.

Pelaksanaan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Unit Samapta (Panit 1 Samapta) yang mewakili Kapolsek Tanah Jawa, didampingi personil Polsek Tanah Jawa lainnya. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ipda Abar Manik, Aiptu Agus Liberti, Aiptu M. Nur Nasution, Aipda D. Simarmata, dan Pengatur Suhendra.

Kompol Asmon Bufitra menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan masyarakat, terutama yang berpenghasilan menengah ke bawah, tetap dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau di tengah dinamika ekonomi saat ini.

"Dengan adanya program pasar murah ini, kami berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Beras merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting, sehingga stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan menjadi prioritas kami," ucapnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi penyaluran untuk mendapatkan beras murah tersebut. Sejumlah warga yang ditemui mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, mengingat harga beras di pasaran terus mengalami kenaikan.

Kapolsek Tanah Jawa menegaskan bahwa kegiatan Gerakan Pasar Murah ini akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk komitmen Polres Simalungun dalam melayani dan melindungi masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam membantu kesejahteraan masyarakat.

"Ini adalah program berkelanjutan. Kami akan terus berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait lainnya untuk memastikan program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah Simalungun," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses penyaluran beras dilakukan dengan tertib, transparan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Personil Polsek Tanah Jawa bertugas untuk memastikan pendistribusian berjalan lancar dan merata kepada masyarakat yang berhak menerima.

"Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan dengan baik dan kondusif. Tidak ada kendala berarti dalam proses penyaluran. Masyarakat sangat antusias dan tertib dalam mengikuti prosedur yang kami tetapkan," ungkap Kompol Asmon Bufitra.

Program Gerakan Pasar Murah ini merupakan salah satu implementasi dari program nasional Polri untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, Polri terus berupaya hadir sebagai sahabat masyarakat yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan rakyat.

Ke depan, Polres Simalungun berencana untuk memperluas jangkauan program pasar murah ke kecamatan-kecamatan lain di wilayah Simalungun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Polrestabes Bandung Sambut Tim Ombudsman RI: Wujud Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

BANDUNG || jejakindonesia.id - Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dr. Budi Sartono, S.I.K., M.Si., M.Han. melalui Waka Polrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi, S.Sos., S.I.K., M.H., M.I.K., didampingi Kabagren Polrestabes Bandung, menyambut kedatangan Tim Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat dalam rangka Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025, pada Kamis, 16 Oktober 2025 bertempat di Aula Polrestabes Bandung.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bapak Ujang Solihulwildan selaku Ketua Tim Penilai Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat. Turut hadir Kasat Intelkam, Kasiwas, tim pendamping dari Biro Rena Polda Jabar, serta para Kaur, Paur, dan staf dari Bagren, Sat Intelkam, Siwas, dan SPKT.

Adapun rangkaian kegiatan meliputi:
1. Pemeriksaan dokumen checklist administrasi;
2. Wawancara terhadap petugas pelayanan publik;
3. Wawancara langsung kepada pengguna/penerima layanan SPKT dan SKCK;
4. Survei indeks pelayanan publik melalui tautan digital;
5. Peninjauan langsung lokasi pelayanan SPKT dan SKCK di Gedung Sat Intelkam.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, sebagai bentuk komitmen Polrestabes Bandung dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan bebas dari maladministrasi.

Wujudkan Program Prioritas Presiden, Mendagri Ajak Pemda Sukseskan Program Tiga Juta Rumah

SURABAYA || jejakindonesia.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk bersama-sama menyukseskan program tiga juta rumah. Pasalnya program tersebut merupakan salah satu program prioritas yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto.

"Ini adalah program unggulan, dan beliau (Presiden) menginginkan agar program yang pro-rakyat, karena melihat kenyataan ada rakyat yang tidak memiliki rumah," ujar Mendagri pada acara Sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Ballroom Shangri-La Hotel, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (16/10/2025).

Ia menjelaskan, pemerintah serius ingin menyelesaikan persoalan perumahan yang belum dimiliki sebagian masyarakat. Oleh karenanya, secara khusus Presiden menugaskan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk membangun tiga juta rumah. Realisasi program tersebut membutuhkan kolaborasi dari kementerian/lembaga terkait.

Salah satu upaya untuk mewujudkan program itu, imbuh Mendagri, yakni dengan kemudahan insentif meliputi KUR, FLPP, serta program lainnya. Dalam konteks itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak Pemda untuk mendukung program tersebut.

Adapun Mendagri bersama Menteri PKP, dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama terkait implementasi pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan pembebasan Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Mendagri, kebijakan tersebut akan memberikan keuntungan kepada kepala daerah. Pasalnya kebijakan tersebut jika direalisasikan dengan baik akan meningkatkan popularitas kepala daerah sekaligus dapat menjadi langkah yang mulia.

"Karena ini membantu rakyat berpenghasilan rendah. Masa kita mau narik pajak, retribusi dari masyarakat yang enggak mampu? Kira-kira itu," kata dia.

Mendagri menyebut, pihaknya bersama Menteri PKP telah membangun sistem perizinan yang memudahkan masyarakat. Adapun masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut di dalam Mal Pelayanan Publik (MPP) di kabupaten/kota.

"Nah kami bisa monitor real-time. Nah setiap minggu kita bacakan terus. Dan nanti kita akan buat award [salah satunya bagi Pemda yang paling banyak menerbitkan PBG bagi MBR] nantinya," tandasnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Kembangkan Program Pembinaan Baru, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Produksi 20 Kg Tempe Perhari

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mendidik dan memberdayakan warga binaan. Berbagai program pembinaan terus dikembangkan, dan yang terbaru adalah pembinaan keterampilan pembuatan tempe.

Program inovatif ini tidak berjalan sendiri. Lapas Banyuwangi menggandeng praktisi dan pengusaha tempe yang sudah berpengalaman di Banyuwangi untuk memberikan pelatihan secara langsung.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyebut kolaborasi ini bertujuan agar para warga binaan dapat memahami proses produksi tempe secara komprehensif, dari pemilihan bahan baku hingga teknik fermentasi yang tepat.

“Kami menggandeng praktisi yang berpengalaman agar warga binaan mampu memahami dengan baik setiap tahapan pembuatannya dan menghasilkan produk dengan kualitas yang baik,” ujarnya, Kamis (16/10).

Wayan mengungkapkan bahwa pada tahap awal program ini, para warga binaan telah mampu memproduksi rata-rata 20 kilogram tempe setiap harinya. Capaian ini menjadi bukti nyata semangat dan potensi produktif yang dimiliki oleh para warga binaan.

Saat ini, tempe yang dihasilkan masih dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sebagai bahan baku utama program pembinaan produksi gorengan yang juga menjadi salah satu program pembinaan di Lapas Banyuwangi.

“Seluruh hasil produksi tempe sementara ini digunakan sebagai bahan baku utama untuk program pembinaan produksi gorengan. Dengan demikian, mulai dari bahan baku tempe hingga menjadi makanan siap saji (gorengan), seluruhnya merupakan produksi lokal Lapas Banyuwangi yang dikerjakan oleh para warga binaan,” ungkap Wayan.

Menurutnya, kehadiran program pembinaan pembuatan tempe ini semakin memperkaya ragam kegiatan pembinaan di Lapas Banyuwangi, menambah deretan program pembinaan yang telah ada sebelumnya, seperti membatik, konveksi, hingga berbagai kerajinan tangan.

Wayan menegaskan bahwa pembinaan pembuatan tempe akan dikembangkan secara bertahap dengan menargetkan skala produksi yang lebih besar.

“Target jangka panjangnya adalah agar produksi tempe ini dapat memenuhi pasokan bahan makanan yang akan diolah menjadi makanan bagi warga binaan,” terangnya.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya pada poin ketiga mengenai penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Program pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk berwirausaha dan kembali menyatu dengan masyarakat setelah bebas nanti,” pungkas Wayan.

error: Content is protected !!