Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Kementan Jelaskan Peran Penting Daerah Wujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia

JATINANGOR || jejakindonesia.id – Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan, menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Dan kita jabarkan bersama di forum ini. Nanti kita lihat masing-masing kekuatan daerah dan potensi yang ada. Saya yakin hampir seluruh kabupaten ini basisnya pertanian,” jelasnya dalam forum yang diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari seluruh Indonesia tersebut.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan bisnis yang tidak pernah mati sepanjang manusia masih membutuhkan pangan. Karena itu, pemerintah fokus mempercepat target swasembada pangan nasional yang sebelumnya dirancang dalam empat tahun, namun kini dipercepat menjadi tahun ini.

“Karena Bapak Presiden ada kalimat kayak Proklamasi itu, dalam waktu sesingkat-singkatnya [terwujud swasembada pangan],” tegasnya.

Ia menjelaskan, terdapat empat program utama pemerintah yang berkaitan erat dengan sektor pertanian, yakni swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan energi berbasis biofuel, dan hilirisasi produk pertanian. Upaya ini didukung dengan berbagai kebijakan lintas kementerian, termasuk regulasi berupa Instruksi Presiden.

Hasilnya, sektor pertanian menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian, ekspor, maupun Nilai Tukar Petani (NTP). Selain itu, produksi beras nasional juga meningkat bahkan surplus, sehingga tidak ada impor beras pada tahun ini. “Produsen beras terbesar nasional masih Jawa Timur, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah,” paparnya.

Selain beras, komoditas jagung juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan produksi sebesar 8 persen dibanding tahun sebelumnya. Jawa Timur menjadi produsen jagung terbesar, diikuti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Ia juga menyoroti kebijakan baru pemerintah terkait subsidi pupuk yang mulai berlaku sejak 22 Oktober 2025. Dalam kebijakan tersebut, harga pupuk subsidi turun 10 persen tanpa menambah beban APBN. Selain itu, terdapat penyederhanaan mekanisme distribusi dari sebelumnya menggunakan kartu tani menjadi cukup dengan KTP. Namun, ia meminta pemerintah daerah mengawasi penyalurannya agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Jadi sekarang petani menikmati [subsidi pupuk]. Mohon disosialisasikan ini. Jarang harga turun kecuali era sekarang ini,” jelasnya.

Puspen Kemendagri

BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Dorong Sinergi Daerah Wujudkan Perlindungan Jaminan Sosial Menyeluruh

JATINANGOR || jejakindonesia.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mendorong pemerintah daerah (Pemda) memperkuat sinergi dalam memperluas cakupan jaminan sosial bagi masyarakat. Dorongan itu disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dan Deputi Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Hendra Nopriansyah dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025. Forum ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari seluruh Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menekankan bahwa jaminan sosial merupakan hak asasi setiap warga negara. Menurutnya, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bentuk nyata pelindungan terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok miskin agar memiliki akses terhadap layanan kesehatan.

“Tentu kami berharap Bapak-Ibu sekalian ikut memfasilitasi masyarakat di daerahnya masing-masing untuk tahu haknya ini,” ujarnya di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan, hingga kini program JKN telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Pemerintah pusat tercatat telah menanggung iuran 96,8 juta peserta melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sementara Pemda dapat menambah cakupan bagi masyarakatnya sesuai kemampuan fiskal.

Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab penyediaan fasilitas kesehatan berada pada pemerintah pusat dan daerah, bukan pada BPJS. Pihaknya hanya menjamin akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Ia pun mengingatkan agar rumah sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tidak mendiskriminasi peserta BPJS. Selain itu, ia juga mengajak Pemda berperan aktif mengedukasi masyarakat tentang hak mereka atas jaminan kesehatan.

“Dulu orang miskin dilarang sakit, sekarang orang miskin dilarang bayar kalau sakit, asal menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Hendra Nopriansyah menegaskan pentingnya peran Pemda dalam mempercepat tercapainya Universal Coverage (UC) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). “Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, salah satu peran penting adalah pekerja. Jika pekerja sejahtera dan bahagia, Asta Cita Bapak Presiden dan Indonesia Emas 2045 akan cepat tercapai,” kata Hendra.

Ia menjelaskan, cakupan BPJS Ketenagakerjaan saat ini baru mencapai 37 persen, jauh di bawah BPJS Kesehatan yang telah menembus 98 persen. Padahal, Jamsostek merupakan hak asasi yang diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. “Jadi kalau kita pemerintah pusat dan pemerintah daerah belum memenuhi hak asasi, artinya ada PR yang belum ditunaikan untuk kepentingan dari rakyat Indonesia,” tegasnya.

Hendra mengapresiasi peran sejumlah daerah yang telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap Jamsostek. Hingga September 2025, tercatat 3,2 juta pekerja miskin dan miskin ekstrem telah mendapatkan pelindungan dari Pemda. Namun, masih ada sekitar 27 juta pekerja yang belum terlindungi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa manfaat Jamsostek tidak hanya memberikan pelindungan finansial, tetapi juga berdampak sosial-ekonomi. Berdasarkan catatannya, tak sedikit penerima manfaat yang menggunakan jaminan tersebut untuk biaya sekolah anak, membuka usaha, dan membayar utang.

Di lain sisi, ia mengungkapkan bahwa percepatan perluasan Jamsostek dapat dilakukan tanpa membebani APBD. Hal ini misalnya melalui optimalisasi proyek jasa konstruksi yang mewajibkan pemberi proyek menanggung perlindungan bagi pekerjanya.

“Saya yakin peran penting dari Sekda dan Bappeda sangat penting untuk memenuhi perlindungan jaminan sosial dan hak asasi seluruh pekerja di Indonesia,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Pemusnahan 214,84 ton Narkoba Di Pimpin Langsung Oleh Presiden RI Prabowo Subianto

JAKARTA || jejakindonesia.id - Presiden RI Prabowo Subianto memimpin pemusnahan 214,84 ton narkoba hasil pengungkapan Polri, senilai Rp29,37 triliun. Kegiatan ini digelar di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan (29/10/2025), sebagai wujud nyata tindak lanjut Asta Cita Presiden dalam pemberantasan narkoba di Indonesia.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menyampaikan bahwa selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, Polri telah mengungkap 49.306 kasus dengan 65.572 tersangka dan menyelamatkan lebih dari 629 juta jiwa dari bahaya narkoba.

Adapun barang bukti narkoba yang disita dan dimusnahkan di antaranya adalah, 186,7 ton ganja, 9,2 ton sabu, 1,9 ton tembakau gorila, 2,1 juta butir ekstasi, 13,1 juta butir obat keras, 27,9 kilogram ketamin, 34,5 kilogram kokain. Lalu, 6,8 kilogram heroin, 5,5 kilogram THC, 18 liter etomidate, 132,9 kilogram hashish, 1,4 juta butir happy five serta 39,7 kilogram happy water.

“Upaya ini merupakan komitmen Polri mendukung misi Asta Cita Presiden, khususnya pada sasaran prioritas ke-4: Pencegahan dan pemberantasan narkoba,” tegas Kapolri.

Terus Berkomitmen Menjaga Generasi Emas dan #IndonesiaBebasNarkoba

Kapolri Resmi Lantik Irjen Endi Sutendi Jadi Kapolda Sulteng Gantikan Irjen Agus Nugroho

PALU || jejakindonesia.id  – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melantik Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H., sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng). Pelantikan berlangsung di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/10/2025).

Serah terima jabatan (sertijab) tersebut menandai pergantian posisi dari Irjen Pol Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., sebelumnya menjabat Kapolda Sulteng yang kini menjabat sebagai Kadivkum Pol. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolri dan dihadiri sejumlah pejabat utama Mabes Polri.

Pelantikan Irjen Pol Endi Sutendi merupakan tindak lanjut dari rotasi jabatan yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2192/IX/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran di tubuh Polri untuk memperkuat kinerja organisasi.

Diketahui, dalam surat keputusan tersebut Kapolri melakukan mutasi dan promosi jabatan terhadap sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri yang terus beradaptasi dengan tantangan kamtibmas di daerah.

Irjen Pol Endi Sutendi sebelumnya dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam kepemimpinan di berbagai satuan kepolisian. Ia diharapkan dapat melanjutkan program dan kebijakan Kapolda sebelumnya, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono membenarkan pelaksanaan pelantikan dan serah terima jabatan tersebut.

“Hari ini jabatan Kapolda Sulteng telah diserahterimakan dari Irjen Pol Agus Nugroho kepada Irjen Pol Endi Sutendi, dipimpin langsung oleh Bapak Kapolri,” ujar Kombes Djoko Wienartono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/10/2025).

Kombes Djoko menambahkan, dalam waktu dekat akan digelar kegiatan serah terima pataka sebagai simbol resmi kepemimpinan di Polda Sulawesi Tengah.

“Pekan depan rencananya akan ditindaklanjuti dengan rangkaian pelaksanaan serah terima pataka di Mapolda Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Pergantian pucuk pimpinan di Polda Sulteng ini diharapkan membawa semangat baru bagi jajaran kepolisian. Kehadiran Kapolda baru diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sulawesi Tengah.

Polisi Tetapkan Koordinator WNA Cina Sebagai DPO Terkait Tambang Emas Ilegal di Dekat Mandalika

LOMBOK || jejakindonesia.id - Bekas tambang emas ilegal di Desa Belongas, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sebelumnya diduga dikelola WNA asal Cina, kini terbengkalai dan beralih fungsi menjadi area yang dipenuhi penambangan tradisional oleh warga setempat.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni S.I.K., M.H., M.Han., mengatakan kawasan itu termasuk wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) milik PT Indotan Lombok Barat Bangkit.

“Sudah ada WIUP-nya, tetapi hingga saat ini memang belum dieksplorasi,” ucap Brigjen Pol. Irhamni saat di lokasi tambang pada Selasa, (28/10/2025)

Polisi kini tengah memburu warga negara asing (WNA) asal Cina yang diduga kuat menjadi otak di balik tambang emas ilegal tersebut. Saat masih beroperasi, penambangan ilegal itu menggunakan alat berat dalam skala besar, berbeda dengan warga setempat yang kini menambang secara tradisional dengan skala kecil.

Brigjen Pol Irhamni menegaskan Aktivitas penambangan yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah tersebut tetap dianggap ilegal karena berada di dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) milik PT Indotan Lombok Barat Bangkit.

“Harapannya, mereka bisa kami dorong untuk bekerja di wilayah yang sudah berizin nantinya,” tegasnya.

Salah satu opsi yang bisa ditempuh yaitu penerbitan izin usaha pertambangan rakyat (IUPR), namun kewenangan itu sepenuhnya berada pada pemerintah.

“Kami hanya mendorong upaya pencegahan dan sosialisasi,” ucap dia.

Sementara itu, penindakan terhadap penambangan ilegal oleh WNA asal Cina, Bareskrim Polri menginstruksikan Polres Lombok Barat dan Polda NTB untuk menindaklanjuti penyidikan yang pernah dilakukan pada 2024.

Dirkrimsus Polda NTB Kombes Pol. FX Endriadi mengatakan penyidik telah menindak kasus tersebut pada Agustus 2024 dengan menyita dua unit dump truk dan satu unit ekskavator. Berdasarkan hasil penyidikan, tambang yang dikelola WNA asal Cina itu diduga sudah beroperasi selama tujuh bulan.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan ahli. Mereka juga memburu WNA berinisial HF yang diduga sebagai koordinator.

“Dari penelusuran dengan Imigrasi, data perlintasan menunjukkan ia pergi ke Kuala Lumpur,” ungkap Kombes Pol. Endriadi.

Polda NTB telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, untuk melacak keberadaan HF. Penyidik juga akan memanggil dan memeriksa saksi-saksi lain untuk mengusut dugaan keterlibatan warga negara Indonesia. “Kami akan menggelar perkara dalam waktu dekat,” ujar Kombes Pol. Endriadi.

Disisi lain, Aktivitas tambang ilegal di Sekotong menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap produksi tambang ilegal di wilayah itu mencapai tiga kilogram emas per hari. Mengutip Antara, Kepala Satuan Tugas Korsup Wilayah V KPK Dian Patria menyebut omzetnya dapat mencapai Rp1,08 triliun per tahun.

“Itu luar biasa. Ternyata bisa tiga kilogram emas sehari. Hanya satu jam dari Mandalika,” ujar Dian.

Lokasi tambang berjarak sekitar dua jam dari Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Polisi menegaskan informasi KPK tersebut merupakan aktivitas yang terjadi pada 2024.