Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

Wabup Mujiono Lepas Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Giat Prestasi Jawa Timur

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, secara resmi melepas 16 kontingen Pramuka Banyuwangi yang akan berlaga dalam kompetisi Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025. Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Wabup kepada pimpinan kontingen di Gedung Pramuka Banyuwangi, Rabu (10/9/2025).

Giat Prestasi dalam Gerakan Pramuka adalah sebuah kegiatan kompetitif yang dirancang untuk mengasah keterampilan, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan anggota Pramuka, khususnya golongan Penegak. Kompetisi akan berlangsung pada hari Kamis hingga Minggu tanggal 11–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Wabup Mujiono yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pengamalan Dasadarma Pramuka.

“Tingkatkan kreativitas, jaga sportivitas, dan jalin persaudaraan dengan kontingen daerah lain. Tunjukkan bahwa Pramuka Banyuwangi tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan tim.

“Kalau kalah, sikapilah dengan jiwa ksatria. Yang terpenting adalah proses dan pengalaman yang membentuk karakter,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Kontingen Cabang, Febriansyah Pratama Putra mengatakan, Kontingen Banyuwangi merupakan hasil sinergi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi didukung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi.

Kontigen tersebut beranggotakan 16 orang, terdiri atas 8 putra dari Gugusdepan SMK Ihya Ulumuddin dan 8 putri gabungan dari SMAN 1 Giri, SMAN 1 Glenmore, serta SMAN Darussolah Singojuruh.

“Mereka didampingi dua pimpinan kontingen, dua pembina pendamping, dan dua anggota Contingent Support Team (CST),” ujarnya.

Febri menjelaskan, Giat Prestasi akan berlangsung pada hari Kamis hingga Minggu tanggal 11–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang.

“Adapun cabang lomba yang akan diikuti antara lain aquatic championship, kewirausahaan, videografi, teknologi tepat guna, pionering, hingga model united nation challenge dan komik digital,” pungkasnya. (*)

Rindu Ibu, Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Menangis di Pelukan Bupati Ipuk

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, terlihat memeluk Naura, siswa kelas I SD, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banyuwangi, yang menangis dan terus memanggil ibunya. Hal ini terjadi saat Bupati Ipuk mengunjungi Sekolah Rakyat, Rabu sore (10/9/2025).

Naura menangis karena rindu pada ibunya. Selama dua bulan terakhir dia tinggal di Sekolah Rakyat, di Gedung Pendidikan dan Pelatihan PNS, Desa/Kecamatan Licin. “Ibuk…Ibuk…,” kata Naura sambil menangis tersedu di pelukan Ipuk.

Ipuk lalu memangku dan terus memeluk erat Naura yang tak henti menangis.

Sesekali Ipuk mengelus pipi dan pundak Naura untuk menenangkan anak yang masih berusia 6 tahun itu. Ipuk juga terlihat berupaya menghibur Naura.

Naura mulai menangis saat kelompok paduan suara siswa Sekolah Rakyat, menyanyikan lagu berjudul ”Ibu” yang dipopulerkan oleh Haddad Alwi karya penyanyi dan penulis lagu asal Aceh Rara Tarmizi. Lagu tersebut dinyayikan dengan apik oleh paduan suara yang dibawakan siswa SMP dan SMA Sekolah Rakyat.

Tidak hanya Naura, namun puluhan siswa lainnya juga turut meneteskan air mata. Bahkan terlihat air mata juga menetes di pipi Ipuk. Beberapa Kepala OPD yang mendampingi Ipuk, juga terlihat menangis.

“Saat ini kalian sedang berjuang. Sekolah ini menjadi bekal untuk masa depan kalian. Jadi tetap sabar dan semangat belajar. Nikmati semua prosesnya,” kata Ipuk.

“Kami tahu kalian rindu rumah. Rindu orang tua, pasti berat bagi kalian. Tapi yakinlah apa yang kalian perjuangkan saat ini, akan dinikmati di masa depan yang lebih baik,” tambah Ipuk.

Sekolah Rakyat merupakan sekolah berbasis asrama yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga tidak mampu. Sekolah Rakyat Banyuwangi saat ini terdapat 125 orang, yang terdiri dari 25 siswa SD, 50 SMP, dan 50 SMA

Bupati Ipuk mengunjungi sekolah ini, untuk memastikan kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat berjalan lancar.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana progres Sekolah Rakyat Banyuwangi. Sekaligus memastikan bahwa semua kegiatan di sini berjalan dengan lancar,” kata Ipuk.

Ipuk hadir bersama Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, serta segenap jajaran Pemkab Banyuwangi.

Para siswa mengaku mulai senang berada di Sekolah Rakyat. Salah satunya, Hasyiela Zahra yang mengaku senang bisa belajar di Sekolah Rakyat.

“Senang sekali. Di sini kebutuhan makan dan pendidikan kita terjamin. Kita juga bisa bertemu banyak teman baru, bahkan seperti saudara,” kata siswa kelas 10 SMA di Sekolah Rakyat Banyuwangi itu.

Hal serupa juga disampaikan Erlangga Frenky, siswa kelas 2 SMP Sekolah Rakyat. “Bisa meringankan beban orang tua karena gratis di sini. Di sini juga menyenangkan karena nyaman dan banyak teman,” ujarnya. (*)

Polres Madina Reka Ulang Perkara Pembunuhan Diva Febriani, 25 Adegan Diperagakan

MADINA || jejakindonesia.id - Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Mandailing Natal (Madina) selesai melakukan rekonstruksi atau reka ulang pada peristiwa pembunuhan yang terjadi di perkebunan Mitra KUD di Desa Taluk, Kecamatan Natal, Rabu (10/9/2025).

Rekonstruksi peristiwa pembunuhan yang dilaksanakan itu, tersangka adalah Yunus Saputra, dan korban adalah DF, seorang perempuan calon Paskibra 2025 di Kecamatan Natal. Rekonstruksi dilakukan di Lapangan Multi Fungsi Tantya Sudhirajati Mapolres Madina.

Plt Kepala Seksi Humas Polres Madina Iptu Bagus Seto, SH, mengatakan rekonstruksi dilakukan bagian dari proses penyidikan untuk membuat perkara pidananya semakin terang.

"Rekonstruksi hari ini dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum sebagai penuntut. Rekonstruksi ini ada 25 adegan dengan 5 TKP," kata Bagus Seto.

Bagus menerangkan, rekonstruksi tersebut juga bertujuan untuk memfaktakan alat bukti yang mereka dapatkan mulai dari perencanaan hingga terjadinya peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku kepada korban.

"Jadi adegan dari rekonstruksi ini kita lakukan dengan berdasarkan alat bukti. Jadi semua adegan ini sudah sesuai dengan fakta," jelas Bagus Seto.

Bagus juga menyebut, hasil dari rekontruksi itu, jelas untuk menguatkan soal pasal berlapis yang diterapkan penyidik kepada pelaku, mulai dari Pasal tentang Perlindungan Anak dan tentang pembunuhan berencana.

"Rekonstruksi itu juga untuk meyakinkan Jaksa Penuntut Umum soal pasal yang kita terapkan kepada tersangka. Jadi tadi, sesuai dengan unsur pasalnya, sudah terpenuhi. Pembunuhan DF oleh Yunus direncanakan," imbuhnya.

Diketahui, rekonstruksi itu menghadirkan tersangka, keluarga korban, JPU, penyidik Unit PPA, KBO Satreskrim, kuasa hukum korban dan pelaku. Rekonstruksi itu juga diperlihatkan barang bukti yang ditemukan di sejumlah TKP.

(Humas Polres Madina)

Polri Siapkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor di Bali

BALI || jejakindonesia.id – Kepolisian Daerah (Polda) Bali memastikan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada proses evakuasi korban, tetapi juga menyentuh pemulihan kondisi masyarakat terdampak. Polri bersama instansi terkait menyalurkan bantuan logistik, mendirikan posko darurat, serta menyiapkan program trauma healing bagi para pengungsi, terutama anak-anak dan keluarga korban.

Trauma healing menjadi perhatian penting karena bencana alam tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga berdampak pada psikologis masyarakat. Melalui tim psikolog kepolisian, Polri berupaya membantu para pengungsi mengatasi rasa takut, cemas, dan stres yang muncul akibat banjir dan longsor. Program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan di lokasi pengungsian hingga kondisi masyarakat dinilai stabil.

Tidak hanya fokus pada penyelamatan fisik, Polri juga menaruh perhatian pada kondisi psikologis para korban. Kapolda Bali menegaskan bahwa Polri akan terus mendampingi masyarakat hingga situasi benar-benar pulih. “Kami tidak hanya hadir untuk mengevakuasi dan memberikan bantuan logistik, tetapi juga memastikan pemulihan mental warga. Trauma healing menjadi bagian penting agar masyarakat terdampak dapat kembali bangkit,” ujarnya.

Kehadiran Polri dalam penanganan bencana ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat Bali yang terdampak. Dengan sinergi lintas instansi dan dukungan penuh masyarakat, proses pemulihan pascabencana diyakini dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

Kapolres Nagekeo Polda NTT Terjun Langsung Tangani Longsor Boawae–Mauponggo

Nagekeo || jejakindonesia.id - Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., turun ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Kelewae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Selasa (9/9/25). Longsor tersebut terjadi pada Senin (8/9/25) dan sempat menutup total badan jalan lintas vital Boawae–Mauponggo.

Kapolres hadir di lapangan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Nagekeo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tim gabungan kemudian bergerak cepat dalam upaya pembersihan material longsor berupa tanah, batu besar, dan pohon tumbang yang memblokade jalur penghubung antarkecamatan tersebut.

“Kami berupaya agar akses jalan segera normal kembali. Jalur ini vital bagi aktivitas masyarakat Boawae hingga Mauponggo, sehingga pembersihan material longsor harus dilakukan secepat mungkin,” ungkap Kapolres Nagekeo di lokasi kejadian.

Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan alat berat milik Dinas PUPR dibantu oleh personel gabungan dan masyarakat setempat yang secara sukarela ikut ambil bagian. Meski terkendala cuaca yang masih tidak menentu dan hujan lebat, tim berhasil membuka sebagian jalur.

“Sehingga arus lalu lintas kini sudah bisa dilalui secara terbatas,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan. Sebab, kondisi cuaca masih ekstrem dan intensitas hujan tinggi berpotensi menimbulkan bencana susulan.

Hingga hari ini, ungkapnya, kerja sama lintas sektor menunjukkan hasil yang positif. Akses jalan yang sebelumnya lumpuh total kini secara bertahap mulai bisa digunakan kembali, mengurangi dampak terhadap mobilitas warga di wilayah Boawae dan Mauponggo.

Berdasarkan informasi dari tim lapangan, longsor juga terjadi di beberapa titik lainnya di sepanjang jalur lintas Boawae–Mauponggo. Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Kecamatan Mauponggo.

“Hingga kini, situasi di daerah tersebut belum bisa dipastikan karena keterbatasan akses dan sinyal komunikasi yang terputus,” ungkapnya.

Ditambahkan Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., apresiasi tinggi atas langkah cepat yang dilakukan Polres Nagekeo bersama seluruh stakeholder terkait patut diberikan. Hal ini bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, khususnya saat bencana terjadi.

“Kami mengapresiasi respons cepat Kapolres Nagekeo dan seluruh jajaran yang langsung turun tangan dalam penanganan longsor ini. Kami juga terus memantau perkembangan di wilayah Mauponggo dan akan memastikan penanganan dilanjutkan secara maksimal meski terkendala akses,” ujar Kombes Pol. Henry.

Polda NTT juga menegaskan akan terus mendukung langkah-langkah tanggap darurat di lapangan, termasuk koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan dan distribusi bantuan jika diperlukan.

error: Content is protected !!