Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

Sebut PWRI Banyuwangi ‘Laboratorium Hidup’, Bupati Ipuk Minta Pensiunan Tularkan Pengalaman Hidup ke ASN Muda

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta para pensiunan Pegawai Sipil Negara (PNS) setempat untuk menularkan best practice pengalaman hidupnya kepada para junior. Hal ini disampaikan Ipuk saat menghadiri peringatan HUT ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Banyuwangi di gedung pertemuan Universitas Banyuwangi (Uniba), Sabtu (13/9/2025).

Ipuk mengumpamakan, PWRI sebagai laboratorium hidup yang di dalamnya tergabung banyak pensiunan dengan berbagai latar belakang dan pengalaman.

“Inilah kekuatan PWRI. Dengan berbagai pengalaman para anggotanya, PWRI harus bisa menjadi ‘sekolah hidup’ bagi ASN yang masih aktif sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu sosial dari Bapak/Ibu,” kata Ipuk.

Ilmu dimaksud, kata Ipuk, dapat berupa banyak hal. Selain ide dan gagasan untuk meningkatkan kinerja, pengalaman hidup dari PWRI juga diharapkan bisa membantu para ASN bisa survive hingga masa pensiun.

“Kita banyak menjumpai pegawai yang mengalami masalah ekonomi di masa pensiunnya. Hal ini seharusnya tidak sampai terjadi jika mereka tidak salah menerapkan gaya hidup di masa muda. Atas dasar itu, kami minta agar PWRI bisa menularkan best practise bagaimana mengelola keuangan, menjaga kesehatan fisik dan mental, sehingga saat jadi pensiunan bisa tetap berdaya,” pinta Ipuk.

HUT ke-63 PWRI tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ratusan pensiunan dari berbagai lembaga, seperti guru, karyawan pemkab, hingga TNI/POLRI tampak akrab saling berbagi cerita.

Selain menjadi ajang silaturahim, kegiatan ini juga jadi panggung bagi para purnatugas PWRI untuk unjuk kreativitas. Seperti memainkan alat musik gamelan hingga baca puisi.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga mengajak PWRI Banyuwangi untuk terus berkolaborasi dengan pemkab dalam membangun daerah.

“Pensiun dari jabatan di pemerintahan bukan berarti sudah purnatugas untuk mengabdi. Pemerintah daerah masih sangat membutuhkan ide-ide dan saran dari Bapak/Ibu untuk membangun Banyuwangi,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, keberhasilan Banyuwangi saat ini berkat kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk para pensiunan.

“Semoga kolaborasi yang sudah terjalin bisa terus ditingkatkan. Pemkab akan selalu mendukung organisasi PWRI Banyuwangi,” tegas Ipuk.

Satgas Yonif 700/Wyc Pos Kout Koper Menyatu dengan Rakyat, Karya Bhakti Warnai Pasar dan Bahu Jalan Gome

GOME, PUNCAK || jejakindonesia.id – Di jantung Kampung Wako, Distrik Gome, riuh pasar yang biasanya hanya dipenuhi suara tawar-menawar, hari itu berubah menjadi panggung kebersamaan. Prajurit Pos Kout Koper Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti, dipimpin oleh Letda Ckm Muh Akbar, A.Md.Kep, bergandeng tangan dengan masyarakat dan Kepala Pasar Gome, Bapak Julianus Waker, melaksanakan kegiatan karya bhakti membersihkan dan merapikan area pasar. (13 September 2025).

Rumput liar yang tumbuh tinggi ditebas, sampah-sampah yang berserakan dikumpulkan, dan sudut-sudut pasar yang lama terabaikan kini kembali tertata. Di bawah sinar matahari pagi, keringat para prajurit berpadu dengan tawa warga, menghadirkan suasana penuh persaudaraan.

Dalam keterangannya, Danpos Kout Koper, Letda Ckm Muh Akbar, A.Md.Kep, menegaskan makna kegiatan ini:
"Pasar adalah pusat denyut kehidupan rakyat. Dengan membersihkannya, kami tidak hanya merapikan tempat jual beli, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan semangat baru bagi masyarakat. Inilah wujud kecil pengabdian TNI, hadir untuk rakyat, bersama rakyat."

Sementara itu, Kepala Pasar Gome, Bapak Julianus Waker, menyampaikan rasa terima kasihnya atas keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut:
"Kami sangat bersyukur atas kepedulian Satgas Yonif 700/WYC. Pasar ini adalah wajah kampung kami, dan dengan kehadiran TNI, pasar menjadi lebih bersih dan nyaman. Kegiatan seperti ini menumbuhkan semangat gotong royong yang dulu sempat pudar."

Karya bhakti di Pasar Gome bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga merawat ikatan antara TNI dan masyarakat. Di balik sapuan sapu dan tebasan parang, tumbuh rasa persaudaraan yang kian menguat, menjadi bukti bahwa di tanah Papua, harmoni dan kebersamaan selalu menemukan jalannya.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Ketum PW-FRN Agus Flores Serahkan Cinderamata untuk Kalapas Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN), Agus Flores, secara resmi menyerahkan cinderamata kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Banyuwangi Kelas IIA, I Wayan Nurasta Wibawa, pada Sabtu (13/09/2025).

Penyerahan cinderamata ini dilakukan di sela kegiatan forum diskusi yang digelar di Kantor PW-FRN DPC Banyuwangi, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Momen tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus penguatan hubungan baik antara PW-FRN dengan jajaran Lapas Banyuwangi.

Agus Flores menyampaikan bahwa pemberian cinderamata ini merupakan bentuk penghargaan atas sinergi yang telah terjalin.

“Kami berharap kerja sama antara PW-FRN dengan Lapas Banyuwangi dapat terus berjalan dalam semangat kebersamaan dan keterbukaan informasi,” ungkapnya.

Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian PW-FRN.

“Cinderamata ini bukan hanya simbol, tetapi juga wujud nyata hubungan harmonis yang semoga terus terjalin dengan baik,” ujarnya.

Penyerahan cinderamata tersebut menjadi penutup acara forum diskusi dengan suasana penuh keakraban, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif.

Redaksi MIT.

Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan Hadapi Warisan Hutang, Prioritaskan Penyelesaian Sesuai Hukum

Deli Serdang || jejakindonesia.id - Bupati Deli Serdang, Asriludin Tambunan, kini dihadapkan pada tantangan berat berupa warisan hutang dari pemerintahan sebelumnya. Salah satu isu krusial adalah tunggakan pembayaran pekerjaan swakelola kepada sejumlah rekanan yang belum diselesaikan.

Di antara kasus yang menonjol adalah hutang kepada PT. Intan Amanah dan CV Siliwangi Putra, rekanan pengadaan aspal Iran dan material konstruksi seperti batu pecah dan sertu sejak tahun 2014. Total hutang mencapai lebih dari Rp. 4 miliar dan telah menjadi sengketa hukum yang panjang.

Kedua perusahaan tersebut telah memenangkan gugatan di semua tingkatan pengadilan, termasuk di Kasasi dan Peninjauan kembali ( PK ) dengan nomor perkara 174/Pdt.G/2021/PN Lbp dan 122/Pdt.G/2023/PN Lbp. Putusan tersebut memerintahkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk membayar penuh hutang beserta denda sebesar 6 persen per tahun jika pembayaran terlambat.

Akibat keterlambatan pembayaran, Pemkab Deli Serdang kini harus membayar lebih dari Rp. 5 miliar, termasuk denda. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama di tengah upaya efisiensi anggaran yang sedang digalakkan oleh Bupati Asriludin Tambunan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kuasa hukum dari pihak rekanan, Joko Suandi ,S.H ., M.H menyatakan, "Kami berharap Bupati Deli Serdang sekarang, Asriludin Tambunan, dapat mematuhi hukum yang sudah ditetapkan oleh Mahkamah Agung. Kami percaya, Bupati kita adalah orang yang bijaksana dan taat hukum , walaupun pekerjaan dan hutang ini ada jauh sebelum beliau menjabat ."

Dinas SDABMBK menyadari potensi dampak hukum lebih lanjut jika pembayaran hutang ini terus ditunda. Beban denda sebesar 6 persen merupakan kerugian finansial yang signifikan bagi daerah dan berpotensi pada tuntutan hukum tindak pidana korupsi .

Menyadari adanya putusan pengadilan yang bersifat inkrah, Bupati Asriludin Tambunan dan Dinas SDABMBK  harus memprioritaskan pembayaran hutang ini akan menjadi pokok utama dalam penggunaan anggaran daerah. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap supremasi hukum dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

Saat Inspektorat Deli Serdang dikonfirmasi awak media in pada hari Kamis 11/09/2025 , mengatakan " Pemkab Deli Serdang akan melakukan upaya hukum Peninjauan kembali ( PK ) ke pengadilan ." Jelasnya .

Menanggapi pernyataan pihak Inspektorat Deli Serdang Joko Suandi,SH.,M.H mengatakan  " Bahwa PK Tidak menghalangi dan menunda eksekusi pembayaran . Yang artinya apabila pihak pemkab melakukan upaya hukum PK untuk yang kedua kalinya maka pemkab wajib membayar hutangnya dengan sesegera mungkin mengingat ada denda dan bunga yang harus diselesaikan , yaitu PT intan amanah sudah 12% dan CV Sliwangi putra  Sudah 6% .Dan apabila pemkab deliserdang bersikeras tidak mau membayar maka kerugian negara akan semakin besar dan patut diduga bisa dilakukan upaya hukum kembali masuk ke rana tipikor " pungkasnya . *(Tim/HD)*

Polda Metro Jaya Buka Posko 24 Jam untuk Pengaduan Orang Hilang

JAKARTA || jejakindonesia.id  – Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan orang hilang yang beroperasi 24 jam untuk membantu masyarakat mencari anggota keluarga atau kerabat yang belum ditemukan. Posko tersebut berlokasi di Aula Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Posko pengaduan ini beroperasi 24 jam,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Sabtu (13/9/2025).

Ade Ary menjelaskan, masyarakat dapat langsung datang ke posko atau menghubungi layanan pengaduan di nomor 0812-8559-9191 yang aktif 24 jam. Menurutnya, posko ini disiapkan untuk memudahkan masyarakat melaporkan orang hilang sekaligus menjadi pusat koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

“Kami mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga atau kerabat agar segera melaporkan, baik langsung ke posko maupun melalui nomor hotline yang sudah disiapkan,” katanya.

Selain menerima laporan, petugas di posko juga siap memberikan informasi terkini mengenai penemuan atau identifikasi korban, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit maupun instansi terkait lainnya. Polda Metro Jaya berharap keberadaan posko ini dapat mempercepat proses pencarian dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu kabar anggota mereka.

error: Content is protected !!