Opening soon Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

Sinergi untuk Sulawesi Tengah: Pangdam XXIII/Palaka Wira Bersama Gubernur Sambut Ketua DPD RI di Palu

PALU || jejakindonesia.id – Panglima Komando Daerah Militer XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Perluhutan Sianipar, bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyambut kedatangan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, dalam kunjungan kerja di Kota Palu, Minggu (14/9/2025).

Kedatangan Ketua DPD RI di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu berlangsung hangat. Prosesi penyambutan diawali dengan pemasangan Siga khas adat masyarakat Kaili, sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan berkunjung ke Sulawesi Tengah. Acara tersebut turut dihadiri Kapolda Sulawesi Tengah, Danrem 132/Tadulako, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah.

Pangdam XXIII/Palaka Wira menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua DPD RI beserta rombongan di Kota Palu. Ia menegaskan bahwa Kodam XXIII/Palaka Wira siap bersinergi dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.

“Atas nama keluarga besar Kodam XXIII/Palaka Wira, saya menyampaikan selamat datang di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Kehadiran Bapak merupakan kehormatan bagi kami. Kodam XXIII/Palaka Wira siap bersinergi untuk mendukung dan membangun Sulawesi Tengah agar semakin maju, aman, dan sejahtera,” ujar Pangdam.

Usai acara penyambutan, Ketua DPD RI bersama rombongan dijadwalkan menghadiri serangkaian agenda, antara lain pertemuan dengan Forkopimda, dialog bersama tokoh masyarakat, serta peninjauan sejumlah program pembangunan strategis di wilayah Sulawesi Tengah.(Pendam23)

Polri Teguhkan Moral dan Profesionalisme Pasca Krisis, Gandeng Prof. Mahfud MD dan Komjen Chryshnanda

JAKARTA || jejakindonesia.id — Polri menggelar Forum Belajar Bersama (FBB) bertema “Pemulihan Moril, Semangat, dan Profesional Polri Pasca Kekerasan Kolektif serta Riot Akhir Agustus” pada Jumat, 12 September 2025 Kegiatan ini dipimpin Wakaposko Presisi Brigjen Pol Dr. Indarto dan diikuti lebih dari 800 peserta dari seluruh jajaran kepolisian.

Forum menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Mahfud MD dan Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana.

Dalam paparannya, Komjen Chryshnanda menekankan pentingnya transformasi pendidikan Polri berbasis moralitas, literasi, dan dialog peradaban. “Polri harus mampu membentuk polisi yang profesional, berintegritas, dan adaptif di era digital serta post-truth. Smart policing dan media policing adalah kunci, namun yang terpenting adalah menjaga kepercayaan publik dengan menjauhi korupsi, arogansi, dan keberpihakan pada kejahatan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Mahfud MD menyoroti tantangan moril anggota Polri yang kerap menghadapi tekanan publik dan media sosial. “Solusi fundamental bagi Polri adalah kembali pada jati dirinya. Tri Brata dan Catur Prasetya harus dihayati, dengan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, agar Polri tetap dipercaya rakyat sebagai penjaga hukum dan NKRI,” tegasnya.

Forum ini menjadi wadah refleksi untuk memulihkan semangat, memperkuat profesionalisme, dan meneguhkan komitmen Polri sebagai institusi penegak hukum yang tegas sekaligus humanis, demi memperkokoh kepercayaan publik dan menjaga keutuhan NKRI.

Siswa Diktukba Polri SPN Polda Jatim Punguti Sampah di Pasar Mojokerto, Pedagang: “Bikin Hati Adem

MOJOKERTO || jejakindonesia.id – Ratusan pemuda berseragam pendidikan pembentukan Bintara (Diktukba) Polri, di sejumlah sudut Kecamatan Bangsal Mojokerto,dengan semangat membaur bersama warga dalam sebuah aksi nyata yang sarat makna pada Sabtu (13/9/2025).

Mereka adalah 247 Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim T.A. 2025, yang tengah mengimplementasikan pelajaran kohesi sosial langsung di jantung masyarakat.

Dipimpin langsung oleh Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., para calon Bhayangkara negara ini serentak bergerak di Lima titik strategis mencakup 3 rumah ibadah yakni Masjid Mujahidin di Desa Sidulyo, Masjid Al Aziz di Desa Sumbertebu, dan Masjid An Nur di Desa Puloniti.

Selain itu, kegiatan juga menyasar pusat pendidikan agama, Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, serta pusat ekonomi kerakyatan, Pasar Sawahan di Desa Sumbertebu.

Didampingi jajaran pengasuh lengkap, mulai dari Kakorsis AKBP Agung Setyono, S.S., M.H., hingga Danyon, Danki, dan para komandan peleton pengasuh, ratusan siswa ini terlihat sigap menyapu halaman masjid, membersihkan lorong pasar, dan menata lingkungan pondok pesantren.

Di sela-sela kerja bakti, mereka juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, kegiatan ini membangun jembatan komunikasi yang hangat dan tanpa sekat.

Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum Lemdiklat Polri.

Menurutnya, kohesi sosial bukan sekadar teori, melainkan doktrin yang wajib dipraktikkan.

"Pendidikan ini tidak hanya bertujuan mencetak aparat yang terampil, tetapi yang utama adalah membentuk insan Polri yang humanis dan memiliki kepekaan sosial tinggi," ujar Kombes Pol Agus Wibowo.

Melalui kegiatan itu, Kombes Agus menegaskan SPN Polda Jatim mengajarkan para siswa tentang pelajaran empati yang sesungguhnya.

"Para siswa agar belajar merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat, memahami kesulitan warga, dan menanamkan jiwa bahwa seorang Polisi adalah pelayan dan bagian tak terpisahkan dari masyarakat," tegasnya.

Kombes Agus menambahkan, interaksi langsung ini adalah bekal krusial bagi para siswa sebelum benar-benar diterjunkan bertugas, dengan harapan akan lahir generasi Bhayangkara yang tidak hanya disegani, tetapi juga dicintai karena kepeduliannya.

Di tengah riuh aktivitas jual beli di Pasar Sawahan, kehadiran para siswa ini menjadi oase yang menyejukkan.

Salah satunya dirasakan oleh Bu Yuli, seorang pedagang sayur yang telah belasan tahun menggantungkan hidupnya di pasar tersebut. Wajahnya semringah saat melihat lorong di depan lapaknya menjadi bersih.

"Kaget saya, Mas. Pagi-pagi lihat siswa Polisi banyak sekali bawa sapu, punguti sampah. Biasanya kan lihatnya gagah-gagah di jalan, ini kok mau kotor-kotoran buat kami," tutur Bu Yuli dengan logat Jawa yang kental.

Ia mengaku tak menyangka, selain membersihkan pasar, para siswa juga menghampirinya untuk memberikan paket sembako.

"Pasarnya jadi resik, kami yang jualan jadi nyaman. Eh, malah dikasih sembako juga. Alhamdulillah, sangat membantu sekali. Lihat anak-anak muda begini peduli sama rakyat kecil, rasanya adem hati ini," ucapnya tulus.

Suasana serupa juga terasa di Pondok Pesantren Tanwirul Qulub. Pengasuh pondok, Ustad Roziqin Hafidz, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan Siswa Diktukba Polri SPN Polda Jatim.

"Kami sangat terharu. Kehadiran adik-adik siswa ini membawa energi positif yang luar biasa, mereka menunjukkan teladan tentang disiplin, kerja keras, dan kepedulian. Ini pemandangan yang menyejukkan hati." tutur Ustad Roziqin.

Lebih lanjut, Ustad Roziqin berharap sinergi semacam ini dapat terus berlanjut.

"Melihat calon polisi masa depan mau turun langsung seperti ini, membangun harapan besar di hati kami. Semoga kelak mereka menjadi penegak hukum yang amanah," tutupnya penuh doa.

Polisi Berhasil Amankan Pelaku Penusukan Sopir Truk di SPBU Bunder Gresik

GRESIK || jejakindonesia.id - Satuan Raimas Kalamunyeng Polres Gresik Polda Jawa Timur bertindak cepat mengamankan pelaku penusukan di SPBU Bunder pada Sabtu (13/9/2025) malam.

Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Heri Nugroho, mengatakan saat terjadi keributan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat dan segera mendatangi lokasi kejadian.

Sesampai di lokasi, Tim Raimas mengendalikan situasi dengan mengamankan pelaku sekaligus mengevakuasi korban ke RS Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan medis.

Tindakan cepat tersebut membuat situasi kembali kondusif sehingga masyarakat merasa aman.

Pelaku diketahui bernama S, kernet asal Tanjung Ilir, Kabupaten Lahat.

Sedangkan korban adalah Tain Nurohim, sopir truk wingbox pengantar barang.

Berdasarkan keterangan awal, aksi penusukan dipicu rasa kesal pelaku karena dituduh menghilangkan kunci wingbox serta mendapat perkataan yang tidak menyenangkan selama perjalanan.

Cekcok kembali berlanjut setibanya di Terminal Bunder. Korban sempat mengeluarkan gunting dari saku celana, namun pelaku justru lebih dulu menusukkan benda tajam ke wajah dan tubuh korban beberapa kali.

Usai diamankan, pelaku langsung diserahkan ke Satreskrim Polres Gresik Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir menjaga keamanan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat apabila melihat atau mengalami tindak pidana agar segera melaporkan ke kepolisian terdekat atau melalui hotline Lapor Kapolres Gresik,” tegasnya.

Polres Tuban Tutup Mata Terkait Kegiatan Ilegal Mafia Penguras Solar Bersubsidi Di Kecamatan Palang

TUBAN || jejakindonesia.id - Dugaan kongkalikong, antara oknum Aparat Penegak Hukum (APH) di Polres Tuban, dengan mafia penguras Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, kian kental terasa, terbukti dengan tidak adanya tindakan tegas terhadap pelaku yang sangat merugikan keuangan negara tersebut.

Hal tersebut dapat diketahui lantaran adanya pembiaran serta kesengajaan yang sangat mencolok, yakni adanya pembelanjaan BBM bersubsidi jenis solar di beberapa SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dengan kuota melebihi ketentuan pembelanjaan melebihi aturan pemerintah serta UU Migas.

Berdalih untuk keperluan nelayan, ketika awak media masuk lebih dalam, guna mencari informasi sebagai pelengkap pemberitaan, alih-alih untuk keperluan nelayan, semua itu hanya akal-akalan belaka. Solar perliter seharga Rp. 6.800,- agar bisa membeli dengan kuota besar, para mafia kongkalikong dengan petugas SPBU, dengan harga diatas ketentuan, kirasan Rp. 7.300 perliter, kemudian dijual kembali dengan harga BBM non subsidi, yakni kisaran Rp. 12.000,- dan tentu saja sudah menjalin "kerja sama" dengan oknum APH agar kegiatan ilegal tersebut dapat dengan lancar beroperasi.

Yang lebih parah lagi ialah perijinan pengambilan atau pembelanjaan BBM bersubsidi jenis solar tersebut mendapatkan rekom dari kepala desa setempat, agar nelayan bisa mendapatkan solar bersubsidi sesuai kebutuhan, tetapi tidak digunakan semestinya, justru dimanfaatkan untuk menguras keuangan negara.

Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan ilegal dengan menguras BBM bersubsidi di wilayah Tuban masih babas beroperasi seakan kebal terhadap hukum, serta tabrak peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Redaksi)

error: Content is protected !!