We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: September 2025

Sertijab di Malang, Pisah Sambut di Banyuwangi: Tongkat Komando Kodim 0825 Resmi Berganti

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Suasana hangat mewarnai acara pisah sambut Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Minggu (14/9/2025) malam. Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dan dihadiri Wakil Bupati H. Mujiono, Plh. Sekda Guntur Priambodo, para asisten, staf ahli, serta jajaran kepala SKPD.

Tampak hadir Kepala Bakesbangpol, BPBD, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang, Dinas PU Pengairan, BPKAD, Diskop UM Perdagangan, DLH, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas PMK, Dishub, Satpol PP, Direktur RSUD Blambangan, hingga para camat.

Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pejabat lama, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., yang dinilai berhasil menjaga kondusifitas wilayah, termasuk dalam penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Banyuwangi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Letkol Arh Joko Sukoyo atas pengabdian dan kerjasamanya yang luar biasa. Banyak program kemasyarakatan hingga penanganan bencana yang telah kita lalui bersama dengan solid,” ungkap Ipuk.

Ipuk juga menyambut hangat pejabat baru, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., dengan harapan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kokoh.
“Selamat datang di Bumi Blambangan. Kami siap melanjutkan kerja sama yang baik, khususnya dalam menjaga keamanan, mendukung pembangunan, dan memberdayakan masyarakat Banyuwangi,” tambahnya.

Sebelumnya, prosesi serah terima jabatan (sertijab) Dandim 0825 Banyuwangi telah dilaksanakan di Makorem 083 Baladhika Jaya, Kota Malang, Kamis (11/9/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Korem 083, Kolonel Inf Kohir, menandai resmi bergantinya tongkat komando dari Letkol Arh Joko Sukoyo kepada Letkol Arm Tryadi Indrawijaya.

Dalam amanatnya saat itu, Danrem menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan mekanisme alami dalam tubuh TNI AD sebagai bagian dari regenerasi untuk memperkuat kesiapan satuan menghadapi berbagai tantangan.

“Perubahan kepemimpinan merupakan mekanisme penting agar setiap prajurit mendapat kesempatan mengembangkan diri. Dengan kekompakan, Kodim Banyuwangi akan semakin maju dan solid,” tegas Kolonel Kohir.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada Letkol Arh Joko Sukoyo atas dedikasi dan sinerginya selama bertugas, sebelum kemudian dipercaya menempati jabatan baru di lingkungan Staf Angkatan Darat.

PW FRN Counter Polri, Jangan Asal Ganti Kapolri, Perhatikan Anggaran Polri Untuk Di Tingkatkan

JAKARTA || jejakindonesia.id - Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) Counter Polri, Agus Flores, dengan tegas menolak pandangan bahwa solusi perbaikan institusi Polri ada pada pergantian Kapolri.

“Belum tentu diganti Kapolri lebih baik, bahkan bisa lebih buruk. Yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana Polri ditambah anggarannya,” tegas Agus Flores.

Menurutnya, Polri saat ini menghadapi beban kerja luar biasa besar di tengah situasi keamanan yang kompleks. Namun, keterbatasan anggaran justru membuat kinerja aparat tidak maksimal. Daripada ribut soal kursi Kapolri, lebih baik fokus memperkuat dukungan bagi institusi Polri agar bisa bekerja profesional dan modern.

Agus Flores juga menyentil pihak-pihak yang gemar melempar isu pergantian Kapolri demi kepentingan politik semata. “Jangan jadikan Polri alat permainan politik. Kalau mau Polri kuat, kasih mereka anggaran yang layak. Jangan cuma pandai mengkritik tanpa solusi,” ujarnya.

PW FRN menegaskan, Polri adalah garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, yang paling mendesak adalah memperjuangkan tambahan anggaran, bukan menebar spekulasi pergantian pucuk pimpinan.

“Negara ini butuh Polri yang solid, bukan Polri yang digoyang isu. Jangan sampai keamanan bangsa digadaikan hanya karena kepentingan segelintir orang,” tutup Agus Flores.
(Red)

Siswa Presentasi Rencana Karier di Depan Orang Tuanya

SURABAYA || jejakindonesia.id - Sebagai orang tua, pernahkah anda duduk berhadapan dengan anak Anda dalam suasana yang agak formal? Lalu anak tersebut mempresentasikan rencana karier dan cita-cita dengan sistematis dan detail? Di SMA SAIM Surabaya, hal tersebut terjadi pada Sabtu (14/9), dalam acara Future Pathways Day.

Ini merupakan salah satu event dari rangkaian kegiatan bimbingan karier yang dilaksanakan sekolah yang berlokasi di Jl. Keputih Tegal 54 tersebut. Setiap siswa kelas 9 SMA SAIM wajib menyusun proposal hidup dilengkapi dengan data potensi diri, plus-minus yang dimiliki, bakat minat, serta impian yang ingin diraih.

Proposal tersebut dikemas dalam tampilan power point maupun aplikasi Canva. Kemudian mereka presentasikan di hadapan kedua orang tua masing-masing -- yang diundang khusus untuk hadir ke sekolah. Maka terlihatlah suasana yang menarik dan agak unik, karena belum lazim dilaksanakan oleh sekolah pada umumnya.

Tampak siswa menjelaskan cita-cita dan langkah-langkah strategis yang akan diambil. Sebagian siswa terlihat berupaya keras untuk meyakinkan orang tuanya dengan menyampaikan argumentasinya. Kemudian beberapa ayah memberikan komentar dan sang ibu juga ikut menyampaikan. Walhasil terjadi dialog intensif antar anggota keluarga tersebut. Untuk memperkuat presentasinya, beberapa siswa mengenakan baju sesuai dengan karier impiannya, misalnya mengenakan baju dokter, baju proyek, hingga berjas dasi ala kaum eksekutif.

“Program bimbingan karier untuk siswa di SM (SMP-SMA) SAIM memang kami prioritaskan, selain pembinaan karakter. Sebab pada akhirnya, yang terpenting memang dua hal itu. Setelah lulus, anak-anak akan membangun karier untuk masa depannya sendiri. Dan untuk sukses harus ditopang dengan karakter yang baik. Jadi dua itu intinya,” kata Direktur SAIM Aziz Badiansyah, M.M.Pd.

Acara presentasi rencana karier tersebut tidaklah berdiri sendiri. Sebelumnya sudah didahului dengan beberapa program terpadu lainnya. Di antaranya siswa mengikuti tes RMIB (Rothwell-Miller Interest Blank) untuk mengukur kecenderungan minatnya terhadap berbagai bidang pekerjaan dan profesi.

Pihak sekolah (guru wali) memantau nilai siswa dan kegiatan yang diminati, serta intensif berkomunikasi dengan orang tua siswa untuk melakukan pengawalan bersama. Siswa juga didorong untuk mengumpulkan portofolio dengan mengikuti lomba atau aktivitas yang dapat mendukung tercapainya karier yang diincar.

Psikolog sekolah SAIM Ust. Meutia Mega Syaputri, S.Psi, M.Psi menjelaskan bahwa SMA SAIM memiliki program magang, satu bulan lamanya. Ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk magang kerja, guna merasakan suasana kerja di bidang yang diminati.

Program Bravery Survival (BS) mendaki gunung hingga berpetualang backpacker ke luar negeri juga dirancang dalam rangka membangun daya juang, ketangguhan mengejar cita, dan menambah wawasan. Demikian juga program entrepreneurship dibuat untuk membangun jiwa wirausaha dan jeli menangkap peluang di tengah kehidupan yang makin kompetitif. (ono)

Teksfoto:
Suasana saat siswa SMA SAIM mempresentasikan rencana kariernya di hadapan orang tua masing-masing.
(Redho)

Pangdam I/BB Resmi Lantik 2.312 Prajurit Baru TNI AD Gelombang II 2025

Pematangsiantar || jejakindonesia.id – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto resmi menutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmata) Gelombang II TA 2025 di Lapangan Jenderal Soedirman Rindam I/BB, Pematangsiantar, Sabtu (13/9/2025).

Sebanyak 2.312 prajurit baru resmi dilantik dan disumpah menyandang pangkat Prajurit Dua usai menempuh pendidikan selama dua bulan. Upacara tetap berlangsung khidmat meski diguyur hujan.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa pengabdian sebagai prajurit TNI AD adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. “Jadikan pengalaman pendidikan ini sebagai bekal pengabdian. Tunjukkan bahwa kalian layak menyandang predikat prajurit TNI AD,” ujarnya.

Secara nasional, sebanyak 28.083 prajurit baru resmi bergabung dengan TNI AD tahun ini setelah menuntaskan pendidikan dasar keprajuritan.

Upacara diakhiri dengan pengambilan sumpah, penyematan pangkat, penyerahan piagam, serta penghargaan bagi lulusan terbaik: Prada Aditia Putra Meliala untuk aspek sikap, perilaku, dan pengetahuan, serta Prada Ranap F. Siahaan untuk aspek jasmani.

(Pendam I/BB)

Perjalanan Sang Jendral , polisi humble yang mengabdi di Bumi Blambangan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Penunjukan jabatan Kapolresta Banyuwangi tidaklah sembarangan. Pimpinan tertinggi Polri pastinya punya penilaian siapa yang layak untuk menduduki posisi strategis memegang tongkat komando Polri di tingkat kabupaten atau kota tersebut.

Kombespol Rama adalah sosok polisi humble (rendah hati) yang kini mengabdi di Bumi Sunrise Of Java, julukan Kabupaten Banyuwangi . Dia bisa akrab dengan siapa saja dan membuat orang lain merasa nyaman ketika berbincang bersamanya. Termasuk media yang senantiasa dirangkulnya sebagai mitra kerja sekaligus teman bersenda gurau.

Bagi Kombespol Rama , kondusifitas kamtibmas adalah nomor satu. Di samping inovasi pelayanan agar masyarakat semakin mudah ketika berurusan dengan polisi di Polresta Banyuwangi dan Polsek jajaran.

Kapolresta Banyuwangi , Kombes Pol Rama Samtama Putra, menjadi figur teladan (role model) dalam institusi Polri, khususnya di jajaran Polresta Banyuwangi. Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun humanis, beliau berhasil membangun sinergitas yang kuat antara anggota Polri dan masyarakat. Dalam setiap kesempatan, baik saat memimpin rapat internal maupun saat turun langsung ke lapangan, Kombes Rama selalu menekankan pentingnya pelayanan prima, disiplin, dan integritas sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian.

Di bawah arahannya, situasi kamtibmas di Banyuwangi terjaga dengan baik. Bukan semata-mata karena pendekatan keamanan yang diterapkan, melainkan juga berkat jalinan emosional yang berhasil dibangun dengan masyarakat. Kombes Pol Rama membuktikan bahwa keamanan terbaik adalah ketika polisi dan masyarakat bisa bersatu padu.

Program-program yang dijalankannya kelak menjadi warisan tak ternilai bagi Banyuwangi. Bukan sekadar pencapaian statistik keamanan, tetapi lebih dari itu, ia telah menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Tak hanya di internal, Kapolresta Banyuwangi juga dikenal luas oleh masyarakat karena kepeduliannya terhadap isu-isu sosial. Program-program seperti penguatan kamtibmas berbasis masyarakat, edukasi hukum, hingga respons cepat terhadap laporan warga melalui call center yang beliau luncurkan menjadi bukti nyata bagaimana beliau mendorong transformasi Polri menuju institusi yang semakin dipercaya publik.

Dengan rekam jejak yang bersih, loyalitas tinggi terhadap institusi, dan kemampuan membangun kepercayaan di berbagai lapisan, Kombespol Rama layak dijadikan sebagai role model pimpinan Polri yang profesional, modern, dan dicintai masyarakat serta Kombespol Rama dimanapun bertugas sosok calon jenderal tersebut selalu dekat dengan masyarakat.

error: Content is protected !!