Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: September 2025

Pangdam Kasuari Tanamkan Nilai Iman, Kreativitas, dan Kebersamaan di Yonif 761/KA

MANOKWARI || jejakindonesia.id - Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Mevi Christian K. Tehuteru, saat memberikan pengarahan penuh makna kepada prajurit Yonif 761/Kibibor Akinting beserta Persit, yang berlangsung hangat dan sarat pesan membangun, di Manokwari, Papua Barat, pada Senin (22/9/2025).

Dalam arahannya, Pangdam memberikan apresiasi tinggi atas kiprah Yonif 761/KA sejak awal berdiri. Menurutnya, prajurit Yonif 761 mampu menunjukkan karya nyata, mulai dari pembinaan teritorial hingga membangun ketahanan pangan di sekitar Batalyon.

“Kalian adalah prajurit luar biasa, karena sejak awal berdirinya satuan ini, sudah banyak hal yang dibuat, termasuk pembinaan kampung sekitar hingga keberadaan Yonif 761 diterima baik oleh masyarakat. Bahkan walau bukan Yonif TP sekalipun, kalian mampu mengembangkan ketahanan pangan yang sangat bermanfaat bagi satuan ke depan,” ungkap Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam menegaskan keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. Justru di situlah kreativitas dan inovasi prajurit diuji. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri dan satuan dengan tidak melakukan pelanggaran.

“Ingatlah saat kalian dulu berjuang masuk TNI AD, memohon doa restu orang tua. Jangan sampai semua itu ternoda oleh pelanggaran. Hadapi setiap cobaan dengan komunikasi dan solusi, bukan jalan pintas yang salah,” pesannya.

Pangdam juga menitipkan agar seluruh prajurit terus meningkatkan iman dan takwa sebagai benteng dalam bertugas, serta meminta Persit untuk senantiasa menjaga suami dan memperhatikan kesehatan anak-anak.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, saat memberikan pengarahan yang penuh makna dihadapan prajurit dan Persit yang hadir, mengapresiasi peran Posyandu yang sudah berjalan baik di lingkungan Yonif 761/KA. Ia pun mendorong agar terus menjalin kerja sama dengan Puskesmas setempat demi kesehatan keluarga prajurit.

Kehadiran Pangdam dan rombongan kian semarak dengan rangkaian kegiatan, mulai dari demonstrasi pencak silat militer dan simulasi pembebasan tawanan, penanaman pohon, peninjauan alutsista, hingga peresmian rehabilitasi gedung gereja. Momen ini juga dirangkaikan dengan ucapan syukur HUT ke-3 GPI Papua Oikumene Yonif 761/KA.

Sumber: Pendam XVIII/Ksr

Pererat Kebersamaan, Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Hadiri Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Barsel Ke-66

KALIMANTAN || jejakindonesia.id - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. turut menghadiri Upacara Hari Jadi Kabupten Barito Selatan (Barsel) yang ke-66, tahun 2025, bertempat di halaman Kantor Bupati setempat, Selasa (23/9/2025) pagi.

Dalam pelaksanaan upacara tersebut dipimpin oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, S.Ikom. serta dihadiri Bupati H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M. dan Kapolres Barsel AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H. jajaran Forkopimda serta Kapala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tamu undangan.

Gubernur menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh perserta upacara yang telah hadir serta mengapresiasi atas pelaksanaan Upacara Hari Jadi Kabupten Barsel ke-66 dengan mengusung tema “Bekerja Bersama, Merangkul Semua” yang berlangsung penuh khidmat.

Sementara itu, Kapolda Kalteng mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Barsel ke-66.

“Selamat kepada seluruh masyarakat Barito Selatan atas bertambahnya usia kabupaten yang identik dengan budaya dan semangat kebersamaan tersebut. Harapannya peringatan ini menjadi penguat semangat semua elemen masyarakat untuk terus berbuat baik demi kemajuan dan aman, nyamannya kabupaten yang kita cintai,” pungkasnya. (Humas)

Pertemuan Ketum FRN dan Kabid Humas Polda Jabar, Rencana Ini Agus Flore

JAKARTA || jejakindonesia.id - Pertemuan Begitu Hangat Antara Orang Nomor Satu Di FRN dan Kabid Humas Polda Jabar Bahas Rencana Agus Flores mendirikan DPC FRN Counter Polri Kabupaten Kota.

" Saya Rencana Membentuk DPC DPC Seluruh Kabupaten Kota," ujar Ketum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Agus Flores.

Selain itu pembahasan terkait Perkuat Pemberitaan Polda Jabar, agar dapat di update media tergabung di FRN Counter Polri.

Sanggar Tari Lapas Banyuwangi Meriahkan Pembukaan Banyuwangi Tempo Doeloe

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi membuka event budaya bertajuk “Banyuwangi Tempo Doeloe”. Pembukaan yang berlangsung meriah itu semakin istimewa dengan kehadiran penampilan spesial dari Sanggar Tari Paswangi, yang beranggotakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Selasa (23/9).

Para penari dari Sanggar Tari Paswangi sukses memukau para tamu undangan dengan membawakan Tari Kinasih Sutra. Tarian yang merupakan karya orisinal sanggar tersebut mengisahkan tentang kekuatan cinta dan pengorbanan tak terbatas dari seorang istri kepada suaminya.

Penampilan khidmat dan penuh penghayatan mereka berhasil menyita perhatian dan decak kagum seluruh penonton yang hadir.
Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan nyata dari Pemkab Banyuwangi terhadap proses pembinaan yang dilakukan di Lapas.

“Ini adalah bukti bahwa kepedulian pemerintah daerah terhadap pembinaan karakter warga binaan sangat tinggi. Selain itu, penampilan ini juga menunjukkan kreativitas yang dimiliki oleh warga binaan tidaklah padam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wayan menyebut bahwa penampilan ini semakin menegaskan fungsi Lapas yang tidak membatasi kreativitas warga binaan, meskipun mereka berada dalam lingkungan yang terbatas.

“Kami berharap, momen ini dapat menjadi pelecut semangat bagi warga binaan untuk terus berkreasi, berkarya positif, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat,” tambahnya.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman. Ia mengaku takjub dengan kualitas penampilan yang ditunjukkan.

“Saya sangat mengapresiasi. Tarian yang dibawakan sangat memukau dan tidak kalah dengan sanggar-sanggar tari lain di Banyuwangi. Ini adalah bukti nyata bahwa talenta dan semangat berkesenian tidak terhalang oleh tembok pembatas,” ungkapnya.

Taufik juga menyampaikan kekagumannya pada berbagai inovasi pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Banyuwangi.

“Lapas Banyuwangi patut diacungi jempol. Inovasi-inovasi seperti ini sangat efektif dalam membentuk dan mengubah karakter warga binaan, sehingga mereka siap untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Event Banyuwangi Tempo Doeloe sendiri akan berlangsung selama tiga hari ke depan, menampilkan berbagai kekayaan budaya dan nostalgia masa lampau Banyuwangi. Keikutsertaan Sanggar Tari Paswangi menjadi salah satu highlight yang menyampaikan pesan tentang harapan, perubahan, dan kekuatan seni dalam proses pemulihan.

Atraksi Spektakuler Warnai Penutupan Latihan Pencak Silat Militer Kodam I/BB

MEDAN || jejakindonesia.id - Latihan Kader Pelatih PSM (Pencak Silat Militer) yang digelar Kodam I/Bukit Barisan resmi ditutup di Lapangan Upacara Makodam, Senin (22/9/2025). Sebanyak 165 prajurit mengikuti kegiatan ini selama beberapa pekan.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin langsung penutupan latihan. Dalam amanatnya, Pangdam menekankan bela diri bukan hanya keterampilan bertarung, tetapi juga bagian dari karakter prajurit.

“Gunakan bela diri dengan bijak dan untuk hal-hal positif. Jadilah petarung tangguh, humanis, dan kebanggaan masyarakat,” ujar Pangdam.

Sebagai penghargaan, Pangdam menyerahkan sertifikat kepada tiga peserta terbaik, yakni Letda Arm Antonius Togatorop, Sertu Dedy Irawan, dan Pratu Rizky Ardinata. Pangdam juga berharap PSM terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan prajurit.

Penutupan latihan semakin meriah dengan atraksi spektakuler prajurit, mulai dari jurus dasar, pertarungan senjata hingga pematahan benda keras. Aksi salto di akhir pertunjukan disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan.

(Pendam I)

error: Content is protected !!