Closing soon Closes at 5:00 pm

Bulan: September 2025

Tinjau Langsung SPPG Pabelan, Kapolri Tekankan Perkuat Food Security

SEMARANG || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pabelan, Polres Semarang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Sigit meminta jajarannya untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan atau Quality Control melalui penerapan Food Security.

Langkah ini, kata dia, untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersaji aman dan higienis bagi para penerima manfaat.

“Saya selalu sampaikan pesan ke jajaran agar terkait dengan proses masak, distribusi sampai dengan di tempat selalu dilakukan Quality Control dengan melaksanakan tes Food Security. Sehingga memastikan bahwa pada saat makanan sampai di sekolah semua dalam keadaan higienis siap saja karena itu menjadi penekanan kita khususnya di jajaran SPPG di bawah naungan Mabes Polri dan Polda jajaran,” ujar Sigit.

Sigit mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 617 SPPG Polri dengan rincian 103 SPPG telah operasional, 31 SPPG tahap persiapan operasional, dan 483 SPPG masih dalam tahap pembangunan. Jika seluruhnya beroperasi, layanan tersebut diperkirakan dapat menjangkau 2.159.500 penerima manfaat dan menyerap 30.850 tenaga kerja.

Menurutnya, SPPG Pabelan Polres Semarang mulai beroperasi pada 22 September 2025 dengan melibatkan 50 orang pekerja untuk melayani 3.497 penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu menyusui, hingga ibu hamil.

Dalam kesempatan yang sama, Sigit juga meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyalurkan beras SPHP. Hingga 22 September 2025, Polri tercatat telah menyalurkan 72.567 ton beras SPHP pada 54.454 lokasi di seluruh Indonesia.

“Polri berkomitmen untuk terus mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai modal utama menggapai visi bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.

Bandara Banyuwangi Kian Ramai, Penerbangan Surabaya – Banyuwangi Kembali Beroperasi, Mulai 24 September

BANYUWANGI jejakindonesia.id – Penerbangan rute Surabaya - Banyuwangi kembali beroperasi mulai besok, Rabu 24 September 2025 besok. Penerbangan ini dilayani oleh maskapai Wings Air dengan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 orang penumpang.

“Setelah sempat terhenti selama covid, Wings Air kembali buka rute Surabaya – Banyuwangi. Mulai besok Rabu 24 September 2025. Alhamdulillah sudah banyak yang pesan di online,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Selasa (23/9/2025).

Bupati Ipuk mengatakan kembali beroperasinya penerbangan rute ini akan semakin melengkapi pilihan perjalanan ke Banyuwangi bagi pelaku bisnis, wisatawan, maupun masyarakat karena waktu tempuh yang lebih cepat.

“Aksesibilitas Banyuwangi semakin bertambah. Makin banyak pilihan ke Banyuwangi. Bandara Banyuwangi tidak hanya layani rute Jakarta – Banyuwangi tiap hari, namun kini kembali layani Surabaya – Banyuwangi,” kata Ipuk.

“Kami mengapresiasi Maskapai Wings Air yang kembali membuka rute ini, tentunya ini akan berdampak bagus untuk Banyuwangi. Mendorong perekonomian daerah,” imbuhnya.

Jadwal penerbangan di rute ini akan beroperasi dua kali dalam sepekan, pada Rabu dan Minggu, dengan waktu tempuh 50 menit. Pesawat berangkat dari Surabaya pukul 12.10 WIB, dan tiba di Bandara Banyuwangi pukul 13.00 WIB. Adapun dari Banyuwangi, pesawat bertolak pukul 13.20 WIB, dan tiba di Surabayai pukul 14.05 WIB.

"Saat ini tiket sudah bisa dipesan online. Harganya juga cukup bersaing Rp. 700 ribuan," kata Kepala Dinas Perhubungan Komang Sudira Atmaja.

Komang mengatakan saat ini penerbangan memang baru dua kali dalam sepekan. "Seiring jumlah penumpang yang akan terus berkembang, pihak maskapai akan melakukan penyesuaian,” ujarnya.

Selain melalui udara, jalur Banyuwangi – Surabaya juga dilayani kereta api. Komang menambahkan, catatan KAI rute Surabaya – Banyuwangi merupakan salah satu rute terpadat. Terdapat enam rangkaian kereta dalam satu hari.

“Di Banyuwangi juga tersedia kapal cepat yang menghubungkan Banyuwangi dan Denpasar, Bali. Waktu tempuhnya hanya 2,5 jam penumpang sudah bisa sampai ke Denpasar. Penumpang bisa beli tiket di aplikasi Express Bahari,” kata Komang. (*)

Lingkaran Intelektual Muda Banyuwangi Dukung Program MBG

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Mas Rio, salah satu tokoh muda Banyuwangi yang tergabung dalam Lingkaran Intelektual Muda Banyuwangi (LIM), menyatakan bahwa program ini merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.

​"Program MBG ini bukan sekadar inisiatif bantuan pangan biasa," ujar Mas Rio.

"Ini adalah investasi strategis yang menyasar perbaikan gizi, kesehatan, dan pendidikan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat."

​Masih menurut Mas Rio, Program MBG dirancang secara khusus untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting, yang selama ini menjadi tantangan serius bagi Indonesia. Dengan menyediakan asupan nutrisi yang cukup bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya, program ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan. Gizi yang memadai pada usia emas akan sangat mempengaruhi kemampuan kognitif, kesehatan fisik, dan kualitas pendidikan anak secara keseluruhan.


​Selain manfaatnya bagi kualitas SDM, Program MBG juga terbukti menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Rio menjelaskan, program ini menciptakan lapangan kerja baru dan menghidupkan pelaku ekonomi di tingkat lokal.
​"Dengan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah, MBG telah menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru," imbuh Rio.

"Ini membuktikan bahwa program ini tidak hanya menyehatkan generasi penerus, tetapi juga menyejahterakan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, dan pemasok lokal."

​Tim

Sanggar Tari Lapas Banyuwangi Meriahkan Pembukaan Banyuwangi Tempo Doeloe

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi membuka event budaya bertajuk “Banyuwangi Tempo Doeloe”. Pembukaan yang berlangsung meriah itu semakin istimewa dengan kehadiran penampilan spesial dari Sanggar Tari Paswangi, yang beranggotakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Selasa (23/9).

Para penari dari Sanggar Tari Paswangi sukses memukau para tamu undangan dengan membawakan Tari Kinasih Sutra. Tarian yang merupakan karya orisinal sanggar tersebut mengisahkan tentang kekuatan cinta dan pengorbanan tak terbatas dari seorang istri kepada suaminya.

Penampilan khidmat dan penuh penghayatan mereka berhasil menyita perhatian dan decak kagum seluruh penonton yang hadir.
Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan nyata dari Pemkab Banyuwangi terhadap proses pembinaan yang dilakukan di Lapas.

“Ini adalah bukti bahwa kepedulian pemerintah daerah terhadap pembinaan karakter warga binaan sangat tinggi. Selain itu, penampilan ini juga menunjukkan kreativitas yang dimiliki oleh warga binaan tidaklah padam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wayan menyebut bahwa penampilan ini semakin menegaskan fungsi Lapas yang tidak membatasi kreativitas warga binaan, meskipun mereka berada dalam lingkungan yang terbatas.

“Kami berharap, momen ini dapat menjadi pelecut semangat bagi warga binaan untuk terus berkreasi, berkarya positif, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat,” tambahnya.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman. Ia mengaku takjub dengan kualitas penampilan yang ditunjukkan.

“Saya sangat mengapresiasi. Tarian yang dibawakan sangat memukau dan tidak kalah dengan sanggar-sanggar tari lain di Banyuwangi. Ini adalah bukti nyata bahwa talenta dan semangat berkesenian tidak terhalang oleh tembok pembatas,” ungkapnya.

Taufik juga menyampaikan kekagumannya pada berbagai inovasi pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Banyuwangi.

“Lapas Banyuwangi patut diacungi jempol. Inovasi-inovasi seperti ini sangat efektif dalam membentuk dan mengubah karakter warga binaan, sehingga mereka siap untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Event Banyuwangi Tempo Doeloe sendiri akan berlangsung selama tiga hari ke depan, menampilkan berbagai kekayaan budaya dan nostalgia masa lampau Banyuwangi. Keikutsertaan Sanggar Tari Paswangi menjadi salah satu highlight yang menyampaikan pesan tentang harapan, perubahan, dan kekuatan seni dalam proses pemulihan.

Dari Audiensi Gagal, ke Aksi Jalanan: GEBRAK Siap Demo 29 September

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Gerakan Buruh Bersama Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) menegaskan akan menggelar aksi unjuk rasa besar pada Senin, 29 September 2025. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari kekecewaan mereka terhadap mandeknya penanganan kasus-kasus korupsi di Banyuwangi, terutama perkara makan-minum fiktif di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi Tahun Anggaran 2021.

Rencana aksi tersebut diumumkan GEBRAK melalui surat pemberitahuan resmi bernomor 5673/GEBRAK/IX-2025 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi. Massa diperkirakan mencapai 1.000 orang, terdiri dari buruh, mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga jurnalis. Titik kumpul akan dimulai di Simpang Lima, lalu bergerak menuju Kantor Bupati, DPRD, hingga Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi.

Langkah ini dipicu insiden pada Rabu (17/9/2025) ketika warga, aktivis antikorupsi, dan jurnalis mendatangi Kejari Banyuwangi untuk audiensi terkait kasus-kasus korupsi. Surat resmi permohonan audiensi bernomor 5672/GEBRAK/IX-2025 telah lebih dulu dilayangkan kepada Kepala Kejari. Namun, audiensi gagal setelah rombongan merasa diperlakukan tidak pantas: salah satu aktivis ditegur keras lantaran menerima panggilan video, dan satpam diminta menyita handphone mereka. Situasi memanas hingga rombongan membatalkan audiensi dan memilih melakukan orasi di luar kantor.

Dalam orasinya, massa menyoroti lambannya penanganan perkara korupsi makan-minum fiktif BKPP Banyuwangi. Padahal Kejari Banyuwangi pada 28 Oktober 2022 telah mengumumkan penetapan Kepala BKPP, NH, sebagai tersangka. Namun hingga kini, tiga tahun berselang, kasus tersebut mandek tanpa kejelasan. Pengadilan Negeri Banyuwangi bahkan telah memerintahkan Kejari melanjutkan proses hukum, tetapi publik menilai Kejari masih belum menunjukkan progres berarti.

Ketua GEBRAK, Mohammad Helmi Rosyadi, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi dugaan “pembiaran” kasus korupsi oleh aparat penegak hukum.

“Kami sudah berkali-kali menempuh jalur resmi, termasuk audiensi, tapi hasilnya nihil. Kasus korupsi makan-minum fiktif BKPP Banyuwangi adalah bukti nyata bagaimana Kejari gagal memberi kepastian hukum. Karena itu, pada 29 September nanti, rakyat akan turun ke jalan,” ujar Mohammad Helmi Rosyadi saat dikonfirmasi pada Rabu, 24 September 2025.

Helmi menambahkan, jika aksi ini tidak digubris, GEBRAK siap mendirikan posko permanen di depan kantor Kejari Banyuwangi sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap korupsi. “Kami tidak ingin keadilan hanya jadi jargon. Jika Kejari tidak bisa bekerja, biarlah rakyat yang mengawalnya secara langsung,” tegasnya.

Rencana aksi GEBRAK ini juga ditembuskan hingga Presiden RI, Ketua DPR/MPR, Kapolri, Kejaksaan Agung, dan Kejati Jawa Timur, sebagai bentuk desakan agar aparat penegak hukum serius memberantas korupsi di daerah.

Sumber media ini dilingkungan Polresta Banyuwangi yang dikonfirmasi terkait surat pemberitahuan rencana aksi demo GEBRAK di depan Kantor Kejari Banyuwangi, mengakui sudah masuk dan diterima. "Masih kami cek lagi," jawabnya singkat.

error: Content is protected !!