We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: September 2025

Polisi Amankan Oknum Pesilat di Tulungagung yang Aniaya Wakapolsek Pakel

TULUNGAGUNG || jejakindonesia.id - Polres Tulungagung Polda Jawa Timur (Jatim) mengamankan seorang pemuda berinisial AF (20) Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.

AF diamankan Satreskrim Polres Tulungagung karena diduga kuat melakukan penganiayaan Wakapolsek Pakel saat bertugas mengawal konvoi perguruan silat pada Jumat (5/9/2025) di Desa Gebang, Kecamatan Pakel pekan yang lalu.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, menjelaskan korban saat itu tengah melakukan pengamanan kegiatan ujian kenaikan tingkat salah satu perguruan silat.

Usai acara, rombongan peserta melakukan konvoi dengan pengawalan Polisi.

“Jadi anggota dibekali surat tugas untuk melakukan pengamanan kegiatan tersebut,” ujar AKP Ryo, Rabu (24/9/2025).

Dalam perjalanan konvoi, pesilat terlibat pertikaian dengan seorang pengguna jalan yang melintas berlawanan arah.

Korban yang berusaha melerai justru dipukuli oleh AF bersama sejumlah kawannya.

Anggota Resmob Polres Tulungagung yang berada di belakang segera bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku AF di lokasi kejadian.

“Ada sekitar 10 orang yang menganiaya korban, satu sudah tertangkap, sisanya masih kita lakukan pengejaran,” tutur AKP Ryo.

Akibat penganiayaan tersebut, Wakapolsek Pakel mengalami luka di tubuh dan wajah.

Sementara AF diketahui merupakan residivis kasus serupa dan baru bebas pada Oktober tahun lalu.

“Tersangka merupakan residivis dan baru bebas sekitar setahun lalu, namun kini terlibat dalam aksi penganiayaan lagi,” pungkas AKP Ryo.

Atas perbuatannya, AF dijerat Pasal 214 Jo 212 subsider Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 7 tahun. (*)

Selamatkan Generasi Bangsa dari Jerat Narkoba Polres Probolinggo Gelar Seminar Bersama Mahasiswa

PROBOLINGGO || jejakindonesia.id - Dalam upaya memerangi peredaran narkoba khususnya di kalangan generasi muda, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melaksanakan seminar anti narkoba bersama mahasiswa dan pemuda Kabupaten Probolinggo di Universitas Nurul Jadid Paiton, Senin (22/9/2025).

Kapolres Probolinggo menyampaikan bahwa peredaran narkoba saat ini kian mengkhawatirkan, dengan menyasar generasi muda sebagai target utama.

Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata melalui edukasi, pencegahan, dan kerja sama semua pihak.

“Mahasiswa dan pemuda adalah generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan pemuda hancur karena narkoba,"tegas AKBP Latif.

Kapolres Probolinggo juga mengajak pemuda dan mahasiswa sebagai agen perubahan dengan menolak dan melawan peredaran Narkoba.

"Jadilah agen perubahan dengan berani menolak dan melawan segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” kata AKBP Latif.

Selain memberikan materi tentang bahaya narkoba, Kapolres Probolinggo juga mengajak mahasiswa dan pemuda untuk ikut berperan aktif menyampaikan pesan-pesan positif di lingkungannya.

"Jadi apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba, segera melapor kepada kami agar dapat  ditindak lanjuti," tutur AKBP Latif.

Seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan semangat bersama dalam menjaga Kabupaten Probolinggo dari ancaman narkoba, sekaligus mempererat sinergi antara kepolisian, dunia pendidikan, dan masyarakat. (*)

Silaturahmi Pupuk Sinergi, Polresta Malang Kota Ajak Awak Media Jadi Garda Terdepan Jogo Malang

MALANG || jejakindonesia.id – Menyongsong dinamika sosial yang kerap memuncak pada momentum September gelap, Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur mengambil langkah preventif dan preemtif dengan merangkul insan pers, mulai media Cetak, Online, TV, Radio hingga Pegiat Medsos.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono SH, SIK, MSi melalui Wakapolresta AKBP Oskar Syamasuddin SIK, MT melaksanakan silaturahmi bersama para wartawan di Kota Malang, Senin (23/9/2025).

Di hadapan para awak media, AKBP Oskar menegaskan awak media sebagai mitra strategis dalam mengawal informasi publik yang sehat dan berimbang.

AKBP Oskar mengatakan Silaturahmi ini menjadi ruang menyatukan persepsi, membangun sinergi.

"Kami ingin awak media menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Kota Malang yang aman, nyaman dan damai,” jelas AKBP Oskar.

Wakapolresta Malang Kota menekankan pentingnya klarifikasi terhadap setiap informasi, terutama yang berpotensi memicu keresahan atau provokasi

Ia mengingatkan bahwa menjelang issue di medsos September Gelap serta menjelang peringatan Tragedi Kanjuruhan tgl 1 Oktober 2025, terdapat isu provokatif dan ajakan destruktif rawan bermunculan, baik di media sosial maupun dalam bentuk berita simpang siur.

AKBP Oskar menegaskan, Polresta Malang Kota siap menerima klarifikasi kebenaran informasi, termasuk berita miring yang memicu provokasi.

"Kami ingin masyarakat Kota Malang maupun dari luar Kota Malang merasa aman, nyaman dan tenang.” tegasnya.

AKBP Oskar mengingatkan bahwa Kota Malang memiliki posisi strategis sebagai barometer kota di Jawa Timur.

Dengan keberadaan ratusan kampus yang menampung ribuan mahasiswa dari berbagai daerah yg ada di Indonesia, Malang disebut juga “miniatur Indonesia” yang mencerminkan keragaman budaya dan karakter.

“Kondusivitas Kota Malang menjadi tanggung jawab bersama, Wartawan punya peran penting sebagai pelopor informasi yang menyejukkan,” ujarnya.

Kombes Pol Nanang Haryono menitipkan pesan yang disampaikan Wakapolresta yang menekankan Polresta Malang Kota selalu terbuka membantu klarifikasi informasi yang menyimpang, serta siap kolaborasi bersama media utk menangkal pemberitaan provokatif yang dapat menganggu stabilitas keamanan masyarakat.

“Media adalah mitra kami. Mari kita ciptakan narasi positif, cegah disinformasi dan lawan provokasi demi Kota Malang yang aman dan damai,” tandas AKBP Oskar

Sebagai penutup silaturahmi, dilaksanakan doa bersama yang dipimpin Eddy Master salah satu wartawan senior.

Melalui Silaturahmi dengan awak media, Polresta Malang Kota menegaskan pentingnya soliditas dan sinergitas menjadi benteng utama menghadapi potensi kerawanan, sekaligus menjaga reputasi Kota Malang sebagai kota pendidikan yang damai dan kondusif.

e-BEST Law Firm dan Polresta Banyuwangi Teguhkan Sinergi: Harmoni Advokat dan Aparat Penegak Hukum Demi Keadilan yang Berkeadaban

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Hukum adalah pilar utama sebuah negara, namun pilar itu tidak bisa berdiri sendiri. Ia tegak ketika aparat penegak hukum dan advokat berjalan beriringan. Semangat inilah yang mengemuka dalam silaturahmi hangat antara e-BEST Law Firm dan Polresta Banyuwangi, yang berlangsung penuh rasa persaudaraan di ruang kerja Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Komang Yogi Arya Wiguna.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan sinergi, bukan hanya dalam ranah profesional, tetapi juga dalam nilai kemanusiaan. Silaturahmi yang sarat makna ini diharapkan memperkuat kolaborasi nyata dalam penegakan hukum, khususnya di bidang pidana, agar keadilan hadir secara transparan dan berimbang.

Kompol Komang Yogi menyampaikan penghargaan atas inisiatif kunjungan yang dilakukan e-BEST Law Firm.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas silaturahmi ini. Sinergi antara advokat dan kepolisian sangat penting, terutama dalam proses hukum pidana. Dengan komunikasi yang sehat, penegakan hukum dapat berlangsung adil, profesional, dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia,” ungkapnya dengan penuh ketegasan sekaligus keramahan.

Sementara itu, Kanit Resmob Polresta Banyuwangi, Hendra Prabowo, S.H., memberikan sentuhan personal dalam sambutannya.

“Kunjungan ini sangat berkesan bagi kami. Apalagi hadir Mbak Siti Hamidah, S.H. (Mbak Leda), advokat tangguh yang juga bagian dari keluarga besar kami. Ini mempererat ikatan emosional sekaligus memperkokoh hubungan profesional. Saya yakin sinergi ini akan menjadi teladan dalam penegakan hukum di Banyuwangi,” ucapnya dengan penuh keakraban.

Dari pihak e-BEST Law Firm, Eko Budiyanto, S.H., selaku Ketua dan Pimpinan, menegaskan peran advokat sebagai mitra sejajar kepolisian.

“Advokat hadir bukan untuk berseberangan dengan aparat, tetapi untuk melengkapi dan menjaga keseimbangan hukum. Silaturahmi ini adalah bukti komitmen e-BEST Law Firm untuk terus bersinergi dengan Polresta Banyuwangi dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, humanis, dan bermartabat,” ujarnya penuh keyakinan.

Hal senada disampaikan oleh Siti Hamidah, S.H. (Mbak Leda), yang juga anggota PERADAN (Persatuan Advokat Nusantara).

“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan titik temu antara dua profesi yang sama-sama mengabdi pada keadilan. Dengan sinergi yang sehat, masyarakat akan melihat bahwa hukum bekerja untuk mereka, bukan sebaliknya,” tutur Mbak Leda dengan penuh ketulusan.

Yuliani, S.H., advokat senior e-BEST, menambahkan dimensi praktis dari kerja sama ini.

> “Kunci dari kepastian hukum adalah komunikasi yang sehat. Pertemuan ini menjadi bukti bahwa advokat dan kepolisian mampu duduk bersama, menyamakan langkah, dan menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Putri, asisten utama e-BEST Law Firm, menekankan nilai kemanusiaan dari silaturahmi tersebut.

“Di balik profesi, kita semua adalah saudara. Pertemuan ini memberi energi baru untuk berjuang bersama menghadirkan hukum yang adil, ramah, dan tidak meninggalkan sisi kemanusiaan,” ungkapnya dengan penuh optimisme.

Silaturahmi ditutup dengan kesepahaman bersama: Polresta Banyuwangi dan e-BEST Law Firm berkomitmen menjaga komunikasi, memperkuat sinergi, serta menghadirkan wajah hukum yang bersih, tegas, dan humanis.

Dengan semangat kebersamaan ini, Banyuwangi diharapkan mampu menjadi teladan bagi daerah lain: bahwa advokat dan aparat penegak hukum bisa bersatu demi tegaknya keadilan yang berkeadaban.

Dinas Perikanan Banyuwangi Gelar Pelatihan Teknik Pancing Tonda untuk Tingkatkan Kapasitas Nelayan Lokal

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini menggelar Pelatihan Teknik Penangkapan Ikan dengan Pancing Tonda. Bertempat di Kantor Kelurahan Lateng, acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, yang menekankan pentingnya praktik perikanan berkelanjutan.

​Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan nelayan dalam teknik penangkapan ikan menggunakan pancing Tonda, yang dikenal sebagai alat tangkap ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengetahuan nelayan lokal tentang pemanfaatan sumber daya perikanan secara bertanggung jawab.

​Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup perbaikan dan perawatan kapal berbahan fiber, serta teknik penanganan ikan di atas kapal. Peserta pelatihan berasal dari tiga kelompok usaha bersama (KUB), yaitu KUB Sumber Laut dan KUB Fajar Timur.

​Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra,SP.,M.Si. mengingatkan para peserta agar senantiasa menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan menjaga kelestarian zona tangkap. Ia juga berpesan agar nelayan proaktif dalam “menjemput bola” setiap program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

​“Ambil ilmunya, bukan ada maunya,” tegas, Kadis Perikanan Banyuwangi.

Dengan begitu, diharapkan akan terjadi peningkatan kesejahteraan nelayan dan pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih baik di Banyuwangi.

Reporter : Rio

error: Content is protected !!