Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

Anggota DPRD Kota Pasuruan Fraksi Golkar Ajak Warga Bersatu Jaga Keamanan Kota dalam Orasi Kebangsaan

PASURUAN || jejakindonesia.id – Anggota DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi Golkar Dedy Tjahjo Poernomo, SH., M.A.P, hadir dan memberikan sambutan dalam acara Orasi Kebangsaan dan Seni Budaya yang digelar Minggu malam (31/8/2025) di Lapangan Bong Mancilan. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh warga, tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Kota Pasuruan.

"Kita sama-sama menjaga. Lebih baik kita berikan dukungan pada kegiatan dan bantuan masyarakat daripada harus membangun lagi jika ada yang rusak," ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pasuruan, termasuk wali kota, wakil wali kota, kepala OPD, dan muspika, untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat demi terciptanya kesejahteraan bersama.

"Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan seluruh warga. Semoga acara malam ini berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi kita semua," pungkasnya.

Acara Orasi Kebangsaan dan Seni Budaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, menghadirkan berbagai atraksi seni tradisional yang meriah dan disambut antusias masyarakat setempat.

 

(RED)

Kajaga Regu 3 Satpolairud Polresta Banyuwangi Berikan Edukasi Penggunaan Alat Keselamatan Kepada Masyarakat Nelayan Pantai Beach Bulusan Banyuwangi

Banyuwangi || Jejak - Indonesia.id // Dalam upaya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat pesisir dan kelompok nelayan, Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur terus melakukan giat patroli dan binmas perairan dikawasan pesisir pantai dan sekitarnya. Senin, (1/9/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kajaga Regu 3 Bripka Taufiq mengatakan giat patroli dan binmas yang dilaksanakan bersama Bripda Luthfan dalam rangka untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pesisir tentang pentingnya penggunaan alat keselamatan dan alat tangkap yang ramah lingkungan pada saat mencari ikan.

Penggunaan alat keselamatan yang baik dan benar dapat meminalisir terjadinya luka yang menyebabkan cidera serius," ucapnya.

Selain meminalisir terjadinya cidera serius, penggunaan alat keselamatan yang baik dan pengguna alat tangkap yang ramah lingkungan dapat menjaga ekosistem tetap terjaga.

Menghimbau kepada masyarakat pesisir dan kelompok nelayan agar selalu waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas, cuaca buruk, gelombang tinggi, selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari segala bentuk tindakan yang melanggar hukum.

Kami ingatkan kepada masyarakat pesisir khususnya mereka yang berproses sebagai nelayan untuk tidak menggunakan bahan peledak, potasium dan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dalam aktivitas penangkapan ikan karena berbahaya bagi keselamatan jiwa sekaligus merusak ekosistem laut,” terang Kasat Polairud Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md, S.H.

Kegiatan patroli dan binmas perairan rutin ini diharapkan dapat menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah pesisir.

Kehadiran Satpolairud olairud Polresta Banyuwangi di tengah masyarakat juga menjadi sarana komunikasi langsung untuk memberikan edukasi serta meningkatkan kesadaran hukum di kalangan nelayan.

Tidak hanya melakukan patroli dialogis dan binmas perairan saja, tetapi memastikan masyarakat dan nelayan mendapatkan rasa aman serta bimbingan dalam menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan perairan.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 atau bisa menghubungi call center Satpolairud di nomer telepon 08113448222 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan. (GP)

Petugas dan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Kompak Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dalam rangka memohon perlindungan dan keselamatan bagi bangsa Indonesia, Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar doa bersama yang melibatkan seluruh petugas dan warga binaan, Senin (1/9).

Kegiatan yang penuh khidmat ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi negeri yang sedang dihadapkan pada berbagai kejadian dalam beberapa waktu terakhir.

Doa bersama diawali dengan pelaksanaan apel pagi yang diikuti oleh segenap petugas Lapas. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan beribadah menurut keyakinan masing-masing. Para petugas mendampingi warga binaan menuju tempat ibadah yang seluruh fasilitasnya telah tersedia di dalam lingkungan lapas.

Umat Islam melaksanakan doa bersama di masjid dan musholla, sementara umat Kristen beribadah di gereja. Umat Hindu juga melaksanakan persembahyangan di tempat ibadah Hindu yang juga berada dalam lingkungan Lapas.

Meski berbeda keyakinan, seluruh jajaran Lapas Banyuwangi menunjukkan komitmen dan kekompakannya untuk bersama-sama mengangkat doa bagi negeri.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa melindungi keselamatan negeri. Selain itu, doa bersama juga digelar untuk menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan Lapas Banyuwangi.

“Kita semua berharap, melalui doa bersama dari seluruh keluarga besar Lapas Banyuwangi, baik petugas maupun WBP, institusi kita khususnya dan Indonesia pada umumnya selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Wayan juga menekankan bahwa momen ini bukan hanya tentang spiritualitas, tetapi juga sebagai penguatan semangat persatuan dan kesatuan.

“Ini adalah bentuk nyata dari semangat kebersamaan kita. Kita saling menjaga, menghormati perbedaan, dan bersama-sama berdoa untuk memajukan negeri ini. Perbedaan agama bukan penghalang, justru menjadi kekuatan untuk merajut persatuan,” pungkasnya.

Peresmian Kantor Pusat Fast Respon Nusantara dan Jabodetabek Ditunda, Syukuran Dilaksanakan Sederhana

JAKARTA || jejakindonesia.id – Peresmian Kantor Pusat Fast Respon Nusantara (FRN) dan wilayah Jabodetabek yang semula direncanakan dalam waktu dekat, terpaksa ditunda. Hal ini disebabkan kondisi keamanan negara yang saat ini dinilai belum sepenuhnya stabil.

Ketua Umum Fast Respon Nusantara, Agus Florest, menyampaikan bahwa kegiatan syukuran akan tetap dilaksanakan pada bulan Oktober 2025, namun dengan konsep sederhana, tanpa acara besar atau formal. “Peresmian akan dilakukan bulan Oktober nanti, tetapi syukurannya hanya biasa saja, sebagai bentuk kehati-hatian,” ujarnya.

Pihak FRN menekankan bahwa keputusan ini diambil demi keselamatan seluruh jajaran dan tamu undangan, serta untuk memastikan kondisi yang kondusif sebelum pelaksanaan acara resmi.

Masyarakat dan rekan media diharapkan dapat memahami penyesuaian ini, sementara pihak FRN berkomitmen untuk tetap melayani masyarakat dan melakukan berbagai kegiatan sosial secara konsisten.

Polda Kalteng Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Panik di Tengah Situasi Demo

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Menyikapi situasi unjuk rasa yang terjadi di Kota Palangka Raya dan sejumlah daerah lainnya. Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.

Imbauan tersebut, disampaikan langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. dalam keterangan resminya, Senin (1/9/2025).

Kabidhumas Polda Kalteng mengajak seluruh elemen masyarakat di Prov. Kalteng khususnya di Kota Palangka Raya, untuk tetap tenang dan tidak panik di tengah situasi kegiatan unras yang sedang berlangsung.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik," kata Kabidhumas.

Kombes Erlan menegaskan bahwa Polda Kalteng dan jajaran berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama unras berlangsung.

"Kami akan melakukan upaya preventif dan penindakan jika terjadi gangguan keamanan, sesuai dengan aturan yang berlaku," tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk menghindari area kegiatan unras jika tidak terlibat langsung dan mengikuti petunjuk dari petugas keamanan.

"Dengan kerjasama antara masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan situasi dapat tetap kondusif dan kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan damai," tutupnya.

error: Content is protected !!