Politik

Kobarkan Semangat “Kami Tidak Akan Lupa”, Sonny T. Danaparamita Ajak Lintas Generasi Banyuwangi Bangkit Kawal Demokrasi!

​BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id  – Energi perjuangan dan semangat pantang menyerah begitu terasa mewarnai Rumah Aspirasi GARASI (GriyA Rajut AspiraSI) di Banyuwangi, Senin (27/7/2026). Bertepatan dengan peringatan 30 Tahun Tragedi 27 Juli 1996 (Kudatuli), Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, hadir langsung membakar semangat masyarakat lintas generasi untuk berani menjaga tegaknya kedaulatan rakyat dan menolak keras kembalinya watak otoritarianisme di Bumi Pertiwi.

​Dalam forum yang sarat nilai sejarah tersebut, Sonny dengan lantang dan tegas menggaungkan pesan perjuangan: “Kami Tidak Akan Lupa”. Menurutnya, penyerangan terhadap kantor sah Partai Demokrasi Indonesia (PDI) oleh kekuasaan otoriter yang menunggangi aparatur negara tiga dekade silam, tidak boleh sekadar menjadi kenangan, melainkan harus menjadi api pengingat yang terus menyala bagi bangsa Indonesia.

​”Tragedi Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan dan wujud nyata pembunuhan terhadap demokrasi. Kami tidak akan lupa pada peristiwa tersebut!” ungkap Sonny dengan penuh ketegasan di hadapan warga Banyuwangi yang memadati GARASI.

​Sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, Sonny menegaskan bahwa peringatan ini digelar bukan untuk meratapi masa lalu atau merawat dendam. Sebaliknya, momentum ini adalah deklarasi komitmen baja untuk memastikan agar kesewenang-wenangan negara dan penindasan terhadap rakyat kecil tidak akan pernah terulang kembali di masa depan.

​Energi Baru Generasi Muda dan Ketegasan Akademisi

​Acara refleksi ini menjadi kian istimewa karena berhasil menyatukan semangat tokoh lintas generasi. Kehadiran anak-anak muda yang menolak buta sejarah menjadi energi tersendiri bagi perjuangan demokrasi di Banyuwangi.
​Prayogi Adi Pratama, seorang Kader Muda PDI Perjuangan Banyuwangi, memaknai pertemuan ini sebagai panggilan jiwa bagi generasinya.

“Sebagai kader yang lahir pasca-kerusuhan 27 Juli 1996, kami hanya dapat membaca berdasarkan sejarah yang tertulis. Kami juga ingin mendengarkan testimoni para senior partai yang merasakan langsung bagaimana pembungkaman-pembungkaman dan hilangnya kebebasan dalam berdemokrasi terjadi pada masa itu. Semangat mereka adalah amunisi kami hari ini!” tutur Prayogi dengan antusias.

​Menyambung gelora kesejarahan tersebut, Sahru Romadhoni, seorang akademisi Banyuwangi, turut memaparkan fakta tak terbantahkan. Ia menegaskan bahwa berbagai dokumen sejarah telah membuktikan secara nyata bahwa peristiwa Kudatuli murni lahir dari watak kekuasaan yang menindas—sebuah praktik kelam dari rezim Orde Baru yang tidak boleh diberi ruang untuk bangkit kembali.

Kesaksian para saksi sejarah di forum tersebut tentang beratnya tekanan hidup dan hilangnya kebebasan semakin membulatkan tekad yang hadir. Tujuannya jelas: generasi muda harus menjadi garda terdepan untuk melawan penguasa yang anti-kritik dan berupaya mematikan prinsip check and balances.

​Aksi Nyata untuk Masyarakat Tapal Kuda

​Ruh perjuangan 27 Juli ini tidak hanya digaungkan Sonny di satu titik. Sebelum menggembleng semangat di GARASI, Sonny terlebih dahulu mengikuti rangkaian acara di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi. Sebagai wakil rakyat, ia juga memastikan api perjuangan “Kami Tidak Akan Lupa” ini berkobar merata dengan melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo.

Bagi Sonny, semangat perlawanan terhadap ketidakadilan masa lalu harus bertransformasi menjadi kerja-kerja politik dan konstitusional yang nyata, berani, dan berpihak pada rakyat di parlemen saat ini.

​”Sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan, saya akan menggunakan peristiwa 27 Juli ini sebagai landasan dan energi utama saya dalam melakukan fungsi pengawasan! Segala kebijakan publik harus dan wajib berpihak pada kemanusiaan, demokrasi, kesejahteraan rakyat, demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Menutup kegiatan yang membakar semangat juang tersebut, Sonny kembali mengikat janji suci pengabdiannya kepada masyarakat di daerah pemilihannya.

​”Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur III, saya akan menjalankan tugas dan kewajiban saya selaku Wakil Rakyat yang telah diberikan amanah oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso!” pungkas Sonny, diiringi gemuruh semangat para hadirin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *