Jawa Timur Disorot! Saat Daerah Lain Bersih, Tambang Ilegal Diduga Masih Kebal Hukum, Agus Flores Siap Bongkar Dalangnya

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Di saat berbagai daerah mulai bergerak membersihkan praktik tambang ilegal, Jawa Timur justru kembali menjadi sorotan. Aktivitas tambang ilegal diduga masih beroperasi di sejumlah wilayah, bahkan disebut menggunakan alat berat dan BBM ilegal, memunculkan pertanyaan serius: mengapa wilayah ini terkesan sulit dibersihkan?

Informasi tersebut disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon, R. Mas MH Agus Rugiarto Sastrodiarjo SH MH, atau yang dikenal Agus Flores, Senin (20/4). Berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya, aktivitas tambang ilegal di Pasuruan diduga masih berjalan menggunakan ekskavator dan solar ilegal.

Di hari yang sama, laporan media di Jawa Timur juga menyoroti dugaan beroperasinya tambang ilegal di wilayah Bojonegoro. Dari 17 titik yang sebelumnya ditemukan dan disoroti Agus Flores, sedikitnya tiga lokasi disebut masih aktif, yakni di Banyuwangi, Pasuruan, dan Bojonegoro.

Fakta ini memunculkan kritik keras terhadap lemahnya penindakan. Sebab di tengah berbagai operasi penertiban di daerah lain, keberadaan tambang ilegal di Jawa Timur justru dinilai seperti belum tersentuh secara tuntas.

“Kalau daerah lain bisa dibersihkan, kenapa Jawa Timur sulit? Ini yang harus dijawab. Ada apa di balik tambang ilegal yang masih beroperasi ini?” menjadi pertanyaan yang kini mengemuka di ruang publik.

Agus Flores menegaskan pihaknya bersama jaringan Wartawan Fast Respon akan menelusuri lebih jauh dugaan adanya aktor atau dalang di balik tetap beroperasinya tambang ilegal yang menggunakan alat berat dan BBM ilegal di wilayah yang dikenal sebagai Tanah Majapahit itu.

Ia juga meminta seluruh jajarannya di Jawa Timur serius memantau pergerakan tambang ilegal, termasuk dugaan distribusi BBM ilegal yang menopang operasional di lapangan.

“Kami akan telusuri siapa dalang di balik semua ini. Masyarakat Jawa Timur, doakan saya bisa menyelesaikan persoalan tambang di daerah kelahiran ayah saya,” tegas Agus Flores.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa isu tambang ilegal di Jawa Timur belum selesai. Bahkan, sorotan kini tak hanya tertuju pada pelaku di lapangan, tetapi juga kemungkinan adanya jaringan yang membuat aktivitas tersebut terus bertahan.

Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Sebab bila tambang ilegal dan BBM ilegal terus beroperasi tanpa tindakan nyata, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga wibawa hukum itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *