Juni 21, 2026

Hellboy Jatanras Polda Jatim: Angin Boleh Kencang Membawa Teriakan, Tapi Begal dan Preman Tak Akan Pernah Diberi Ruang

0
IMG-20260622-WA0019

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Di tengah derasnya opini, kritik, dan berbagai narasi yang berkembang di ruang publik, jajaran Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Jawa Timur tetap fokus pada tugas utamanya, yakni memburu pelaku kejahatan dan menjaga keamanan masyarakat.

Bagi aparat di lapangan, rasa aman tidak dibangun melalui perdebatan, melainkan melalui tindakan nyata, keberanian, dan konsistensi dalam menegakkan hukum. Karena itu, pemberantasan begal, pencurian dengan kekerasan, premanisme, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan terus menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar.

Sebuah pernyataan yang beredar di kalangan personel Jatanras menggambarkan semangat tersebut:

“Angin boleh kencang membawa teriakan, bendera ini tetap tegak karena kami masih berdiri.”

Semangat itu tercermin dari sosok Aipda Sigit Dwi Susanto, yang akrab disapa “Hellboy”, personel Opsnal Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Jawa Timur yang dikenal aktif dalam berbagai pengungkapan kasus kriminalitas di wilayah Jawa Timur.

Menurut Aipda Sigit, tugas kepolisian bukan mencari popularitas ataupun menjawab setiap opini yang berkembang, melainkan memastikan para pelaku kejahatan tidak bebas mengancam keselamatan masyarakat.

> “Kami tidak bekerja untuk menjawab opini. Kami bekerja untuk memburu pelaku kejahatan. Selama masih ada begal yang merampas hak masyarakat, selama masih ada preman yang meresahkan warga, kami akan terus bergerak dan bertindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Aipda Sigit Dwi Susanto, Senin (22/6).

Ia menegaskan bahwa kejahatan jalanan merupakan ancaman nyata yang tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap laporan masyarakat menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti secara profesional, cepat, dan terukur.

Di tengah berbagai dinamika yang ada, Jatanras Polda Jatim memastikan bahwa perang terhadap begal dan pelaku kriminal jalanan tidak akan surut. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat melalui penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan.

“Begal tidak boleh diberi ruang. Premanisme tidak boleh tumbuh. Ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, Polri harus hadir di garis terdepan. Itu komitmen kami,” ujar Hellboy.

Bagi jajaran Jatanras Polda Jatim, profesionalisme bukan sekadar slogan. Profesionalisme dibuktikan melalui pengungkapan kasus, penangkapan pelaku, serta keberanian berdiri di garis depan menghadapi setiap ancaman yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

Angin boleh kencang membawa teriakan. Namun selama masih ada aparat yang setia mengabdi, bendera penegakan hukum akan tetap tegak. Perang melawan begal, premanisme, dan berbagai bentuk kejahatan jalanan akan terus dikobarkan tanpa kompromi demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *